Vita Nova

Vita Nova
Episode 52 "Pesona"



Flashback


Apa mau mu?"


"Fei,wanita itu baru saja bertemu denganmu,apa kau sudah percaya?"


"Dia itu calon kakak iparku,jangan mengusiknya"


Lily hendak pergi tapi Vel memojokkan Lily ke tembok,


"Apa kau,benar percaya?",


.


.


Episode 52


"Vel,aku tidak paham maksudmu"


"Sebaiknya kau tidak terlalu berharap besar padanya,firasatku tidak enak",


"Apa kau meragukan pilihan kakakku?.."


Lily menatap Vel serius,sesaat Vel terkejut,tetapi bukannya menjauh,Vel makin mendekat dan memojokkan Lily,


"T-tunggu Vel!Apa yang kau lakukan?!"


Perlahan Vel makin mendekat,tapi berhenti begitu Bel memanggil Vel dari kejauhan,


"TRISTAN!KAU DIMANA?!AKU SUDAH MENEMUKAN BUKUNYA!"


"Ah..dasar..mengganggu saja"


Vel mundur dan menatap Lily dengan sangat dalam,


"Andai saja aku datang lebih cepat..aku duluan ya"


Vel langsung pergi menemui Bel, meninggalkan Lily yang masih bersender pada dinding.Lily terduduk dan menyembunyikan wajahnya yang sudah merah padam,


'A..APA ITU TADI?! WAJAH NYA TERLALU DEKAT!!Kenapa aku juga tidak melawan??.. harusnya aku mendorongnya kan..!INI BERBAHAYA!!..KETAMPANANNYA JUGA SANGAT BERBAHAYA,KENAPA DIA BISA SETAMPAN ITU!!DASAR GILA!!'


Lily terhanyut dalam pikirannya yang kemana mana,sedangkan di sisi Vel,


"Lihat lah Tristan!aku menemukan buku tentang Tanah Malterra..lho?ada apa dengan wajahmu?!apa kau baru saja direbus?!"


"T-tidak apa apa..lupakan saja",


"BAGAIMANA AKU BISA MELUPAKANNYA!?KAU BAHKAN TIDAK MEMBERI TAHUKU APA APA!"


"Argh...sudahlah!aku mau ke paviliun!"


"Eh?Tunggu!Kita bahkan tidak tau dimana paviliun nya!"


"Aku akan mencarinya sendiri!"


"T-tunggu Tristan!!Jangan tinggalkan aku!"


Sama dengan Lily,Vel juga menunjukan wajah yang sudah merah padam seperti udang rebus,


'Sial!Aku benar benar sudah gila!Apa yang sebenarnya ku lakukan tadi!..egh..tapi..bibir-!?'


"DASAR GILA!!JERNIHKAN PIKIRANMU TRISTAN!!SADARLAH WAHAI DIRIKU!" Vel langsung membenturkan kepalanya ke dinding berkali kali begitu mengingat kejadian tadi,


"TRISTAN APA YANG KAU LAKUKAN?!JANGAN MEMBENTURKAN KEPALAMU KE DINDING DASAR BODOH!!"


/Skip malam


Lily duduk diruang kerjanya dengan beberapa dokumen yang menggunung diseblahnya,beberapa saat kemudian seseorang mengetuk pintu ruangan Lily,


"Marchioness,apakah anda didalam?"


"Eh?ah,Lady Fei,silahkan masuk",


Fei datang membawa secangkir teh dan resep obat dari dokter,


"Anda tidak seharusnya bekerja dulu Marchioness,dokter sudah bilang anda harus istirahat penuh,Lucas juga sudah memperingkatkan anda",


Fei tampak khawatir pada Lily yang sudah mulai mengerjakan pekerjaan nya sebagai pengurus 8 pelabuhan, tapi Lily tidak masalah dengan itu,


"Tidak apa apa Lady Fei,sudah kewajiban saya untuk mengerjakan pekerjaan ini, terimakasih sudah mengkhawatirkan saya",


"Anda terlalu keras kepala Marchioness.Nah sekarang minumlah obat anda dan segera beristirahat",


"Huh,baiklah",


Lily tidak mau membuat Fei kerepotan karena nya,dan menurut apa yang dikatakan Fei padanya.


Setelah minum obat dan secangkir teh,Lily merasakan kantuk yang samar-samar,


"Entah kenapa aku jadi mengantuk.."


"Dokter bilang itu efek samping dari obat karna Marchioness memang harus banyak istirahat,mari saya antar ke kamar",


"Baiklah, terimakasih Lady Fei",


"Ini tidak seberapa Marchioness",


Fei langsung mengantar Lily ke kamar dan menyalakan aroma terapi agar Lily bisa tidur dengan nyenyak,


"Apakah anda ingin titip sesuatu?" tanya Fei sebelum keluar dari kamar Lily,


"Ah,tolong beritahu Vel untuk membantu saya menyelesaikan berkas untuk harga barang yang akan di ekspor,berkasnya ada di laci seblah kanan, terimakasih Lady Fei",jawab Lily,


"Baik!Selamat malam..emm..Lily",


Begitu Fei keluar,Lily langsung tertidur lelap.Fei segera pergi mencari Vel untuk menyampaikan pesan Lily.Perlahan Fei menyusuri lorong gelap yang disinari cahaya bulan yang sangat terang,


'Bulannya indah sekali' pikirnya,


Dari arah lain,sosok pria tinggi menyusuri lorong yang tidak terkena cahaya bulan,Fei yang melihatnya langsung berhenti,dan menelan ludah,


"S-siapa itu?.." Fei memberanikan diri bertanya pada sosok pria itu,


Begitu sosok pria itu terkena cahaya bulan,tampak lah pemuda tinggi dengan rambut putih blonde dan bola mata berwarna merah ruby yang tidak lain adalah,Vel.Begitu melihat Vel yang jauh lebih tampan karna cahaya bulan,Fei yang menatapnya terpesona dengan ketampanan Vel itu,sampai wajahnya berubah merah.


"Lho?Lady Fei?apa yang anda lakukan malam malam begini?" tanya Vel sambil mendekati Fei perlahan,


"A-ah!A-anu itu! Marchioness meminta saya untuk menyampaikan pesan pada anda.." Fei mengalihkan pandangannya dari Vel karna malu,


"Pesan?.." Vel sedikit mengeluarkan semburat merah karna teringat kejadian tadi siang,


"B-benar, Marchioness bilang kalau anda harus membantu pekerjaan beliau,berkas yang ada di laci ruang kerja seblah kanan,tentang harga barang yang akan di ekspor..",


"B-begitu ya,baiklah saya akan segera kesana..lebih baik anda segera kembali ke kamar dan istirahat,saya pergi dulu.." Vel langsung pergi dengan wajah yang masih sedikit memerah,Fei melihat wajah Vel yang memerah dan berpikir kalau Vel..menyukainya(halu).


'Dia sangat tampan!..wajahku sudah merah padam!..tapi wajahnya juga memerahkan?..apa dia..menyukai ku??..dasar cahaya bulan! bagaimana bisa kau menunjukan ketampanan di atas rata rata pada gadis yang sudah bertunangan?!..'


Fei tenggelam di angan-angannya selama berjalan sampai ke kamar.Disisi lain,Vel sedang sibuk membantu Lily menyelesaikan berkas untuk harga barang yang akan di ekspor,


'Luanvier?..ku dengar disana banyak menghasilkan permata yang bagus dan berkualitas tinggi..tapi aku tidak yakin..'


"Bagaimana kalau meminta Veda yang mengeceknya?",


"Eh? Bel?kau belum tidur?"


Bel datang ke ruang kerja Lily untuk mencari Vel yang hilang dari paviliun,


"Aku mencari mu bodoh"


"Maaf,aku harus membantu Lily menyelesaikan pekerjaannya",


"Hummm"


Bel melihat Vel yang sibuk dengan beberapa lembar kertas, lalu Bel mendapati kata yang membuatnya tertarik,


"Luanvier?itu tempat Kel dan Ken pergi kan?",


"Benar,dan aku berniat membeli permata dari sana",


"Permata?untuk siapa?tidak biasanya kau membeli sesuatu jika bukan makanan",ledek Bel,


"Aku hendak membelinya sebagai hadiah permintaan maaf pada Lily karna kejadian tadi siang.." ucap Vel sedikit mengeluarkan semburat merah,


"Memangnya ada masalah apa diantara kalian berdua tadi siang?!kau tidak menjelaskan apapun padaku!"


"Aku tidak bisa memberitahunya!Ini terlalu memalukan!haha!"


"Cih..baiklah, terserah kau saja" Bel keluar dari ruangan dengan kesal,tapi Vel sudah terbiasa dengan sikap Bel yang seperti itu,


'Kenapa dia sangat sensitif?.. apakah dia datang bulan?...' pikir Vel,


/Skip pagi


Lily tidak mengerjakan pekerjaannya yang menumpuk karna larangan dari Dokter dan Fei,jadi dia duduk santai di sebuah gubuk yang sejuk di kebun yang menghadap sebuah danau,


"Marchioness,saya membawa roti kering untuk anda", Fei menghampiri Lily dengan membawa troli makanan yang berisi beberapa kue kering,teh,dan puding,


"Terimakasih Kak Fei,tapi..aku harap kak Fei mau memanggilku Lily saja",


"Mana mungkin saya berani!"


"Begitu ya.." Lily sedikit murung setelah Fei menolak permintaannya,Fei jadi merasa bersalah karna itu dan meminta maaf pada Lily,


"Maafkan saya..kalau begitu..emm..Lily?"


Lily tersenyum lebar begitu Fei memanggil namanya,dan mengangguk senang,Fei ikut tersenyum melihat senyuman Lily yang begitu lebar.Mereka berdua menikmati bersantai bersama di gubuk itu sambil menikmati makanan yang dibawa Fei,


"Rasa kue ini sedikit berbeda dari kue bikinan Kepala Koki,lebih manis dan enak",


"Sebenarnya aku membuatnya sendiri,aku ingin mencoba membuat kue untuk Lucas sebelumnya karna dia memintanya,tapi aku tidak tau reaksinya karna dia memakannya di istana,maka dari itu aku membuatnya lagi untuk Lily sekarang,apa rasanya aneh?.."


"Tidak sama sekali!Ini sangat enak,aku menyukainya!",


"Benarkah?!Aku senang kau menyukainya!"


Lily dan Fei berbincang banyak hal layaknya teman yang sudah sangat akrab walau baru kenal 1 hari, menghabiskan waktu untuk bercanda bersama.


"Kak Fei,bagaimana cerita kakak bisa bertemu dengan kak Lucas?" tanya Lily semangat,


"Eh?kenapa bertanya itu?.." Fei agak malu menceritakan pertemuannya dengan Lucas pada Lily,


"Tentu saja aku penasaran, ceritakan lah",desak Lily yang sangat penasaran,


"Eh?itu..",ucap Fei ragu,


"Kumohon.." Lily mengeluarkan 'senjata andalannya' demi mendengar cerita dari Fei,


"Baiklah..Aku bertemu dengan Lucas 2 tahun lalu saat pulang dari kediaman nenek di Bryvaen,waktu itu aku memutuskan untuk berkunjung ke pantai Oscar sebelum pulang.Lalu saat aku duduk dibawah pohon,aku melihat Lucas berjalan jalan dengan Marquess Ruvenda di pantai itu."


'Oh! Pertemuan pertama Kak Lucas dan Kak Fei saat proyek kapal besi yang ku sarankan?fiks,aku jenius!' pikir Lily,


"Aku mengamati mereka sebentar. Tanpa sadar aku terlalu fokus pada Lucas karna senyuman nya,aku dengar dia disana karna ada pekerjaan dengan Marquess Ruvenda,mereka terlihat sangat dekat.Lalu saat menjelang sore,aku tidak sengaja berpapasan dengannya di pantai,pesonanya sangat terlihat dari dekat.Sejak saat itu kami mulai akrab,saat ada acara di istana,dia selalu mengajakku,sampai beberapa bulan lalu dia melamarku.Lalu kami bertunangan..begitulah..ahh aku sangat malu mengingat saat dia melamarku".


'Kak Lucas bisa romantis?!'


Bersambung...