Vita Nova

Vita Nova
Episode 73 "Akhir Pertempuran"



Flashback


"Aku pasti akan mengembalikan wilayah ini seperti semula..Aku bersumpah atas nama Dewa,akan membuat mereka membayar semua ini." Yusto mengeluarkan pedangnya dan mengalirkan sihirnya pada pedangnya.


"Kali ini tidak cukup hanya satu..",Yusto mengeluarkan satu lagi pedangnya.Teknik dua pedang yang sangat jarang ia gunakan.


"Yusto,mau gunakan teknik itu?",tanya Yang Mulia Ratu yang sudah ada di seblahnya.


"Iya Yang Mulia.Saya..tidak akan membiarkan mereka mati dengan utuh."


.


.


Episode 73


Saat ini,pasukan yang dipimpin oleh Lucas dan Putra Mahkota lebih unggul dibanding pasukan pangeran Arhen.Monster-monster yang diciptakan pangeran sudah dibasmi habis-habisan oleh Lucas sendirian,hanya tersisa 2000 pasukan dari awal yang berjumlah 6000 pasukan.Peperangan yang memakan banyak korban,dan kehancuran yang menyebar sampai wilayah luar istana benar-benar membuat kerugian besar.


Pertempuran tunggal antara Vel dan Pangeran Arhen juga masih berlangsung dengan sengit di langit.Dalam wujud manusianya,Vel tidak bisa menggunakan sampai 50% kekuatannya,jika ia berubah menjadi wujud Dewa sekarang,itu akan meratakan 53% seluruh wilayah kekaisaran dan 30% wilayah lain yang masuk radius dampaknya.


Vel menyerang habis-habisan Pangeran Arhen tanpa jeda sedikit pun.Tenaga Pangeran Arhen mulai terkuras habis,begitu juga Vel yang mulai lelah.


"Sepertinya perang yang kau buat ini tidak mengundang perhatian 7 Dewa Agung.Padahal sudah sampai melibatkan ku dan adik-adikku." ucap Vel.


"Memang nya pertempuran ini harus melibatkan Dewa seperti kalian?!Aku menggunakan kekuatan ini untuk menggapai tahta yang aku inginkan! Tapi kalian para Dewa masuk ke dalam rencanaku dan menghancurkan semuanya!", balas Pangeran Arhen penuh emosi yang meluap.


"LAKUKANLAH APA YANG KAU MAU!APA KAU PIKIR DENGAN MENDAPATKAN TAHTA SEPERTI INI PERMAISURI AKAN BANGGA?!APAKAH KETURUNAN MU AKAN MENYANJUNG MU?!PIKIRKANLAH MASA DEPAN KETURUNAN MU SENDIRI!".


Pangeran Arhen tertegun mendengar perkataan Vel.Kenapa dia menyangkut keturunan Pangeran Arhen?.


"Kenapa kau membahas tentang keturunan?!..aku tidak akan punya-"


"Anakmu..hidup didalam rahim seorang wanita".


Dada Pangeran Arhen seperti tertusuk pedang.Ia menatap Vel tak percaya.Tidak mungkin dia melakukan kesalahan seperti itu..wanita yang mengandung anaknya..Arina.


"Jika kau tidak percaya padaku terserah lah,aku sudah mengecek kondisi Lady Fei dan Lady Arina,dan itulah hasilnya.Aku bahkan tidak menyangka anak itu..anak yang merupakan darah daging mu akan hidup penuh penyesalan atas apa yang dilakukan ayahnya dan ibunya." lanjut Vel.


"Aku tinggal membunuhnya!Aku tidak akan mempunyai keturunan sampai kapanpun itu!Jika memang aku mempunyai keturunan,aku akan membunuhnya!" balas Pangeran masih tak percaya dengan perkataan Vel.


"Dimana hati nurani mu?!Kau tega membunuh anak yang merupakan darah daging mu sendiri?!Dia bahkan belum lahir ke dunia!."


"AKU TIDAK PEDULI!!AKU TIDAK MENGINGINKAN APAPUN KECUALI TAHTA DAN LILY!"


DUAR!!


"Jaga omongan mu..",Vel menyerang Pangeran Arhen dengan satu kali serangan dahsyat,sampai Pangeran Arhen jatuh ke istana lain dan menghancurkannya.


"Kau..-!Kurang aj-!"


"Arhen!"


"?!"


Suara lembut yang memanggil namanya.Suara yang tidak asing di telinganya.Suara yang selalu memanggilnya dengan penuh kehangatan dan kasih sayang.


"Ibu..?"


"Arhen!"


Permaisuri Renata,tak lain dan tak bukan adalah ibu kandung Pangeran Arhen mencoba berlari menghampiri Pangeran Arhen dengan kondisi nya yang sangat lemah.


"Permaisuri!Disana berbahaya!" dibelakangnya diikuti Bel dan 2 pelayan pribadi Permaisuri.


"Sela?Kenapa ada permaisuri disini?!",tanya Vel heran.


"Maaf Tristan!Tapi kau sendiri yang melempar Pangeran Arhen ke istana Permaisuri.Untungnya aku berhasil memindahkan Permaisuri tepat saat merasakan kekuatan darimu." jawab Bel.


"Ah maaf,dimana Veda?!",tanya Vel lagi.


"Dia ada urusan bersama Ian dan Lily,sebentar lagi dia kembali." jawab Bel.


Pangeran Arhen yang tergeletak lemah di reruntuhan bangunan hanya bisa menatap ibunya yang berjalan ke arahnya.Tangannya tidak bisa bergerak,sangat sakit dan lemah.


"Putraku!" Permaisuri langsung memeluk Pangeran Arhen sambil menangis,ia mengusap kepala putranya yang sudah bertanduk.


"Kenapa ibu kesini..?disini sangat berbahaya..", tanya Pangeran Arhen dengan kondisinya yang sangat lemah.


"Apa yang sebenarnya kau lakukan?!kenapa kau berbuat sejauh ini?!",


"Maafkan aku ibu..tapi aku ingin mendapatkan tahta..dengan begitu,ibu pasti bahagia dan bangga padaku.."


"Apa kau bodoh?!Ibu tidak pernah menekan mu untuk mendapatkan tahta!..tahta hanya bisa membuat mu terluka.. seperti saat ini..bagaimana bisa ibu melihatmu terluka..hanya kau satu-satunya yang ibu miliki..".


Air mata makin mengalir deras dari mata Permaisuri.Betapa perih hatinya melihat putra satu-satunya bertindak sejauh ini demi tahta..demi dirinya.


"Jangan menangis..aku tidak bisa melihat ibu menangis seperti itu..maafkan putramu ini..", Pangeran Arhen mengeluarkan air mata dari matanya.Hatinya perih melihat ibunya menangis.


'Padahal aku berjanji akan membuat ibu terus tersenyum lembut.. sekarang..aku membuatnya menangis..aku memang tidak berguna."


Tak lama kemudian Kel,Ian dan Lily datang bersama Kaisar.


"Pangeran."


Suara menekan dan dingin.Suara yang sangat sering didengar Pangeran Arhen dari Baginda Kaisar.


"Baginda,saya mohon jangan menekan pangeran seperti ini!..anak itu sudah cukup menderita!..",ucap Permaisuri pada Kaisar yang berjalan mendekat ke Pangeran Arhen.


"Permaisuri,aku ingin berbicara pada Pangeran Arhen.Sebagai ayah dan anak."


"Ayah dan anak?..apa anda bercanda!?..selama ini anda cuma mengabaikannya!anda tidak pernah memberinya kasih sayang!..selama ini hanya saya yang membesarkannya!".


Kaisar duduk disebelah Permaisuri.Beliau menggenggam tangan Pangeran Arhen yang sudah berubah layaknya iblis.


"Pangeran, alasan mu adalah demi menjatuhkan Putra Mahkota bukan? Anak itu mendapat banyak dukungan,tapi tidak denganmu..",ucap Kaisar dengan nada lembut tapi tetap terkesan tegas.


"Baginda sendiri yang meminta mereka untuk mendukung kakak..anda tidak berniat menjadikan saya Putra Mahkota." balas Pangeran Arhen sedikit kesal.


"Seperti itulah.Kemampuan Putra Mahkota jauh lebih unggul dibandingkan denganmu,dia juga bijak,tegas,dan ramah pada setiap orang,dia patut untuk dijadikan penerus tahta.Berbeda denganmu yang sangat lembut,lemah,dan takut dengan pedang."


"Saya tidak takut..saya hanya tidak mau ibu khawatir pada saya yang lemah ini."


"Kau sangat mirip dengan ibumu ya.Aku..sebenarnya aku juga sangat menyayangi mu seperti Felix."


"Bohong."


"Aku tahu kau tidak akan percaya padaku.Tapi..aku melakukan segala cara agar kau tidak ikut dalam peperangan pewarisan tahta..kau bisa terluka dan ibumu akan merasa sedih.. Ibumu adalah istriku,sama seperti Ratu.Aku menyayangi mereka berdua,sama seperti aku menyayangimu dan Felix."


"Anda selalu aja bicara tentang kebohongan.."


Kaisar menatap Pangeran Arhen yang memalingkan wajahnya dari Kaisar.Mata emas yang sedu itu tampak sangat berkilau, mengingatkan Kaisar pada dirinya sendiri.


"Tataplah mataku nak."


"..."


'Baru sekarang dia memanggilku dengan nada lembut seperti itu?..'


"Tataplah sekali saja." ucap Kaisar dengan tulus.Pangeran pun mencoba menatap mata Kaisar.Mata yang sama persis dengan matanya.


"Apakah,kau melihat kebohongan?",sontak mata Pangeran membelalak.Mata yang penuh kasih,tulus,tidak ada kebohongan dimata itu.Mata emas yang sangat indah dan berkilau,sama berkilaunya dengan mata Permaisuri ketika menatapnya.


"T-tidak..",jawab Pangeran sedikit gagap.


"Putraku..ibu harap kamu bisa bebas menikmati dunia tanpa memikirkan istana,tahta, kehormatan dan lainnya.Asalkan kamu bisa bahagia,ibu akan berusaha untuk melakukannya.",ucap Permaisuri pada Pangeran.


"Aku ingin hidup berdua dengan ibu.. kemanaa pun,jauh dari tempat ini..aku tidak mau ada disini..", balas Pangeran Arhen.


Vel turun mendekati mereka bertiga.Menatap kondisi Pangeran Arhen yang sudah terluka parah.


"Kau harus menanggung akibat dari kekacauan ini Pangeran.Hukuman mati tidak akan cukup untuk membayar ini semua.",ucapnya.


"Siapa kau?" tanya Permaisuri.


"Maafkan aku,tapi aku tidak bisa mengungkapkan identitas. Pertama-tama,kutukan ini harus dicabut,Veda kau bisa?" jawab Vel lalu bertanya pada Kel.


"Akan sulit untuk melakukan itu,tubuhnya sudah 93% dikuasai kutukan dan itu.Hanya ada 2 pilihan,membunuhnya atau meminta Raja iblis untuk mencabutnya langsung,kekuatanku tidak akan mampu",balas Kel.


"Huh, makhluk bodoh itu." Vel menembak lantai istana dengan sihirnya.Sesaat kemudian sosok bayangan berbentuk anak kecil botak dengan tanduk muncul di sebelah Vel.


"Apa kau mau membunuhku?!"


"Berisik,jika aku membunuh mu maka sumber air di Tanah Malterra akan beracun."


"Biarkanlah beracun,maka para elf, Dwarf dan Naga akan mati karna dehidrasi."


"Jika kau bicara lagi aku akan meminta 7 Dewa Agung menyegelmu dalam siksaan."


"Kejam.."


Semua orang kecuali si kembar dan Pangeran Arhen menatap bayangan itu kebingungan.


"Vel,siapa itu?", tanya Lily.


"Ha?oh,dia Raja Iblis." jawab Vel tenang.


"HAAA?!!"


Semua orang terkejut mendengarnya.Raja iblis yang dalam bayangan kepercayaan orang kekaisaran dengan wajah tengkorak,tanduk yang sangat besar, badan yang tinggi dan kuku yang panjang ternyata hanya seorang anak kecil botak.


"Ini bukan wujud aslinya..woi,berubah lah dengan wujud manusia!",ucap Vel meminta Raja iblis.


"Tidak mau!",Raja iblis menolak mentah-mentah dan naik ke kepala Vel,berbaring layaknya hamster.


"Dia..Imut sekali~~!!",ucap Lily dan para pelayan yang terkesima dengan keimutan(?) Raja iblis diatas kepala Vel.


"Hah..dasar.Oi! Cabut kutukan pada Pangeran Arhen,kau bertindak terlalu jauh hari ini!", Vel meminta Raja iblis mencabut kutukan, tapi dia malah bergelantungan di rambut Vel yang diikat.


"Tidak mau!Dia harus melakukannya sendiri!", jawab Raja iblis yang asik bermain dengan rambut Vel.


"Bagaimana caranya?!Kau bodoh ya?!",Vel makin emosi dibuatnya,tapi Raja iblis tetap tidak peduli.


"Dia harus mengosongkan pikiran dan hatinya,pada dasarnya Kutukan ku bertambah kuat karena sifat egois,dan rasa dengki.Dia harus menghilangkan itu semua." ujar Raja iblis.


"Mengosongkan hati dan pikiran.." gumam Pangeran Arhen masih kebingungan.


"Benar sekali, seperti kasus yang terjadi pada Veda.Ia menyadari kasih sayang yang ada di sekitarnya dan perasaan yakin yang terjalin antara saudara.Tapi dia hanya menyembunyikan,bukan mencabutnya, tapi konsepnya sama saja!" jelas Raja Iblis sambil memakan rambut Vel.


"BERHENTILAH MEMAINKAN RAMBUTKU DASAR BOTAK!!",Vel memanjangkan rambutnya lebih panjang dari tubuhnya lalu mengikat Raja iblis.


"Cabut saja kutukannya lalu pergi..",ucap Vel kesal sambil menatap mata Raja iblis dengan dingin.


"Tidak mau..itu salah dia sendiri jadi lakukan sendiri..",balas Raja iblis dengan senyuman kas iblis.


"Kau..!"


"Apa?..mau membunuhku?.."


Bersambung...