
Flashback
"Siapa gadis yang bersama Lady Ricardo itu?"
"Aku baru pertama kali melihatnya."
"Apakah dia putri bungsu Duke Ricardo?"
"Benarkah?!Apa benar dia secantik itu?!"
"Siapa yang datang?" Yesra dan Lily melihat ke arah suara berisik itu datang.
"AKHH?!!" betapa terkejutnya mereka berdua mengetahui penyebab keributan itu.Dua sosok gadis dengan paras sangat cantik menjadi tatapan semua orang.
'Pelayan Lily?!/Rina?!'
.
.
Episode 85
"L-Lily!!I-itu pelayan mu kan?!" tanya Yesra masih kaget.
"B-benar..Dia adalah putri bungsu Duke Ricardo.." jawab Lily.
"APA?!!"
Suara terompet terdengar cukup keras.Duke dan Duchess Ricardo memasuki aula pesta bersama-sama.Orang-orang pun kaget melihat mereka berdua datang bersama,setelah begitu lamanya Duchess mengurung diri.
"Beliau benar-benar cantik!"
"Ini pertamakali saya melihat Duchess secara langsung.."
"Beliau sangat anggun..aku iri."
Duke dan Duchess berjalan menuruni tangga.Semua orang sudah menunggu mereka berdua untuk memulai pesta ini.
"Ekhem.Semuanya silahkan duduk." ucap Duchess.
Semua orang duduk di kursi yang sudah disediakan sesuai keluarga mereka.Duke mulai bersiap dengan pidatonya hari ini.
"Terimakasih atas kedatangan anda sekalian pada acara ini.Sesuai apa yang ada dalam isi surat undangan yang saya kirimkan beberapa hari lalu,hari ini adalah hari dimana putra pertama saya akan menerima berkat Dewa secara langsung oleh Yang Mulia Saint dan Yang Mulia Miscess, setelah perjalanan panjang nya mencari ilmu sampai ke Akademi Tinggi terbaik di luar negeri.Sudah bertahun-tahun ia lewati sampai sekarang hanya demi mengembangkan kemampuannya.Maka dari itu,sambutlah putra pertama saya,Zarex Celestian Ricardo."
Semua orang bertepuk tangan begitu Duke mengucapkan nama Zarex.Ia berdiri dari tempatnya dan berjalan menuju ayah dan ibunya.
"Terimakasih banyak atas ucapan selamat yang anda sekalian berikan tadi." ucap Zarex sambil membungkuk hormat.
Selagi Zarex berbicara,Zergan mendatangi meja milik Lily,Ian,dan Yesra.Ia duduk di sebelah Lily dengan wajah yang lemas.
"Ada apa?" tanya Lily.
"Aku belum sarapan..Damian terlalu bersemangat karna dia sangat menghormati Zarex yang membantunya dulu.Aku tidak sempat sarapan karnanya." ucap Zergan lemas.
"Dasar kau ini..Sekarang belum waktunya acara makan-makan,jadi bertahanlah." Lily memberikan sihir untuk menahan rasa lapar Zergan untuk beberapa lama.
"Saya persilahkan untuk Yang Mulia Saint dan Yang Mulia Miscess memberikan berkat dan doa kepada putra saya."
Sambutan Duke dan Zarex sudah selesai.Sekarang waktunya Zergan dan Lily memberikan berkat pada Zarex.Mereka berdua maju ke tempat mereka bertiga.
"Silahkan Yang Mulia." ucap Duke mempersilahkan Lily dan Zergan.
Lily dan Zergan berdiri di depan Zarex.Pemuda itu berlutut dihadapan Lily dan Zergan dan menatap ke bawah.
"Siapa?" tanya Zergan.
"Eh?Kenapa kau bertanya padaku?" ucap Lily bingung.
"Lucitus?Beyola?Siapa?" tanya Zergan lagi.
"... entahlah.." jawab Lily.
Lily dan Zergan saling memandang cukup lama.Akhirnya mereka memutuskan untuk memberikan berkat dari Lucitus.
Lily mengeluarkan sebuah tongkat dengan sihirnya.Tongkat dengan permata berwarna merah terang layaknya api yang melambangkan Lucitus.
"Zarex Celestian Ricardo.Atas keberhasilan dan kerja keras mu selama ini untuk mempelajari sihir lebih dalam yang merupakan hadiah dari Dewa.Aku,sebagai Miscess dari Kekaisaran Raveldra memberikan berkat langsung padamu,membawa nama dari Dewa Lucitus Yang Agung agar hidupmu selalu disertai kebahagiaan dan kesejahteraan kedepannya.Bersumpahlah untuk selalu melindungi Kekaisaran dengan kekuatanmu."
"Saya menerima berkat dari Yang Mulia Miscess, dan saat ini saya bersumpah dengan segenap hati dan mempertaruhkan jiwa daan raga saya hanya untuk Kekaisaran."
Tongkat Lily bersinar.Tandanya tongkat itu menerima sumpah dari Zarex dan mengizinkannya untuk melindungi Kekaisaran.
Sekarang giliran Zergan untuk memberikan doa serta sebagian sihir putih sebagai tanda magis sumpah Zarex.
"Dewa telah mengizinkan mu untuk berada disisinya.Tugasmu sebagai salah satu orang yang mendapat berkat darinya adalah menjaga Kekaisaran ini sampai mati.Lindungilah seluruh rakyat kekaisaran ini dengan kemampuanmu.Apakah kau sanggup?"
"Dengan mengorbankan seluruh hal yang saya miliki.Saya akan sekuat tenaga sampai titik darah terakhir saya untuk membela dan melindungi Kekaisaran,serta tetap menjalankan tugas sebagai orang yang bersumpah pada Dewa."
"Semoga Dewa memberkati setiap langkah dalam hidupmu." Zergan memberikan sebagian dari sihir putihnya pada Zarex.Secara tidak langsung Zarex sudah menjadi salah satu orang yang bisa disebut penyihir dengan berkat langsung dari Dewa setelah 50 tahun lamanya.
Semua orang langsung berdiri dan bertepuk tangan dengan meriah saat itu juga.Zarex mendapat banyak sekali pujian karna kerja kerasnya itu.
"Yang Mulia Miscess,Yang Mulia Saint.Saya tidak akan pernah mengecewakan anda berdua." ucap Zarex penuh semangat.
"Terimakasih.Aku berharap banyak padamu." ucap Zergan.
Zarex makin tersenyum lebar.Ia melirik Lily,dan Lily menyadari itu.Ia membalasnya dengan senyuman.Zarex tersipu malu dan merasa sangat bangga.
'Yang Mulia Miscess..Yang Mulia Saint..SAYA ADALAH PENGGEMAR KALIAN!!' batin Zarex dengan berlinang air mata.
"Dia terlihat bersemangat." ucap Zergan tersenyum tipis.
"Sepertinya begitu,hahaha." balas Lily.
"Omong-omong Cika."
"Hm?"
"Kapan kau akan membongkar identitas mu pada mereka?"
Lily terdiam.Zergan yang tiba-tiba membahas jati dirinya saat ini membuatnya sedikit terganggu.Jati diri Lily yang sebenarnya perlahan mulai kabur dari hidupnya.
"Entahlah.Mungkin tidak akan." jawab Lily.
"Grand Duke Everon sudah mencurigai mu."
"Apa?!"
Lily sontak melihat Lucas yang sedang duduk bersama Ian,Yesra,dan Ken.Lucas yang menyadari Lily menatapnya langsung tersenyum lebar dan melambaikan tangannya.
"Bicara apa kau ini?Membuatku terkejut saja.." ucap Lily menghela nafas panjang.
"Cepat atau lambat mereka akan tahu segalanya tentangmu.Terlebih kau sudah hampir 5 tahun berada disini dan sebentar lagi akan menikah." ujar Zergan.
"Lalu?"
"Ian adalah suamimu nanti,cobalah untuk lebih jujur pada orang lain 'kali ini',Cika." Zergan tersenyum lalu kembali ke tempat duduknya.
Lily masih terdiam dan mencoba memikirkan perkataan Zergan.Ia tidak sepenuhnya salah,tetapi Lily masih takut untuk mengungkapkan itu semua.
Di sudut lain,Lucas menatap Lily cukup lama.Tatapan seolah ingin mendapatkan kejujuran.
'Aku akan terus menunggu,Lily.'
Semua orang tampak sangat menikmati acara itu.Pemuda-pemuda yang berteman lama dengan Zarex pun berkumpul di satu tempat untuk memberikan selamat padanya,tidak terkecuali Lucas dan Ken.
Di sudut lain,Zergan dengan sangat lahap menghabiskan hampir 4 piring makanan yang disediakan.Tidak ada yang mengomentari hal itu dan malah sangat senang dengan tingkah Zergan,apalagi seorang pria tua yang merupakan Baron Meicara yang sangat baik menawarkan makanan gratis di restorannya untuk Zergan.
Semua orang tampak bersemangat,kecuali Putra Mahkota,sejak tadi dia terlihat murung.Ian yang menyadari itu langsung mendatangi Putra Mahkota dan mengajaknya bicara.
"Ada masalah apa,Yang Mulia?"
"Hm,tidak,bukan apa-apa."
"Ceritakan saja pada saya.Kita ini teman." ucap Ian.
"...aku tidak tahu apakah cerita ini akan berkenan untukmu atau tidak..ini masalah yang rumit."
"Disini terlalu ramai,ayo kita pergi ke balkon."
Disaat Putra Mahkota dan Ian pergi,diwaktu yang sama pula Rina,atau bisa dipanggil Viona,bersama dengan kakaknya,Senia menjadi pusat perhatian para wanita.
"Lady,ini pertama kalinya anda menampakkan diri.Apakah hari ini menjadi debut anda?" tanya salah satu wanita.
"Tidak,hari ini saya hanya menampakan diri demi kak Zarex.Tubuh saya sangat lemah." jawab 'Viona'.
"Anda sangat mirip dengan Duchess.Terlebih saya sangat kagum anda berdua sangat cantik." ucap yang lain.
"Itu pujian yang berlebih-lebihan nyonya.Kak Senia bahkan lebih cantik." ucap Viona.
"Apa maksudmu?Yang paling cantik tentu saja kamu Viona,benarkan nyonya-nyonya?" ujar Senia.
"Anda berdua sama-sama cantik.Diumur sekarang apakah tidak ada niatan untuk mencari pasangan?"
Senia dan Viona saling bertukar pandang.Sejak awal mereka tidak tertarik untuk mencari pasangan bahkan sampai menikah.
"Tidak nyonya.Kami masih terlalu muda untuk itu." jawab Senia diikuti anggukan kepala dari Viona.
"Benar sekali!Diumur muda seperti anda-anda ini sangat disayangkan untuk menikah dini."
"Saya sangat setuju.Seharunya kita menikah saat sudah siap,dan bukan mengikuti kritikan dari orang lain!"
"Putri saya baru berumur 10 tahun tapi sudah memikirkan pernikahan gara-gara suami saya.Untungnya orang tua saya juga menentang suami saya."
"Bukankah kita sebagai wanita bisa menjadi apa yang kita mau juga? Kedudukan wanita tidak serendah pikiran para pria."
"Saya juga setuju dengan anda."
Senia dan Viona cukup kaget karna tidak menerima tawaran pertunangan seperti wanita bangsawan biasanya.Mungkin karna hari ini adalah hari yang diberkati langsung oleh Lily dan Zergan,semua orang yang ada disini adalah orang baik tanpa memandang status dan kodrat atau darimana mereka berasal.
.
"Hah..aku lelah.."
"Eh?Apa terjadi sesuatu,Yesra?"
"Disini panas..Aku merasa tercekik.."
Lily tertawa kecil.Ia menggunakan sihir angin dan sedikit sihir es untuk menyejukkan Yesra yang kepanasan.
"Wah,Lily yang terbaik!Sejuknya.."
"Kita tidak bisa pergi ke balkon karna Putra Mahkota dan Ian sedang ada disana.Jadi aku menggunakan sihir." ucap Lily.
"Ini bahkan lebih sejuk daripada udara diluar.. Terimakasih Lily." balas Yesra terlanjur nyaman dengan sihir itu.
"Sama-sama."
Sesaat setelah itu,Lucas,Zarex dan Ken berjalan mendekati meja Lily dan Yesra.
"Yang Mulia."
"Ah,Tuan Muda Zarex,ada kakak-kakak juga."
"Halo,Tuan Muda Zarex."
"Halo,Tuan Putri Yesra."
"Zarex ingin berterimakasih padamu karna memberinya motivasi untuk terus mengembangkan bakat sihirnya." ucap Ken.
"Eh? Motivasi? Memangnya apa yang kulakukan?" tanya Lily kebingungan.
"Saat pertama kali melihat anda,saya merasakan sesuatu menggebu-gebu dari dalam tubuh saya.Rasa yang sangat asing pertama kalinya dalam hidup saya.Dan,saya sangat yakin bahwa anda adalah orang diturunkan langsung oleh Dewa untuk menuntun saya mempelajari sihir yang sangat saya sukai.Sejak saat itulah saya merasa bahwa sihir adalah petunjuk hidup saya." jawab Zarex penuh semangat.
"Kau seolah mengatakan cinta pada adikku." ucap Lucas datar.
"Aku mengagumi beliau,Lucas." balas Zarex masih semangat.
"Ah,begitu ya.Kalau begitu,sihir apa yang anda pelajari?" tanya Lily.
"Saya belajar sihir api dan angin,tapi kekuatan sihir api saya lebih mendominasi daripada sihir angin." jawab Zarex.
"Wah!Anda mempelajari 2 sihir sekaligus.Anda sangat berbakat."
"Terimakasih banyak,Yang Mulia."
"Lily,aku akan mengambil makanan sebentar.Perutku kosong." ucap Yesra.
"Baiklah hati-hati."
Yesra hendak pergi mengambil makanan,tapi tubuhnya begitu lemas begitu 2 langkah meninggalkan kursinya.
"Egh.."
"Yesra,kamu tidak apa-apa?" tanya Lily cemas.
"Tentu saja!Aku akan segera kemba-"
"Yesra!!"
Tubuh Yesra tampak sangat lemah,ia pun hampir saja terjatuh karna kehilangan keseimbangannya.Untungnya Zarex yang dekat dengan Yesra dengan sigap menopang tubuh Yesra.
"Anda tidak apa-apa,Tuan Putri?!" ucap Zarex cukup panik.
Yesra kaget dan tidak bergerak.Zarex memeluknya cukup kuat karna panik tadi.
"Maafkan saya..saya kehilangan keseimbangan." jawab Yesra.
"Wajah mu pucat,Yesra.Lebih baik kamu istirahat." ucap Lucas.
"Eh?Tidak!Tidak perlu kak Lucas!Aku hanya kelaparan.Tadi tidak sempat mengambil makanan karna penuh." balas Yesra.
"Tapi Yesra,lebih baik kamu istirahat,aku akan mengambilkan makanannya untukmu." ucap Ken.
"Tuan Marquess,saya baik-baik saja."
"Yesra,apa yang dikatakan kak Lucas dan kak Ken benar,istirahatlah." ucap Lily.
"Tapi.."
"Mari saya antar,Tuan Putri."
Zarex hendak mengantar Yesra ke ruang istirahat tapi tiba-tiba Putra Mahkota menghentikannya.
"Biar aku saja yang membawanya ke ruang istirahat."
"Eh?"
Ian juga datang bersama Putra Mahkota.Dia mendekati Lily dan bertanya apa yang terjadi.
"Yesra hendak mengambil makanan tapi kehilangan keseimbangan dan Zarex menangkapnya.Tubuh Yesra tampak kurang baik." jelas Lily.
"Yang Mulia,saya adalah tuan acara,jadi saya harus mengantar tamu saya untuk istirahat." ucap Zarex serius.
"Dia adikku, biarkan aku yang mengantarnya." balas Putra Mahkota.
"Itu bisa menjadi bahan gosip karna saya tidak memperhatikan tamu saya sendiri."
"Bukankah kau tuan acara? Seharusnya kau tetap di tempatmu."
Suasana berubah tegang diantara Putra Mahkota dan Zarex,hanya karna persoalan mengantar Yesra ke ruang istirahat.Lucas,Ken,Lily dan Ian tidak bisa ikut campur lagi jika Putra Mahkota sudah mengeluarkan egonya.
Bersambung...