Vita Nova

Vita Nova
Episode 56 "Rencana"



Flashback


"Sekarang semuanya sudah terbukti..aku tetapkan Lady Arina telah bersalah!" Putra Mahkota membuat keputusan sesuai dengan semua bukti yang ada,


"Grand Duke,ringkas dan bacakan"


"Baik.Sesuai dengan seluruh undang-undang Kekaisaran Raveldra, Lady Arina telah terbukti melakukan kejahatan berupa percobaan pembunuhan, pembunuhan terhadap orang tua pendeta, penggunaan tanaman terlarang, penyuapan,dan penghinaan terhadap orang suci utusan Dewa,maka akan dihukum mati berupa pancung!"


"T-tidak..TIDAK!!" Arina kabur melarikan diri,


"Lady Arina!"


.


.


Episode 56


Rapat itu berakhir dengan keputusan Putra Mahkota yang menghukum Duke Wilen karna terbukti korupsi dan penyuapan,serta harus menerima hukuman yang menimpa Lady Arina.Duke Wilen diturunkan menjadi rakyat biasa dan seluruh hartanya disita,tidak ada sepeser perunggu pun yang ada ditangannya sekarang,sedangkan Lady Arina masih dalam pencarian setelah kabur dari ruang rapat.


Pihak Istana masih melakukan pencarian selama 4 hari,sedangkan Lily dan Zergan masih sibuk menangani kendala kristal mana di kuil suci,banyak penyihir yang mengalami kendala gara-gara pusat kristal mana.Kristal mana milik menara sihir dan milik Kuil Suci terhubung melalui suatu perantara yang tidak diketahui bentuknya,tapi fungsi mereka sama,hanya tujuan lain yang membatasi kedua kristal tersebut.


"Zergan,aliran mana yang sedikit aneh,ini berbeda dengan aliran mana 2 minggu lalu",


"Aku juga berpikir begitu,kristalnya juga lama lama makin meredup,ini bisa bahaya..",


Lily dan Zergan sedang meneliti Kristal Mana di ruang bawah tanah Kuil Suci, Kristal Mana nya berubah, cahaya yang mengisi kristal itu perlahan meredup,


"Aku harus ke menara sihir untuk mengetahui kondisi Kristal Mana yang lain" ucap Lily serius,


"Kalau begitu aku akan ikut",


"Tidak boleh,kau tetap disini dan pantau perubahan Kristal Mana sekaligus mencari petunjuk lain,aku akan mengurus menara sihir",


"Cika jahat..",


Zergan langsung cemberut begitu Lily melarangnya ikut,tapi Lily sudah terbiasa dengan sikap Zergan yang seperti itu,


"Sudahlah!Aku pergi dulu,hubungi aku jika ada perubahan",


Lily langsung keluar dari ruangan itu menuju pintu masuk Kuil Suci,di tengah jalan dia berpapasan dengan Pendeta Agung yang sedikit aneh?,


"Pendeta Agung!Lama tidak bertemu anda.. Apa yang terjadi dengan wajah anda!?", Lily terkejut begitu melihat wajah Pendeta Agung yang pucat dan tampak kurus kering tanpa daging,bawah matanya yang gelap juga terlihat sangat jelas, begitu juga matanya yang tampak lelah,


"Eh?..Ah..selamat siang Yang Mulia Miscess,anu.. sebenarnya saya sudah 1 minggu belum tidur karna Saint Zergan meminta saya menggeledah seluruh kuil suci..hahaha" jawab Pendeta Agung lemas tapi masih tersenyum,


"Bagaimana anda bisa tertawa di kondisi seperti itu?..lagipula Zergan sudah kelewatan!" ucap Lily sambil menatap Pendeta Agung tidak percaya,


"Tidak apa apa..sebentar lagi saya juga akan istira-" "DAMIANN!!DIMANA KAU!?MANA BERKASKU?!JANGAN MEMBUANG WAKTU!SETELAH INI KAU HARUS MEMBERESKAN PERPUSTAKAAN!",


Teriakan Zergan terdengar sangat jelas dari bawah tanah yang tidak terlalu jauh dari lokasi Lily dan Pendeta Agung berdiri,


"Anda pasti sangat kesusahan ya..Pendeta Agung..", gumam Lily ikut merasakan bagaimana nasib Pendeta Agung selama ini sejak Zergan sudah kembali,


"Tidak apa apa Yang Mulia..lagian waktu saya tinggal sebentar lagi,hehehe", ucap Pendeta Agung pasrah,


"J-jangan berkata seperti itu Pendeta Agung!",


/Skip di pintu masuk kuil suci


'Pendeta Agung pasti akan baik baik saja kan?..aku jadi kasian padanya karna harus mengurus anak kecil..'


Sebuah kereta kuda memasuki gerbang dan berhenti tepat di depan pintu masuk,Lily yang berdiri disana kebingungan melihat kereta kuda tanpa lambang itu.Tak lama kemudian,seorang gadis keluar dari kereta kuda dan berlari ke arah Lily,


"Lily!!Aku merindukanmu!!" ucap gadis itu sambil memeluk Lily erat,


"Eh?Yesra?!" betapa terkejutnya Lily mendapat pelukan tiba-tiba dari Yesra,gadis yang terakhir kali ditemuinya di ruang rapat,


"Kau kemana saja!?Aku tidak pernah sempat menyambut mu sejak 2 minggu kau datang kemari!" ucap Yesra marah tapi juga menangis,


"M-maaf,aku sibuk.." 'Dia kesal atau sedih!?'


"H-hiks..huwaaa!!Lily!!" tangisan Yesra makin menjadi-jadi begitu melihat Lily,


"Yesra!Berhentilah membebaninya",seorang pemuda tinggi berambut pirang turun dari kereta kuda,Lily kurang mengenali pemuda itu,tapi begitu melihat nya lebih teliti,dia baru sadar kalau itu adalah Yusto,


"Yusto?!K-kau sudah bisa berjalan!?",tanya Lily panik,


"Tentu saja!Ini sudah lewat 4 tahun!",jawab Yusto,


Lily tidak percaya melihat perubahan Yusto yang sangat terasa,dulu Yusto sepantaran dengannya,tapi sekarang dia hampir setinggi Ian,


'Ian bahkan hanya setinggi mata kakak..apakah aku tambah pendek?!' batin Lily,


Yusto mendekati Lily, menatapnya dalam dalam,dia ingin memeluk Lily,tapi dia tau itu tidak mungkin,


"Lama tidak bertemu Lily,kau sudah lumayan tinggi ya,sedikit ", ledek Yusto,


"APA MAKSUDMU SEDIKIT?!KAU MAU KU PUKUL?!" teriak Lily emosi,


"Lily,kau tambah kurus,apakah kau makan dengan baik selama 4 tahun ini?bagaimana bisa kau jadi kurus begini?" tanya Yesra khawatir,


"Aku makan dengan baik,mana mungkin tidak", 'Itu karna kalian sekarang lebih besar dariku!mana mungkin aku bisa kelihatan sama seperti dulu?!' teriak Lily dalam hati,


"Omong-omong,ada urusan apa kalian kesini??" tanya Lily,


"Kami mau bertemu dengan Pendeta Agung,katanya kami harus membantunya sedikit", jawab Yusto,


"Membantunya?Oh!Aku paham,semangat ya!",ucap Lily sambil menepuk pundak Yusto dan Yesra dan tersenyum manis,


'Perasaan ku tidak enak..' batin Yusto dan Yesra,


/Skip di mansion Lily,


Lily turun dari kereta kudanya dan berjalan masuk ke mansion,


"Selamat datang kembali Nyonya",ucap para pelayan yang sudah berjejer di aula menyambut kedatangan Lily,


"Terimakasih semua,kalian bisa kembali ke tempat,jangan terlalu memaksakan diri kalian", balas Lily sambil tersenyum,


"Baik Nona" para pelayan langsung kembali ke tempat dan bekerja dengan wajah berseri-seri,


"Jeremy,dimana Kak Fei?",tanya Lily pada Jeremy yang masih ada ditempat,


"Lady Fei sedang berjalan-jalan keluar dengan Tuan Grand Duke,apakah anda perlu bantuan?",jawab Jeremy dan kembali bertanya,


"Tidak,hanya saja aku merasa khawatir karna terlalu sibuk setelah sidang dan harus menginap di Kuil Suci" jelas Lily ragu,


"Lady Fei baik-baik saja karena Grand Duke datang setiap hari" jawab Jeremy senang,


"Syukurlah,kalau begitu aku mau siap-siap pergi ke menara sihir,kalau Kakak dan Kak Fei sudah pulang katakan pada mereka untuk istirahat,mereka pasti lelah akhir-akhir ini",


"Baik Nyonya",


"Terimakasih Jeremy",


Lily beranjak pergi ke kamarnya dan meminta Rina membantunya mengganti baju untuk pergi ke menara sihir,


"Nona,anda mau saya temani?" tanya Rina,


"Tidak perlu,aku bisa sendiri,kau bantu saja Kak Fei ketika dia sudah pulang",jawab Lily,


"Baik Nona",


"Kalau begitu aku pergi dulu",


"Hati-hati Nona!",


Setelah Lily pergi,selang beberapa menit,kereta kuda milik Grand Duke Everon tiba di mansion,Jeremy dan Rina langsung menyambut kedatangan Lucas dan Fei,


"Selamat datang Tuan Besar dan Lady Fei" ucap salam Jeremy dan Rina,


"Terimakasih Kepala Pengurus dan Lady Viona",balas Lucas,


"Tuan Besar,tolong jangan panggil saya seperti itu,saya tidak enak.." ucap Rina lesu,


"Eh?Ah!Maaf,Rina",


"Tidak apa-apa,Tuan"


"Silahkan masuk,Nyonya meminta kalian berdua untuk istirahat sebelum beliau pergi tadi" ucap Jeremy mempersilahkan Lucas dan Fei masuk,


"Lho?Lily sudah pulang?kenapa dia pergi lagi?",tanya Lucas,


"Nyonya hanya pulang untuk bersiap-siap ke menara sihir, sekitar 20 menit lalu dan 5 menit lalu beliau sudah pergi lagi" jelas Jeremy,


"Yang benar saja,dia terlalu memaksakan diri.." ujar Lucas cemas,


"Hm, Nyonya pasti sangat berterimakasih pada Tuan Besar karna sangat membantu beliau 2 minggu terakhir ini, sepertinya beliau ingin anda dan Lady Fei mengabiskan waktu berdua karna anda terlalu sering di Istana dan meninggalkan Lady Fei,ekhem" ucap Jeremy sambil tersenyum,


"Lily sangat perhatian ya,kau pasti sangat bangga punya adik sepertinya" ucap Fei sambil tersenyum ke arah Lucas.Lucas menatapnya sebentar lalu membalas senyuman Fei,


"Benar,dia memang adik yang sangat ku banggakan" balas Lucas,


'Lily benar benar sudah dewasa ya..entah sejak kapan dia sudah bisa berpikir seperti itu,padahal dia cuma anak ingusan yang bisa merengek kapan saja..waktu berjalan sangat cepat..'


"Jeremy, apakah laporan dari pelabuhan masih menumpuk?" tanya Lucas,


"Soal itu..sebenarnya semua berkas laporan makin menumpuk,4 tumpukan laporan keuangan dan barang yang baru saja tiba di pelabuhan serta pengiriman ke ibu kota sudah beliau tangani saat di Kuil Suci, tapi..ada 2 tumpukan laporan yang harus ditangani hari ini dan 4 tumpukan lagi untuk 2 minggu kedepan,dan masih ada 3 tumpukan yang baru saja tiba dan harus diperiksa langsung oleh Nyonya..tapi Nyonya masih sibuk dengan hal lain..saya tidak bisa berbuat apa apa.." jelas Jeremy sedih,


Lucas tertegun mendengar perkataan Jeremy,bagaimana bisa Lily menyelesaikan banyak pekerjaan yang berkaitan dengan pelabuhan,dan masalah kristal mana dalam waktu yang berdekatan,


"Aku yang akan mengurus itu" ucap Lucas,


"Ya?!" Jeremy dan Rina terkejut mendengar perkataan Lucas,


"Lucas,apa kau bisa membantu Lily?.." tanya Fei cemas,


"Tenang saja,aku sudah biasa mengurus hal seperti ini", jawab Lucas percaya diri,


"Rina,antar kan aku ke ruang kerja Lily dan tunjukan berkasnya" ucap Lucas lalu masuk ke dalam,


"B-baik!!" Rina mengikuti Lucas dari belakang dengan terburu-buru,


"Hah.. Lady Fei,mari masuk,anda harus istirahat" ucap Jeremy,


"Aku ingin jalan jalan sebentar di halaman",jawab Fei


"Baik"


Fei melihat-lihat halaman depan milik Lily yang dipenuhi bunga berwarna warni.Tak lama kemudian seseorang menggunakan jubah datang menghampiri nya melalui semak-semak,sontak Fei terkejut dan menjauh dari semak-semak itu,


"Kau..membenci Lily kan?.." tanya orang itu,


"A-apa maksud mu?!" tanya Fei tidak mengerti apa yang dikatakan orang itu,


"Aku akan membantu mu.." ucap orang itu sambil tersenyum,


"Jangan mendekat!!aku tidak paham apa yang kau bicarakan!",


"Vel..kau menyukai pria itu kan?..tapi sayangnya rasa sukamu bertepuk sebelah tangan..semua itu karna dia menyukai Lily.."


Fei tertegun mendengar ucapan itu,bagaimana orang itu bisa tau?,apa dia bisa dipercaya?


"A-apa yang harus ku lakukan?",


Bersambung...