
Flashback
"Lihat ini! bacalah!" Ian yang tidak tau apa apa mengambil surat itu dan membacanya.Raut wajahnya berubah,Ian syok berat membaca surat dari Lucas itu,
"Apa yang kau lakukan sampai sampai Grand Duke Everon meminta pembatalan pertunangan!?" Ian tidak bergeming,ayahnya sangat khawatir sekarang,
"Apa benar.. Lily yang meminta ini?..",
"Tentu saja..Grand Duke Everon tidak akan melakukan hal yang merepotkan jika tidak menyangkut adiknya..",
"Aku harus segera bertemu dengan Lily" Ian beranjak keluar dari mansion dan membawa kudanya menuju mansion Everon,
'Ini salahku..harusnya aku menghargainya..sial!'
.
.
Episode 43
Lily sedang menyiapkan beberapa pakaian yang akan dibawanya ke Gradina bersama beberapa pelayan,
"Nona,pakaian apa yang akan anda bawa nanti??"tanya salah satu pelayan,
"Karna Gradina itu dingin, aku akan membawa gaun yang tebal dan stok gaun tipis,ah jangan lupa sarung tangan,jaket bulu dan syal",
"Bagaimana dengan sepatu nona??" tanya pelayan yang lain,
"Perbanyak sepatu boot dan sepatu heels yang tidak terlalu tinggi tapi agak tebal,tinggalkan heels dengan bahan tipis",
"Baik Nona" para pelayan langsung menyiapkan barang barang Lily dan merapikannya di kotak,
"Anu..nona",
"Ya??",
"Bagaimana dengan kalung cincin ini??anda bilang ini dari Tuan Muda Yusto,apakah anda akan membawanya?",
"Tidak,tinggalkan saja di laci",
"Baik nona",
'Mana mungkin aku bisa membawa cincin itu' Lily beranjak keluar dari kamarnya hendak bertemu Vel,Kel,dan Bel,
/Di paviliun
"Lily!",
"Lho?Bel?",
"Apa kau benar benar akan pergi?!..kumohon jangan tinggalkan aku!.." Bel memeluk Lily erat,dan tidak mau melepaskannya,
"B-bel..aku tidak bisa bernafas..",
"Eh?!maafkan aku!" Bel langsung melepas pelukannya dan meminta maaf,tetapi Lily tidak masalah dengan itu,
"Kenapa kau mau pergi?..apa kau tidak nyaman berada disini bersama kami?..", nada rendah dan terasa sedih keluar dari mulut Bel,dia tidak rela Lily pergi ke Gradina meninggalkan mereka,
"Aku sangat nyaman berada disini,hanya saja..aku perlu menenangkan diri,kepala ku perlu istirahat",
"Tapi disana kau juga harus mengurus wilayah,pasti banyak pekerjaan menumpuk..",
"Tidak apa apa,pelabuhan bukan hal seberat itu",
"Aku harap kau terus berada disini..",
"Kalian bisa menemuiku kapan pun kan,kalian pelindung benua ini, pasti mudah untuk menemuiku",
"Huh..",
"Omong omong Bel,maukah kau ikut denganku??aku ingin pergi ke sebuah Toko untuk mengambil barang",
"Apa?Tentu saja mau!ayo kita pergi!"
"Baiklah,kau minta lah pada Irvan untuk menyiapkan kereta kuda untukku,aku mau ganti baju dulu",
"Tentu!" Lily beranjak pergi kembali ke kamar dan mengganti bajunya,
"Nona,cuaca hari ini panas,lebih baik anda memakai topi,anda mau pakai yang mana??",
"Humm,biru muda,aku menyesuaikannya dengan gaunku",
"Baik!",
Setelah selesai bersiap siap,Lily keluar menuju gerbang dimana Bel dan kereta kudanya sudah menunggu,
"Lily!cepatlah cepatlah!" Bel terlalu bersemangat pergi keluar bersama Lily,
'Dia sangat suka keluar ya?' tinggal beberapa langkah sampai ke kereta kuda, Lily merasakan pusing yang sangat menyakitkan dan hampir saja terjatuh,untungnya seseorang menangkapnya,
"Lily!" Bel yang kaget langsung berlari ke arah Lily tanpa pikir panjang,
"Ugh..kepala ku..",
"Dasar kau ini,sudah tau belum pulih masih saja memaksakan diri",suara seorang pria yang menangkap Lily saat hampir terjatuh tadi,
"Lho?suara ini..Vel??", Lily tidak bisa melihat wajah Vel yang buram,
"Kemana kau akan pergi hah? lebih baik diam saja dirumah",
"Aku ingin pergi mengambil barang,tetapi tiba tiba kepala ku pusing..",
"Ya ampun Lily!kau baik baik saja?kenapa kau bisa terhuyung seperti itu??" melihat Bel yang panik,Lily merasa bersalah karna membuatnya khawatir,
"Sudah tau dia tidak baik baik saja masih saja bertanya",
"DIAM TRISTAN!Ugh, Lily..jangan memaksakan diri untuk pergi,lebih baik kita pergi besok",
"Tidak,aku baik baik saja,cuaca terlalu panas walau aku sudah memakai topi",
"Benarkah?..aku khawatir kau akan pingsan nanti..",
"Benar,ayo pergi",
"dasar aneh,ayo Lily" saat hendak masuk ke kereta kuda, seorang pria datang menaiki kuda hitamnya dan berlari ke arah Lily,
"Lily!kenapa kau tidak memberi ku kabar?!", pria itu adalah Ian,dia langsung menggenggam tangan Lily sedikit kuat,dan tidak membiarkan Lily pergi begitu saja.Ekspresi Lily langsung berubah dingin dan tajam,
"Apa apaan kau ini?lepaskan dia!" Bel yang marah pada Ian mencoba memperingatkan nya tetapi Lily memberi isyarat agar diam,
"Lepas." ucap Lily singkat sambil berusaha melepaskan tangannya dari Ian,
"Aku tidak akan melepaskan mu sebelum kau menjawab pertanyaan ku.." Ian juga berkata dingin dan tajam pada Lily.Sebelumnya hal ini pernah terjadi dan membuat Lily trauma sampai sekarang,
"L-lepaskan aku!" Lily menarik kuat tangannya agar lepas dari genggaman Ian,
"Kenapa kau menjauhi ku seperti ini?!kau membenci ku?!",
"Entahlah.",
"Apa apaan perkataan mu itu..",
"Jika kau ingin tahu..selesaikan dulu kasus Anna dan datanglah padaku saat kau bisa menerima ku sepenuhnya." kata-kata Lily menusuk Ian dan membuatnya terdiam.Lily tidak perduli dengan hal itu dan masuk ke kereta bersama Bel lalu pergi,
'Dia mendengar semuanya..apa yang sebenarnya aku pikirkan?! dasar bre**sek!'
Sementara itu, Lily dan Bel sudah tiba di toko yang akan didatangi Lily,
"Lily,toko mana yang kau maksud??",
"Toko antik milik seorang pengrajin di sebelah butik it- lho?",
"Hum??tidak ada toko antik diseblah butik itu,hanya ada toko makanan dan sebuah bar",
'Ini bohong kan?..kemana toko itu?..",
"Lily,apa kau baik baik saja?mukamu sangat pucat lho",
"Eh?emm,itu..mungkin saja,hahaha",
"Lihat kan,kau pasti berhalusinasi,ayo kita kembali",
"I-iyaa" 'Kemana sebenarnya toko itu?.. tidak mungkin itu halusinasi..',
"Lho?Lady Lily?!" suara seorang pria yang keluar dari toko makanan memanggil Lily,
"Putra Mahkota??",
"Sepertinya saya harus memanggil anda Marchioness yaa??ya ampun saya sampai lupa kalau Lady sudah jadi mendapat gelar itu gara gara banyak pekerjaan",
"Tidak apa apa Putra Mahkota,saya lebih nyaman dipanggil Lady daripada Marchioness",
"Benarkah??baguslah kalau begitu.Oh ya,saya membeli beberapa kue untuk dimakan bersama dengan ibu,tapi saya lupa kalau ibu sedang sakit dan tidak boleh makan manis manis, jadi apakah Lady bersedia menerima kue ini?",
"Yang Mulia Ratu jatuh sakit?!kenapa beliau bisa sakit?!",
"Itu karna gula darahnya tinggi, sebentar lagi juga akan pulih,jadi bagaimana??",
"Baiklah, terimakasih banyak Putra Mahkota",
"Sama sama!kalau begitu saya pamit undur diri,permisi Lady" setelah berbincang sebentar,Putra Mahkota mencium punggung tangan Lily dan beranjak pergi begitu juga Lily yang hendak pulang,dan Vel yang menyaksikan semuanya dari atas,
'Putra Mahkota..AKU MENANDAI WAJAHMU!AWAS SAJA JIKA KAU BERTEMU LAGI DENGAN LILY!'
Sesampainya dirumah,Lily langsung diomeli Lucas dan Ken karna pergi tanpa pamit ke mereka,dan bahkan tanpa pengawalan,mereka takut kejadian waktu itu terulang lagi dan membahayakan nyawa Lily.Sebagai permintaan maaf,Lily memberikan Kue yang diberikan Putra Mahkota pada kakak kakaknya dan memakannya bersama,tidak lupa Vel Kel dan Bel.Momen keluarga yang harmonis dan hangat walau tanpa sosok orang tua
'Aku harap bisa terus seperti ini bersama mereka...Lily..maafkan aku yang mengambil kebahagiaan mu seperti ini..aku harap kau juga bahagia dengan bebas disana..',
Seminggu berlalu,waktunya Lily pergi ke Gradina,meninggalkan Kakak kakaknya,sahabatnya,dan..Ian.Sebelumnya Ian selalu mengirim surat ke Lily tapi tidak pernah sekalipun Lily membalasnya,bahkan dia tidak menyentuh surat itu.
"Lily,kau sudah siap??",
"Tentu,Kak Lucas tidak perlu khawatir,aku akan baik baik saja,aku ini sudah dewasa!",
"Walau begitu kakak tetap takut jika kau terlibat tragedi yang tidak diinginkan seperti waktu itu",
"Kakak sendiri tau apa yang kulakukan pada mereka kan?",
"I-iya",
Lily berpamitan pada Lucas dan Ken,Vel Kel dan Bel,serta tidak lupa Zergan yang menangis tersedu sedu,dan para pelayan di mansion,
"Kak, bagaimana pembatalan pertunangan ku??",
"Masih belum ada balasan dari Grand Duke Darvin,kita harus menunggu lebih lama",
"Begitu ya..baiklah."
Setelah pamit kepada semua orang, Lily hendak masuk ke kereta kuda tapi berhenti ketika sadar Ian datang lagi dengan kudanya dan beberapa pengawal,
"Huh..apa mau mu?" tanya Lily tanpa basa basi,
"Apa kau..tidak bisa memberiku kesempatan??",
"Tidak." Jawab Lily cepat,dan Ian pun terdiam.
"Bagaimana kalau kita membuat kesepakatan?" Ian menawarkan Lily kesepakatan yang dianggapnya sebagai tantangan,
"Apa itu?",
"Aku akan selalu menunggumu sampai kembali ke sisi ku sebagai satu satunya wanita yang ku cintai..entah itu sampai kapan,aku akan terus menunggumu..bahkan jika kau menikahi pria lain..aku akan setia menunggumu."
"..."Lily terdiam,sesaat dadanya terasa sakit mendengar perkataan Ian yang datar tapi terkesan menahan kesedihannya,
"Entahlah..aku akan memikirkan kembali perasaanku..dan aku harap kau bisa memperlihatkan kesetiaanmu", Lily tersenyum tipis kearah Ian,memberi isyarat kalau Ian bisa mendapat kesempatan.
"Baiklah..kalau begitu..aku akan melakukannya.." Ian sedikit senang dengan jawaban Lily,dia harus membuktikan pada Lily betapa dia mencintai Lily,
"Hehe, sepertinya cukup..aku harus pergi"
'Sampai Jumpa..Lily/Ian'
(END S1)