
Flashback
"Cika..itu benar benar kau?..",
"Tentu!" balas Lily dengan senyum manisnya,
Zergan menatap Lily tidak percaya,gadis yang dulu dilihatnya sebagai sosok anak kecil dengan rambut panjang sepinggang,sekarang sudah terlihat sebagai wanita dewasa yang sangat anggun dan cantik.Satu satunya sahabatnya.
"Bagaimana kabarmu??"
"Aku baik,sudah lama ya Zergan!"
.
.
Episode 45
"Sudah 4 tahun ya,kau banyak berubah",
"Itu karna aku sudah 20 tahun,aku harus belajar jadi wanita bangsawan yang baik dan berkharisma",
"Kau sangat bangga ya?syukurlah sepertinya kau baik baik saja",
"Tentu saja!aku sangat senang begitu datang kemari karna panggilan darimu",
"Aku merindukanmu",
Zergan memeluk Lily erat,meluapkan rasa rindunya setelah 4 tahun berlalu,
"Aku juga!", Lily membalas pelukan Zergan dengan senang hati, tentunya hanya sebatas sahabat lama.
"Jadi,ada apa kau memanggilku kemari??",
"Oh soal itu, sebenarnya portal tiap wilayah-Ibu kota dalam masalah",
"Eh?masalah??tapi aku bisa menggunakannya tadi",
"Benar suatu keajaiban kau bisa melewati portal,beberapa waktu lalu ada kasus seorang Baron yang hendak pergi ke ibu kota tapi sampai sekarang masih belum tiba,lalu para kesatria Istana mencoba masuk melewati gerbang Baron ke Ibu kota dan berhasil kembali,anehnya Baron itu tidak kembali dan tidak ditemukan dalam portal itu",
Penjelasan Zergan membuat Lily tercengang,dia senang bisa selamat dari masalah pada portal tapi di sisi lain dia juga ketakutan untuk melewati portal,
"Kita harus menemukan masalah pada portal itu,aku takut jika salah satu mana pembangunan dalam masalah",
*Mana pembangun adalah mana yang digunakan untuk membuat alat alat sihir yang dibutuhkan banyak orang
"Kalau begitu kita harus ke bawah tanah untuk mengecek mana itu kan??",
"Benar,kita juga harus memastikan bagaimana mana bekerja dalam wadahnya,jika tidak bekerja dengan baik kita harus segera menemukan kesalahan pada mana itu",
"Begitu ya,baiklah ayo kita kesana",
Lily dan Zergan langsung pergi ke ruang bawah tanah yang letaknya sangat tersembunyi di dalam Kuil,dan hanya Pendeta Agung serta orang pilihan Dewa yang tau.
Ratusan anak tangga mereka turuni perlahan,udara lembab,pondasi yang mulai retak dan sebuah pintu raksasa yang mengunci Mana Pembangun portal dan hanya bisa dibuka dengan sihir netral,
"Sepertinya tidak ada sihir netral di dalam diriku,bagaimana ini?",
"Tenang saja,aku ini Saint!"
Zergan meletakkan telapak tangannya di pintu raksasa itu dan menutup matanya,perlahan sebuah cahaya putih memancar dari tangannya dan menghubungkan pola pola pada pintu,
"Wahh,mirip dengan ruang bawah tanah di kediaman wilayah Everon",
"Benarkah??kurasa pintu ini bisa terhubung dengan ruangan yang kau maksud itu",
Pintu perlahan terbuka dan menunjukan sebuah ruangan mirip gua dengan genangan air yang memenuhi ruangan seperti kolam kecil,beberapa kristal warna warni yang bersinar di dinding dan langitnya memanjakan mata yang melihatnya,dan yang paling menakjubkan adalah kristal raksasa berwarna merah ruby di tengah tengah genangan air,
"Indahnya!"
"Kau benar,aku juga baru pertama kali datang ke sini",
"Eh?lalu darimana kau tau tempat ini??",
"Pendeta Agung sebelumnya pernah menunjukan pintu tempat ini,dia bilang aku bisa membukanya di saat yang tepat,mungkin hari ini adalah waktunya",
"Dia seperti tau apa yang terjadi kedepannya",
Lily dan Zergan mendekat ke kristal merah raksasa di tengah genangan air,suara aneh keluar dari kristal itu,
"Ini suara jiwa mana,kristal ini hidup layaknya manusia makhluk hidup, jiwa mana mengatur kinerja mana didalamnya", jelas Zergan,
Lily menyentuh kristal itu dan mencoba berinteraksi,suara yang dikeluarkan semakin lirih dan tidak jelas,
"Apa suara ini sudah sering terdengar??", tanya Lily,Zergan yang tidak tau menahu tentang kristal ini hanya mengangkat kedua bahunya,
"Kristal ini kesakitan..aku merasakan sihir aneh didalamnya,tapi entah kenapa rasanya tidak asing bagiku",
"Bagaimana kalau kau bertanya pada Vel?",
"Ah,aku belum bertemu dengannya.Kak Lucas bilang kalau Vel dan Bel sibuk dengan suatu hal yang tidak diketahui kakak,aku takut mengganggu mereka",
"Kel??",
"Dia ikut membantu Kak Ken ke luar negri untuk penelitian,pasti dia sangat membantu Kak Ken karna dia sangat pintar",
"Begitu ya,kalau..",
"Hum?",
"Tidak,lupakan,aku akan mencari petunjuk di perpustakaan,ayo kita keluar",
"Eh?umm,baiklah",
Lily dan Zergan keluar dari ruangan itu dan menyegelnya kembali.Lily yang masih penasaran dengan kata kata Zergan terus terusan memikirkannya,tapi dia tidak enak jika harus bertanya pada Zergan.
"Aku akan pulang sekarang dan mencari petunjuk di perpustakaan",
Lily hendak pamit pulang pada Zergan dan segera mencari petunjuk di perpustakaan,
"Apa kau akan kembali ke wilayah sekarang?"
"Tidak,aku akan disini untuk beberapa minggu kedepan",
"Jadi,kau akan menginap di tempat Lucas?",
"Aku sudah membangun mansion baru di Ibu kota",
"Aku juga akan datang kesini jika menemukan petunjuk",
"Baiklah,aku percaya padamu",
"Kalau begitu aku pamit dulu,sampai jumpa Zergan!",
"Sampai jumpa Cika",
Setelah pamit pada Zergan,Lily langsung pulang ke mansion miliknya dan berencana segera mencari petunjuk di perpustakaan.
Sesampainya di mansion,Lily terkagum-kagum melihat mansion yang begitu megah dengan 4 lantai yang dibangun menggunakan marmer putih yang indah,pilar pilar tinggi yang menopang atap,taman bunga dan air mancur di halaman depannya,dilengkapi gerbang yang begitu besar dan mewah,dan masih ada taman belakang yang bahkan belum dijangkau Lily,
"T-tunggu apa apaan ini?..aku meminta agar dibangun sederhana,k-kenapa jadi semegah ini?..",
Seorang pria berumur 50-an dengan baju pelayan dan beberapa pelayan wanita menyambut kedatangan Lily di depan gerbang,
"Selamat datang Nyonya,kami sudah menunggu anda.Perkenalkan,saya Jeremy, pengurus mansion Nyonya Marchioness Gradina",
"A-anu..sepertinya saya sudah bilang kalau pembangunan mansion saya jangan dibuat terlalu megah..(ini bahkan lebih megah daripada mansion Grand Duke Everon!)",
"Ini permintaan Baginda Kaisar,beliau bilang akan menambah sedikit bagian untuk mansion Nyonya",
"MANANYA YANG SEDIKIT?!!?",
Jeremy mengatakan itu semua sambil tersenyum berseri seri,disisi lain Lily syok berat karna perintah Baginda Kaisar tentang sedikit bagian,
'Ugh..padahal rencana awal ku hanya sepertiga bagian dari mansion ini..tapi mau bagaimana lagi..'
Lily tidak mau ambil pusing lagi jika itu kehendak Kaisar,langsung saja dia masuk untuk beristirahat dan tidak sempat meninjau bagian bagian mansion,
"Nona,anda mau ice tea??",
"Apa?ah iya tolong ya..",
"Baik!",
Lily duduk di kursi ruang kerjanya sembari menunggu teh yang dibawakan Rina.Sepucuk surat tergeletak di mejanya,tidak ada pengirim atau cap lambang keluarga,
"Hah..biarkan aku istirahat sebentar",
Lily meletakan surat itu di laci,lalu meletakkan kepalanya di meja.Matanya perlahan tertutup dan akhirnya tertidur,
"..ka!",
"... Cika!",
"Cika!",
"Tolong aku,Cika!",
Lily langsung terbangun dari tidurnya setelah mengalami mimpi singkat itu.Suara seorang gadis memanggil nya dengan meminta tolong,
"Siapa itu?..suaranya tidak asing.. Ugh, kepala ku pusing..",
Pengelihatan Lily mulai kabur,dia tidak bisa melihat dengan jelas, kepalanya sangat sakit,dunia seakan berputar.Tak lama kemudian,seseorang mengetuk pintu ruang kerja Lily,
"Nyonya,ini saya Jeremy",
"Masuklah..",
Jeremy masuk dan terkejut melihat wajah Lily yang pucat,
"Nyonya, anda tidak apa apa?!",
"Aku tidak apa apa..hanya sedikit kelelahan",
"Sebaiknya anda jangan terlalu memaksakan diri..kesehatan anda juga penting.."
"Aku baik baik saja,tenanglah,jadi ada apa Jeremy??",
"Tuan Grand Duke Everon menunggu anda di depan, beliau menunggu Nyonya",
Bola mata Lily membulat,ia langsung berlari keluar menunju lantai satu untuk menemui Lucas,
"N-nyonya!!anda bisa terjatuh!!",
'Akhirnya aku bertemu kakak!',
Sesampainya di tangga,Lily berhenti begitu melihat sosok pria gagah,tinggi,berambut hitam agak panjang yang diikat dan bola mata berwarna hijau cerah,
"Kakak..",
Lucas langsung menengok ke arah suara Lily yang memanggilnya ,dia tercengang melihat perubahan Lily yang sangat terasa,
"Lily?",
"KAKAK!!" Lily kembali berlari menuruni tangga menghampiri Lucas,
"T-tunggu jangan berla-!?" Lily langsung memeluk Lucas tanpa aba aba,Lucas terkejut dengan tingkah Lily yang langsung memeluknya,tapi dia tidak bisa berkata apa apa lagi dan membalas pelukan Lily,
"Aku sangat merindukanmu kak!",
"Iya,kakak juga sangat merindukanmu, syukurlah sepertinya kau baik baik saja",
"Kakak juga terlihat sehat,aku senang bisa melihat kakak lagi setelah 4 tahun..",
"Kau banyak berubah ya,tinggi mu sedikit bertambah, kau benar benar seperti wanita bangsawan",
"Hehe,tentu saja bertambah!",
"Apa..kau..merasa..lebih..baik..",
Lily tidak bisa mendengar jelas perkataan Lucas, pengelihatannya kembali kabur,dan kepalanya sakit,
"Lily..kau baik baik saja..?",
'Aku tidak bisa mendengarkan mu kak..'
Lily terjatuh lemas,tapi dengan sigap Lucas menangkapnya.Lucas sangat terkejut begitu Lily jatuh dan tidak sadarkan diri,
"Lily?! Bangunlah!!LILY?!"
Bersambung..