Vita Nova

Vita Nova
Episode 8 "Calon Ibu Mertua"



Flashback Episode 7


Di perjalanan, Ian terlihat tidak bersemangat dan sangat lelah,mukanya pucat.Aku yang duduk didepannya pindah disampingnya dan meletakkan kepalanya di pundakku,karna Ian tidak setinggi kakak,akan lebih mudah untuknya menyesuaikan kepalanya dengan pundakku.


"Tidur lah" ucapku sambil mengelus kepalanya,lalu Ian pun tertidur.


"Anna.." gumam Ian saat tertidur,


Seketika aku terkejut,dadaku sangat sesak,aku berpikir..


'Siapa Anna?..'


.


.


Episode 8


Setelah sampai di kediaman Grand Duke,aku membangunkan Ian dan memintanya untuk segera masuk,dan berniat pamit pulang karna sudah larut malam,


"Apa kau tidak mau menginap disini?" tanya Ian,


"Tidak perlu,lagian kita masih bertunangan" jawabku,


"Tidak apa apa,lagian jika kau pulang butuh banyak waktu,kau akan pulang larut malam",ucap Ian,


"Hum,baiklah,tapi aku belum memberi tau ayah" ucapku,


"Tidak apa apa,aku akan mengirim surat padanya",jawabnya,


"Baiklah" ucapku setuju,lalu Ian mengantarku masuk ke kediaman nya.Rumah yang sangat Luas dan megah,siapa pun pasti ingin tinggal disini.


"Ian,apakah itu tunangan mu?" tanya seorang wanita cantik berambut pirang,bermata biru tua yang mirip dengan Ian dari sebuah tangga,


"Dia sangat cantik seperti rumornya" ucap wanita itu,


"Iya,dia sangat cantik sampai sampai membuatku terlena" ucap Ian menatapku dengan sedikit senyum,


"Lily,dia adalah Ibuku, Grand Duchess Lucia. Beliau adalah adik Kaisar sekaligus putri dari permaisuri terdahulu" ucap Ian,


"Saya memberi salam kepada Grand Duchess,semoga Dewa memberkati Anda" ucapku pada Ibu Ian,


"Semoga Dewa memberkatimu juga" ucap beliau,


"Ian,bawa dia ke kamar tamu,dia pasti lelah" lanjut beliau,


"Baik Ibu,ayo Lily" ucap Ian sambil mengajakku ke kamar,


/Di kamar


"Walau ini kamar tamu,bisa bisanya semewah ini!?" ucapku terkagum dengan kamar tamu yang mewahnya seperti kamar utama,


"Ini tidak seberapa,kamar utama lebih baik dari ini" ucap Ian,


"Benar benar Grand Duke" gumamku,


"Kupikir tadi Grand Duchess adalah kakakmu" ucapku pada Ian,


"Beliau memang awet muda,masih banyak pria yang mengincarnya,padahal sudah bersuami dan punya 3 anak" ucap Ian terlihat bingung sendiri,


"Sepertinya beliau populer" ucapku,


"Iya,dia memang populer dulu" jawab Ian,


"Waktu masih muda,Beliau adalah wanita yang anggun dan cantik,banyak Pria yang terpikat oleh hatinya kecuali Ayah.Dulu Ayahku tidak punya hati,dia tak pernah jatuh cinta kepada wanita,termasuk Ibuku." lanjut Ian,


"Tapi kenapa mereka bisa menikah?" tanyaku penasaran,


"Ibu dan ayah berkata kalau pertemuan pertama mereka adalah saat berada di daerah gunung Tuberose,saat itu Ibu tersesat dari penginapan lalu mencari jalan keluar sendirian. Waktu itu cuacanya sedang buruk,dan turun hujan,Ibu yang lelah duduk didalam gua didekat sana,Ibu tidak sadar ada Ular berbisa didekatnya,kaki ibu terkena gigitan ular itu,lalu pingsan.Tak lama kemudian ayah lewat dan menemukan Ibu didalam gua,karna kondisi ibu parah,ayah langsung mengecek keadaan Ibu,lalu sadar bahwa ibu tergigit ular,ayah mencoba mengeluarkan racun itu dari kaki Ibu dengan menyedotnya,lalu mengikatnya dengan sapu tangan miliknya. Tak lama kemudian Ibu tersadar dari Pingsannya dan melihat ayah berada di sampingnya,Ibu sangat berterima kasih pada ayah,lalu ayah mengantar Ibu kembali ke penginapan,dan pamit pulang.Setelah kejadian itu,Ibu memendam rasa pada Ayah,lalu mengejar mengejar ayah tanpa henti walau ayah tidak memperdulikan hal itu.Ibu tak pernah menyerah mengejar cintanya pada ayah.Lalu suatu saat,ayah mengalami kecelakaan kereta kuda di wilayah Count Devnia,ayah mendapat luka di wajahnya gara gara kecelakaan itu. Ayah dirawat oleh Ibu segenap hati di kediaman Count Devnia.Lama kelamaan Ayah mulai jatuh hati pada Ibu karna senyum tulusnya,lalu ayah melamar Ibu saat masih dalam keadaan kurang sehat dan Ibu menerima lamaran itu.Kisah cinta mereka menjadi sejarah" jelas Ian,


"Wahh,benar benar kisah yang Indah." ucapku kagum dengan kisah Grand Duke dan Grand Duchess yang diceritakan Ian,


"Tapi..ibu tidak seceria dulu sejak adik adikku jatuh sakit karna Iris.." ucap Ian dengan nada rendah dan terkesan sedih tapi juga marah,


"Karna itu..Lily,bantu aku mengembalikan senyuman Ibuku yang dulu,sekejam kejamnya diriku yang penuh dosa ini,aku tetap menginginkan Ibuku yang dulu,ceria,suka menghibur,dan bersemangat" lanjut Ian sambil menggenggam kedua tanganku,


"Aku pasti akan membantu mu,karna aku adalah calon menantunya" ucapku sambil tersenyum pada Ian,


"Terima kasih" jawab Ian dengan lembut,baru pertama kali aku mendengar suara Ian yang lembut dan penuh perasaan itu.


/Skip Makan malam/


"Oh ya Lily,aku ada sesuatu pertanyaan untukmu" ucap Grand Duchess padaku saat itu,


"Silahkan tanyakan saja Grand Duchess" ucapku menegaskan


"Apa yang membuatmu tertarik pada Ian?" tanyanya,


'Apa yang harus kujawab,padahal ini semua hanya sebatas kontrak agar keluarga kami selamat'


"Saya suka sikapnya yang dewasa Grand Duchess" jawabku tersenyum pada Grand Duchess,


"Apa maksudmu?dia sudah 20 tahun,tentu saja dia sudah dewasa" ucap Grand Duchess,


"Saya tau itu,tetapi sosoknya yang terlihat gagah membuat saya terpana.Mungkin Grand Duchess tidak menyadari itu,tapi Ian benar benar seorang Pria sejati" ucapku tenang,


Grand Duchess sempat terlihat kaget,walau tidak begitu jelas,tapi aku bisa melihatnya.


"Tapi dia sudah banyak membunuh orang orang tak bersalah dan beberapa penjahat,itu bisa membuat reputasi mu buruk" ucap Grand Duchess agak dingin,


"Saya tidak peduli hal apa yang akan terjadi mendatang,saya- tidak,kami pasti bisa melewati itu,karna kami saling mencintai" jawabku dengan senyum lebar,wajah Grand Duchess terlihat sangat jelas terlihat terkejut,lalu beliau tersenyum


"Terima kasih,Ibu" jawabnya,


"Kalau begitu,Ibu masuk dulu kekamar,ada beberapa urusan" ucap Grand Duchess,


"Baik" jawab kami berdua,lalu beliau pergi dengan senyum yang tadi


"Terima kasih Lily" ucap Ian sambil tersenyum puas.Itu pertama kali nya dia tersenyum selebar itu,benar benar keajaiban.


"Sama sama Tuan Muda" jawabku membalas ucapan terima kasih nya.


/Keesokan Paginya/


"Lily,bisa kamu menemani ku ke kebun?aku ingin berkeliling bersamamu sebelum kamu kembali" ajak Grand Duchess padaku,


"Baik Grand Duchess" jawabku,


"Panggil saja aku Ibu,kamu kan calon menantu ku" ucapnya senang,


"Iyaa ibu" "nah,itu lebih baik,ayo kita pergi".Lalu,aku dan Grand Duchess pergi ke kebun di kediaman Grand Duke Darvin.


Setelah sampai,aku melihat banyak sekali berbagai macam bunga yang dirawat dengan baik,sangat indah,kebun itu membuatku terpungkau,seakan menghipnotis ku dengan keindahan mereka.


"Indah bukan?Kebun ini benar benar menyimpan banyak kenangan" ucap Grand Duchess,


"Kenangan?" tanyaku,


"Waktu Ian berumur 5 tahun,dia selalu bermain denganku di kebun ini sambil merangkai mahkota bunga untukku.Dulu dia seorang bocah yang sangat menggemaskan,sekarang dia sudah menjadi Pria yang Gagah dan Dingin" jawab Grand Duchess agak sedih,


"Akulah yang membuat dia menjadi acuh.." lanjutnya,


"Ibu tidak bersalah" ucapku mencoba menenangkan Grand Duchess,


"Ian hanya butuh senyuman anda yang dulu,senyuman yang penuh dengan kasih sayang dan kebanggaan, walau anda selalu tersenyum,tapi arti senyuman anda akan berbeda di hadapan Ian. Saya hanya ingin Anda tau kalau Ian sangat menyayangi anda,dia butuh senyuman anda untuk hidup" lanjutku sambil menggenggam tangan Duchess dengan erat,


"Jadi..apa yang harus aku lakukan?" tanya Grand Duchess dengan mata berkaca kaca,


"Bagaimana dengan 'mahkota'?" ujarku agak licik,


"Mahkota?" tanya beliau kebingungan


"Mahkota terbaik sepanjang masa,saya akan bantu anda membuatnya" ucapku


Beberapa menit kemudian, Ian datang ke kebun untuk mencari ku.


"Lily,sudah waktunya kamu berangkat" ucap Ian sambil mendekat ke arahku dan Grand Duchess


"Ian!kemarilah" teriak ku memanggilnya,


"Ada apa?" tanya Ian,


"Tolong temani Ibu disini sebentar ya,aku mau mengemas barang pribadi ku dulu" ujarku lalu pergi ke semak semak dekat sana untuk memantau mereka,untungnya Ian tidak melihat ku kesemak semak


"Ibu,kenapa anda duduk disana?gaun ibu bisa kotor" ucap Ian pada beliau,


"Ian,maafkan Ibu" ucap Grand Duchess sambil berdiri membelakangi Ian,


"Anda tidak salah apapun pada saya" jawab Ian


"Seharusnya Ibu lebih memperhatikan mu bukan?Ibu memang egois,hanya adik adik mu yang Ibu khawatirkan..Ibu tidak pernah memikirkan mu setelah kejadian itu menimpa mereka berdua.." ujar beliau


"Ibu.." gumam Ian,


Lalu dalam sekejap,Grand Duchess memasangkan sebuah Mahkota Bunga dari bunga berwarna Biru,Kuning,dan Putih ke kepala Ian.Ian sempat terkejut karna hal itu,


"Ternyata kau sudah setinggi ini,hampir saja Ibu tidak sampai menyentuh kepala mu" ucap beliau dengan senyum,


"Ibu,ini kan.." gumam Ian,


"Ibu minta maaf atas semua kesalahan Ibu,seandainya waktu bisa diulang,Ibu akan selalu menemanimu sampai kau tumbuh dewasa" ucap beliau sambil menyentuh wajah Ian,


"Ini hadiah terbaik yang pernah ada" ucap Ian sambil tersenyum lalu memeluk Grand Duchess,


"Terima kasih Ibu" lanjutnya,Grand Duchess pun membalas pelukan itu,


"Ngomong ngomong..Apa yang kau lakukan disitu Lily?" ucap Ian sambil melihat ke semak semak tempatku bersembunyi,


'Dia menyadarinya!?!' pikirku


"A-ahaha,aku hanya mengamati rencana ku,dan ternyata sukses besar" ucapku lalu mendekat ke Ian,


"Jadi ini semua ulahmu?" tanya Ian datar,


"I-iya!aku hanya tidak ingin melihat hubungan kalian renggang" jawabku agak ragu,


Lalu Ian menyentuh wajahku dan menciumku,


"Terima kasih" ucapnya tanpa rasa bersalah,


"A-apa yang kau lakukan dasar bodoh?!!" teriakku sambil menendang 'kelemahan' pria itu sampai dia terjatuh kesakitan,


"D-dasar I-iblis.." ucapnya sambil menahan sakit,


"Kau itu yang Iblis!" teriakku marah,


"Dasar anak muda" gumam Grand Duchess sambil tertawa kecil.


Bersambung...


Halo semua!makasih udah baca novel ini,dan Selamat Natal buat yang merayakan✨🎄author ucapkan terima kasih sekali lagi atas dukungan kalian(padahal belum ada):'| dan juga,segitu aja sekian dari saya,jangan lupa tunggu episode depan ya!sekian terima gaji 🗿✨