Vita Nova

Vita Nova
Episode 68 "Umpan Balik"



Flashback


'Ugh..firasatku tidak enak..' batin Zergan.


BRAK!!


"!?!"


"Tuan!Nona!!Yang Mulia!"


"J-jeremy?!ada apa?!" tanya Zergan panik,


"Nyonya dalam masalah!!" jawab Jeremy,


"Lily?!Apa yang terjadi padanya?!" tanya Vel,


"Nyonya di tangkap para prajurit istana atas perintah Pangeran!Sekarang Nyonya sedang dibawa ke Istana!",


"APA?!?"


.


.


Episode 68


Lily dibawa ke Istana dengan dikawal beberapa prajurit istana.Borgol yang memblokir sihir terpasang ditangannya.Lily tidak bisa berbuat apa-apa.


Langit ditutupi awan hitam.Suara petir mulai terdengar.Suasana aneh dan mencengkam.Tenggorokan terasa sempit dan kesusahan untuk bernafas.


'Sial!Aku tidak menyangka Pangeran akan berbuat secepat ini..!Dan juga..kenapa ibu kota sesepi ini..?'


Tak lama kemudian Lily tiba di istana utama.Para prajurit membawa Lily menghadap ke ruangan tahta.


"Masuk!"


Prajurit membuka pintu dan mendorong Lily masuk ke ruangan dengan kasar.Pangeran Arhen duduk dengan tenang di singgasana Kaisar,menatap lurus ke arah Lily yang menatap tajam ke arahnya.


"Ada apa dengan tatapan mu itu?Kau membenci ku?" tanya pangeran Arhen tersenyum licik,


"..." Lily tidak menjawab pangeran Arhen dan memalingkan wajahnya.Sikap Lily mengundang perhatian pangeran Arhen.


"Kemarilah.Mendekat ke padaku" ucap pangeran,


"Tidak" jawab Lily tegas.Pangeran Arhen tidak segan-segan mendekat ke arah Lily dan menarik borgol yang mengikat tangannya.


"Jangan membantahku..nyawa tunanganmu ada di tanganku.Jika kau tidak ingin dia mati,turuti saja perkataan ku.Kau tidak bisa melawan." ucapan pangeran Arhen membuat Lily merinding.Ian sedang mati-matian berperang dengan bangsa iblis di Grand Duchy.


"Anda sangat licik.." ucap Lily.


"Kau akan menyesal karna tidak memilihku.Tapi,setelah ini semua selesai..tahta Ratu akan jatuh padamu setelah aku menjadi kaisar..tunggu saja Ladyku" Pangeran Arhen mencium punggung tangan Lily dan menariknya ke singgasana.Pangeran Arhen duduk di singgasana Kaisar sedangkan Lily terpaksa duduk di singgasana Ratu.


"Ini semua akan menarik" ucap Pangeran Arhen,


/Digubuk Arina


"Sial..kenapa disaat seperti ini tubuhku sangat lemah..?Aku harus segera ke istana!"


Arina merasakan tubuhnya kelelahan.Ia hendak pergi ke istana melewati jalan rahasia yang tunjukan pangeran Arhen padanya.


'Setelah ini aku akan mendapatkan Tuan Ian!..impianku!'


Tak lama kemudian Fei tiba di gubuk sesuai janji yang mereka buat sebelumnya.


"Lady Chartina,apakah anda sudah siap?"


"Tentu saja!"


"Pangeran Arhen akan mengancam Lily dan Vel.Sudah dipastikan juga kalau Grand Duke Everon akan memihak anda.Tidak mungkin dia tidak mendukung anda setelah melihat Lily menikam anda dengan pisau.Untunglah ada kejadian itu,kita bisa bergerak lebih cepat."


Fei mengangguk, "Saya juga sudah bicara pada Lucas,dia bilang 'akan membantu' dengan senang hati",


"Dia sangat bodoh ya.Ayo kita pergi"


Arina dan Fei keluar dari gubuk dengan jubah hitam.Mereka segera memasuki hutan lebih dalam dan menuju jalan rahasia.Sebuah goa yang dibuat pangeran Arhen untuk memotong jalan ke istana.


Dari dalam goa,terdengar suara langkah kaki yang berjalan keluar.Arina dan Fei berpikir kalau itu adalah Pangeran Arhen.


"Fei"


"eh?!Lucas?!"


Lucas berhenti sebelum sampai di pintu keluar goa.Ia menatap Fei sambil tersenyum tulus.Lucas datang seorang diri.


"Darimana dia tau tempat ini?" bisik Arina pada Fei,


"Saya tidak tau,saya tidak pernah memberitahu nya tentang gubuk dan jalan ini." jawab Fei heran,


Fei dan Arina berjalan mendekati Lucas.Sempat Fei ragu untuk mendekat,tapi rasa ragu itu hilang begitu melihat senyuman Lucas.Begitu juga Arina yang sempat ragu menjadi tidak ragu.


"Kenapa kamu kesini?" tanya Fei,


"Aku datang menjemput kalian" jawab Lucas lembut dan pelan,


"Tapi darimana kau tahu jalan ini?" tanya Arina,


"Aku 'tidak sengaja' menemukannya" jawab Lucas,


"Kalau begitu ayo pergi, kita tidak punya banyak waktu" ucap Fei menarik tangan Lucas tapi Lucas menghentikannya.


"Kita tidak akan pergi sendiri"


"Eh?..!?!"


Tatapan Lucas berubah menjadi tajam dengan aura disekitar mereka yang sangat menekan.Arina dan Fei ketakutan dan gemetar melihat tatapan Lucas.


"Tangkap mereka"


Para kesatria dibalik bayangan di belakang Lucas dengan sigap menangkap Fei dan Arina.


"Apa ini?!Aaa!"


"Lucas?!Kau mengkhianati kami?!" tanya Arina kesal,


"Aku tidak pernah bergabung dengan kalian.Aku sudah bilang 'akan membantu' kan?Aku tidak berkata akan membantu kalian.Aku hanya membantu Putra Mahkota menangkap kalian" jawab Lucas masih dengan tatapan tajamnya.


"Kau berani-?!"


Lucas sudah mengarahkan pedangnya tepat didepan mata Arina.Sangat runcing dan terlihat mematikan.


"Diamlah atau ku congkel matamu sekarang" ucap Lucas tanpa belas kasih.


"Kau masih belum sadar?Aku tidak pernah mencintaimu Fei" jawab Lucas,


"KENAPA?!PADAHAL AKU SANGAT MENCINTAIMU!SEJAK PERTAMA KALI KITA BERTEMU!BAHKAN-"


"Berhentilah bicara omong kosong yang tidak masuk akal.Jika kau sangat mencintaiku.. seharusnya kau tidak jatuh cinta pada pria lain."


"L-lucas..bukan begitu!"


"Kau tidak ada bedanya dengan ibumu yang mencampakkan ayahku..Sekarang waktunya untuk menerima balasan atas itu semua."


Fei terdiam.Dia tidak menyangka dia sebodoh ini.


'Benar.. Lucas adalah komandan pasukan istana.. dia tidak akan semudah itu percaya dengan perkataan 'tunangannya'.' batin Fei menyesal.


Para kesatria membawa paksa Fei dan Arina menuju istana melewati jalan itu,ada juga pasukan lain yang mengecek kondisi di dalam gubuk.Lucas masih diam di tempatnya dan menggenggam erat pedang ditangannya.


"Kita harus kembali juga.Lily dalam masalah" Putra Mahkota datang dari luar goa, menghampiri Lucas yang masih diam di dalam goa.


"Saya tau" ucap Lucas datar.


"Kau hebat juga ya bisa menemukan goa ini" ucap Putra Mahkota tersenyum tipis.


"Saya sudah menyiapkan mata-mata untuk Lady Arina selama 14 tahun" jawab Lucas,


"Jangan-jangan mayat wanita di dalam gubuk itu.."


"..benar..Saya sudah menempatkan pelayan itu sejak usia Lily masih 6 tahun.Lady Arina sudah sejak awal membenci Lily,dia merasa tersaingi.Saya tidak bisa membiarkan hal itu terjadi selama saya tidak ada.Jadi saya mengirim wanita itu sebagai mata-mata dengan imbalan keluarganya akan hidup enak,dan dia setuju.Saya juga tau semua informasi dan rencana mereka bertiga lewat wanita itu.Kemarin adalah percakapan terakhir kami.. dia berkata akan menitipkan adik-adiknya padaku." ucap Lucas,


"Sial!..Andai aku lebih cepat bertindak..dia tidak akan mati..!" lanjut Lucas kesal,


"Aku tau perasaan mu,tapi sekarang bukan waktunya untuk menyesal,kita harus menyelamatkan Lily-Maksudku Marchioness.Ian tidak ada disisinya sekarang" ucap Putra Mahkota,


"Benar..Ayo kita pergi Yang Mulia!"


/Di Mansion Lily


"Tristan!Kau tidak boleh beranjak dari tempat tidur!"


"Lepaskan!!Lily dalam bahaya!!Aku harus-akh!!"


"Jangan keras kepala!!Dengan kondisi mu yang lemah dan kutukan yang mulai menyebar ke seluruh tubuhmu sekarang,kau tidak bisa berbuat apa-apa!!"


"Tapi Lily-!!Lepaskan!!"


Zergan bergegas masuk ke ruangan Vel dengan tergesa-gesa.


"Seluruh sisi mansion sudah di kepung!Kita tidak bisa keluar!!" ucap Zergan,


"Apa?!?Apakah kekuatan pangeran Arhen sebesar ini?!Darimana dia mengumpulkan pasukan sebanyak ini?!" tanya Bel,


"Aku rasa sebagian dari mereka adalah kesatria tingkat rendah di istana,sebagian lagi adalah kesatria dari para pendukung pangeran,dan sebagian besar adalah pembunuh bayaran..Dan masalahnya.. keamanan istana saat ini sedang kacau.. pasukan 1 dan 2 di istana mengikuti Yang Mulia Ratu ke wilayah Grand Duchy Darvin" jawab Zergan,


flashback


"Nyonya!Yang Mulia Ratu sudah tiba di depan!"


"T-tunggu apa?!?"


Lily segera pergi ke depan pintu untuk menyambut Yang Mulia Ratu.


"Saya memberi salam pada Yang Mulia Ratu.Semoga Dewa memberkati anda"


"Ya ampun Marchioness..anda tidak perlu memberi salam.."


Yang Mulia Ratu duduk di kursi roda dengan kondisi tubuh yang sangat lemah.Lily segera meminta pelayan untuk mengantar Ratu masuk.


"Kenapa anda kemari Yang Mulia?..anda butuh istirahat.. kondisi anda sangat lemah.."


"Aku ingin meminta bantuan mu..Saat ini kondisi di Grand Duchy Darvin sangat kacau..aku harus membantu wilayah itu.."


Lily terkejut dengan ucapan Yang Mulia Ratu.Disaat kondisinya sangat lemah dan butuh istirahat, beliau masih memikirkan wilayah.


"Tapi..apa yang harus saya lakukan?Sihir saya sangat berlawanan dengan kutukan raja iblis yang merasuki anda.." tanya Lily cemas,


"Aku dengar kamu punya tangan kanan bernama Vel dan Bel.Dan juga,aku yakin mereka bukan 'manusia' kan" jawab Yang Mulia Ratu.Lilu terkejut dengan jawaban itu.Bagaimana Yang Mulia Ratu bisa tau kalau Vel dan Bel bukanlah 'manusia'?.


"..akan saya antar Yang Mulia.."


Lily pun mengantar Yang Mulia Ratu ke paviliun milik Vel dan Bel.Disana Yang Mulia Ratu bertemu dengan mereka sekaligus Zergan.


"Y-Yang mulia Ratu?!Kenapa anda datang kesini?!" tanya Zergan panik,


"Aku datang untuk menemui mereka berdua" Yang Mulia Ratu menatap Vel dan Bel.


"Kami?" tanya Vel dan Bel bersamaan,


"Benar.Kalian..bukan manusia" lagi-lagi ucapan Yang Mulia Ratu membuat terkejut.Zergan,Vel dan Bel heran bagaimana Yang Mulia Ratu bisa tau.


"Sihir kalian tidak terasa.Padahal kalian tangan kanan Lily dan menjadi orang kepercayaan Grand Duke Everon.Grand Duke tidak sembarangan memilih orang untuk berada di sisinya.Kalian pasti 'mahkluk' hebat yang terpilih.Benarkan..Dewa dan Dewi Beyola?"


"Bagaimana anda bisa tau Yang Mulia?!" tanya Zergan kaget,


"4 tahun lalu, Pangeran Arhen mempelajari sihir pemblokiran tingkat atas.Tapi tidak ada seorang pun yang tau tentang rencananya.Aku menemukan buku tentang sihir pemblokiran yang ilegal di perpustakaan yang jarang digunakan.Aku juga sering melihat Pangeran berada disana.Lalu saat mendengar kabar sihir Viridis terlacak di Grand Duchy Darvin,aku segera mendatangi Kuil Suci.Mereka berkata kalau sihir itu muncul setelah Marchioness tiba disana.Beberapa waktu setelah itu aku mendapat cerita dari Grand Duchess kalau Marchioness membawa 2 kucing yang sangat lucu.Aku mulai penasaran dengan Marchioness saat itu.Dan aku pergi lagi ke Kuil Suci,saat itu kondisi disana lumayan kacau.Mereka berkata kalau sihir Viridis mulai menghilang.Aku mengira kalau keberadaan sihir itu tidak 'menghilang' melainkan 'disembunyikan' "


Yang Mulia Ratu berceritakan panjang lebar.Kesimpulannya Yang Mulia Ratu sudah tau sejak bertemu dengan Lily membahas pertunangan dengan Putra Mahkota,walau sebenarnya itu alasan Ratu untuk merasakan keberadaan sihir Lily.


"Anda berbakat Yang Mulia.." ucap Bel kagum,


"Bisa disimpulkan kalau kalian sekarang ini adalah Reinkarnasi Dewa dan Dewi Beyola" ucap Yang Mulia Ratu.


"Sihir Dewa..bisakah aku meminta agar kalian menghilangkan efek samping sihir kegelapan?..aku ingin membantu Ian!Dia adalah keponakan ku!Aku harus menolongnya"


"Saya akan membantu anda" ucap Vel,


"T-tunggu Tristan!Keadaanmu!"


"Tenanglah Trisela,aku hanya menyerap karna sihir ku mulai terbatas.Jika aku menghilangkan efeknya,maka aku mempercepat proses penyebaran kutukan ini"


"Mendekatlah Yang Mulia"


Lily mendekatkan Yang Mulia Ratu ke sisi Vel.Vel menyentuh tangan Yang Mulia Ratu dan menyerap efek samping yang ada.


"Rasa lelahku hilang.." gumam Yang Mulia Ratu.


"Sebentar lagi..kumohon bertahanlah.."


Bersambung...