
Flashback
"Tentu.Oh ya,di Festival Bintang Merah,akan lebih baik jika kau menggunakan gaun yang tidak mencolok dan berwarna selain merah atau kuning" ucap Lily,
"Kenapa?padahal nama Festival itu adalah Bintang Merah,bukankah sudah jelas dianjurkan memakai gaun merah?" tanyaku,
"Festival itu adalah Festival untuk memperingati Tahun ke-189 dimana kaisar saat itu yang dikenal kejam dan tidak tahu belas kasian sama sekali,ditemukan mati di air mancur Pusat Ibu kota saat tahun baru dimana Bintang bersinar sangat terang. Air yang berada di air mancur itu berubah menjadi merah darah,dan cahaya yang dihasilkan oleh beberapa bintang terpancar di air darah itu,maka dari itu Festival ini disebut Festival Bintang Merah. Orang orang percaya,jika seseorang memakai pakaian mewah berwarna merah dan perhiasan yang berkilauan,maka akan dianggap sudah ternodai oleh darah Kaisar yang kejam itu dan harus melakukan penyucian diri selama 2 bulan di Kuil Suci" jelas Lily,
"Oh begitu,baiklah,akan ku ingat perkataanmu",
'Aku harus berhati hati'
.
.
Episode 22
Tanggal 30 bulan 12 tahun 427..1 hari sebelum Festival Bintang Merah
Hari ini aku dan Kakak-Kakak pergi ke Ibu kota dan akan tinggal disana untuk sementara waktu.Aku juga sudah mendapat pesan dari Ian kalau dia juga akan tinggal di Ibu Kota karna ada urusan,dia juga bisa mengabiskan Festival Bintang Merah bersamaku,
"Nona!Ayo kita persiapkan gaun yang akan anda pakai ke pusat kota!",Rina berkata kegirangan sambil menyisir rambutku,
"Kenapa kau segirang itu?" tanyaku sambil tersenyum tipis,
"Soalnya Nona tidak pernah ikut Festival ini sebelumnya!saya ingin menghiasi nona dengan gaun yang indah untuk hari yang istimewa seperti Festival Bintang Merah besok malam!" jawab Rina sangat girang,
"Baiklah,tapi aku mau pakai gaun yang biasa saja dan jangan pakai perhiasan apapun,mungkin hanya kalung" ucapku,
"Apakah nona mau menyamar sebagai bangsawan desa?",Rina menyarankan hal itu dengan senang,
"Bangsawan desa? kedengarannya menarik!aku mau!" jawabku senang,
"Kalau begitu mari kita pergi membeli baju desa!" ajak Rina sangat senang, shopping memang hobinya sih,
"Baiklah!ayo kita pergi!",
Setelah sedikit bersiap,aku pun pergi ke sebuah butik yang tidak jauh dari mansion ku di Ibu kota,
"Selamat datang,Ya Ampun Lady Lily!sudah lama kita tidak bertemu lagi",Pemilik Butik itu menyambutku dengan sangat senang,
"Halo Madam Sena,lama tidak bertemu anda" aku menyapa pemilik butik itu, yaitu Madam Sena,designer gaun pertunangan ku dengan Ian,
"Anda sehat sehat saja bukan?saya melihat pertunangan anda waktu itu,anda sangat cantik dan bersinar" puji Madam Sena tentang Pertunangan ku waktu itu,
"Terimakasih banyak Madam. Hari ini saya mau membeli gaun untuk Festival besok,apakah anda punya saran yang bagus??" tanyaku pada Madam,
"Ya ampun!apakah anda akan hadir di Festival besok?!ini hal yang sangat langka!SAYA AKAN SIAPKAN GAUN TERBAIK YANG SAYA PUNYA!", Madam Sena sangat senang mendengar aku akan hadir di Festival,
"Sebenarnya,saya mencari gaun yang simple seperti gadis desa,tapi sepertinya anda tidak memilikinya" jelasku agak lesu,
"Itu tidak benar Nona!saya punya banyak gaun dari seluruh penjuru Kekaisaran Raveldra!saya akan mengantar anda ke ruang itu!",Madam langsung menarik tanganku dan membawaku ke sebuah ruangan tertutup di lantai 3 bangunan itu,
Ruangan yang dipenuhi gaun gaun mewah khas desa desa kecil.Panjang gaun yang bervariasi mulai dari selutut sampai seluruh kaki.
"Ini adalah ruangan khusus untuk gaun gaun bangsawan desa,harganya pun lumayan murah untuk bangsawan desa" jelas Madam Sena,
"Walau gaun gadis desa,tapi auranya sangat mewah" gumamku sambil melihat lihat gaun gaun itu,
"Silahkan dipilih Nona,jika ukurannya kurang pas,saya akan mengukur lagi" ucap Madam Sena,
Aku mengangguk lalu memilih gaun yang akan ku pakai.Aku menulusuri dari pojok sampai pojok,tapi tidak ada yang menarik perhatian ku,
"Apakah tidak ada yang anda sukai?" tanya Madam Sena cemas,
"Tidak,saya suka semua,hanya saja saya bingung harus memilih yang mana" jawabku,lalu sebuah kilauan memancar dari pojok ruangan,dan menarik perhatianku.Aku mendekat ke pojok ruangan itu,dan menemukan gaun simple sepanjang betis,berwarna hijau tosca dan putih dengan tali berwarna hitam dan permata putih kecil di bagian dadanya,
"Kenapa gaun seindah ini diletakan dipojokan?" tanyaku sambil melihat gaun itu dengan kagum,
"Gaun ini karya master saya 5 tahun lalu,tapi tidak laku terjual karna waktu itu butik saya masih belum terkenal seperti sekarang. Master membuang semua gaun yang dibuatnya ke sungai,dan menyisakan 2 gaun untuk saya,gaun ini dan satu lagi yang sudah rusak. Hanya ini kenangan yang saya miliki dari master sebelum beliau meninggal 3 hari setelah membuang gaun gaunnya" jelas Madam Sena agak sedih,aku paham apa yang dia rasakan,
"Tapi jika Nona ingin gaun ini,saya sangat bersyukur,karna setidaknya ada orang yang memakai gaun ini" ucap Mandam Sena sangat berharap padaku,
"Tapi,ini gaun yang berharga untuk anda",aku ragu untuk menerima gaun peninggalan master Madam Sena,
"Tidak apa apa,saya sangat ingin master melihat salah satu gaunnya terjual,setidaknya dia bisa sedikit tenang disana" ucap Madam,
"Baiklah,saya akan membeli gaun ini 200 gold" ucapku,
"Tunggu Nona!saya ingin memberikannya pada Nona,dan saya tidak bisa menerima uang sebanyak itu untuk gaun lama", ucapnya
"Itu artinya saya tidak membeli gaun milik master anda" ucapku,
"emm,baiklah,tapi saya hanya akan menerima 100 gold" ucap Madam,
"Baiklah!",lalu aku membeli gaun itu seharga 100 gold,harga yang murah untuk seorang bangsawan,
Setelah itu, Madam mengukur kembali gaunku dan membetulkan ukuran gaun itu,dia berkata akan mengirimnya nanti malam,
'Seandainya kebutuhan ekonomi duniaku seperti ini,pasti aku sudah kaya raya'
Setelah selesai memesan dan membayar duluan,aku pergi ke kafe karna rasa lapar yang sudah berteriak dari tadi,
"Rina,kau mau memesan sesuatu?aku akan membelikannya untukmu" ujarku menawarkan Rina,
"Kalau begitu,saya mau pie apel!" jawabnya senang,
"Baiklah" ,aku pun memesan pie apel dan soft cake stroberi untuk dimakan bersama Rina,
Tak lama kemudian,seorang pria mendatangi ku dan Rina,
"Putra Mahkota?!" aku berdiri dari tempat dudukku dan membungkuk salam padanya,
"Semoga Dewa memberkati Anda" ucapku gugup,
"Tidak perlu seperti itu,santai saja" jawab pemuda yang tak lain adalah Putra Mahkota Felix,
"Baiklah..maafkan saya" ucapku,
"Tidak apa apa,aku yang salah karna mengejutkan mu tiba tiba", Putra Mahkota duduk di mejaku dan Rina, tapi karna Rina merasa tidak enak,dia bilang ingin ke taman bertemu kenalannya,dan aku mengizinkannya,
Aku duduk satu meja dengan Putra Mahkota karna dia memaksa,
"Jadi,kenapa anda datang kesini?" tanyaku,
"Aku ingin jalan jalan saja,lagian kita tidak bertemu lagi setelah acara pertunangan mu dengan orang itu" jawab Putra Mahkota sambil memakan Pie apel milik Rina yang belum dimakan sama sekali,
"Anuu, itu Pie milik Rina" ucapku sambil melihat Pie yang sudah habis setengah itu,
"Ah,iya" jawabnya baru tersadar sudah makan Pie milik orang lain,
"Aku akan membungkus kan 20 kotak untuknya nanti" ucap nya lalu lanjut makan,
"Omong omong,kita sering bertemu setelah kau keluar dari butik,jangan jangan kita jodoh yang sudah ditakdirkan" ucap Putra Mahkota dengan senyum,
"Ini hanya kebetulan saja Yang Mulia" jawabku malu,
"Kalau betulan bagaimana?" tanya Putra Mahkota memastikan,
"Eh?apa maksud anda?sudah jelas kalau saya adalah tunangan Ian,lagian..",Aku teringat kembali permintaan Baginda Ratu yang menginginkan Putra Mahkota bertunangan denganku,
"Lagian??",Putra Mahkota bertanya lanjutan dari perkataanku tadi,
"Tidak,tidak apa apa" ucapku agak lesu,
"Kau ada masalah?" tanya Putra Mahkota,
"Tidak ada sama sekali" jawabku,
"Apa jangan jangan kau memikirkan permintaan ibu?" tanya Putra Mahkota memastikan,
"Darimana anda tau hal itu?" tanyaku ragu,
"Ibu memberitahu sendiri,sepertinya beliau menyukaimu..begitupun juga diriku",Perkataan terakhir Putra Mahkota tidak begitu jelas,tapi aku tidak berani menanyakan hal itu,
"Iya..anda benar,saya tidak tahu bagaimana menolak hal itu" ucapku,
"Jangan terlalu dipikirkan,Ibu hanya tidak mau aku salah memilih Ratu dimasa depan" jelas Putra Mahkota,
"Baik..",Walau disuruh untuk tidak memikirkan nya,tapi aku tetap memikirkan hal itu.
"Oh ya Lily,apa kau bisa berdansa tradisional Kekaisaran?" tanya Putra Mahkota,
"Saya tidak bisa" jawabku,
"Kalau begitu,maukah kau berdansa denganku besok malam?aku akan mengajarimu besok siang",Putra Mahkota membungkuk di depanku sambil mengulurkan tangannya,
"Emm,saya.." aku ragu untuk menjawab ajakan Putra Mahkota,
"Tidak bisa,Lily hanya akan berdansa dengan saya",Ian tiba tiba datang dan menarikku dari tempat duduk,
"Lebih baik anda mencari wanita lain" lanjutnya sambil menggenggam tanganku erat,
"Kenapa kau semarah itu?" tanya Putra Mahkota sedikit merendahkan Ian,
"Karna dia tunangan saya,lebih baik anda tidak menggangu nya" ucap Ian tambah emosi,
"Sudah lah Ian,lebih baik kita pergi" ucapku sambil menahan tangan Ian yang siap memukul Putra Mahkota kapan saja,
"Cih." Ian berdecih kesal lalu keluar dari kafe,
"Maafkan saya Putra Mahkota,saya permisi",aku pergi menyusul Ian dan meninggalkan Putra Mahkota,
"Ian!" aku memanggil Ian yang sedang berjalan ke kereta kuda,
"Apa?",dia berhenti dan menatapku dingin,
"Apa kau masih marah?.." tanyaku sedikit takut karna tatapannya,
"Apa kau pikir kau tidak bersalah?" tanyanya dengan nada yang dingin dan menusuk,
"Aku..hanya di kafe bersama Rina..dan Putra Mahkota menghampiri ku,kau percaya kan?.." aku bertanya dengan menahan rasa takut yang luar biasa menyelimuti tubuhku,
"Ntahlah"ucapnya singkat,dingin,dan sangat menusuk, lalu dia masuk ke Kereta kuda lalu pergi,
Mataku sudah berkaca kaca melihat kelakuannya kali ini,dadaku terasa sesak dan sakit.
"Nona?!ada apa dengan anda!?" Rina menghampiriku yang sudah hampir terjatuh,
"Ada apa dengan anda?..apa anda sakit?kenapa anda sepucat ini?" tanya Rina khawatir sambil menahan tubuhku yang hampir jatuh,
"Rina..",Aku hanya bisa melihat Rina samar samar,
"Nona?!nona sadarlah!Nona!.."
Aku..tidak ingat apa apa lagi setelah itu.
Bersambung..
Halo semua⊂((・▽・))⊃✨kambek ma author laknat🗿💔 author cuma up 2hari sekali,maaf ya,-" ada sibuk up yang novel baru sama tugas tugas yang numpuk segunung:) maapkeun author yang un-akhlak ini:') hikd. sekian dari aink author un-akhlak,terima gaji (╥﹏╥)