Vita Nova

Vita Nova
Episode 60 "Kutukan Raja Iblis"



Flashback


"Percayalah.." ucap Vel lesu,


"TIDAK AKAN!!" balas Yesra makin emosi,


"Siapa kau?" tanya Yusto,


"AKU SUDAH BILANG KALAU AKU TANGAN KANAN LILY KAN?!!" jawab Vel emosi,


"Jawab jujur!" desak Yusto,


"Benar!" ikut Yesra,


"Hah..aku harus bertemu Ian.." gumam Vel lelah,


"Apa kau mencari ku?",


"Oh kakak!",


'Ian..'


.


.


Episode 60


Ian datang menghampiri mereka bertiga yang sedang berdebat di halaman. Vel yang sedikit kesal dengan Ian harus mengurungkan niatnya untuk memaki-maki Ian walaupun dia sangat ingin.


"Kakak kenal pencuri ini?" tanya Yesra,


"Aku bukan pencuri!!" balas Vel emosi,


"Dia tangan kanan Lily,namanya Vel.Dia memang jarang menampakan diri ke dunia luar" jawab Ian,


Yesra dan Yusto saling bertukar pandang lalu menatap Vel lekat-lekat.


"Apa tujuanmu kesini pencuri?.." tanya Yesra menahan kesal,


"Aku sudah bilang kalau aku bukan pencuri.." gumam Vel,


"Aku datang untuk menggantikan Lily memeriksa bagian Kristal Mana di menara sihir milik Grand Duke Darvin,kalian pasti sudah tau kondisi Lily yang masih syok" lanjutnya,


"Oh begitu,baiklah,ikut aku" ucap Ian lalu beranjak pergi,diikuti Vel dibelakangnya,


"Kakak mau percaya orang itu?" tanya Yusto,


"Tentu saja,dia adalah saudara Kel" ucap Ian lalu pergi,


"Kel? Maksudnya mata-mata kakak ya?" tanya Yesra ke Yusto,


"Mungkin saja,kakak juga bilang kalau Kel pergi dari kediaman demi saudaranya kan?kalau begitu Vel adalah saudara Kel" jawab Yusto,


"Aku belum melihat Kel lagi,dimana dia?" tanya Yesra heran,


"Aku dengar dia pergi bersama Marquess Ruvenda ke luar negri" jawab Yusto,


"Sepertinya dia jadi orang penting sekarang" balas Yesra bingung,


"Entahlah, pokoknya kita harus berjaga-jaga dengan Vel" ucap Yusto,


"Eh?Kenapa??" tanya Yesra keheranan,


"Apa kau tidak sadar?Sihir pria itu sangat aneh. Secara tiba-tiba dia datang dengan sihir teleportasi,padahal itu adalah sihir tingkat tinggi kan?Bahkan, kakak hanya sampai di tingkat 2 yang hanya bisa teleportasi dalam radius 200-250 km" jawab Yusto,


Sihir teleportasi adalah sihir tingkat tinggi yang dikuasai para penyihir kelas atas,dan hanya beberapa orang di Kekaisaran Raveldra yang bisa menguasai sihir teleportasi.Ada 3 tingkatan sihir teleportasi.Tingkat pertama atau dasar adalah sihir teleportasi yang bisa digunakan untuk berpindah tempat sejauh 50-80km,rata-rata digunakan untuk meninjau wilayah kekuasaan.Tingkat kedua atau tengah bisa teleportasi lebih jauh,bahkan sudah sangat jauh,sekitar 80-250km,dan digunakan untuk pergi antar wilayah yang masuk dalam wilayah yang lebih besar.Sedangkan tingkat ketiga atau tertinggi merupakan hal yang sangat mustahil dilakukan oleh manusia biasa,karna jarak tempuhnya sampai 250-1000km jauhnya,dan membutuhkan sekitar 100 orang penyihir kelas tinggi yang bisa melakukan hal itu,bahkan penyihir wanita pertama tidak akan mampu menguasai sihir teleportasi itu.


"Memangnya jarak ibu kota ke sini berapa??" tanya Yesra,


"Sekitar 300-375km.." jawab Yusto,


"HAA?!?Kalau begitu dia bukan manusia normal!Kakak bahkan sampai terengah-engah menggunakan mananya untuk teleportasi 200 km saat perang di Abbyz kan?Tidak mungkin.." ucap Yesra terkejut dengan penjelasan Yusto,


"Luas Abbyz sekitar 5.350km²,dan kakak menggunakan 80% mana dalam tubuhnya untuk teleportasi sejauh 200km demi pasukan disebelah barat yang terhimpit pasukan jebakan dari musuh..itupun kakak masih menyalurkan mananya ke dalam pedang.." jelas Yusto sambil berpikir keras,


'Aku benci hitung-hitungan..' batin Yesra pasrah,


"Tapi,dilihat dari ekspresi Vel yang baik-baik saja,bukankah itu aneh?"tanya Yesra ikut merasa aneh,


"Benar,mungkin saja dia bukan 'manusia' biasa" jawab Yusto,


'Tapi.. kenapa aku tidak merasakan aliran sihir dalam dirinya?..Yesra pasti juga sadar kan?'


/Disisi Ian dan Vel


Ian membawa Vel ke menara sihir milik keluarga Darvin yang tidak jauh dari kastel.


"Apakah Lily baik-baik saja?" tanya Ian,


"Iya,dia baik-baik saja walau masih syok,ada Lucas dan Fei disana" jawab Vel yang fokus pada kupu-kupu di salah satu bunga,


"Fei?" Ian seketika berhenti dan berbalik,


"Iya,dia putri Count Chartina" jawab Vel balik menatap Ian,


"Maksudmu Count Chartina yang 'itu'?" tanya Ian serius,


"Begitulah.Aku tau apa yang kau pikirkan,maka dari itu aku punya firasat aneh ketika wanita itu datang ke mansion" jawab Vel datar,


"Aku akan menggali informasi tentangnya nanti,kita harus bergegas", ucap Ian lalu pergi ke menara sihir diikuti Vel.


Sesampainya masuk ke dalan menara yang tinggi dan lumayan besar,Ian disambut beberapa penyihir yang bekerja disana.Vel melihat bola sihir yang digunakan untuk mendeteksi sihir asing sedang di benarkan.


"Apa ada sihir asing yang masuk ke wilayah?" tanya Vel berbisik pada Ian,


"Benar,setelah keberadaan sihir Viridis 4 tahun lalu menghilang secara tiba-tiba dari Grand Duchy,1 tahun setelah itu ada sihir milik bangsa elf yang terdeteksi disini,padahal bangsa itu sudah punah" jawab Ian,


"Mereka belum punah,hanya saja bersembunyi dari para 'manusia',kau tau ribuan bangsa elf dan dwarf yang dibantai habis-habisan 200 tahun" ucap Vel santai,


"Kau berkata seolah kau bukan manusia" balas Ian datar,


"Memang seharusnya begitu" ucap Vel dengan nada bercanda,


'Toh kejadian antara Vel dan Kel 4 tahun lalu selalu membuat pikiranku berubah..mereka bertiga bersama gadis bernama Bel memang bukan 'manusia' biasa' batin Ian.


Ian dan Vel sampai ke tempat dimana Kristal Mana disimpan.Sama seperti sebelumnya,pintu yang dibuat untuk menjaga Kristal Mana memiliki pola. Ian menggunakan sihirnya untuk membuka pintu itu. Tampak Kristal Mana berwarna biru tua yang hanya setengah bagian dan bercahaya redup diletakan disebuah podium raksasa.


"Benar..tapi kenapa ada sihir lain yang tercampur dalam jiwa Kristal itu?",Ian menatap Kristal Mana itu lekat-lekat dan mencoba merasakan mana didalamnya,


"Sihir ini..mirip dengan sihir Kel sebelum ia kembali ke sihir aslinya" ucap Ian sedikit terkejut,


"Eh?..kalau begitu ini bukan sihir.." ucap Vel ragu,


"Bukan sihir..jangan-jangan 'kutukan'..?",Ian menebak dan Vel mengangguk,


"Tepat sekali,tapi..kenapa aura milik elf juga tercampur?..ada 4 kekuatan dalam Kristal ini",jelas Vel


"4??"


"Sihir murni,Sihir Nigreos,Kutukan Raja Iblis,dan Aura milik bangsa elf,jika dibiarkan lebih lama maka Kristal ini akan mati.." ucap Vel,


'Sebenarnya..kenapa jiwa kristal ini jadi berantakan?..apa penyebabnya?..'


"Aku akan mencoba menarik kutukan raja iblis..itu adalah faktor paling kuat yang menyebabkan aliran kristal mana yang membantu portal terganggu" ucap Vel meletakan tangan kirinya pada Kristal Mana,


"Itu akan sulit,kau tidak pernah bersangkutan dengan Raja Iblis,kutukan itu bisa membuat mana bertabrakan pada jiwa mu" ujar Ian mencoba menghentikan Vel,


"Aku bisa menyerapnya,walau ini memang akan menyakitkan",


'Eudon juga sudah memperingatkan ku agar tidak terlibat dengan iblis..tapi..aku harus membantu Lily..'


Perlahan Vel memfokuskan mana dalam dirinya untuk menyerap kutukan raja iblis pada kristal.Rasa sakit yang panas dan menyakitkan mulai terasa dari tangan Vel,


'Ugh..tahan..aku harus fokus..'


Vel tampak menahan rasa sakit yang luar biasa,tapi caranya berhasil. Kutukan Raja Iblis telah diserap ke dalam tubuhnya sepenuhnya,cahaya kristal mana mulai kembali tapi suaranya masih lirih.


'Dia hebat..' batin Ian kagum,


Tapi sihir lain dalam kristal itu mulai ikut terserap.Ian yang menyadari itu langsung menyingkirkan tangan Vel,


"Hentikan,itu sudah cukup" Ian menghentikan tangan Vel yang masih menempel pada kristal,


"H-hah.. berat juga.."ucap Vel kelelahan,


"!? tanganmu!.." Ian menyadari tangan Vel yang berubah menjadi hitam,dan jarinya mulai memanjang,


"Tidak apa..Veda,ah maksudku Kel bisa menyembuhkan ini.."ucap Vel,


"Kau pasti sangat kesakitan, terlihat dari ekspresi wajahmu" ujar Ian,


"Aku tidak apa-apa..ayo kembali..",


Ian dan Vel keluar dari menara sihir dengan kondisi Vel yang lemah dan Ian memapahnya.Yesra yang tidak sengaja melihat Ian dan Vel keluar, langsung menghampiri mereka.


"Kakak!Ada apa dengan pencuri itu?!" tanya Yesra panik,


"Aku bukan..Akh!-" Vel hendak membalas perkataan Yesra tapi dadanya terasa sangat sakit,


"Yesra,jangan berkata hal seperti itu pada orang sakit" ucap Ian,


"Maaf,kalau begitu apa yang harus ku lakukan?" tanya Yesra,


"Aku..akan pulang sekarang.." ucap Vel lemah,


"Apa kau gila?dengan kondisi mu sekarang,bisa saja kau mati begitu sampai di ibu kota" balas Ian datar,


"Maaf..aku harus segera kembali..sampai jumpa",


"Tung-!!"


Cahaya terang dengan pola sihir langsung keluar dari tanah Vel berpijak,dan Vel menghilang bersama cahaya itu.


"Dia keras kepala" gumam Yesra kesal,


"Sepertinya dia sangat serius menanggapi hal yang berkaitan dengan Lily" ucap Ian agak kesal,


"Wah,kakak cemburu" ucap Yesra datar dan menatap Ian dengan polosnya.


Ian menatap Yesra yang terlihat sangat pendek didepannya dengan tatapan datar, seolah dia berbicara dengan hamster.


"Pergilah"


"KEJAMNYA!"


/Disisi Lily,Fei dan Bel


Lily jalan-jalan di kebun belakang yang belum ditinjau nya sejak 2 minggu terakhir karena sibuk.Fei dan Bel menemani Lily karna Jeremy bilang ada kolam air mancur yang besar di kebun,dan mereka sangat antusias melihat air mancur itu.


"Lily,kebunnya sangat luas lho,bagaimana kita bisa menemukan air mancurnya" ucap Bel mulai lelah,


"Benar,kebun ini sangat luas" balas Fei yang juga kelelahan,


"Sebentar lagi..Ah! Itu dia!" Lily menunjuk ke arah Air mancur dengan patung Dewa Dewi Kembar Beyola di tengahnya,benar-benar kolam yang sangat besar dengan banyak ikan.


"WOAHH!!" Fei dan Bel langsung terkagum-kagum melihat air mancur itu,


'Kaisar sudah kelewatan memberiku benda-benda yang bahkan lebih mewah daripada istana!' batin Lily,


Mereka bertiga duduk di tepi kolam dan sedikit bermain air.Fei dan Bel benar-benar terpesona dengan air mancur itu.


"Air nya sangat jernih dan tidak berbau!Hebat!" ucap Bel,


"Mungkinkah Kaisar memberi sihir ke dalamnya?" lanjut Bel,


"Luar biasa!Kaisar memang tidak main-main!" balas Fei,


Tak lama kemudian,sebuah cahaya yang sangat terang muncul didepan mereka bertiga,dan sosok Vel mulai terlihat.


"Aku pulang.." ucap Vel lemah,


"Vel?!Ada apa denganmu?!" tanya Lily khawatir dan menghampiri Vel,


"Ah..Lily ya?.." suara Vel yang lemah benar-benar membuat Lily cemas,


"Kau sangat pucat.." ujarnya,


"Aku..akh-!" Vel langsung ambruk tepat di depan Lily,


"VEL?!?"


Bersambung..