
Flashback
"Tinggal sedikit lagi! ayolah..kurang beberapa senti..",
Tak lama,tangan seorang pria mengambil buku itu dari belakang Lily,
"Lho??",
"Kapan kau akan tumbuh lebih tinggi?dasar cebol.Kau mau buku yang satu ini kan?",
Suara pria itu mengejutkan Lily.Suara yang merdu dengan nada datar dan membuat merinding orang yang pertama kali mendengar nya,perlahan Lily menengok ke belakang dan mendapati seorang pria dengan tubuh besar dan mata biru tua menatapnya dengan datar tapi terkesan hangat,matanya melebar melihat pria itu, tangannya sedikit gemetar,
"Lama tidak bertemu Lily,bagaimana kabarmu??sudah 4 tahun ya",
"Eh?Ian?"
.
.
Episode 46
"Ini buku yang kau inginkan?", ucap Ian sambil memberikan buku yang hendak diambil Lily,
"Ah..emm,iya, terimakasih",
Lily menerima buku itu dan memalingkan wajahnya dari Ian,
"Kau belum menjawab pertanyaan ku",
"Aku baik baik saja..emm, bagaimana denganmu?",
"Aku sangat kesakitan",
Suara Ian terdengar lemas, sepertinya dia benar benar sedang tidak baik baik saja,
"Apa??kau sakit?kenapa kau bisa sakit??",
Tanpa sadar, Lily langsung menyentuh pipi Ian dan mengecek suhu badannya ,Ian memanfaatkan kesempatan itu untuk menggenggam tangan Lily,
"T-tunggu!"
"Sekarang aku baik baik saja,biarkan seperti ini sejenak",
Suara Ian makin pelan,wajahnya sempat pucat tapi berangsur-angsur membaik.Lily tau kalau Ian sedang kelelahan,
"Kenapa kau disini?",
"Ntahlah, kakiku berjalan sendiri",
"Apa itu masuk akal?",
"Aku sungguhan,kau tau aku sendiri tidak suka dengan perpustakaan",
"Benar juga, tapi kenapa kau sangat kelelahan??",
"Aku baru saja selesai membasmi iblis di seblah barat laut,entah kenapa hari ini aku benar benar sangat lelah",
"Harusnya kau langsung pulang",
"Tidak..aku ingin bersamamu",
"Kau harus kembali Ian",
Ian yang tidak suka Lily menyuruhnya pulang langsung mengangkat Lily dan berjalan keluar,
"Tunggu Ian!!Apa yang kau lakukan?!",
"Jika kau menyuruhku pulang,itu artinya kau harus ikut bersamaku",
"Apa apaan itu?!Turunkan aku!",
"Tidak",
"Turunkan aku Ian!",
Ian tidak menggubris perkataan Lily dan keluar dari perpustakaan sambil mengangkat Lily,
"Lho?itu Tuan Muda Levian bukan?",
"Siapa wanita itu?",
"Ah!Miscess Lily sekaligus Marchioness Gradina!",
"Sudah 4 tahun mereka tidak terlihat bersama, sepertinya mereka meluapkan rasa rindu",
"Romantisnya",
Orang-orang yang ada di luar perpustakaan memperhatikan Ian dan Lily yang terbilang mesra,tentu saja Lily sangat malu dengan adegan ini,
"Ian! semua orang memperhatikan kita!",
"Siapa yang peduli?",
"Tentu saja aku!argh..tidak..harga diri ku..",
"Kalau begini,apakah akan ada rumor?",
"Tentu saja!kau tidak mau kan?kalau begitu turunkan aku!"
"Malah bagus jika rumor tersebar secepat mungkin",
"A-apa?!Dasar Gila!!Turunkan aku!!",
"Tidak",
"IAN!!"
/Skip besok pagi
Lily terbaring di kasurnya dengan wajah yang sangat lesu dan terlihat sangat lelah,Rina sangat cemas,sebelumnya Lily tidak pernah bangun dengan kondisi seperti ini,
"Nona,anda baik baik saja?..",
"Ugh..aku tidak bisa tidur nyenyak..apa yang terjadi kemarin..",
"Saya akan buatkan lemon balm,tolong tunggu sebentar"
"Baiklah.. terimakasih.."
Rina keluar dari kamar Lily dan segera membuatkan teh untuknya,
'Kemarin.. sepertinya Ian membawaku pulang..tapi dia mampir ke toko kue,dan aku membaca buku sebentar lalu tertidur..?aku tidak ingat apa apa lagi setelah itu'
Lily berpikir keras mencoba mengingat kejadian kemarin,tapi percuma karna dia tertidur di kereta kuda,
"Hah..aku harus kembali bersiap siap untuk besok..",
Lily hendak beranjak bangun dari tempat tidurnya tapi punggungnya langsung nyeri dan sangat sakit,
"S-sakit..kenapa tubuhku sangat sakit..?"
Tak lama kemudian Rina masuk membawa nampan berisi teh lemon balm dan bubur yang masih hangat,
"Nona..anda tidak apa apa??",
"Y-ya?!Akan saya obati Nona!"
Rina meletakan nampan di meja dan segera menghampiri Lily,
"Nona,anda harus tengkurap supaya saya bisa mengobati anda",
"B-baik..",
Lily melakukan apa yang dikatakan Rina, tengkurap di kasur sambil menahan sakit di punggungnya,
"Nona,ini mungkin akan sedikit sakit jadi tolong tahan",
"Apa? sedikit kan?",
"Benar,hanya sedikit",
Rina memijat punggung Lily yang sakit secara perlahan menggunakan minyak zaitun,terpaksa Lily harus menahan sedikit rasa sakit agar bisa sembuh,
/30 menit kemudian,
"Aduh duh duh.."
"Sudah selesai Nona,sekarang anda hanya perlu sedikit mengompresnya dengan air hangat,saya akan mengambilnya",
Rina keluar mengambil kompres untuk Lily.Lily bahkan terkejut dengan kemampuan Rina dalam memijat,dia benar benar lihai,
"Huh..kenapa aku bisa keseleo seperti ini?apa yang Ian lakukan padaku?",
Lily meminum teh lemon balm dan memakan bubur yang dibawakan Rina tadi,walau sudah dingin tapi rasanya tetap enak,
'Teh ini..sangat enak dan menenangkan..'
Lily menatap teh yang diminumnya dalam dalam,ada banyak kenangan yang tersimpan di teh itu,
'Oh ya,teh ini adalah teh yang dibuatkan ibu sebelum meninggal..beliau sangat suka dengan teh ini..tapi..aku tidak pernah merasakannya lagi setelah ayah menikah lagi..benar benar kenangan yang menakutkan..'
Lily mengingat kembali kehidupan nya yang dulu,ibu tiri nya benar benar membuatnya trauma mendalam,hanya mengingat wajah ibu tirinya,dia bahkan gemetar hebat,
'Tidak..aku tidak boleh mengingat kehidupan lama..aku harus fokus dengan kehidupan kali ini..'
/Skip Siang,di pusat perbelanjaan Ibu kota,
"humm,gaun apa yang harus ku beli ya??"
"Nona,apakah anda tidak akan memakai gaun lama?? biasanya anda tidak akan membeli gaun jika tidak sangat penting",
"Maka dari itu,besok Pergaulan Kelas Atas akan dimulai,itu artinya pertemuan itu penting bukan?",
Lily dan Rina sedang berbelanja untuk acara Pergaulan Kelas Atas besok,tentunya Lily tidak akan menyia-nyiakan kesempatan nya untuk kembali,
"Anda benar juga,tetapi gaun disini tidak ada yang bagus",
Rina melihat gaun gaun yang sangat mewah dan mengembang,dengan permata permata yang sangat bersinar di bagian bagian gaun itu,dan itu semua bukan selera Lily,
"Benar,walau ini butik terkenal,tapi kualitas nya tidak menyamai selera ku",
"Ayo kita cari toko lain", lanjut Lily lalu beranjak pergi dari butik itu,banyak wanita bangsawan di butik itu mulai mengikuti gaya pakaian Lily,lebih sederhana dan tidak terlalu mengembang,
"Nona,dimana kita akan cari gaun lagi?",
"Hum,kita cari toko Madam Sena"
Lily dan Rina pergi ke toko butik didekat mansion Lucas, disana cukup ramai berkat Lily 4 tahun lalu di Festival Bintang Merah,
"Madam!"
"Hum?YA AMPUN LADY LILY?!Ah..maksud saya Marchioness Gradina,senang sekali bisa bertemu dengan anda setelah sekian lama",
"Madam,anda terlalu kaku,panggil saya Lady saja",
"Tidak bisa!Saya harus memanggil anda Nyonya Marchioness atau Yang Mulia Miscess",
"I-itu terlalu..eh..omong omong Madam,apakah anda punya gaun yang tidak terlalu mengembang??",
"Hum?oh,apakah anda akan memakainya besok??Tentu saja saya punya!mari ikut saya",
Madam Sena mengantar Lily dan Rina ke lantai 2,hanya bangsawan diatas Count yang bisa naik ke lantai 2,
"Silahkan dipilih Yang Mulia,anda bisa bertanya pada saya jika ada gaun yang ingin di ubah.Tentu saja gaun gaun itu tidak memerlukan korset yang terlalu ketat untuk membentuk tubuh,",
Madam Sena menunjukan banyak sekali gaun gaun indah yang sangat elegan,dan begitu indah,walau tidak terlalu banyak hiasan di gaun gaun itu,tapi aura yang keluar sangat berkelas,
"Hebatnya!Benar benar karya Madam Sena!"
Lily dan Rina sama sama terpungkau dengan puluhan gaun yang terpasang di ruangan itu,banyak gaun dengan warna gradasi yang sangat indah,dan macam macam bentuk lengan baju,
"Rina,bantu aku okey?"
"Okeyy Nona!",
Lily dan Rina mulai mencari-cari gaun yang cocok untuk dipakai Lily,mulai dari pojok sampai pojok mereka pilih dengan sangat serius,sampai akhirnya Lily menemukan gaun yang sangat membuatnya terpesona,
"Rina! Lihatlah ini!"
Gaun dengan warna ungu pastel dan sabuk kecil di pinggangnya sangat menarik perhatian Lily, bahkan Lily sampai memancarkan cahaya dari matanya saking kagumnya,
"Ya ampun Yang Mulia,anda sangat sederhana ya, sebenarnya gaun ini saya rancang beberapa bulan lalu,dan belum ada wanita bangsawan yang meliriknya,tapi saya kagum Yang Mulia bisa menemukan gaun ini diantara gaun gaun yang lebih indah",
"Benarkah?!kalau begitu saya jadi yang pertama mencoba gaun ini?!"
"Benar,silahkan dicoba",
"Tidak perlu dicoba,sudah pasti sangat cocok dengan Lily",
"Huh?IAN?! KENAPA KAU DISINI?!Tidak..lebih tepatnya,sejak kapan kau disini?!"
"Sekitar 5 menit lalu?aku melihat kereta kudamu didepan toko,jadi aku masuk untuk mencarimu",
Lily dan Madam Sena dikejutkan dengan kedatangan Ian yang tidak mereka sadari dan tiba tiba buka suara,
"Kau ini..apa yang ingin kau lakukan?aku sudah selesai.Madam saya beli 1 gaun ini",
"Kenapa hanya satu??",
"Apa urusanmu?aku hanya perlu satu,jangan membuatku naik darah dan cepatlah pergi!"
Bukannya pergi tapi Ian berjalan ke arah pojok ruangan dan menunjuk tangannya ke atas,ke arah rak gaun paling atas,
"Aku akan beli semua gaun dari pojok atas sana sampai...pojok sana,semua yang ada di ruangan ini,akan ku beli",
Seketika satu ruangan hening tidak ada yang bicara,Lily membuka matanya lebar lebar sakit terkejutnya,Rina bahkan pingsan mendengar kata kata Ian,dan Madam Sena memecahkan kacamatanya tanpa berkata apa apa.Butik paling mahal di Ibu kota yang bahkan harga gaunnya bisa setara 1 rumah sederhana di Ibu kota sudah diborong seorang pria yang mencintai tunangannya,
"Semuanya,kirim ke tempat Marchioness Gradina atas namaku",
"DASAR GILA!!APA YANG KAU LAKUKAN?!",
"Apanya??aku melakukannya karna bosan dan sekalian membelikannya untukmu",
'Dia benar benar gila! apa yang dia pikirkan sebenarnya?!'
Bersambung...