
***Flashback
"Aku akan menginap selama 2 bulan" ucapnya tanpa rasa bersalah,
"Apa kau gelandangan yang tidak punya rumah?!" bantah Kak Lucas ngomel,lalu mereka bertengkar lagi sebelum tidur,
Aku menghela nafas karna lelah dengan sikap mereka yang sama keras kepala,
'Ya ampun,bagaimana nasib keluarga ini jika dua Butiran debu ini tidak berhenti berkelahi***'
.
.
Episode 19
Suasana rumah menjadi lebih ramai sejak Kak Ken menginap. Kak Lucas selalu bertengkar dengannya hanya karna masalah sepele.Tapi,aku sering melihat Kak Lucas tersenyum saat bertengkar dengan Kak Ken,hal itu membuatku sedikit lega, karna sejak pulang dari Perang,Kakak tidak pernah terlihat tersenyum sedikit pun dan sibuk dengan urusannya sebagai Kepala Keluarga.
"Sejuknya" gumamku merasakan hawa dingin malam di taman walau salju masih turun sambil berjalan jalan malam karna tidak bisa tidur,
"Lily,kenapa kau tidak masuk?" Tanya Kak Ken yang datang dari belakang,
"Kak Ken,aku hanya tidak bisa tidur jadi hanya ingin berjalan jalan malam" jawabku,
"Tapi jangan terlalu lama,kau bisa demam" ucap Kak Ken sambil memakaikan jaketnya padaku,
"Terimakasih Kak,sebentar lagi aku masuk" ucapku,
"Baiklah kalau begitu mau mu,aku akan menemanimu sampai kau ingin masuk" jawabnya,
"Baiklah" ucapku,
"Oh ya Lily,aku ingin memastikan sesuatu. Aku dengar kamu bertunangan dengan Levi ya?" tanya Kak Ken,
"Levi?ah maksud kakak Ian?" tanyaku balik,
"Mungkin.Aku memanggil nya Levi saat kami bertemu di Pelabuhan negara Flopia 7 tahun lalu" jelas Kak Ken,
'Memanggilnya dengan Levi seperti bertemu Husbu anime' pikirku
"Iyaa,sudah beberapa bulan yang lalu" jawabku,
"Begitukah.." gumam Kak Ken,
"Ada apa??" tanyaku penasaran,
"Tidak apa apa,hanya saja aku merasa ada yang ganjal dengannya saat bertemu beberapa hari lalu" jawab nya,
"Kakak sudah bertemu dengannya?dimana?" tanyaku,
"Saat pergi ke Duke Ricardo,aku bertemu dengannya dengan arah berlawanan,itu artinya dia baru saja dari sana" jelas Kak Ken agak curiga,
"Mungkin saja ada urusan dengan Tuan Duke,mereka saling menopang kak" ucapku agar kakak tidak berburuk sangka pada Ian,
"Sepertinya begitu,tapi tetap saja firasat ku buruk" ucap kakak,
"Lupakan hal itu kak,ayo masuk saja,makin lama sudah makin dingin" ajakku lalu pergi masuk duluan ,
"Hoi Lily! tunggu aku dasar bocah!" ucap Kak Ken dari belakang mengejarku,
/Skip di kamar Lily/
Aku menjatuhkan tubuhku di kasur dan menutup mata sambil memikirkan perkataan Kak Ken,
"Aku tidak ingin berburuk sangka pada Ian seperti itu,tapi..entah kenapa aku jadi agak ragu" gumamku.Lama kelamaan,tanpa sadar,aku pun tertidur lelap
.
.
.
.
Aku membuka mataku pelan,dan merasakan badanku yang sangat ringan.
"Ini dimana?.." gumamku setelah membuka mata,
Apa yang aku lihat didepan mataku membuatku terkejut,sosok gadis berambut panjang berwarna Hitam dan mata berwarna coklat,dia adalah aku di kehidupan sebelumnya..
"Hah?..ini kan aku" ucapku didepan cermin yang menampilkan sosok ku sekarang,sambil meraba raba wajah dan memastikan ini kenyataan atau tidak,
"Dimana ini?" gumamku bertanya sendirian sambil melihat seisi ruangan yang penuh dengan bunga lily berwarna putih,
"Bagaimana rasanya?" suara seorang wanita bertanya padaku,aku menengok kebelakang..seorang wanita berambut putih,mata biru dengan tatapan kosong dan memakai gaun biru muda cerah selutut berhiaskan mawar putih,yang tidak lain adalah Lily.
"L-lily?" tanyaku gagap,
Seketika ruangan berubah menjadi hitam, bunga Lily yang tadinya berwarna putih berubah menjadi warna hitam dengan putik merah darah,
"Aku tanya..bagaimana rasanya menjadi diriku selama ini? menyenangkan? sepertinya kau menikmati kehidupanmu dengan tubuhku sekarang" ucap Lily yang asli dengan nada dingin dan menusuk,
"Bukan seperti itu!aku tidak tahu bagaimana bisa masuk kedalam tubuhmu.Seingat ku, aku pun sudah mati tertabrak.." jelasku,
"Sepertinya kau benar tetapi..apakah kau senang telah memasuki tubuhku?" tanya Lily dengan jelas dan menekan,tatapnya sangat dingin dan tajam,
"Kau mengambil semuanya dari ku.. Ayah,Ibu,Kakak,Rina,bahkan Levian!!kau mengambil semua yang seharusnya menjadi milikku! Popularitas..Martabat..Kasih sayang yang seharusnya menjadi milikku..Kau mengambil semuanya!!!semua itu milikku!!!" ucap Lily yang terdengar sangat tersiksa,
"Iya benar..itu semua milikmu..aku tidak punya apa apa..hanya anak malang yang lahir dari keluarga harmonis selama 10 tahun..dan 13 tahun menjadi anak yang sengsara..semua yang kulakukan salah..tidak ada yang benar dalam kehidupan ku!!sekali nya dapat keberuntungan..AKAN KU GUNAKAN DENGAN BAIK BAIK TANPA MENDAPAT PENYESALAN!!" Ucapku emosi sambil menangis pada Lily. Lily melihatku dengan sangat terkejut,
"Jika saja aku tidak masuk ketubuhmu..aku pasti akan bahagia bersama Ibu dan Ayahku diatas sana..aku bisa bertemu dengan mereka lagi..aku bisa bahagia dengan mereka lagi..aku bisa memeluk mereka seperti dulu..Andai saja kau tidak mati karna racun..Aku pasti akan bersama dengan mereka lagi..SEMUA INI ADALAH SALAHKU!SEHARUSNYA AKU TIDAK HIDUP BUKAN?!KATAKAN IYA!!AKU TIDAK SANGGUP LAGI MENJALANI HIDUP YANG PENUH SENGSARA SEPERTI DULU!" lanjutku dengan emosi yang sudah memuncak,
"Jika kau marah karna aku mengambil tubuhmu..aku minta maaf...Memang seharusnya sejak awal aku tidak dilahirkan..aku hanya anak biasa yang mengharapkan kasih sayang..aku bahkan tidak ingat wajah..atau suara ayah atau ibuku sendiri..sejak dulu ingin sekali aku mati meninggalkan dunia ini..setidaknya biarkan aku hidup tenang..kehidupanku tidak ada artinya..aku hanya anak biasa yang mengharapkan kasih sayang dan cinta.." lanjutku dengan senyum terpaksa sambil menangis lebih banyak,
"Aku..tidak paham apa yang kau rasakan..maafkan aku" ucapnya sambil menangis dibalik poni yang menutupi wajahnya,
"Eh?..",
"Sejak awal aku terlalu naif..seandainya aku paham kasih sayang mereka,aku tidak akan menyia-nyiakan mereka.." ucapnya sambil menghapus air matanya,
Lalu,bunga bunga Lily tadi berubah kembali menjadi putih,ruangan pun kembali seperti semula,
"Lily?" gumamku memastikan Lily,
"Terimakasih Cika..karna kisahmu lah..aku paham perbedaan hidup dengan haus kasih sayang dan hidup dengan menyia-nyiakan kasih sayang yang ada.." ucap Lily sambil tersenyum kearahku,
Dia pun mendekati ku lalu menggenggam kedua tanganku dengan erat,
"Cika,aku titipkan kedua kakakku padamu,jagalah mereka menggantikan ku,aku sangat menyayangi mereka berdua.." ucapnya sambil tersenyum dengan air mata yang masih membasahi pipi nya,
"Baiklah..aku akan melakukannya untukmu" ucapku meyakinkannya,
"Terimakasih banyak" ucapnya yang terdengar sangat tulus,
"Aku harap kita bisa bertemu lagi" ucapku,
"Kita bisa bertemu saat kau bermimpi,jadi kita akan bertemu setiap malam" ucapnya,
"oh begitu" ucapku bingung dan tampang bodoh,
"Huhu,jaga dirimu baik baik ya" ucap Lily,
"Tentu saja" ucapku,
"Kalau begitu,sampai jumpa lain kali" ucapnya melepaskan genggaman lalu melambaikan tangannya,
Saat aku membuka mata,langit langit kamar yang tidak asing bagiku terlihat jelas. Kamarku sudah terisi cahaya dari matahari pagi,dan jendela kamarku berembun karna suhu dingin,
"Mimpi yang sangat nyata, sepertinya memang benar nyata..aku merasa bersalah pada Lily" gumamku sambil melihat jendela luar.Tak lama kemudian, seseorang mengetuk pintu kamarku,
"Lily,ini Kakak" ucap Kak Lucas dari luar kamar,
"Masuklah Kak" ucapku lalu Kak Lucas masuk dengan ekspresi yang tidak bisa ditebak,
"Ada apa kak?" tanyaku keheranan,
"Dimana pelayanmu itu?" tanya kakak mendekatiku lalu duduk di samping kasur,
"Kemarin dia bilang akan pergi pulang sebentar sebelum aku bangun,kondisi ibunya memburuk" ucapku,
"Aku tidak yakin.." ucap Kak Lucas,
"Kenapa??" tanyaku bingung,
"Aku meminta seorang kstaria mengikutinya karna dia pergi saat subuh,dan barusan ksatria itu kembali dan berkata kalau Rina pergi ke Duke Ricardo" ucap Kak Lucas serius,
"Mungkin Ibunya bekerja disana,dan dia menggantikan ibunya bekerja" ucapku mencoba meyakinkan kakak,
"Jika memang seperti itu,seharusnya dia bekerja di satu wilayah dengan ibunya" ucap kakak curiga dengan Rina,
"Sudahlah Kak,mungkin Ibunya tidak tahan dengan suhu dingin di wilayah kita" ucapku,
"Benar juga" ucap Kakak mulai tenang,
"Emm, Lily,apakah kau tau Duchess Ricardo?" tanya Kakak,
"Tidak,karna beliau tidak pernah memperlihatkan diri bahkan di pergaulan bangsawan" ucapku,
"Tidak ada yang tahu sosoknya,bahkan aku yang merupakan pengikut Duke Ricardo tidak pernah melihat Duchess" ucap Kak Ken yang tiba tiba datang,
"Kak Ken/Ken" ucapku dan Kak Lucas bersamaan,
"Banyak yang bilang kalau Duchess memiliki penyakit kronis yang membuatnya susah menggerakkan tubuh, katanya dia seperti itu sejak Putrinya lahir" jelas Kak Ken,
"Putri??" tanyaku,
"Benar,aku pernah bertemu dengannya sekali,tetapi dia memakai sebuah tudung untuk menutupi rambutnya,jadi aku hanya melihat matanya yang se-merah darah mirip dengan Duke Ricardo" ucap Kak Ken,
"Rina juga punya mata merah,tetapi tidak mungkin Rina adalah anak dari Duke Ricardo" ucapku,
"Sepertinya begitu" ucap Kak Lucas dan Kak Ken bersamaan,
"Pfft,kalian ini.Keluarlah aku ingin mandi lalu sarapan bersama kalian" ucapku,
"Baiklah, cepat ya" ucap Kak Lucas lalu beranjak keluar bersama Kak Ken,
Sebelum sampai di pintu,kepala pelayan datang menyampaikan sebuah pesan,
"Permisi Tuan dan Nona,saya ingin menyampaikan pesan dari Tuan Muda Levian yang baru saja sampai" ucap Kepala Pelayan,
"Cepat katakan" ucap Lucas,
"Beliau meminta Nona Lily datang ke Grand Duchy Darvin besok,
"Kenapa tiba tiba?" tanyaku,
"Saya tidak tahu Nona,Tuan bilang urusan mendesak" ucap Kepala pelayan,
'Ada apa ya tiba tiba? perasaanku tidak enak'
Bersambung...
Halo semua⊂((・▽・))⊃✨author up nya telat ih-,_- niatnya mau cepet cepet tapi tugas numpuk kek gunung Everest 🗿💔 pengen up 3x sehari tapi waktunya gak cukup😞tapi gapapa:3 author up 2 hari sekali atau 1 hari sekali UnU ✨jangan lupa promot🗿(canda) sekian dulu ya terima gaji 🗿✨