Vita Nova

Vita Nova
Episode 95 "Racun"



Flashback


"Bubur ayam buatan Damian tidak enak.Aku mau buatan Cika!"


Hari ini Ian menggantikan Lily memantau kondisi Zergan.Sudah 4 hari berlalu sejak Zergan terkapar lemas di ranjang.Sihirnya juga perlahan pulih seiring berjalannya waktu walau tidak terlalu cepat.Selera makan Zergan makin bertambah setelah pulih.Tapi sayangnya,dia menyisakan makanan yang dibuat di kuil suci karna tidak sesuai dengan lidahnya.


"Yang Mulia,Lily sedang pergi,bagaimana bisa anda memakan masakannya?" tanya Ian datar.


"Kau ini menyebalkan sekali!Buatkan makanan untukku!" jawab Zergan yang masih emosi.


"Baiklah."


"Eh?"


'Dia bisa memasak?'


.


.


Episode 96


"Putri,Tuan Putri Silviana dan Pangeran Arta datang berkunjung."


"Aku akan menyambut mereka,tolong siapkan camilan dan teh."


"Baik,Tuan Putri."


Yesra segera menghampiri Silviana dan Arta yang sudah menunggunya di depan pintu istana. Sebelumnya,Yesra sudah mengundang mereka untuk menghabiskan tea time bersamanya. Ia juga mengundang para putri dan pangeran yang lain.


"Silvi! Arta!"


"Oh? Salam kepada Tuan Putri Yesra."


Yesra sangat girang menyambut mereka.Tidak lama setelah itu para putri dan pangeran yang lain juga datang.


Untuk Yesra dan Silviana mungkin ini sekedar perbincangan biasa,tapi untuk putri yang lain ini adalah perjamuan dimulainya persaingan antara mereka.


"Putri,apakah anda sudah lama dekat dengan Baginda??" tanya Evelyn.


"Bisa dibilang begitu.Kak- ekhem,Baginda sudah dekat dengan saya sejak kecil. Kami sering bermain bersama kakak-kakak saya juga." jawab Yesra.


"Apakah Baginda sudah setampan itu sejak kecil?" tanya Claudia girang.


"Saya tidak terlalu memperhatikan perubahan wajah kakak-kakak dan Baginda,tapi beliau sudah jadi incaran banyak gadis sejak kecil,begitu juga dengan kakak-kakak saya.Bahkan pernah ada kejadian dimana seorang gadis hampir bunuh diri demi mendapat cinta baginda."


Para pangeran dan putri tertawa mendengar cerita Yesra.Para pangeran juga penasaran kemampuan berpedang Felix dan Ian yang sudah begitu terkenal di seluruh penjuru negeri.


"Saya ingin tahu siapa yang akan menang jika baginda dan Grand Duke Darvin duel.Apakah anda pernah melihatnya,Putri?" tanya pangeran Shavad.


"Eh?Soal itu.." . Para putri dan pangeran bingung kenapa Yesra tampak bimbang.


"Perbedaan skill bertarung mereka yang sama-sama besar,dan selama 20 tahun terakhir tidak pernah ada yang menang diantara mereka setiap duel."


"Yusto?"


Yusto baru saja kembali dari pertemuan petinggi dan langsung mendatangi gazebo Yesra.


"Eh?? Kalau begitu bagaimana dengan Grand Duke Everon?" tanya Pangeran Chaster.


"Bisa dibilang sama halnya dengan Baginda dan Grand Duke Darvin. Mereka bertiga adalah Raja Perang dengan kemampuan berpedang yang luar biasa hebat.Terlebih para Grand Duke yang memimpin Pasukan Khusus 1 dan 2.Kekuatan pasukan kekaisaran begitu kuat dibawah pimpinan mereka." jelas Yusto santai sambil menikmati teh.


Semua orang terbengong.Mendengar cerita yang beredar sudah membuat mereka penasaran,dan sekarang Yusto memperjelas kekuatan mereka bertiga. Pangeran begitu heboh ingin mencoba berduel sekaligus latihan bersama mereka.


"Oh ya. Pelayan,bawa kertasnya kemari."


"Baik,Pangeran."


Beberapa lembar kertas tertata di atas nampan.Yusto mengambil kertas itu dan membagikannya.


"Ini adalah acara selama 1 bulan kedepan selama pemilihan calon permaisuri. Mengingat posisi putra mahkota yang sekarang sudah menjadi kaisar maka calon putri mahkota langsung diganti menjadi calon permaisuri." jelas Yusto.


"Oh ya,baginda kaisar akan menghapus gelar ratu dan menggantinya dengan permaisuri.Ini permintaan keluarga ibu suri." lanjut Yusto.


"Apakah kakak sudah mendapat kabar dan agenda ini?" tanya Yesra.


"Sebentar lagi pasti akan sampai padanya." jawab Yusto.


"Ugh.."


"Putri Demiera,apakah anda baik-baik saja?? Wajah anda pucat sekali.." tanya Remina.


"Saya tidak apa-apa.Saya permisi kembali,Tuan Putri.Maafkan saya." jawab Demiera.


Yesra tampak sangat cemas, begitupun Shavad yang segera membantu adiknya berdiri.


"Putri Demiera,maafkan saya mengundang anda ke acara ini padahal tubuh anda sedang tidak baik-baik saja." ucap Yesra.


"Terimakasih put- uhuk!"


"?!"


Semua orang panik begitu darah keluar dari mulut Demiera. Yesra segera meminta pelayan untuk menyiapkan kamar dan memanggil tabib istana secepat mungkin.Shavad yang panik segera membawa Demiera ke kamar Yesra.


.


"Para pangeran dan putri sudah kembali ke istana masing-masing dan tidak diizinkan keluar selama pemeriksaan,Baginda.Para pelayan juga sudah diamankan.Karna bantuan Putri Evelyn tentang obat-obatan,para tabib bisa mengetahui akibat dan obat untuk Putri Demiera."


"Kerja bagus.Lanjutkan penyelidikan dan panggil Grand Duke Everon untuk membantu kalian.Aku tidak akan membiarkan hal licik seperti ini terjadi lagi."


"Baik."


Demiera terbaring lemas di istana Yesra. Shavad duduk di sebelah Demiera sambil terus berharap adiknya segera siuman.


"Baginda."


Felix langsung berbalik badan kearah suara yang memanggilnya.Yusto membawa sepucuk surat ditangannya.Lambang kuil suci.


"Ini dari kakak. Setelah peninjauan kembali dan penyelidikan di menara sihir,dia langsung kembali dan mengirim ini.Dan juga.."


"Ini adalah sedikit bagian dari sihir asing yang menyerang pelindung.Detailnya ada di surat ini " jelas Yusto memberikan surat dan botol itu.


"Terimakasih,Yusto.Bagaimana laporan terbaru tabib tentang racun itu?" tanya Felix.


"Kemungkinan Putri Demiera akan bangun sebentar lagi.Efek obat yang diberikan Putri Evelyn juga sangat manjur.Beliau ahli dalam bidang seperti ini." jawab Yusto agak curiga.


"Alkimia.."


"Ada apa,baginda?"


"Selidiki Putri Evelyn terlebih dahulu. Jangan tinggalkan celah sedikitpun.Aku pergi dulu."


"Baik."


Sementara itu,di Kuil Suci.


"Zergan,apa kondisimu sudah baik-baik saja??"


"Fisikku sangat baik,hanya saja kekuatan sihirku belum sepenuhnya pulih.Tidak apa-apa."


"Syukurlah."


Lily baru saja kembali dari menara sihir.Begitu ia sampai Ian sudah pergi meninjau lagi.Karna tidak mau hal tidak diinginkan terjadi saat upacara pengangkatan permaisuri,mereka berkerja sangat keras demi kedamaian kekaisaran.


"Zergan,apakah ada cara agar sihir cahaya ku lebih kuat lagi? Aku tidak bisa diam saja seperti ini.." ucap Lily sedu.


"Ada."


"Bagaimana?!"


"Melakukan latihan selama kurang lebih 1000 tahun." balas Zergan penuh senyuman polosnya.


"AKU SERIUS!"


"Aku tidak tahu.Coba kau tanyakan saja pada Vel.Bukankah dia 'istimewa'."


"Aku tidak tahu cara menghubunginya."


Zergan menatap datar ke arah Lily.Entah Lily yang lupa atau sengaja melupakannya.


"Aku merasakan sihir luar biasa si kamar mu di mansion.Sepertinya berasal dari laci." ujar Zergan kembali berbaring.


"Eh?"


"Kalung."


"Kalung?..OH! Tapi..apakah bisa?"


"Dengan kekuatan sebesar itu pasti 'dia' sengaja agar bisa memantau mu dan membuatmu bisa menghubunginya."


"Benar juga! Kenapa aku tidak memikirkan itu?"


"Karna kau lambat,dan-AKH!


"Ucapkan hal itu sekali lagi maka telingamu akan berubah menjadi telinga elf! Aku pergi dulu!"


Istana Kaisar


"BAGINDA! PUTRI DEMIERA SUDAH SIUMAN!"


"Benarkah?! Aku akan segera kesana."


Felix segera pergi ke istana Yesra.Begitu masuk,ia melihat Yesra sudah menunggunya.


"Baginda,akhirnya anda datang!" ucap Yesra senang.


"Apakah Putri Demiera masih disini?" tanya Felix.


"Benar.Mari saya antar."


"Terimakasih,Yesra."


Yesra segera mengantar Felix ke kamar dimana Demiera terbaring. Begitu sampai, tampak Demiera yang sudah siuman walau masih tampak lemas.


"Putri.Anda baik-baik saja?" tanya Felix langsung menghampiri Demiera.


"Saya baik-baik saja,Baginda. Terimakasih sudah mengkhawatirkan saya." jawab Demiera masih lemas.


"Berterima kasihlah pada Yesra dan Putri Evelyn yang sudah khawatir dan melakukan yang terbaik." balas Felix.


"Terimakasih banyak putri Yesra. Karna kalian saya masih bisa bertahan. Maafkan saya karna telah mengacaukan tea time anda,Putri Yesra." ucap Demiera.


"Itu tidak masalah.Asalkan anda baik-baik saja saya juga lega.Ini kesalahan saya anda jadi terbaring lemas begini." ujar Yesra merasa bersalah.


"Tidak,Tuan Putri.Tolong jangan salahkan diri anda sendiri. Masih belum diketahui siapa pelaku yang meracuni adik saya. Saya yakin kan anda tidak bersalah dalam kejadian ini." ucap Shavad.


"Terimakasih banyak,pangeran."


Melihat keakraban Yesra dengan Shavad.Demiera tampak berseri-seri sekaligus geli melihat tingkah kakaknya yang bisa menjaga martabat.Disisi lain hawa panas berkumpul di sekitar Felix.


"Pangeran Shavad,saya ingin mengajukan 'latih tanding' dengan anda, apakah anda menerima nya?" tanya Felix dengan senyum.


"Anu..baginda,saya.."


"Bagaimana?"


"B-baik.."


Shavad merasakan hawa tidak enak tertuju hanya ke arahnya.Keringat dingin bermuncul entah apa penyebabnya.


'Ya ampun kak Felix..'


'SEMANGAT KAK SHAVAD!'


Bersambung...