
Flashback
Lily terbangun dari tidurnya,hawa panas menyelimuti tubuhnya,
'Panasnya..'
Lily beranjak dari kasurnya dan berjalan menuju balkon.Angin bertiup tenang,langit jingga yang indah terpantul pada kolam air mancur,
'Suasana ini..aku merasakan dejavu yang tidak asing..'
Lily mengingat saat ia dan Ian menghabiskan waktu bersama di desa Grand Duchy 4 tahun lalu,tapi rasa sakit menyerang kepalanya,
"Kenapa tubuhku selemah ini..",
"Lily!!Kami pulang!"-Bel
"Eh?..Vel?..Bel?"
"Eh?Lily?!"-Vel
.
.
Episode 59
"Kenapa wajahmu pucat seperti ini?!Matamu juga bengkak.." Vel panik melihat kondisi Lily yang tidak baik-baik saja,
"Ah..apakah aku menangis saat tidur?..maaf" Lily mencoba menutupi wajahnya dari Vel dan Bel,
"Lily, kenapa kau menangis?.." tanya Bel sambil menggenggam kedua tangan Lily,
"Soal itu..Grand Duke Darvin..beliau sudah meninggal.." jawab Lily menahan air matanya,
"Eh?!M-maksudmu ayah Ian?!Kapan?.." tanya Bel,
"Kemarin..saat aku tiba disana untuk melihat menara sihir,aku hendak menyapa Grand Duke dan Grand Duchess setelah sekian lama..tapi aku tidak menyangka hari itu adalah hari terakhir aku bisa melihat Grand Duke..dan tadi pagi sudah dimakamkan di makam keluarga Darvin..lalu tepat saat siang hari,Ian dinobatkan menjadi Grand Duke Darvin selanjutnya langsung di istana..dan aku pulang setelah pelantikan Ian dan tidur untuk istirahat..saat bangun aku merasa panas,dan ternyata hari sudah sore" jawab Lily menjelaskan semuanya,
"Begitu ya..apakah beliau menitipkan pesan padamu" tanya Vel,
"Iya..beliau berkata sesuatu padaku sebelum pergi.. katanya..beliau berharap besar padaku..lalu berterimakasih dan.. minta maaf" jawab Lily sedikit gemetar,
"Minta maaf?untuk apa?" tanya Bel penasaran,
"Aku juga tidak tau.." jawab Lily lemah,
"...kau pasti belum makan siang kan?Lebih baik kita makan dulu, sebentar lagi makan malam siap.. ayo Lily" ucap Vel mengulurkan tangannya pada Lily,
"Lily bersamaku!!Jangan mengambil nya!!" ucap Bel memeluk Lily erat erat dan menatap tajam ke arah Vel,
"B-baiklah,aku mengerti!",
Lily memanggil Jeremy dan memintanya menghampiri Fei dan Lucas untuk makan malam bersama mereka bertiga.
/Di ruang makan,
"Lily apa kau benar-benar tidak apa apa?Kakak khawatir kondisimu akan memburuk..", tanya Lucas cemas melihat Lily yang pucat dan tampak lelah,
"Tidak apa-apa,aku akan segera pulih lagi,tenang saja kak" jawab Lily tersenyum tipis,
"Kalau ada masalah katakan saja padaku,aku akan membantumu sebisa ku" ucap Lucas,
"Iya kak,terima kasih" balas Lily,
"Lily,makan lah yang banyak agar tenaga mu cepat pulih" ucap Vel dengan mulut yang penuh makanan,
"Bagaimana bisa dia makan banyak jika kau makan semuanya seperti itu?!" tanya Bel geram,
"Kenapa?!Kan masih banyak makanan!" balas Vel ikut kesal,
"Jangan rakus!",
"Lily juga tidak masalah!!",
"Itu karna dia kasihan padamu!"
"Apa maksudmu?!"
"Diamlah kalian berdua!!", Lucas mulai ikut kesal dengan tingkah Vel dan Bel,dan mereka berdua langsung terdiam begitu Lucas berteriak.
Lily hanya tertawa kecil melihat kelakuan mereka.Disisi lain,Fei tampak murung dan tidak bersemangat,
"Kak Fei?Ada apa?" tanya Lily cemas,
"E-eh?!Tidak apa-apa..aku hanya sedang memikirkan sesuatu.." jawab Fei ragu,
"Apa yang kau pikirkan Fei?..Apa kau sakit hm?" tanya Lucas cemas pada Fei,
"Aku tidak apa-apa,mungkin aku sedikit lelah.." jawab Fei sambil menggenggam tangan Lucas lembut,
"Baiklah..", 'Entah kenapa akhir-akhir ini Fei agak aneh..',
Selesai makan malam,Lucas mengantar Fei ke kamarnya.
"Apa kau ada masalah?Akhir-akhir ini kau juga agak murung...ada apa?" tanya Lucas,
"Sebenarnya..aku merasa hampa..padahal Lily selalu berbuat baik padaku,dia sudah menganggap ku kakaknya sendiri.." jawab Fei sambil menyenderkan kepalanya ke dada Lucas,
"Sepertinya aku terlalu mengabaikan mu..maafkan aku" ucap Lucas dan memeluk Fei,
"Tidak apa-apa,aku paham kamu sibuk,tapi..",
"Aku akan menemani mu malam ini,maka dari itu istirahat lah" ucap Lucas sambil mengusap pipi Fei lembut,
"Baiklah..",
/Disisi Lily,Vel,dan Bel
Lily hendak kembali tidur setelah minum obat dan atas desakan Vel dan Bel yang memintanya istirahat penuh sampai besok.
"Lily,kau harus istirahat penuh.Pekerjaan mu yang menumpuk akan kami selesaikan,jadi tenang lah" ucap Bel yang duduk diseblah ranjang Lily berbaring,
"Benar, jangan terlalu dipikirkan,Ian juga akan melakukan yang terbaik untukmu kan? Percaya lah dengan hal itu" ucap Vel,
"Tapi kau sendiri tidak percaya padanya" sindir Bel,
"Aku mengungkapkan sudut pandang Lily!" balas Vel,
"Tentu aku percaya padanya..walau belum sepenuhnya,tapi aku yakin Ian akan membantuku kapan saja" ucap Lily dengan senyumannya yang manis,
"Entah aku yang terlambat menyadari nya atau tidak,tapi Lily..kau benar-benar sangat cantik ya" ucap Bel dengan polosnya,
"Akh-!" Vel langsung memalingkan wajahnya yang merah dari Bel dan Lily,
"Kenapa kau yang malu?!" tanya Bel kesal,
"Kenapa kau terus-terusan marah padaku?!" tanya Vel balik,
"Terimakasih Bel,kalau begitu.." Lily menggenggam tangan Bel dan Vel lalu tersenyum tipis,
"Selamat malam.." ucap Lily lalu tertidur pulas.
Vel dan Bel sedikit terkejut,tapi mereka membalas senyuman Lily dengan senyuman berkat mereka berdua,
"Selamat malam juga..Cika"
/Disisi Ian di Grand Duchy,
Ian berdiri di dekat jendela kamarnya sambil menatap bulan yang tampak sangat terang di langit yang cerah,
Sesaat, seseorang mengetuk pintu kamar Ian,
"Masuklah",ucap Ian singkat dan datar,
"Kakak!" Yesra datang ke kamar Ian malam itu sambil membawa bantal,
"Kenapa?" tanya Ian menghampiri Yesra,
"Bolehkan aku tidur bersama kakak?..aku takut" jawab Yesra,
"Kenapa tidak dengan ibu saja?" tanya Ian heran,
"Ibu mengurung diri seharian..aku tidak mau mengganggu nya" jawab Yesra sedih,
"Baiklah..aku akan tidur di sofa,kau tidur saja dikasur" ucap Ian,
"Eh?!Tidak mau!Aku mau tidur dengan kakak!" rengek Yesra,
"Yesra,kau itu sudah 21,apakah normal tidur berdua dengan kakak sendiri itu hal wajar?.." tanya Ian agak muram,
"Dulu kita juga melakukannya!Bersama Yusto,Ibu dan..ayah.." Yesra sempat bersemangat,tapi tiba-tiba kembali murung.
Sedingin-dinginnya Ian dan secuek apakah dia, pasti tidak tega melihat adiknya murung seperti itu.
"Hah..sebagai gantinya,bagaimana kalau kapan-kapan kita piknik berempat?" tanya Ian sambil mengusap kepala Yesra,
"Hum..baiklah!Janji?",
"Hm,janji",
"Hehe, terimakasih kakak!"
Yesra kembali ke kamarnya,dan Ian hanya bisa melihat punggung Yesra yang berjalan menjauh darinya,
'Apakah Yesra sudah sebesar itu?..tidak,dia tetap anak-anak..' batin Ian sambil tersenyum tipis,
"Lily..aku sudah merindukan mu.." gumam Ian kembali menatap bulan.
/Kembali ke sisi Vel dan Bel,
"Tristan,kapan kau akan memberikan hadiah itu pada Lily?" tanya Bel,
"Saat waktunya sudah tepat,untuk sekarang lebih baik kita ikut mencari tau soal masalah kristal mana" jawab Vel serius,
"Eh? Kristal mana? Darimana kau tau itu?" tanya Bel heran,
"Aku tidak sengaja membaca laporan yang tiba dari Kuil Suci tadi,dan katanya Kristal Mana sedang bermasalah dan itu mempengaruhi portal antar wilayah-Ibu kota" jawab Vel,
"Tapi Lily mondar-mandir dari wilayah-ibu kota dengan portal kan?kalau tidak,sudah pasti sekarang dia masih dalam perjalanan ke Grand Duchy Darvin" ucap Bel,
"Iya,tapi aku merasakan sihir putih dari aksesoris di rambutnya",
"Maksudmu jepit rambut itu?aku juga merasakan sihir putih yang samar-samar dari sana",
"Hmm, sepertinya besok aku harus ke Grand Duchy Darvin untuk mewakili Lily memeriksa Kristal Mana",
"Kalau begitu aku ikut",
"Tidak,kau harus disini untuk menjaga Lily,dan bantu dia mengerjakan pekerjaan nya yang menumpuk",
Bel sedikit murung karna tidak diperbolehkan Vel ikut dengannya.Vel tersenyum tipis dan mengusap kepala Bel,
"Aku serahkan Lily padamu,kau bisa melakukannya kan?",
"hum..iya",
"Terimakasih"
/Skip pagi
"Bel,dimana Vel?Aku tidak melihatnya sejak pagi" tanya Lily pada Bel,
"Vel?Ah,dia sedang pergi jalan-jalan", jawab Bel,
"Begitu kah?Tumben",
"Nona,Lady Fei mencari anda" ucap Rina dari ambang pintu,
"Kak Fei?Baiklah aku akan segera kesana",balas Lily beranjak pergi,
/Disisi Vel,
Vel sampai langsung dikediaman Grand Duke Darvin yang sekarang dijabat Ian.Aura kediaman Grand Duke Darvin lebih menekan dibanding yang Vel kira,
"Akhirnya aku tiba juga" ucapnya begitu sampai di halaman depan,
"Hwaaa!!Siapa?!" Yesra yang sedang jalan-jalan di depan, terkejut melihat Vel yang tiba-tiba muncul,
"Eh?!A-ah!maaf",
"SIAPA KAU?!PENCURI?!"
'Siapa pencuri yang masuk terang-terangan begini?..' batin Vel,
"Aku Vel,tangan kanan Lily" ucap Vel dengan tatapan datarnya,
"Tangan kanan?..AKU TIDAK PERCAYA! TUNJUKAN JATI DIRIMU YANG SEBENARNYA!" balas Yesra emosi,
"Aku sudah bilang kalau aku tangan kanan Lily kan?! Percayalah!" ucap Vel ikut emosi,
"Tidak!Aku tidak akan percaya!Kau muncul tiba-tiba tanpa kereta kuda atau pengawal!mana mungkin aku bisa percaya?!"
"Argh!Kau ini merepotkan sekali!",
"Apa katamu?!"
"Yesra,ada apa kau berteriak?" Yusto datang menghampiri Yesra yang sedang adu mulut dengan Vel,
"Yusto!Pria ini mengaku-ngaku tangan kanan Lily!Padahal dia muncul secara tiba-tiba layaknya angin!" ucap Yesra,
"Tangan kanan Lily??hum?", Yusto menatap Vel lekat-lekat,
'Rambut blonde yang di ikat,dan mata merah ruby?aku tidak pernah melihatnya' batin Yusto,
"Percayalah.." ucap Vel lesu,
"TIDAK AKAN!!" balas Yesra makin emosi,
"Siapa kau?" tanya Yusto,
"AKU SUDAH BILANG KALAU AKU TANGAN KANAN LILY KAN?!!" jawab Vel emosi,
"Jawab jujur!" desak Yusto,
"Benar!" ikut Yesra,
"Hah..aku harus bertemu Ian.." gumam Vel lelah,
"Apa kau mencari ku?",
"Oh kakak!",
'Ian..'
Bersambung...