
Flashback
"Kau juga,aku tidak menyangka kau bisa bertunangan dengan seorang pria mapan!",
"APA MAKSUD MU ITU?!",
"maaf maaf,bercanda Nona,eh bukan karna kau sudah dinobatkan menjadi Marchioness Gradina,maka aku akan memanggil mu Marchioness",
"Aku bahkan tidak menyangka akan mendapat gelar itu..Pendeta Agung bilang itu hanya hadiah kecil..",
"Tentu saja hadiah kecil dari seorang Kaisar",
"Hahaha!" mereka tertawa bersama lagi setelah sekian lama,senyuman selalu terlihat di wajah mereka berdua,mereka tidak menyadari 3 orang memperhatikan mereka dari atas sambil tersenyum,Vel Bel dan Kel.
.
.
Episode 40
Festival untuk memperingati Penobatan Miscess Pertama digelar dengan sangat meriah di Ibu kota,semua orang dari kasta rendah hingga kasta tinggi sangat menikmati festival,bahkan para Pendeta,ksatria dan penyihir ikut serta di festival itu.
Lily dan Ian juga ikut menikmati festival itu berdua,anggap saja kencan.
"Ian!aku mau itu!",Lily menunjuk ke arah toko yang menjual manisan manisan seperti permen dan beberapa coklat,
"Baiklah,aku akan beli tokonya", Ian hendak mengambil kartu cek nya tapi di tahan oleh Lily,
"T-tunggu!Itu terlalu berlebihan!",
"Memangnya kenapa?kau mau kan?aku akan memberimu apa saja yang kau mau" Ian berkata seperti itu dengan nada datar,seolah membeli sebuah toko sama saja dengan membeli sebuah permen,
"Tidak mau!aku tidak suka jika kau terlalu berlebihan" Lily memarahi Ian sambil menggembungkan pipinya, menandakan dia benar benar marah, walau itu tidak berpengaruh dengan Ian,
"Baiklah Marchioness" Ian mencium punggung tangan Lily lembut dan membuat Lily salah tingkah,
"J-jangan panggil aku seperti itu!Aku masih belum terbiasa.." semburat merah tipis terlihat di pipi putih Lily,membuatnya terlihat sangat imut di depan Ian,
"Iya,kalau begitu ayo kita beli,"
"Iya!",
Lily dan Ian menghabiskan waktu berdua di festival itu.Sama seperti mereka berdua,kembar tiga juga sedang menghabiskan waktu bersama di festival,
"Tristan!Belikan aku sate itu!",-Bel
"Hah?beli lah pakai uangmu sendiri",-Vel
"Jangan bicara dengan mulut penuh makanan bodoh.Trisela,kau bisa beli itu dengan uangmu sendiri bukan?",-Kel
"Aku sedang berhemat!",-Bel
"Jadi kau memanfaatkan kakak kakakmu?..kejam sekali..",-Kel
"Kakak harus berkorban demi adiknya",-Bel
"Darimana kau belajar kata itu?.."-Kel
"Siapa lagi?tentu saja Lucas atau Ken,aku tidak pernah mengajarinya seperti itu"-Vel
"Telan dulu makananmu!"-Bel
"Haloo teman teman Marchioness Gradina!" seorang pria berjalan ke arah mereka bertiga dengan sangat bahagia(?)
"Lho?Saint Zergan?"-Vel
"Kenapa anda tahu kami?"-Bel
"Hehee,saya melihat kalian berdua melayang-layang selama penobatan Lily sampai mengintip kami berdua di taman belakang Magaefici,kalian berdua penyihir kan?hebatnya" Zergan masih tersenyum berseri-seri sambil menjelaskan alasannya,
"Dia tampan" Bel bergumam pelan tapi Vel dan Kel mendengarnya dan terkejut,
"Apa yang kau pikirkan?!" Zergan melihat Bel yang menatapnya datar dan muka polos,
"Lady,bolehkan saya tau nama anda?" tanya Zergan pada Bel yang masih menatapnya,
"Nama say-" "Nama dia Bel,Saint Zergan.Umurnya 20 tahun dan dia si bungsu dari kami bertiga, seperti yang Saint lihat,kami bertiga kembar dan saya yang paling tua, perkenalkan nama saya Vel dan pemuda di seblah Bel adalah adik pertama saya namanya Kel" Vel memotong perkataan Bel dan menjawab pertanyaan Zergan dengan senyum yang sedikit dipaksakan,
"Kembar tiga?!Hebat!di dunia ku sebelumnya pasti akan langsung heboh,padahal ada kembar 8 juga" Saint bergumam sendiri sambil membayangkan dunia nya dulu dan tersenyum berseri seri seperti biasa,
"Kembar 8?!seberapa besar perut wanita yang hamil kembar 8?.."-Vel
"Mungkin..sebesar 3 buah semangka?atau lebih besar?.."-Kel
"Itu mudah lho,jika berat bayi normal 3,6kg untuk laki laki dan 2,9 kg-3,4 kg untuk perempuan,tinggal di kali kan saja dengan 8.Di dunia saya dulu ada kasus sama terjadi pada bibi saya,dan 7 anak laki laki dan 1 anak perempuan sebagai si bungsu,dan baguslah mereka lahir normal" Zergan menjelaskan tentang kembar 8 di dunianya dulu,tentu saja wajahnya makin berseri seri membayangkan betapa imutnya bayi bayi itu,
"7 dikali 3,6 artinya..25,2 lalu perempuan 1 3,4 artinya..28,6 KG?!?!" Vel dan Kel syok berat mengetahui berat bayi kembar 8 yang dibicarakan Zergan,disisi lain Bel membayangkan bayi bayi imut itu,
"Benar benar,haaa..imutnya~~" Zergan masih terhanyut dalam angan angannya,sedangkan Vel dan Kel masih pusing memikirkan kembar 8.
/Disisi Lily dan Ian,
Lily dan Ian sedang berjalan jalan di taman lampion yang dipenuhi lampu lampu,sangat ramai para bangsawan dan rakyat biasa disana bersenang senang,
"Ian, bagaimana kondisi Yusto??" Lily bertanya tentang Yusto pada Ian dengan mulut yang masih mengunyah makanan,
"Habiskan dulu makanan mu,kau bisa tersedak" ,Lily langsung menelan makanannya walaupun belum selesai dikunyah,
"Jadi? bagaimana??" Ian menghela nafas dan tersenyum tipis melihat sisa makanan yang berantakan di pipi Lily,
"Dasar bocah,makan saja masih berantakan" Tak pakai lama,Ian langsung membersihkan pipi Lily menggunakan sapu tangannya,Lily sedikit tersipu malu dengan perlakuan Ian padanya,(duh baper,author pun salting)
"Terimakasih",
"Jadi bagaimana kondisinya??",
"Dia baik baik saja,perlahan dia sudah mencoba berdiri dan berjalan walau masih tergantung pada Yesra sebagai tumpuan,tapi itu sudah jauh lebih baik daripada sebelumnya" Ian menjelaskan perkembangan Yusto setelah ujian Lily kemarin,mendengar penjelasan Ian, Lily ikut senang walau sedikit sedih karna tidak bisa memulihkan Yusto sepenuhnya.
"Tidak apa apa,kau sudah melakukan yang terbaik untuk mereka berdua" Ian mencoba menghibur Lily yang masih memikirkan Yusto dan merasa bersalah,
"Tapi..aku bisa melakukan nya untuk Yesra.. tetapi tidak untuk Yusto..",
"Kau sudah tau bukan,sihir mu tidak bisa memulihkan Yusto secara langsung karna di dalam dirinya terdapat sihir Nigreos,dia akan pulih perlahan" Ian mengusap kepala Lily pelan,dan Lily memeluk Ian erat dan menutup matanya,
"Aku harap tidak terjadi hal aneh kedepannya" suara lirih keluar dari mulut Lily,dia menangis pelan di dada Ian,
"Lily,jangan menangis, Yusto akan segera pulih jadi tenanglah" Ian mengusap air mata Lily dan menenangkan nya.Lily hanya bisa percaya kata kata Ian dan menganggukkan kepalanya,
"Baguslah kalau begitu,ayo kita pergi berkeliling lagi,ada acara bagus di air mancur" Ian mengajak Lily berkeliling supaya dia tidak terlalu memikirkan Yusto,
"Baiklah,ayo!",
Ian membawa Lily ke air mancur di tengah kota,tarian tradisional digelar di sekitar air mancur,bahkan banyak orang yang menawarkan makanan gratis disana,
"Hebatnya!aku harap kekaisaran ini selalu damai dan tentram seperti ini" Lily tersenyum lebar menikmati pemandangan di air mancur yang dipenuhi canda dan tawa rakyat Kekaisaran tanpa memandang kasta.Ian ikut tersenyum melihat Lily yang mulai melupakan kejadian Yusto dan bisa menikmati festival dan mengkhawatirkan apa pun,
"Tuan Muda" seorang pengawal menghampiri Ian dan membisikan sesuatu,mendengar kabar yang disampaikan pengawalnya,Ian langsung pergi tanpa memberi tahu Lily,
"Lily!" suara yang tidak asing memanggil Lily dari jauh,
"Hum?Zergan!" Lily menghampiri Zergan yang memanggil nya tadi,diseblah Zergan ada Vel,Kel,dan Bel yang sedang sedikit berdebat,
"Kenapa kau sendirian??" tanya Zergan yang masih mengunyah makanan,
"Aku tidak sendirian,aku bersama i- lho?kemana dia??" Lily menunjuk ketempat dia berdiri bersama Ian tapi Ian menghilang,
"Apa kau bersama tunanganmu??",Zergan memberikan Lily satu tusuk sate dan Lily menerimanya,
"Iya,tadi dia berdiri disebelah ku,tetapi setelah pengawalnya memanggilnya dia menghilang,tapi dia tidak pamit padaku" jawab Lily agak cemberut sambil mengunyah makanan,
"Apa?! dasar pria tidak tahu diri!berani beraninya dia meninggalkan mu sendirian!" Vel yang mendengar kan pembicaraan Lily dan Zergan langsung marah marah dan membuat kehebohan,
"Apa kau mendengar kemana mereka pergi?" tanya Zergan sambil mengunyah sebuah roti keju,
"Tidak,aku hanya mendengar pengawalnya memanggilnya dan tidak tahu kelanjutannya" jawab Lily,
"Begitu ya,kalau begitu bagaimana kalau setelah ini kita mencarinya??akan bahaya jika kau mencarinya sendirian",
"Kau mau membantu?!",
"Tentu saja!apapun ku lakukan untuk sahabatku!" Zergan mulai bangga karna dia bisa berguna untuk Lily kali ini,
"Syukurlah! terimakasih Zergan,aku pikir kau hanya pemuda bodoh yang hanya bisa menggoda wanita" ucapan Lily langsung menusuk Zergan sampai ke tulang,tak bisa dibantah lagi,
"Ayo kita cari dia!" Lily langsung menarik tangan Zergan yang masih mengunyah makanannya dan meninggalkan Vel Kel dan Bel,
"TUNGGU DULU!!KAMI IKUT!!" Mereka bertiga langsung mengikuti arah Lily pergi untuk ikut mencari Ian,
Mereka mulai mencari dari lokasi terdekat sampai ke pelosok kota,hanya saja Zergan mencari Ian di tempat yang tidak terpikirkan,seperti gentong,atap rumah,kamar mandi setiap rumah,dan selokan(bego emang),
"Aneh,aku tidak bisa merasakan sihirnya"-Vel
"Ian selalu menyembunyikan aura dan sihirnya supaya mudah membunuh orang"-Lily
"Hebat juga orang itu,tidak semua orang bisa menyembunyikan aura dan sihirnya bersamaan"-Kel
"Omong omong..Tuan Saint,apa anda benar benar niat mencarinya??"-Kel
"Tentu saja,untuk apa aku ikut mencari jika tidak serius??"-Zergan
"Tapi dia masih mengunyah makanannya dan mencari Ian di tempat yang tidak terduga.."-Bel
Mereka lanjut mencari Ian di beberapa tempat yang belum mereka datangi.Lalu saat Lily memeriksa taman kota,dia mendengar suara Ian di dekat sana,
'Eh?ini..suara Ian!' Lily langsung mencari sumber suara itu dan menemukan Ian sedang berbincang dengan Putra Mahkota di sudut taman,
"I-!?" seseorang menarik Lily untuk bersembunyi,tentu saja orang itu adalah Zergan yang mengikuti Lily sejak tadi,
"Sshtt,diam dulu" bisik Zergan sambil memperhatikan perbincangan Ian dengan Putra Mahkota,
"??" Lily dan Zergan terpaksa menguping pembicaraan Ian dan Putra Mahkota diam diam,
"Aku sudah mencari bukti selama 2 tahun terakhir,tapi karna pengikut pangeran ke 2 adalah orang yang licik,mereka akan menghalalkan segala cara demi pangeran ke 2" ucap Putra Mahkota sambil memberikan beberapa lembar kertas,
"Apa anda memberitahu Baginda Kaisar dan Yang Mulia Ratu??" tanya Ian datar,
"Masih belum,aku perlu mendapat bukti yang lebih kuat"jawab Putra Mahkota sambil memikirkan hal yang serius,
"Aku juga sedikit terkejut,kau bisa langsung datang setelah aku mendapat beberapa bukti lagi tentang kematian Anna",Lily yang mendengar perkataan Putra Mahkota langsung terdiam membeku,
'Anna?..kenapa wanita itu..?'
"Saya tidak bisa membiarkan kasus Anna ditutup tanpa menemukan bukti untuk pangeran ke 2" jawab Ian sedikit dingin,
"Tapi itu sedikit keterlaluan,kau sudah punya tunangan dengan pangkat tertinggi setelah Baginda Kaisar,Yang Mulia Ratu,dan aku Putra Mahkota",Putra Mahkota mencoba mengingatkan Ian tentang Lily,
"Saya..ugh..entah kenapa saya tidak bisa melupakan Anna diwaktu yang sama dimana saya mencintai Lily..",
Air mata keluar dari mata Lily,tatapannya kosong mengetahui fakta yang langsung dikatakan Ian,
"L-Lily?..",
'Bodohnya aku..benar-benar....',
Bersambung..