
*Fl**ashback*
"Sihir Dewa..bisakah aku meminta agar kalian menghilangkan efek samping sihir kegelapan?..aku ingin membantu Ian!Dia adalah keponakan ku!Aku harus menolongnya"
"Saya akan membantu anda" ucap Vel,
"T-tunggu Tristan!Keadaanmu!"
"Tenanglah Trisela,aku hanya menyerap karna sihir ku mulai terbatas.Jika aku menghilangkan efeknya,maka aku mempercepat proses penyebaran kutukan ini"
"Mendekatlah Yang Mulia"
Lily mendekatkan Yang Mulia Ratu ke sisi Vel.Vel menyentuh tangan Yang Mulia Ratu dan menyerap efek samping yang ada.
"Rasa lelahku hilang.." gumam Yang Mulia Ratu.
"Sebentar lagi..kumohon bertahanlah.."
.
.
Episode 69
"Sudah selesai Yang Mulia.."
"Ah..tubuhku benar-benar membaik.Rasanya benar-benar ringan dan kembali seperti dulu"
"Syukurlah"
Yang Mulia Ratu berdiri dari kursi rodanya.Tubuhnya benar-benar sudah kembali seperti semula.
"Terimakasih banyak atas karunia-Nya Dewa Beyola" ucap Yang Mulia Ratu membungkuk hormat pada Vel.
"Aku harap kamu bisa memimpin kekaisaran ini dengan bijak bersama dengan Kaisar sampai akhir hayat kalian" ucap Vel. Bel pun memberi sihir berkat pada Yang Mulia Ratu sesuai isyarat Vel.
"Terimakasih banyak Dewa dan Dewi Agung.Saya akan berusaha sekuat tenaga memimpin kekaisaran ini dengan bijak bersama Kaisar sampai akhir hayat kami" balas Yang Mulia Ratu.
"Jangan beritahukan rahasia kami pada khayalak ramai.Hanya Marchioness,Saint,dan kamu yang tahu." ucap Vel mengingatkan Yang Mulia Ratu.
Yang Mulia Ratu mengangguk,"Saya paham, terimakasih atas pengertiannya Dewa" ucap Yang Mulia Ratu.
"Saya harus pamit sekarang.Kondisi di Grand Duchy pasti sedang kacau balau."
"Baiklah.Bel,gunakan teleportasi mu untuk mengirim Ratu dan Pasukannya ke Grand Duchy..Jangan lupa hubungi para Elf untuk membantu mereka,katakan kalau Dewa Beyola memberi mereka perintah." ucap Vel pada Bel.
"Baiklah!"
/back
"Sial!Apakah Kel masih belum ada kabar?!Waktunya sudah sangat mepet!"
"Sayangnya belum ada.."
"Bel..awasi keadaan di ibu kota sekarang..tapi jangan ke istana.Disana pasti terpasang pelindung anti-sihir"
"Baiklah,aku pergi dulu"
Bel pergi memantau ibu kota.Vel benar-benar tidak bisa berbuat apa-apa.Kutukan itu mulai menyebar ke seluruh tubuhnya.
"Sial..aku tidak bisa menggunakan sihir ku untuk sementara..",
"Cika sudah ditangkap pangeran Arhen.Situasi makin membahayakan.Kel juga tidak ada kabar sama sekali"
Vel melihat tangan kirinya sudah berubah.Dia merasa sangat bersalah karna tidak bisa berbuat banyak.Zergan juga tidak bisa melakukan apa-apa.
'Apa yang terjadi pada Kristal Mana sekarang?..Kejadian ini,akan menggemparkan kekaisaran..'
Di istana,Lily benar-benar di sekap pangeran Arhen.Dia tidak bisa kemana-mana.
"Yang Mulia,kelompok Grand Duke Everon dan para pengikutnya sudah tiba di gerbang istana"
"Benarkah?Cepat juga mereka.Bantai mereka,jangan sisakan satu pun termasuk Grand Duke Everon.Bawakan aku kepalanya"
"E-eh?.." Lily langsung syok mendengar perintah Pangeran Arhen pada bawahannya.Kepala kakak nya akan dipenggal dan dibawa langsung ke Pangeran Arhen.
"Baik!"
Begitu bawahannya keluar,pangeran Arhen melirik Lily sambil tersenyum.
"Kau pasti menantikan kepala kakak mu kan?Tenang saja,aku pasti akan mendapatkannya dan mempersembahkannya untuk lamaran mu nanti" ucap pangeran Arhen dengan nada lembut sambil menyisir rambut Lily kebelakang.
Lily gemetar ketakutan karna kegilaan pangeran Arhen.Dia tidak bisa berbuat apa-apa di posisinya sekarang.Borgol yang ada di tangannya menahan kekuatannya.Singgasana Ratu juga dipasang sihir penguat agar Lily tidak bisa beranjak dari sana.
"YANG MULIA!!"
Salah satu prajurit berlari menghampiri pangeran Arhen dengan wajah ketakutan.
"Sial!Ada apa?Kau menganggu waktuku bersama ratu ku!"
"Maafkan saya Yang Mulia!!S-sekarang..Putra Mahkota dan Grand Duke Everon membantai habis para pasukan!!Lady Arina dan Lady Fei juga sudah ditangkap!"
"Cih!Dasar tidak berguna!Mengganggu saja!"
Pangeran Arhen berdiri dari singgasana dan hendak berjalan keluar.
"Ratuku,aku akan segera kembali,jadi sampai aku kembali tetaplah ditempat mu agar aman" ucap pangeran Arhen pada Lily lalu pergi.
Halaman istana mulai dari gerbang dan seluruh bagian depan sudah dipenuhi darah dan mayat yang bertumpuk di halaman.Sosok mengerikan berjalan di tengah-tengah ombak prajurit bersenjata.Menganyukan pedangnya dengan ringan,menebas para prajurit tanpa pandang bulu.
"Komandan pasukan memang luar biasa ya.Terlebih kakak membantunya disana.Aku tidak mau mengotori tangan ku demi ratuku."
"Apa perlu mengeluarkan para 'uji coba' Yang Mulia?"
"Benar juga.Ini waktu yang tepat untuk menguji kekuatan mereka."
Pangeran Arhen menatap lurus kedepan.Lucas dan Putra Mahkota benar-benar berperang melawan para prajurit yang dikumpulkan pangeran Arhen mati-matian.
"Keluarkan mereka.Biarkan mereka mengamuk diluar sana"
"Baik!"
Tanah bergetar cukup kuat.Sebuah pintu raksasa dari istana terbuka.Makhluk yang sangat besar dan tubuh yang sudah membusuk, dengan tanduk di kepalanya,membawa sebuah gada raksasa muncul dari balik pintu.
"Sial! Makhluk ini pasti bahan uji coba yang dilakukan Arhen!" ucap Putra Mahkota.
"Uji coba?..Jangan-jangan..!Mayat Dwarf dan kutukan itu!" ujar Lucas.
Putra Mahkota mengangguk,"Benar,ini sangat berbahaya.." ucapnya.
Suara gemuruh terdengar di langit.Hujan mulai turun cukup deras.Peperangan di istana masih berlanjut dengan ditambahnya makhluk mengerikan ciptaan pangeran Arhen.
Pangeran Arhen kembali ke ruang tahta.Lily berusaha sekeras mungkin membangkitkan sihirnya.
"Ratuku,apa yang kau lakukan?" pangeran berjalan mendekati Lily.Senyuman lebar nya membuat Lily merinding ketakutan.
"Pangeran, kenapa anda bertindak sejauh ini?.." tanya Lily.Pangeran Arhen terdiam dan berpikir sejenak.
"Kenapa?Tentu saja karna..aku ingin menjatuhkan kekuasaan kakak dan Levian.Aku juga tidak akan bertindak sejauh ini jika kau tidak menolakku waktu itu" jawab Pangeran dengan senyum lebarnya.
"Kenapa aku harus memikirkan itu sekarang?"
"Apa maksud anda 'kenapa' ?!"
"Aku hanya perlu kekuasaan mutlak.Kekuasaan yang menjadikan ku tak terkalahkan,aku bisa memanipulasi semua orang dan menjadikan mereka tunduk dibawah kakiku!"
"Anda melakukan itu semua hanya demi kekuasaan?..apakah anda sudah gila?!"
"Iya aku gila!Aku sangat terobsesi untuk membuatmu menyesal!Haa..ratuku,andai saja kamu memilihku, kebahagiaan mu adalah hal yang sudah pasti"
"Saya tidak akan pernah bahagia bersama dengan anda!"
"..ratuku mulai lancang ya"
"!?"
Pangeran Arhen mendongakkan wajah Lily tepat di depan wajahnya.Tatapan dingin pangeran Arhen seolah menusuk mata Lily.
"Apa aku harus memberi mu hukuman?Sayang sekali jika ratuku kesakitan."
Pangeran Arhen mulai mendekatkan wajahnya hendak mencium Lily.
"T-Tunggu!"
DUAR!!
Pintu ruangan hancur berkeping-keping. Ekspresi Pangeran Arhen berubah kesal.
"Apa lagi sekarang?!"
Sosok pria muncul dari pintu,membawa pedang dengan tekanan yang luar biasa berat.
"Siapa..yang mengizinkan sampah seperti mu menyentuh tunangan ku?.."
Mata biru tua yang tajam dan dingin dan rambut hitam legam.Sosok yang dijuluki 'iblis kekaisaran' benar-benar muncul dengan sosok 'iblis'.
"Ian!"
"Mustahil!Bagaimana bisa kau sampai disini sekarang?!"
"Apakah itu penting sekarang?"
Pangeran Arhen geram dengan sikap Ian.Ia pun mengeluarkan pedangnya dan menantang Ian bertarung.Dari segi kekuatan,Ian dan pangeran Arhen bisa dikatakan sepadan,tapi dalam pengalaman,Ian jauh lebih baik.
"Kita duel saja.Jika kau menang maka aku akan membebaskan tunangan mu" ucap Pangeran Arhen.Matanya terlihat yang sangat menantikan pertarungannya dengan Ian.
"Jika kau kalah maka tunangan mu akan jadi ratuku.Tentu saja kau akan ku usir dari kekaisaran karna menentang ku." lanjutnya.
"Jangan Ian!Kumohon biarkan saja aku disini!Aku baik-baik saja!" ucap Lily mencoba menghentikan amarah Ian.
"Lihat lah,bahkan dia tidak menolak untuk jadi ratuku" ucap Pangeran Arhen.
"Dia hanya akan diam disana,dia tidak akan jadi ratumu sampai kapanpun"
Tanpa basa-basi,Ian langsung menyerang pangeran Arhen secepat kilat.Pertarungan sengit antara pengguna sihir Nigreos dan kutukan raja iblis.Mereka bertarung tanpa jeda dan bahkan sangat cepat sampai-sampai angin di dalam ruangan berubah sesuai gerakan mereka.Dinding-dinding ruangan mulai bergetar.Lily merasakan marabahaya yang akan datang.
'Ini bahaya!Jika mereka terus berlanjut seperti ini,istana utama akan hancur!'
"Bagus Levian!Terus serang!Kau tidak akan pernah mengalahkan ku!" pangeran Arhen benar tergila-gila dengan serangan Ian.
"Kau sangat percaya diri..!" ucap Ian geram.
Pertarungan mereka masih berlanjut.Keadaan makin memanas diantara mereka.
"Menyerah lah Levian,kau tidak akan pernah bisa menang melawanku"
"Sepertinya kau salah mengira,kita masih sebanding sejak dulu"
"Tidak mungkin.Aku yang dulu sudah hebat,tapi sekarang aku jauh lebih kuat setelah menerima kutukan ini"
"Jangan membanggakan hal yang kau curi!"
TRANG!
Pedang mereka saling bertabrakan.Ian dan pangeran mendorong pedangmerekaa sekuat tenaga,menahan serangan.
"Bagaimana kabar Yesra?"
"..kenapa kau menanyakannya disaat seperti ini?"
"Soalnya dia pasti trauma kan,melihat tubuh ibunya yang termakan para iblis ku.HAHAHA!"
'G-grand Duchess..tewas termakan?.. ini pasti bohong kan?!' Lily benar-benar syok mendengar ucapan pangeran Arhen.Begitu juga Ian yang lengah.
"?!"
Pangeran Arhen langsung menyerang Ian berhubung Ian lengah setelah mendengar kata-katanya.
"IAN!!"
Pedang Ian terlepas dari tangannya.Ia tersungkur ke lantai setelah pangeran Arhen menyerangnya dengan kutukan.
"Sekarang,apakah sudah terbukti?" tanya Pangeran Arhen dengan pedang yang sudah siap menusuk leher Ian kapanpun.
"Kau curang"
"Ini taktik kawan.Lagipula sudah tertampang jelas bahwa kau bukanlah tandingan bagiku"
"TOLONG HENTIKAN PANGERAN ARHEN!!JANGAN BERTINDAK LEBIH JAUH LAGI!!",Lily berteriak sekeras mungkin dengan berlinang air mata membasahi kedua pipinya.
Pangeran Arhen yang melihat tangisan Lily malah tersenyum dan berkata,"Aku sangat suka ekspresi mu itu.Sejauh mana kah aku harus menyiksanya?".
Pedang pangeran Arhen berganda menjadi 3.2 pedang di tusukan tepat di kedua punggung tangan Ian.
"Khk-!"
"Ian!!..Pangeran saya mohon jangan lakukan lebih jauh lagi!!"
Tangisan Lily makin deras.Ian tidak bisa menggunakan sihir nya.Pedang pangeran Arhen juga berfungsi menyegel sihir, dan itu sangat berbahaya.
"Ini menyenangkan bukan?..rasa sakit yang perlahan akan membunuhnya.." Pangeran Arhen tampak sangat menikmati penyiksaan terhadap Ian.
"Saya mohon..jangan.."
"Bagaimana ya?Ini masih terlalu awal untuk mengakhiri semuanya.Ah benar! Bagaimana kalau ku tusukan pedang ini ke dadanya?!Pasti menyenangkan bukan?!"
Pedang terakhir di tangan pangeran Arhen sudah siap menusuk dada Ian tepat diatasnya.Ian masih berusaha keras mengeluarkan sihirnya sekuat tenaga.
"T-tidak..jangan lakukan itu pada Ian!"
"Sayang sekali..Selamat tinggal..Levian!"
"TIDAK!!"
Bersambung...