
Flashback
"Pokoknya, kondisi mental ini hanya bisa diredakan,dan tidak bisa distabilkan seutuhnya dengan sihir putih,itu terlalu bertolak belakang" ucap Lily,
"Aku harus memanggil Kel lebih cepat,makin lama situasinya makin membahayakan" ucap Ian,
"Zergan, sepertinya kau juga harus melihat kondisi Kak Fei..dia perlu pengobatan..", ucap Lily pada Zergan,
"Ah..tidak bisa" jawab Zergan,
"Eh?Kenapa??" tanya Lily,
"Aku sudah berjanji pada seseorang,dan rencananya akan berjalan lancar jika aku mengikutinya" jawab Zergan santai,
"Memangnya siapa orang itu?.." tanya Lily murung
"Lucas"
"..bohong"
.
.
Episode 65
"Aku tidak bohong,ada sesuatu yang sejak lama dia rencanakan"
"Apa maksud mu?.."
"Kau akan tau sebentar lagi.Yang Mulia,saya izin undur diri,masih ada tugas yang perlu saya selesaikan" ucap Zergan pada Putra Mahkota,
"Baiklah, terimakasih banyak Yang Mulia Saint" balas Putra Mahkota,
"Saya permisi"
Zergan keluar lebih dulu dari kamar Ratu.Ian melirik Lily yang tampak kebingungan.
"Marchioness,apakah anda baik-baik saja?" tanya Putra Mahkota,
"Iya,saya tidak apa-apa Yang Mulia" jawab Lily sedikit tagu,
Ian mengernyit tidak suka.Ia langsung menghampiri Lily dan memegang pundaknya.Putra Mahkota terlihat kesal, tapi dia tidak bisa mengungkapkan perasaannya di kondisi seperti ini.Apalagi Lily adalah tunangan Ian.
"Lily,lebih baik kita pulang sekarang" ucap Ian,
"Emm,baiklah..Yang Mulia,jika kondisi Ratu terlihat lebih parah,anda harus segera mengirim kabar kepada saya atau Saint Zergan" ,Putra Mahkota mengangguk paham dengan ucapan Lily,
'Aku ingin melihatnya lebih lama..' batin Putra Mahkota,
"Kalau begitu kami permisi Yang Mulia Putra Mahkota",
"Iya,hati-hati diperjalanan"
"Terimakasih"
Lily dan Ian pun pergi meninggalkan Istana Ratu,dan segera pulang ke mansion.
/Disisi yang lain
"Woi,bangun"
Suara seorang pria membangunkan Fei dari tidurnya.Perlahan ia membuka matanya dan mendapati sosok Pangeran Arhen didepannya.
"Ah!Yang Mulia?!"
Fei langsung bangun dari tempat tidurnya.Rasa pusing dan nyeri di kepalanya langsung dirasakannya.
"Sudah kuduga kepala mu pasti sakit.Tapi tidak mengapa,kau akan terbiasa seiring berjalannya waktu." ucap Pangeran Arhen santai,
"Betapa susahnya aku membawamu dari mansion milik Lily sampai ke gubuk ini.Mansion itu sangat luas dan bahkan terlalu mewah untuk seorang Marchioness..cih!" ucap Arina yang duduk di kursi meja makan,
"Sepertinya Lily cukup cekatan menyadari hal seperti itu.Dan juga,dilihat dari bekas cengkraman tangannya di pergelangan tanganmu itu, bisa dipastikan tenaganya cukup besar" ucap Pangeran Arhen sambil melirik pergelangan tangan Fei yang lumayan memar.
"Saya..gagal.. maafkan saya Yang Mulia!" ucap Fei meminta maaf,
"Tidak apa-apa,lagian Grand Duke Everon masih ada di pihakmu kan?Hahaha!!Dia lebih percaya tunangannya daripada adiknya sendiri, menyedihkan sekali" ucap Pangeran Arhen puas,
"Tapi..kenapa anda juga melibatkan keluarga kaisar?.." tanya Fei,
"Aku akan menceritakannya.Aku mendapat kutukan raja iblis saat diam-diam berada di Grand Duchy Darvin.Lalu aku bertemu seseorang dengan telinga runcing,sudah pasti itu bangsa elf yang tersisa.Dia tampak sangat kesakitan menahan sesuatu,lalu aku membantunya.Dia bercerita kalau dia kabur dari rumah nya demi mendapat kekuatan yang lebih kuat dari aura milik bangsa elf.Dia melakukan kontrak dengan raja iblis dan mendapat kutukan.Tapi sayangnya,aura dan kutukan tidak bisa bersatu,dan jiwanya menjadi hancur.Maka dari itu,aku mengambil kekuatan kutukan dari raja iblis dengan memakannya."
"Apa?!?A-anda memakan bangsa Elf?!.." teriak Fei terkejut,
"Dia sudah gila.Awalnya aku juga terkejut" ucap Arina,
"Memangnya kenapa?lagian rasa nya juga enak.Lalu setelah aku memakannya,aku mendapat kutukan raja iblis dan aura milik elf, benar-benar sangat sakit sampai-sampai rasanya mau mati.Dan,aku teringat kristal mana yang menjadi sumber energi portal sihir.Aku mendatangi menara sihir milik Grand Duke Darvin sebelumnya dan meletakan aura serta sebagian kutukan milikku kedalamnya.Secara perlahan kristal itu akan hancur dan sihir akan berpindah ke kristal mana yang lain,sama seperti memakannya.Tapi..nasib Grand Duke saat itu tidak baik ya,dia melihatku dan berusaha membunuhku, untungnya aku merasukinya dengan kutukan dan membuatnya jatuh sakit sampai meninggal.. HAHAHA!!LUCUNYA!!" penjelasan Pangeran Arhen tentang rencananya sejak awal membuat Fei bergetar hebat.Pria yang merupakan Pangeran Arhen didepannya saat ini adalah Psikopat.
"Dan!..Aku berusaha mengendalikan kutukan itu dengan mengorbankan ibuku sendiri sebagai kelinci percobaan.Saat tengah malam aku merasukinya dengan kutukan secara diam-diam lalu pergi.Esoknya ibu tertawa bahagia sampai akhirnya mengamuk dan jatuh sakit.Ibuku yang malang,untungnya aku hanya merasukinya sedikit" lanjut Pangeran Arhen,
"Tapi apa hubungannya dengan Yang Mulia Ratu dan Grand Duke Darvin yang sekarang serta Lily?.." tanya Fei,
"Jika aku merusak Kristal Mana yang menjadi sumber portal sihir,maka kepercayaan rakyat pada Kakak dan Levi akan menurun,reputasi mereka juga akan hancur.Dan jika Ratu mati,posisi ku akan naik menjadi Putra Mahkota karna ibuku menjadi Ratu.Perlahan Kakak dan Levi akan hancur..dengan begitu Lily akan berpikir untuk membatalkan pertunangan,dan dia akan menyesal telah menolak ku!..dengan begitu dia akan berpaling padaku..lalu menjadi Ratu di sisiku..aku akan mendapatkan segalanya!Dan juga..aku akan membebaskan hukuman yang diterima Duke Wilen dan Arina,hahaha!!"
Sekarang Pangeran Arhen benar-benar tampak seperti orang gila.Fei sedikit merinding dengan sikap Pangeran Arhen,tapi dia harus mengikuti nya demi mendapat Vel.
/Di mansion Lily
"Dia tidur setelah minum obat.Kutukannya juga perlahan sudah menjalar sampai ke pundak"
"Gawat..kabar dari Kel juga belum ada.."
"Benar.."
Vel terbaring di tempat tidur karna kondisinya yang tidak stabil.Kabar dari Kel juga belum ada.Bel dan Lily makin resah karenanya.
Disamping itu,Lucas mencari Fei kemana-mana tapi tidak menemukannya dimana pun.Para pelayan juga tidak tau kemana Fei pergi.
'Dengan tubuh selemah itu,dia tidak akan pergi jauh dari mansion sendirian..kalau begitu,ada seseorang yang membantunya' batin Lucas,
Saat mencari Fei di lorong dekat kamar Lily,Lucas melihat Fei keluar dari kamar Lily diam-diam.Merasa aneh dengan sikap Fei, Lucas langsung menghampirinya.
"Kenapa kamu ada disini?" tanya Lucas,
"Ah!!L-lucas..maaf,aku mencari Lily..tapi sepertinya dia tidak ada" jawab Fei agak gagap,
"Dia ada bersama Vel di paviliun" Fei langsung tersentak dan wajahnya muram,
"B-begitu ya.." Lucas diam-diam menatap tajam Fei.Wajah lesu dan tidak bertenaga,dan kulit yang pucat.Bola mata hijau dan rambut merah muda mengingatkan Lucas pada Countess Chartina,ibu dari Fei.
'Mereka terlalu mirip..bahkan sifat nya sama aja licik dan memuakkan..' batin Lucas,
"Kembalilah ke kamar mu, tubuhmu masih lemah" ucap Lucas dengan nada lembut dan khawatir,
"Eh?Umm,baiklah..maukah kamu mengantar ku??"
"Tentu saja,dengan senang hati"
"Terimakasih Lucas!"
Lucas pun mengantar Fei ke kamarnya dengan ekspresi tulus.Iya, tulus yang dipaksakan.
'Sebentar lagi aku akan mengungkap kejahatan keluarga kalian ke publik..tenang saja,ini adalah imbalan atas perbuatan kalian pada ibu dan Lily..'
Flashback di kuil suci
"Oh ya Lucas,entah ini pendapat ku saja atau, sepertinya *kau menyimpan dendam pada Lady Chartina.Apakah aku salah?" pertanyaan Zergan membuat Lucas tersentak,tapi itulah kenyataannya.
"Anda benar" jawab Lucas,
"Kenapa??" tanya Zergan sekali lagi,
"Sebenarnya ini kisah lama.. sekitar 15 tahun lalu.Ibu dari Fei adalah Countess Chartina, beliau adalah teman dekat mendiang ibu sekaligus guru tata krama untuk Lily waktu masih berumur 5 tahun.Waktu itu saya mendengar cerita dari ibu kalau dulu ayah sempat bertunangan dengan Countess,tapi.. Countess mencampakkannya dengan hamil anak diluar nikah dari Count Chartina..Countess bahkan tidak menyesal dan memilih pergi bersama Count daripada meminta maaf pada ayah.Saat itulah ayah tenggelam dalam rasa benci dan muak yang menghantuinya,sampai akhirnya bertemu dengan ibu yang menjadi obat untuk luka ayah..Saat Lily menginjak usia 5 tahun,ibu mencari guru privat untuknya dan mendapat Countess Chartina.Ibu tidak masalah dengan hubungan Countess dan ayah dulunya,dan karna waktu itu ayah jarang pulang kerumah,beliau tidak mempermasalahkan guru privat Lily.Tapi.." kata-kata Lucas berhenti dan wajahnya berubah suram,
"Tapi??" tanya Zergan sedikit merinding,
"Saat itu..ayah pulang..dan Lily berlari menghampiri ayah dengan sangat gembira,begitu juga dengan saya dan ibu yang senang karna kedatangan ayah.Tapi Countess yang melihat itu tampak murka..seingat saya,wajahnya benar-benar menakutkan.Semenjak itu keadaan masih normal..sampai akhirnya ayah kembali sibuk dan jarang pulang,dan waktunya sangat pas saat saya kembali ke akademi.Belum 1 bulan saya kembali,saya mendengar kabar bahwa ibu sedang sakit parah..tapi saya tidak bisa kembali.. begitu juga ayah yang sedang sangat sibuk.Saat masa liburan tiba,saya segera kembali ke kastil dan mengecek kondisi disana..lalu saya mendengar suara cambuk yang sangat keras..saya segera mencari suara itu sambil melihat sekitar..tidak ada pelayan sama sekali.Sampai akhirnya saya melihat Countess sedang mencambuk punggung dan kaki Lily sampai berdarah dan memar..saya yang melihatnya dari celah pintu tidak bisa mengeluarkan suara sama sekali..sampai akhirnya melihat ayah yang baru saja pulang.Saya segera mendekati ayah dan menarik tangannya, memperlihatkan ruangan dimana Lily dicambuk oleh Countess.Saat itu ayah benar-benar sangat marah dan entah kapan saya pingsan."
Zergan gemetaran mendengar cerita Lucas.Tidak heran jika Lucas sangat overprotektif dengan Lily dan sangat membenci Countess.. tapi kenapa Fei?
"Sifat mereka sama..Fei juga mencampakkan saya..dia menyukai Vel..tangan kanan Lily.. Awalnya saya bertunangan dengannya agar bisa membalas perbuatan Countess..tapi akhirnya dia tetap sama saja dengan Countess." lanjut Lucas,
"Tidak heran jika kau sangat membenci Lady Chartina dan Countess..tapi aku kagum dengan sikapmu yang sangat lembut pada Lady Chartina" ucap Zergan sedikit ragu karna masih sedikit terguncang dengan cerita Lucas,
"Anda harus bersikap lembut di depan mangsa agar dia tenang bukan?",
"Kau benar.."
'Tatapannya menakutkan!'
"Saya ingin minta tolong untuk mencari data tentang Count Chartina dan keluarganya di Kuil Suci serta Istana" ucap Lucas kembali santai,
"Kenapa kuil suci juga?"
"Karna 'malam itu' sangat bertolak belakang dengan kuil suci"
"Eh?Ah,baiklah,aku akan membantumu",
"Terimakasih banyak Yang Mulia Saint"
"Tentu*!"
/Back
Lucas hendak kembali ke istana menyelesaikan urusannya,tapi dia masih ragu untuk bertemu Lily dan meminta Jeremy menyampaikan salam nya pada Lily.
'Maafkan aku Lily..aku akan segera menyelesaikan kesalahpahaman ini..'
Lucas pun pergi dari mansion Lily.Jeremy pun segera mencari Lily dan menyampaikan pesan Lucas.
"Sudah kembali ya.." gumam Lily,
"Benar nyonya,apakah anda mau menulis surat untuk beliau??", tanya Jeremy,
"Tidak perlu,kakak pasti juga sibuk" jawab Lily,
"Baiklah,kalau begitu saya permisi Nyonya"
Jeremy pun pergi undur diri setelah menyampaikan pesan Lucas.
"Kakak..apa yang kakak rencanakan sekarang?.."
Bersambung...