
Flashback
"Lama tidak bertemu" ucap pemuda itu dengan senyum,
"T-triveda..kenapa kau disini?.." Tanya Bel gemetar,
"Kenapa?aku hanya ingin bermain main dan bertemu dengan Kakak dan Adik perempuan ku yang lucu,tapi..sepertinya kau sudah dewasa,Trisela" Kel menatap Bel dengan tajam,
Trisela hanya gemetar ketakutan dengan keringat dingin.Vel mengepalkan tangannya dan menatap Kel dengan sangat tajam,hawa membunuh dan kebencian terasa darinya
"Jangan dekati Trisela!!" Vel mencengkeram erat jubah yang dipakai Kel,
'Apa yang sebenarnya terjadi disini??..Kakak?Adik perempuan?..siapa sebenarnya dia??..'
.
.
Episode 24
"Kau tidak pernah berubah ya" pemuda yang mengaku Kel itu menatap Vel dengan tajam dan senyum sinis,
"Apa maksudmu?" Vel makin mencengkram erat jubah Kel,
"Trisela..kau hanya memperhatikan adik kita!kapan kau akan memperhatikan ku?!aku ini juga adikmu!" Kel mulai marah dan lompat kembali ke atap rumah,
"Sangat menyenangkan bukan Trisela?selalu disayangi Tristan dan mengambil semua hal dariku?kau pasti sangat bahagia sekarang"Kel melihat Bel dengan tatapan yang sangat menakutkan.Tampak Bel juga gemetar,
"Hentikan semua ini sekarang juga!!jangan membuat masalah makin banyak!" Vel berteriak kearah Kel dengan amarah yang meluap,
"Hentikan? kau menyuruhku berhenti?tidak bisa sama sekali.Seluruh orang di tempat ini sudah hilang kesadaran,kecuali kalian bertiga" Ucap Kel,
Orang orang yang ada di sekitar sana hanya berdiri dengan tatapan kosong,dan tidak sadar dengan apa yang terjadi,
"Raja Iblis benar benar sangat hebat,dia memberiku kekuatan sebesar ini untuk menghancurkan gadis itu" ucap Kel sambil melirik ke arah Lily,
"Apa urusanmu dengan Lily?!" tanya Vel,
"Aku hanya ingin membunuhnya,dan mengambil sihir itu" ucap Kel,
"Kau tidak akan pernah bisa mengambilnya!" amarah Vel makin meluap,matanya sudah memerah,
"Kalau begitu,bagaimana kalau kita membuat pertandingan?" Kel mengajak Vel untuk bertanding,
"Apa maksudmu?" Vel makin curiga dengan ucapan Kel yang dingin itu,
"Carikan aku Mata Ansia. Kalau kalian berdua bisa menemukannya tepat dengan waktu yang aku tentukan,maka aku akan mengakhiri semua ini." ucap Kel,
"Berapa lama waktunya?" tanya Bel,
"1 hari. Selama 1 hari itu orang orang akan tetap terdiam seperti sekarang sampai kalian menemukan benda itu,dan gadis itu harus bersamaku.Pulanglah besok saat matahari terbenam" jawab Kel,
"Kalau Lily harus bersamamu,aku akan memberi pelindung padanya. Sihir apapun tidak akan dapat menghancurkan pelindungku,kecuali diriku sendiri" Vel membuat sebuah bola sihir yang mengapung di udara dan memasukan Lily kedalamnya,
"Tenang lah,kau akan baik baik saja disini" Vel mencoba menenangkan Lily yang sudah ketakutan sejak tadi,
"Berjanjilah padaku akan kembali dengan selamat!" Lily tidak berniat melepas Vel pergi hanya demi dirinya,
"Aku berjanji,percayalah.Kalau begitu kami pergi dulu" Vel meyakinkan Lily lalu pergi,
"Kemana kita akan mencarinya?" Tanya Bel pada Vel,
"Ntahlah,kita harus segera menemukannya secepat mungkin,waktu kita tidak banyak,dan Mata Ansia..bukankah itu sebuah artefak berumur 2800 tahun ya?"Vel memastikan informasi tentang Mata Ansia,
"Iyaa,Mata Ansia adalah Batu Kristal yang muncul saat kita berumur 1200 tahun,itu sudah sangat lama" ucap Bel,
"Berapa umur kita sekarang?" Vel benar benar melupakan umurnya itu,
"Sekitar 4000 tahun,kalau diubah jadi umur manusia sekitar 20 tahunan" jawab Bel,
"Jadi,waktu itu kita berumur 6 tahun kan?saat itu Triveda masih bersama kita" gumam Vel lalu mempercepat langkahnya,
"Tristan.." Bel merasa sedih dengan ucapan Vel barusan,
Mereka mencoba mencari info tentang artefak Mata Ansia itu,dan memikirkan dari mana artefak itu berasal. Selama 4 jam mereka mencari petunjuk tentang artefak itu di sekitar perbatasan Kekaisaran Raveldra,
"Huh,lelahnya",Bel yang kelelahan duduk dibawah pohon yang ada di sebuah padang rumput yang sangat luas,hanya pohon itu yang berdiri di Padang rumput itu,
"Sebentar lagi matahari terbit,lebih baik kita istirahat sebentar" Vel ikut duduk di sebelah Bel,
"Kenapa kita tidak bisa menggunakan teleportasi?" Tanya Bel kebingungan,
"Sihir teleportasi kita masih belum stabil setelah diblokir waktu itu,dan sampai sekarang kita masih belum tau siapa pelakunya" jawab Vel sambil memikirkan dalang dari pemblokiran sihir teleportasi,
"Lupakan saja, lebih baik kita beristirahat untuk sementara" ucap Bel,
"Iya" Vel menatap langit yang tertutup awan,salju yang lembut turun dari langit dan menutup padang rumput itu dengan salju putih,
"Mirip dengan rumah" gumam Bel melihat padang rumput yang putih itu,
"apa maksudmu?" tanya Vel,
"Dulu,kita bertiga tinggal di rumah yang diciptakan Eudon dari serbuk putih yang lembut dan luas bukan? pemandangan ini mirip dengan rumah" jawab Bel, tatapannya seakan rindu dengan rumah,
"Sepertinya kau rindu dengan Eudon yang merupakan orang tua bagi para Dewa dan Dewi,kau ingin pulang?" tanya Vel tidak tega dengan Bel,
"Tidak,aku takut kembali." Bel mencengkram kuat gaun yang dia pakai,menahan sesuatu yang besar baginya,
"Waktu itu..kenapa Veda pergi bersama Raja Iblis dan Eudon tidak menghentikannya?" Vel berkata seakan lupa dengan apa yang terjadi pada Triveda,
"Waktu kita berusia 6 tahun,Veda membuat sebuah bola kristal berwarna ungu berpadu hijau yang sangat indah dengan sihir yang dipelajarinya dari Eudon, kita sangat kagum dengan bakatnya dan meminta Eudon juga mengajarkan hal itu pada kita,lalu kita membuat sebuah menara sihir yang membantu penyuburan di sebuah tanah kosong yang kering dan sangat panas di dunia manusia, yang sekarang adalah tanah Kekaisaran Raveldra. Veda iri dengan kita lalu membuang Bola Kristal itu ke dunia manusia lalu mengabaikan kita..lalu tak lama kemudian Raja Iblis datang menemui Eudon lalu membawa Veda pergi..kita sudah mencegahnya untuk pergi tapi dia tidak mendengarkan kita..Kita merengek pada Eudon untuk mengambil kembali Veda,tapi dia tidak bisa berbuat apa apa dengan keputusan yang dibuat Veda. Dia berkata, "Veda akan segera kembali ke sisi kalian suatu saat nanti" begitulah,dan Eudon menghilang 100 tahun lalu.." Bel menceritakan kembali masa lalu mereka bertiga dengan berlinang air mata,
"Jangan menangis,kumohon" Vel menghapus air mata yang sudah membasahi pipi Bel,
"Aku sangat merindukan mereka berdua..aku ingin kembali seperti dulu.." tangisan Bel makin menjadi-jadi,Vel tidak tahu harus berbuat apa,
"eh?kau bilang Veda membuang Bola Kristal itu ke dunia manusia?" Vel tersadar akan sesuatu dari cerita Bel,
"Taman Eutopia..taman bunga serbuk putih?kapan?!tanggal berapa?!" tanya Vel mengguncang Bel,
"Sepertinya awal tahun..berhentilah mengguncang tubuhku!" Bel menjawab dengan agak pusing sekaligus marah,
"Maaf maaf,jangan marah seperti itu,kau seperti nenek lampir" gumam Vel di akhir kalimatnya,
"SIAPA YANG KAU SEBUT NENEK LAMPIR HAH?!" Bel memukul Vel dengan sangat keras,
"Aduh!sakit!" Vel berteriak kesakitan karena pukulan Bel,
Sekilas,Vel melihat sebuah sumur tua dari kejauhan,
"Sepertinya,aku melihat sebuah sumur disana,ayo kita lihat" Vel menunjuk ke sebuah sumur tua yang tidak terlalu jauh dari posisi mereka,
"Iya" Bel agak kebingungan dengan ucapan Vel,
Mereka pun mendekati sumur di tengah Padang rumput itu,lalu melihat ke dalam lubang itu,
"Gelap sekali" gumam Bel,
"Kita harus menunggu sampai matahari benar benar terbit" ucap Vel sambil terus memandangi sumur itu,
"Stan! lihat itu,ada sesuatu yang bercahaya dari dalam sana!" Bel menunjuk ke arah cahaya yang memancar dari dalam sumur,
"Benar!aku akan masuk kau tunggu saja disini!" Vel langsung melompat ke dalam sumur itu,
"Kupikir airnya akan dalam,ternyata hanya sampai lutut" gumam nya,
"Dimana cahaya tadi muncul?aku harus mencarinya" Vel langsung mencoba mencari cahaya tadi dengan sinar dari sihirnya.Lalu tak sengaja dia menendang sesuatu,
"Apa ini?" Vel langsung mengambil benda yang ditendangnya tadi,
Dia menemukan sebuah Bola Kristal berwarna Ungu hijau seperti yang dikatakan Bel,
"Ini!pasti ini Mata Ansia yang dicari Triveda,
"Sela!aku sudah menemukannya!" Vel berteriak memanggil Bel,tapi tidak ada jawaban,
"Sela?kau disana bukan?!" Vel mencoba memanggil Bel sekali lagi,
"Yang benar saja,dia pasti ketiduran" gumam Vel,
Dan benar,Bel tertidur di samping sumur tua itu dan tidak mendengar teriakan Vel,
/Di sisi Triveda(Kel) dan Lily/
"Kenapa kau melakukan ini?!" Lily bertanya pada Kel yang duduk diatas bola sihir Vel,
"Aku hanya ingin bersenang senang" jawabnya,
"Kau sebut ini bersenang-senang?!apa kau tidak paham dengan kondisi saat ini?!" Lily makin terbawa emosi dengan jawaban Kel,
"Aku sudah melakukan kesepakatan dengan seseorang makanya aku melakukan hal ini sesuai keinginannya dan sekaligus bersenang senang" jelas Kel sambil tersenyum,
"Apa yang kau nikmati dari keadaan seperti ini?kenapa kau melakukan ini semua kepada mereka berdua?" tanya Lily sambil menahan amarah,
"Kalau begitu aku bertanya,kenapa kau mencampakkan Levian?" Tanya Kel,
"Ian?..aku tidak mencampakkan nya!" ucap Lily,
"Kalau begitu kenapa kau seharian bersama dengan Tristan?kau bahkan tidak mengizinkan Levian bertemu denganmu" ucap Kel dingin,
"Aku..tidak tahu.." jawab Lily lesu,
"Kenapa kau tidak tahu?bukankah kau yang mencampakkan majikan ku!?" Kel berteriak marah atas apa yang Lily lakukan pada Ian. Lily yang tidak tahu apa yang dia perbuat hanya bisa terdiam sambil memikirkan apa yang dia perbuat pada Ian,
'Ian?apa yang kulakukan padanya?aku tidak mencampakkan nya..apa yang sebenarnya terjadi?..' hanya itu yang Lily pikirkan,
"Veda!" suara seseorang yang Lily kenal memanggil Kel,
"Majikan.." gumam Kel lalu turun dari bola sihir,
"Apa yang kau lakukan?!jangan membuat masalah seperti ini!" teriak orang itu memperingati Kel,
Lily langsung menoleh ke arah suara itu. Dia terkejut sekaligus ketakutan,karna orang itu adalah Ian.
"Bukankah majikan bilang aku boleh bersenang senang?" tanya Kel cemberut,
"Jangan libatkan orang kota dan tunangan ku bodoh" ucap Ian sambil menghela nafas,
"Maaf,lagian kenapa anda disini?bukankah anda pergi untuk membasmi troll di Barat?" tanya Kel pada Ian,
"Setelah melihat langit yang gelap,aku langsung kesini,dan para kesatria ku membasmi troll dengan sebagian sihirku"jawab Ian,
"Cepat akhiri ini semua" lanjut Ian,
"Tidak bisa,ada seseorang yang harus menepati janjinya agar dunia ini bebas dari kutukan saya" jawab Kel basa basi,
"Dasar Pembuat Masalah" gumam Ian,
"Ian.." gumam Lily ketakutan sambil melihat Ian,
"Lily?!kenapa kau bisa disitu?!" Ian sangat terkejut melihat Lily yang berada disebuah bola sihir,
"Aku diselamatkan,aku tidak apa apa.." Lily memalingkan wajahnya karena tidak ingin menatap Ian,
"Kenapa kau memalingkan wajahmu?" Ian sedikit sedih melihat Lily yang tidak ingin menatapnya,
"Aku tidak ingin menatapmu.." ucap Lily,
'Apa yang sebenarnya terjadi disini?kenapa Lily berada di dalam situ?dan apa memang dia mencampakkan ku..?'
Bersambung...
haloo Minna⊂((・▽・))⊃✨maaf author telat up lagi:| kebanyakan kerjaan.Oh ya!author ada rancangan novel baru nieh!nyehehe>:3 tunggu Vita Nova tamat dulu sih:v hehe,sekian dulu terima kasih 😌✨