
Flashback
"Ekhem." Lily sudah berdiri tegak dengan kedua tangan disilangkan didepan dadanya.Sorot mata tajam menatap Ian dan Putra Mahkota bergantian, beralih menatap Yesra.
"Baiklah.." Ian dan Putra Mahkota mendekat ke Yesra dan Yusto.
Kedua tangan Yesra tampak begitu pucat dan dingin.Putra Mahkota menggengam tangan kanan Yesra sedangkan Ian tangan kiri.Mereka berdua serempak mencium punggung tangan Yesra.
"Aku menyayangi kalian.." gumam Yesra dalam tidurnya.
Ketiga bersaudara sepupu itu tersenyum.
"Selamat Tidur,Tuan Putri."
.
.
Episode 79
Esok paginya,Lily dan Yusto membawa Yesra berkeliling Desa untuk menikmati suasana baru setelah 5 bulan lamanya.Senyum dan tawa anak-anak desa wilayah Darvin mulai kembali.Walau masih banyak yang belum selesai diperbaiki tapi keadaan warga desa sudah kembali normal.
Warga desa yang melihat Yesra setelah 5 bulan lamanya,begitu bersyukur dan sangat bahagia melihat Yesra bersama Lily. Anak-anak mengumpulkan berbagai macam bunga dan membuat 4 mahkota bunga untuk Yesra dan Lily dan 1 mahkota bunga untuk Yusto.
Melihat senyum dan tawa rakyatnya,Yesra pun ikut tersenyum.Lily dan Yusto yang melihat Yesra tampak senang pun ikut lega karna ia sudah kembali normal.
/Di kastil Darvin,Ruang kerja Ian.
"Lebih baik disimpulkan seperti ini.Akan terlalu rumit jika diperpanjang." ucap Lucas.
"Bagaimana dengan situasi desa?apa lebih baik di persingkat juga?" tanya Ian.
"Rakyat adalah yang utama,tapi kondisi Yesra juga penting di laporan ini.Kita harus menyamakannya." ucap Putra Mahkota.
"Kalau begitu laporan setiap wilayah desa,pesisir dan kondisi Yesra akan tetap disamakan dan sedikit di jelaskan pokoknya.Apakah ini cukup?" tanya Lucas.
"Ini lebih mudah dipahami,tidak diragukan lagi kau seorang Asisten Putra Mahkota dan Komandan pasukan perang." jawab Putra Mahkota sambil memuji Lucas.
"Anda berlebihan.Lagipula ada kalanya saya membantu hal seperti ini selain mengatur pasukan." ucap Lucas.
"Memang luar biasa.Tanggung jawab mu akan makin berat 4 bulan lagi." ucap Ian.
"Tidak apa-apa, setidaknya dengan itu aku tidak akan menikah." balas Lucas.
"Yang benar saja,apa kau tidak menyukai satupun seorang perempuan di Kekaisaran ini?" tanya Putra Mahkota.
"Secara pribadi tidak ada selain keluarga." jawab Lucas cepat.
"Bagaimana dengan anda Yang Mulia Putra Mahkota?Tidak ada gadis yang menarik perhatian anda?" lanjut Lucas bertanya.
Putra Mahkota terdiam.Ia melirik Ian sebentar dan mengalihkan pandangannya lagi.Kejadian semalam membuatnya kembali merasakan sakit di dadanya.
"Tidak ada.Sejujurnya aku sudah lama mengincar seseorang,tapi aku tahu kalau dia tidak akan jadi milikku sampai kapanpun." jawab Putra Mahkota dengan senyum nya yang terkesan tulus tanpa kebohongan.
"Apa anda berhenti mengejarnya?Kenapa?" tanya Ian.
"Perasaan wanita itu tidak akan berpaling padaku sedikitpun.Dan juga dia sudah menemukan orang yang sangat pantas dengannya dibandingkan diriku.Aku sudah berhenti bermimpi untuk hidup berdampingan dengannya." jawab Putra Mahkota.
'Sial..dadaku sakit..' batin Putra Mahkota sambil menahan rasa sakit di dadanya.
Ian yang melihat wajah pucat Putra Mahkota merasa cemas dan khawatir.Lucas pun sama cemasnya begitu melihat ekspresi Putra Mahkota yang tampak tidak baik.
"Yang Mulia,ada apa?Wajah anda terlihat masam,apakah anda sakit?" tanya Lucas.
"Ah..tidak,aku tidak apa-apa.Aku hanya kurang tidur saja semalam." jawab Putra Mahkota.
'Dia bahkan bisa tidak tidur 4-5 hari tanpa istirahat.Tidak biasanya dia seperti ini.' batin Ian.
Tak lama kemudian seseorang mengetuk pintu ruangan rapat.Zergan masuk tanpa pemberitahuan dan duduk seenaknya di samping Lucas sambil bersandar padanya.
Lucas merasa aneh dan merinding begitu Zergan melekat padanya.Ekspresi Zergan pun aneh dengan tatapan datar kosong sambil menggembungkan pipinya.Kerut di dahinya juga sangat terlihat seolah dia sedang marah tapi dengan muka datar.
"Aku bosan!Dimana Cika?" tanya Zergan sedikit menekan suaranya.
"Lily sedang keluar bersama Yesra dan Yusto.Sebentar lagi mereka akan pulang." jawab Ian dengan ekspresi heran menatap Zergan.
'Dia ngambek?' batin Ian dan Lucas.
Zergan yang dalam kondisi 'ngambeknya' melihat Putra Mahkota tampak lesu dan lemas.
"Oi rambut cabai." panggil Zergan blak-blakan.
'Dia memanggil Yang Mulia Putra Mahkota?!' batin Ian dan Lucas kaget.
"Iya Tuan Saint?" tanya Putra Mahkota sedikit kaget juga.
"Apa kau sakit? wajahmu masam dan lesu.Apa kau galau ?Dasar anak muda!Pikirkan umurmu!Kau masih terlalu kecil untuk maslaah percintaan!" jawab Zergan kesal masih tetap dengan ekspresi awalnya.
'Apa itu galau ?Dan juga aku sudah 25 tahun..apakah masih kurang?!..' batin Putra Mahkota syok.Begitu juga Ian dan Lucas yang hanya bisa diam terpaku.
Tok!Tok!Tok!
"Kakak!Aku masuk ya!" suara Yesra terdengar dari luar.Sudah pasti Yusto dan Lily juga ada bersamanya.
"Masuklah Yesra." jawab Ian.
"Yusto..apa itu di kepalamu?.." tanya Ian heran.
"Anak-anak desa memberikannya begitu tahu Yesra sudah pulih.Mereka bahkan membuat 4 mahkota bunga untuk Lily dan Yesra." jawab Yusto tampak bangga.Wajahnya bahkan berseri-seri dan senyum lebar terukir di wajahnya.
"Lihatlah kakak!Anak-anak desa benar-benar luar biasa.Mereka bisa membuat 5 mahkota bunga dengan warna berbeda di musim gugur ini.Benar-benar ajaib!" ucap Yesra kegirangan.
Ian,Putra Mahkota dan Lucas ikut senang melihat Yesra sudah pulih dan tertawa seperti itu,kecuali Zergan yang masih ngambek.
"Apa-apaan wajahmu itu?Dan juga kenapa kau menyender pada kakak?!" tanya Lily mulai kesal.
"Kau kemana saja!Aku bosan disini!" jawab Zergan mulai merengek.
"Aku sudah bilang akan keluar ke Desa!Tadi kau tidak mau ikut,ya sudah aku dan Yesra serta Yusto saja." balas Lily.
"Cih!Tega sekali kau membiarkan sahabat mu tersiksa dengan kebosanan ini! Setidaknya pinjamkan aku ponselmu." ucap Zergan masih emosi.
"Aku tidak membawanya!Sudahlah jangan merengek seperti itu!Ini untukmu!" Lily memberikan keranjang kecil berisi kue kering dan cream puff kesukaan Zergan.Tidak lupa dia memasangkan satu dari 2 mahkota bunga miliknya yang berwarna kuning pada Zergan.
"Woah! Cocok juga!" ucap Lily kagum.
"Aku setuju!Rambut hitam dan mata coklat Tuan Saint benar-benar mendukung." ucap Yesra.
Ekspresi Zergan langsung berubah sumringah.Tidak pakai lama dia langsung memakan kue kue itu dengan lahap dan hati yang bahagia.
"Terimakasih sahabatku!Kau yang terbaik!" ucap Zergan.
"Iya-iya.Dan ini untuk kakak." Lily memberikan mahkota bunga berwarna hijau untuk Lucas.
"Aku merasa kalau anak-anak desa benar-benar membuatnya untuk para pemuda ini." ucap Lily sambil tersenyum tipis.
Lucas menatap Lily cukup lama.Pikirannya tentang Lily yang diceritakan Zergan sebelumnya seketika menghilang.
'Benar.Aku tidak perlu khawatir.Dia adalah adik perempuan ku satu-satunya sampai kapanpun.' batin Lucas.Senyuman lebar pun ikut terukir di wajahnya.
"Terimakasih banyak,Lily." balas Lucas.
"Sama-sama!" jawab Lily.
Yesra pun memberikan mahkota bunga berwarna biru tua untuk Ian.Senyuman tipis, benar-benar tipis sedikit terlihat di wajah datar Ian.
"Terimakasih Yesra.Aku akan menyimpannya sebaik mungkin." ucap Ian dengan nada datarnya.
"Baiklah!Dan ini mahkota bunga terakhir untuk Kak Felix!Bunga merah ini benar-benar langka di musim gugur.Sangat beruntung aku bisa mendapatkannya dari anak-anak desa!Itu sangat cocok untuk kakak!" ucap Yesra dan memasangkan mahkota itu di kepala Putra Mahkota.
"Eh?Aku juga dapat?" tanya Putra Mahkota heran.
"Tentu saja!Kak Felix juga orang yang kusayangi." jawab Yesra diiringi senyumannya yang sangat manis.
"Ah.."
Putra Mahkota melihat Yesra begitu kagum.Entah kenapa saat ini juga Yesra tampak sangat bercahaya di matanya.Rasa sakit yang sedari tadi dia rasakan di dadanya,langsung menghilang.
'Lagi-lagi rasa sakitnya hilang begitu melihat Yesra.. seperti sebuah keajaiban.' batin Putra Mahkota.
"Terimakasih banyak,Yesra." ucap Putra Mahkota sambil mengusap kepala Yesra.
"Iya sama-sama!" balas Yesra.
Yesra duduk diantara Ian dan Yusto begitu selesai memberikan mahkota bunga.Begitu juga Lily yang duduk diantara Lucas dan Zergan,mencegah sesuatu yang 'tidak diinginkan' terjadi.
Suasana di ruang kerja Ian berubah menjadi sangat hangat dan harmonis.Para pelayan yang mendengar keseruan di dalam ruangan pun ikut tersenyum di luar.
Waktu yang sangat berharga diantara hubungan keluarga,dan persahabatan.Waktu yang makin lama nanti akan sangat jarang ditemui seiring bertambahnya usia mereka.
Tanpa mereka sadari ketiga Dewa Kembar mengamati mereka dari atap kastil sejak tadi.
"Sial!Aku juga mau dapat mahkota itu dari Lily!" ucap Vel kesal.
"Apa?Kau cemburu?ya ampun lucunya!" ejek Bel dengan senyuman liciknya mengarah ke Vel.
"Argh! Bukan begitu..!Entahlah!Omong-omong kemana Ken? Seharusnya dia ikut kesini." tanya Vel pada Kel.
"Dia benar-benar ingin ikut,tapi sayang sekali urusannya menumpuk begitu banyak setelah pulang kemari." jawab Kel sambil menghela nafas panjang.
"Dia pasti sangat menderita sekarang..kenapa kau tidak membantunya?" tanya Bel.
"Hei aku ini Dewa,dan salah satu dari kalian.Aku tidak bisa membantunya walau aku bisa,dia harus menyelesaikan itu semuanya sendiri.Aku hanya bertugas mengantarnya." jawab Kel.
"Bahkan pangkatmu itu sama seperti kurir.." gumam Vel dengan wajah datarnya menatap Kel.
"ARGH KALIAN INI!Aku adalah satu-satunya yang bisa mengirim orang dalam jarak ribuan kilometer dalam waktu beberapa menit! Seharusnya aku dibayar mahal untuk itu!" jawab Kel emosi.
"SUDAHLAH!DIAM ATAU KU HABISI KALIAN!" ucap Bel ikut emosi.
"Baik.." jawab Vel dan Kel bersamaan.
"Dan juga..aku akan mengira sebuah cinta diantara mereka akan menarik.Hihihi!" ucap Bel dengan senyuman liciknya.
"Siapa maksudmu?" tanya Vel dan Kel bersamaan.
"Hum..Putra Mahkota dan Tuan Putri?"
Bersambung...