
Flashback
"Lily?!kenapa kau bisa disitu?!" Ian sangat terkejut melihat Lily yang berada disebuah bola sihir,
"Aku diselamatkan,aku tidak apa apa.." Lily memalingkan wajahnya karena tidak ingin menatap Ian,
"Kenapa kau memalingkan wajahmu?" Ian sedikit sedih melihat Lily yang tidak ingin menatapnya,
"Aku tidak ingin menatapmu.." ucap Lily,
'Apa yang sebenarnya terjadi disini?kenapa Lily berada di dalam situ?dan apa memang dia mencampakkan ku..?'
.
.
Episode 25
Disaat yang bersamaan,setelah Vel dan Bel mendapat Mata Ansia yang diinginkan oleh Triveda,mereka segera kembali ke Ibu Kota.Dalam perjalanan,lebih banyak monster monster gunung yang menjebak mereka,waktu mereka pun terbuang hanya untuk menghindari Monster monster itu,
"Stan,kita sudah terlalu lama,3 jam lagi Matahari terbenam,kita tidak akan sempat" Bel terengah engah setelah menghindar dari Monster,
"Kita harus menggabungkan kekuatan sihir kita supaya teleportasi bekerja sempurna" ucap Vel sambil melihat sekitar untuk berjaga jaga,
"Baiklah,kita coba",Vel dan Bel mulai mencoba menggabungkan sihir mereka,dan mempusatkan mana mereka untuk teleportasi,
/Disisi Lily/
"Masih ada waktu 30 menit sampai matahari tenggelam,aki tidak yakin mereka akan sampai tepat waktu" Kel memerhatikan jam kecil yang dibawanya,
'Seharusnya aku membawa jam pasir itu,arggh bagaimana aku bisa lupa membawanya?!' Lily teringat dengan jam pasir yang dapat mempercepat waktu atau kembali ke masa lalu,
"Apa sebenarnya yang terjadi di disini?lalu siapa yang kau tunggu itu?" Ian penuh dengan pertanyaan yang ingin diajukannya pada Kel,
"Aku melakukan tantangan dengan 2 orang yang ku kenal,sudah lama kami tidak bertemu,makanya aku ingin bersenang-senang dengan mereka. Kita lihat,apakah mereka akan ingat dengan benda itu" ucap Kel dengan senyum licik nya itu,
"Kenalanmu?siapa?ku pikir kau tidak memiliki teman sama sekali kecuali Raja Iblis dan Rufela" Kel mengerutkan keningnya setelah mendengar kata Rufela dari mulut Ian,
"Kenapa kau membawa Rufela?Dia sudah mati." Kel membalas perkataan Ian dengan dingin dan mengabaikan pertanyaan nya mengenai Vel dan Bel,
"Dia tidak akan mati jika kau tidak bertindak ceroboh dengan sihir mu itu" ucap Ian santai,
"Walau kau majikan ku,tidak seharusnya kau mengungkit masa lalu" Kel terlihat kesal dengan ucapan Ian,
'Rufela?sepertinya aku sudah pernah mendengar nya, dimana ya?' Lily seperti mengenal nama Rufela,hanya saja dia tidak ingat dimana dan kapan,
"Tinggal 10 menit,seharusnya mereka berada di ujung Ibu kota,tapi aku tidak merasakan sihir mereka berada di radius 2km dari sini.Hah,mereka akan gagal,sayang sekali" Kel mulai melihat jam dengan ekspresi agak sedih,
"Vel..Bel.. cepatlah kembali" gumam Lily,
"Lily,apa kau baik baik saja?" Ian bertanya sambil melihat Lily dengan khawatir,
"Tidak apa apa,jangan pedulikan aku" Lily menjawab pertanyaan Ian datar,
"Maafkan aku.." Ian sadar dengan apa yang dia lakukan pada Lily kemarin,
"Ntahlah..apa aku bisa memaafkan mu setelah kau membuatku terbaring sakit seharian?" Lily melihat Ian datar,tapi raut wajah Ian seperti kebingungan,
"Jatuh sakit?kenapa kau jatuh sakit?" tanya Ian penasaran,
"Tentu saja karna sihirmu!kau memasukan sihir Nigreos di dalam sel Mana di tubuhku kan?mengaku saja,mengelak tidak ada gunanya" jawab Lily agak emosi,
"Aku?mana mungkin aku akan melakukan hal itu pada tunangan ku sendiri,walau Sihir Nigreos adalah sihir milikku,aku tidak akan bisa memasukan nya ke dalam tubuh penyihir lain, hanya dengan bantuan sihir Keluarga Kaisar yang bisa melakukan itu,jika aku melakukan hal itu,aku sama saja dengan pengkhianat" jelas Ian,
"Darimana kau tahu aku penyihir?aku tidak pernah memberitahu mu" tanya Lily curiga,
"Aura sihirmu terasa,dan waktu itu Ibu sembuh karna mu,jika bukan penyihir lalu apa" jawab Ian tegas,
"Begitu.." gumam Lily merasa bersalah karna mencurigai Ian,
"10..9..8.." Kel mulai menghitung mundur sampai matahari terbenam,
"Sesingkat itu?!" Lily sangat terkejut karna Kel mulai menghitung,
'Vel..Bel..cepatlah!' Lily sibuk memikirkan mereka berdua yang tidak kunjung datang,
"4..3..-" "KAMI SAMPAI!!" Vel dan Bel berteriak saat waktu sudah hampir habis tepat di
"Vel!Bel!Akhirnya kalian datang" Lily sangat senang dengan kedatangan mereka berdua yang sangat mepet,
"Untung masih sempat walau mendesak" gumam Vel,
"Kalian sangat beruntung,jadi mana Mata Ansia yang kuminta?",Kel berjalan mendekati mereka berdua sambil meminta Mata Ansia yang dimintanya,
"Sebelum itu,ada yang ingin ku tanyakan" ucap Vel serius,
"Apa itu?" Kel penasaran dengan apa yang ingin ditanyakan Vel padanya,
"Kau benci kami?",Vel bertanya dengan penuh harapan,sedangkan Kel mematung mendengar pertanyaan itu,
"Jawab!",Kel tetap terdiam sambil menggigit bibir bawahnya,
"Aku.." Vel bergumam tapi berhenti seakan tidak mau mengatakan yang sebenarnya,
"Mata Ansia,adalah Bola Kristal milikmu kan?kau mencarinya setelah membuangnya?kenapa kau melakukan itu dan meminta kami mencarinya?" Vel bertanya terus terusan,tapi Kel tetap diam,
"Aku..ingin mengambil kenangan yang hilang karna ulahku sendiri.." ucap Kel dengan nada rendah,
"Kau membenci kami kan?untuk apa kau mengambil Bola Kristal ini lagi?daripada itu..Kenapa kau meminta kami yang mencarinya?" Vel menunjukan Mata Ansia yang sudah didapatkan di depan mata Kel,
"Kenapa kau meninggalkan kami?kau juga meninggalkan Eudon kan?Kenapa kau membuat kekacauan seperti ini?" Vel bertanya terus terusan sambil menahan amarahnya,
"Aku.. sangat menyayangi kalian..hanya kalian yang aku anggap keluarga..aku tidak tahan terperangkap dalam sangkar Raja Iblis..maka dari itu aku mencari kalian..aku ingin bermain seperti dulu bersama kalian..aku ingin kita mempelajari sihir bersama sama.." Air mata mengalir dari mata Vel dengan sangat deras,matanya yang tadi menatap kosong mulai memancarkan cahaya nya,
"Seharusnya kau tidak mengikuti Raja Iblis kan.." Vel menurunkan suaranya,
"Aku tergoda dengan sihir milik nya..aku hanya berpikir ingin bertambah kuat melebihi kalian..aku sangat iri dengan kalian yang bisa membangun menara sihir.." ucap Kel,
"Dasar bodoh!" Bel menampar Kel dengan sangat keras.Lily dan Ian terkejut dengan apa yang dilakukan Bel pada Kel. Pipi Kel langsung memerah karna tamparan Bel itu,dia terkejut dan menatap Bel sedih. Tapi,dia lebih terkejut karna Bel menamparnya sambil menangis seperti anak kecil,
"Kenapa kau tidak bilang?!Kita ini saudara!Seharusnya kau memberitahu semua masalahmu pada kami!" Bel tidak bisa menahan emosinya lagi,dia menangis tepat di depan Kel,
"Kenapa kau menangis?.. tidak seharusnya kau menangisi pria malang sepertiku.." Kel memalingkan wajahnya karna tidak tega melihat Bel menangis,
"KAU TETAP KAKAK KU YANG BERHARGA!"Perkataan Bel membuat Kel terkejut,dan tiba tiba Bel memeluknya erat,
"DASAR KAKAK BODOH!AKU SANGAT MERINDUKANMU!KENAPA KAU PERGI MENINGGALKAN KU DAN KAKAK PERTAMA?!" Tangisan Bel makin menjadi-jadi di pelukan Kel,
Kel sangat tidak tega ketika Bel menangis,dadanya sesak saat melihat adiknya itu menangis. Lalu,dia teringat bagaimana menenangkan Bel yang sedang menangis dulu. Dia memberanikan diri membalas pelukan Bel dan mengelus kepalanya,
"Jangan menangis..Kakak disini,tenanglah" Hal yang dilakukan Kel sedikit menenangkan Bel walau masih sedikit menangis,
"Benar benar..kau ini sangat pandai membuat orang lain menangis ya..dasar.." Ternyata Vel juga menangis gara gara Kel,
"Maaf,aku tidak bermaksud membuat kalian menangis" ucap Kel meminta maaf pada Vel dan Bel,
Vel mendekat ke Kel dan Bel,dan memeluk mereka berdua,
"Kalian,adik adikku yang sangat berharga,aku bangga memiliki saudara seperti kalian" ucap Vel sambil menahan suara isak tangisnya,
"Veda, kembalilah bersama kami, lakukanlah yang kau mau bersama kami,bermain,belajar sihir,dan berbagai hal lain,maukah kau ikut dengan kami?" Vel mengulurkan tangannya yang memegang Mata Ansia sambil memberi tanda supaya Kel menyentuhnya,
"Apa aku..bisa kembali seperti dulu?.." Kel agak ragu dengan ajakan Vel untuk kembali,
"Tentu saja!kita kan Tiga Cahaya Eudon yang dipercaya Ayah!" Bel menegaskan kembali ajakan Vel pada Kel supaya dia tidak ragu untuk kembali,
"Cahaya..Eudon.." Kel bergumam sebentar,lalu menguatkan tekadnya untuk kembali ke sisi Vel dan Bel,
Kel menyentuh Mata Ansia itu lalu keluar cahaya dari dalamnya. Sebuah benang cahaya keluar dari kristal itu dan melingkari mereka bertiga,
"Kel!rambutmu!" Lily terkejut melihat rambut Kel yang hitam berubah menjadi putih keemasan,matanya juga berubah menjadi kuning seperti Vel dan Bel. Lalu cahaya mulai menghilang, lebih tepatnya kembali ke Batu Kristal Mata Ansia,
"Sudah kuduga Veda akan cocok dengan rambut putih" ucap Bel senang,
"Aku tidak cocok sama sekali dengan rambut putih ini" balas Kel ragu,
"Apa maksudmu?kau sangat tampan dengan penampilan itu,seperti Pendeta Agung" ucap Vel basa basi,
"Baguslah Kel, keinginan mu yang sebenarnya. sudah terwujud" ucap Ian lega,
"Iya master,ini semua berkat anda" jawab Kel, tapi Vel menatap Ian tajam,
"Kenapa kau disini?lebih baik kau pergi" ucap Vel sinis,
"Apa ada masalah jika aku kesini untuk mencoba menghentikan adikmu,dan tidak sengaja menemukan tunanganku yang terjebak" ucap Ian sambil melirik ke arah Lily yang masih terkurung,
"Stan,kau pasti curiga dengan master karna kondisi Nona Lily kemarin kan?aku sudah menyelidikinya, tetapi itu bukan sihir Nigreos dari Master,melainkan orang lain" jelas Kel,
"Tapi tidak ada orang lain yang memiliki Sihir Nigreos selain Kepala Keluarga dan Calon Grand Duke Darvin kan?ini tidak masuk akal" ucap Vel kebingungan,
"Aku akan menyelidikinya lebih jauh,karna sihir ini agak berbeda dengan sihir milik master" Kel mencoba meyakinkan Vel agar tidak terlalu khawatir,
"Baiklah,sekarang kembalikan semua orang seperti seharusnya" ucap Vel menahan kesal,
"A-ah!iya aku lupa" Kel terlihat agak merinding dengan ucapan Vel tapi dia langsung melakukan apa yang Vel perintahkan,
"Semua orang akan tertidur untuk 1 jam kedepan karna efek samping sihir ini,walau mereka berdiri tapi mereka tidur" jelas Kel,
"Begitu ya,baguslah" Vel mengusap kepala Kel dan Kel sedikit merona,
"Anu permisi Tuan Tuan dan Nona manis,kapan saya bisa keluar dari bola sihir sialan ini?" Lily menatap mereka semua dengan datar tapi terasa menahan emosi,
"Maaf aku lupa" Vel langsung menarik lagi sihir yang mengurung Lily tadi,tapi dia lupa kalau bola itu mengapung diudara,
"DASAR BODOH!AKU AKAN JATUH!" Lily terjatuh sambil berteriak emosi pada Vel,
"Sepertinya tidak seburuk itu" Ian dengan tepat waktu menangkap Lily, dan memancarkan aura cogan dengan angin yang mengibas rambutnya (cuma Ian)
"Mentang mentang cogan dikasih angin sepoi sepoi" gumam Lily,
"Cogan??" mereka semua dibuat kebingungan dengan perkataan Lily barusan,
"TURUNKAN AKU!" Lily tidak bisa menahan emosinya lagi,
"Tidak bisa,kau masih lemah" Ian lalu kabur sambil membawa Lily,
"DASAR JAMUR BUSUK!KEMBALIKAN LILY KU! JANGAN KARNA KAU TAMPAN KAU BISA MENGAMBILNYA SEENAKNYA!!" Vel berteriak marah sambil mencoba mengejar Ian tapi ditahan oleh Bel,
"Berhentilah Stan!Kau ini juga tampan!" Bel berkata keras dan membuat Vel berhenti berlari(?),
"Iya,aku memang tampan dan sangat rupawan" Vel berkata dengan sangat narsisnya dan ekspresi maskulin nya yang glowing membahana menyilaukan mata (?)
"Apa itu? menjijikkan" ucap Bel dan Kel bersamaan dengan kacamata hitam yang sudah mereka pakai,
"APA MAKSUD KALIAN MENJIJIKAN?!DAN DARIMANA KALIAN DAPAT KACAMATA SEPERTI ITU?!"
Bersambung...
Halo semua,untuk sementara mungkin bakalan jarang up lagi karena sibuknya udah numpuk. Author berterimakasih pada kalian yang udah support author dari awal sampe sekarang,dan untuk kedepanya author harap bisa lebih sering up 3/hari hehe.Sekian,terima gaji•w•