Vita Nova

Vita Nova
Episode 27 "Lelang"



Flashback


"Aku benar benar tidak tahu soal itu.Kupikir dia wania yang periang dan tidak pernah melakukan sesuatu dengan ceroboh" ucap Ian,


"Dia seperti itu sejak diracuni,aku juga bingung kenapa dia tiba tiba berubah.Sampai sekarang tidak ditemukan siapa yang menaruh racun pada makanan Lily" Lucas terlihat kesal ketika membahas tentang racun itu,


"Kakak.." Lily bergumam dengan suara yang sangat lemah dan matanya yang sayu,betapa terkejutnya Ian dan Lucas melihat Lily mulai siuman,


"Lily?!"


.


.


Episode 27


"Lily,apakah kau baik baik saja?" Lucas menopang tubuh Lily yang lemah di pelukannya,


"Apa yang terjadi?..",suara Lily terdengar lirih dan tidak bertenaga,


"Kau pingsan saat kita makan siang di restoran,itu salahku..maaf.." Ian menjawab pertanyaan Lily dengan lesu dan terdengar sedih,


"Ian..tidak apa apa,kau tidak salah" Lily mengelus pipi Ian yang pucat dengan lembut,


"Tapi..Lily..aku tidak bisa menjagamu sebagai seorang tunangan..aku seharusnya lebih memperhatikan mu waktu itu.."Ian menggenggam tangan Lily yang berada di pipinya dengan erat,


"Jangan salah kan dirimu, seharusnya aku bisa bersiap dengan aura mu itu,tidak apa apa" ucap Lily,


"Aku memang iblis..aku-" Lily langsung menutup mulut Ian dengan tangannya,


"Aku tidak suka kau menjelek-jelekkan dirimu sendiri seperti itu" Lily cemberut dengan ucapan Ian,


"Maaf,aku tidak akan mengulanginya lagi" jawab Ian merasa bersalah karna membuat Lily cemberut,


"Jangan diulangi ya" Lily tersenyum dengan manis seperti biasanya,Ian pun lega melihat Lily tersenyum seperti itu,


"Sampai kapan kalian akan bermesraan seperti itu sedangkan aku masih melajang?" Lucas memperhatikan Lily dan Ian daritadi dengan tampang datar tak bernyawa,


"M-maaf kak" ucap Lily gugup,


"Kenapa kau tidak mencari tunangan?" Ian penasaran kenapa Lucas masih melajang dan tidak berniat mencari tunangan,


"Akan lebih baik aku mencarinya setelah Lily menikah" jawab Lucas cepat,


"Kenapa?" tanya Ian sekali lagi,


"Aku tidak ingin tunanganku menyiksa Lily,jika Lily sudah menikah denganmu,dia tidak akan disiksa oleh kakak iparnya nanti" jelas Lucas berkaca kaca,


'Apa ini? Sinetron Kakak beradik?apakah Kak Lucas pernah membaca novel romansa?kelainan apa lagi yang terjadi padanya kali ini?' Lily berpikir sambil melihat kakaknya datar,


"Kak,apa yang merasuki mu?" tanya Lily datar,


"Aku cuma terpikirkan salah satu novel kuno terkenal yang berisi seorang gadis yang disiksa istri kakaknya tanpa diketahui oleh kakaknya sendiri" jelas Lucas sedikit berkeringat,


'Mirip sesuatu,tapi apa ya?' pikir Lily,


"Darimana kakak dapat novel seperti itu?" tanya Lily yang sebenarnya tidak tertarik,


"Dari pelelangan tentunya,karna tinggal 1 novel yang tersisa.Sebenarnya aku berniat memberikan itu padamu, tapi aku penasaran dan membacanya" jelas Lucas,


"Pelelangan?siapa yang menulis novel itu?" tanya Lily mulai penasaran,


"Dia seorang Saint 50 tahun lalu,sebelum dia menghilang,dia menerbitkan novel itu,walau ada beberapa kalimat di akhir novel yang tidak ku mengerti,ah tidak,bahkan semua orang tidak paham arti kalimat yang ada di akhir buku itu" jawab Lucas agak kebingungan,


"Aku ingin melihat novel itu" Lily memohon pada Lucas untuk memberikan nya Novel itu,


"Ah,baiklah akan ku ambilkan dulu" Lucas beranjak keluar dari kamar Lily untuk mengambil novel yang Lily minta,


"Apa kau tahu sesuatu tentang novel itu?" tanya Ian,


"Tentu saja tidak,aku hanya memastikan kalimat yang ada di akhir buku itu" jawab Lily,


"Begitukah" Ian mulai berpikir serius tentang Lily,


'Kenapa dia sangat serius seperti itu?' Lily menatap Ian datar,


"Lily,ini bukunya" Lucas langsung masuk ke kamar Lily dan menyodorkan buku yang dia bawa,


"Ah terima kasih kak" Lily menerima buku yang Lucas bawa dan membuka halaman terakhir buku itu,


"A-APA INI?!?!TIDAK MUNGKIN!!" Lily sangat terkejut setelah melihat tulisan di halaman terakhir buku itu.Begitu pula dengan Ian dan Lucas yang langsung tuli(?) setelah mendengar Lily berteriak,


"Kenapa Lily?kau membuat kami terkejut.." ucap Lucas sambil mencoba menenangkan dirinya sendiri yang terkejut,


"Apa ada sesuatu yang kau tahu?" Ian bertanya langsung pada Lily yang masih membatu,


'I-ini kan alfabet di duniaku yang sebelumnya..kenapa bisa ada disini?..walau penggunaan bahasa disini adalah bahasa Inggris,tapi huruf disini sama sekali tidak ada alfabet...siapa sebenarnya Saint itu?' Lily berpikir keras setelah melihat alfabet yang seharusnya tidak ada di dunia nya sekarang,


"Emm,aku tahu tulisan ini" ucap Lily gugup,


"Benarkah? bukankah kau tidak paham dengan aksara kuno?kenapa kau bisa paham huruf itu?" Lucas terkagum sekaligus merendahkan Lily,


"Kak,kau mau mati?" tanya Lily dengan muka polosnya,dan hal itu lah yang paling ditakuti Lucas dari Lily,


"T-tidak..lanjutkan lah.." ucap Lucas gemetar,


"Apakah aku boleh bertanya,darimana Saint itu muncul?" Lily terlihat sangat serius bertanya,


"Dia muncul dan datang dari sebuah danau di desa kecil di sebelah selatan.Dia berkata kalau umurnya 18 tahun,dia seorang pria tinggi dan tampan, serta dia tidak memakai pakaian yang ada di kekaisaran saat datang ke sini.Pakaian nya seperti..emm.. bagaimana ya" Lucas terbata bata menjelaskan tentang asal usul Saint yang sudah lama hilang itu,


"Saint Zergan" jawab Lucas,


Berapa terkejutnya Lily mendengar nama itu, pikiran nya sangat kacau,


'Z-zergan..?',


"Siapa nama lengkapnya?" tanya Lily,


"Aku tidak tahu,jika kau mau kau bisa pergi ke perpustakaan kuil suci.Disana terdapat data lengkap Saint yang hilang itu" jawab Lucas sedikit pusing karna Lily terus bertanya,


"Huftt,baiklah.." Lily sedikit murung karna tidak puas dengan jawaban Lucas,


"Jika kau mau,kita bisa pergi ke pelelangan besok" Ian mulai berbicara setelah terdiam dari tadi,


"Kenapa ke pelelangan??" Lily sangat bingung dengan Ian yang mengajak nya ke pelelangan,


"Ada barang Saint yang dijual disana karna tidak ada yang tahu bagaimana menggunakan nya,siapa tau kau akan paham dengan alat itu" ucap Ian datar seperti biasa,


"Baiklah"Lily tampak senang dengan ajakan Ian ke tempat pelelangan,


'Aku harus menyelediki Saint itu'


Besoknya..


"Lily,Ian sudah menunggumu di depan" Lucas datang ke kamar Lily sambil membawa pesan untuknya,


"Baiklah" Lily sudah siap untuk pergi ke pelelangan yang diadakan di sudut terpencil Ibu Kota,


"Jangan lupa pakai ini" Lucas memasangkan sebuah topeng untuk Lily,


"Terimakasih kak,hampir saja aku lupa",


"Berhati hatilah,dan dapatkan barang yang kau inginkan",


"Baik!",


Lily pun segera menemui Ian dan pergi bersamanya ke tempat pelelangan,


/Skip di tempat pelelangan/


"Wah,banyak sekali orang nya,dan mereka juga memakai topeng(?)" Lily kagum dan bingung dengan orang orang yang hadir di pelelangan,


"Karna ini tempat pelelangan,akan lebih baik kau tidak menunjukkan identitas mu" Ian memakai sebuah topeng dan mengajak Lily mencari tempat duduk.


Tak lama kemudian,seseorang yang memakai topeng keluar dari balik tirai,


"Hadirin sekalian!Hari ini akan ada banyak barang menarik dan berkualitas yang bisa anda tawar dengan harga fantastis!tentu saja barang barang ini akan sangat berharga untuk di pamerkan,fufufu,Baiklah mari kita mulai!" teriaknya sangat semangat,semua orang pun bertepuk tangan dengan sangat semangat dan bersorak,


"Berisik juga ya.." gumam Lily,


"Ini akan segera berakhir begitu barang terakhir dikeluarkan" ucap Ian,


"Berapa barang yang akan mereka tunjukan?" tanya Lily,


"Tergantung berapa barang yang akan laku untuk dilelang,tapi aku tahu kalau tempat ini hanya menyediakan 10 barang langka setiap 3 bulan sekali" ucap Ian,


"Kau sangat memperhatikan ya.." gumam Lily,


"Yang pertama!Ini adalah permata yang sangat istimewa dan hanya ada 3 di kekaisaran!",


"100.000 gold!",


"450.000 gold!",


Begitulah seterusnya,dan Lily masih sabar menunggu barang peninggalan Saint yang misterius itu,


"Barang yang terakhir!!Ini adalah barang peninggalan Saint yang menghilang sejak 50 tahun lalu,dan benda ini hanya ada 1 di dunia,tidak ada lagi barang lain seperti ini di belahan dunia manapun.." pembawa acara itu terus terusan menjelaskan barang yang terakhir sebelum di perlihatkan,


"Dia terlalu banyak bicara,aku ingin menebasnya" gumam Ian datar,


"Kau ini tidak bisa bersabar?" Lily menatap Ian dengan datar,seakan tidak percaya Ian akan membunuh pembawa acara itu,


"Cih"Ian berdecik agak kesal dan tidak berniat melanjutkan acara mendengarkan pembawa acara itu,


"Ini lah barangnya!",Sebuah benda berbentuk persegi panjang dengan kaca hitam yang berada di tengahnya,


'B-bagaimana mungkin?!' Lily sangat terkejut dengan barang yang ditunjukan,dia bahkan sangat mengenal barang itu,


"Jadi berapa yang akan hadirin sekalian tawarkan?" tanya Pembawa acara itu,


"1 gold",


"4 gold",


"1000 gold!" Lily langsung berteriak,


"E-EHHH?!!??"Semua orang di ruangan lelang itu terkejut sampai mata mereka hampir keluar.Bahkan Ian sangat terkejut dan menatap Lily seakan tak percaya bahwa Lily menawar barang itu dengan harga tinggi,


"Kenapa kau melelang barang itu dengan sangat tinggi?" Ian bertanya gugup pada Lily,


"Karna..barang itu sangat istimewa" Lily sangat serius dengan ucapannya,bahkan matanya berbinar binar saking senangnya,


'Barang itu tidak salah lagi adalah... Smartphone!!'


Bersambung...


Haloo Minna⊂((・▽・))⊃✨maaf author telat up lagi dan jarang up karna cape ama tugas,jadi kalau telat up lagi kedepanya author minta maaf,dan makasih udah support Vita Nova sampai sekarang,sekian dulu terima kasih banyak