
Flashback
'Apa yang Baginda Kaisar dan Yang Mulia Ratu ingin katakan padaku ya?..apa mereka tau sesuatu soal sihir Viridis milikku?..ya dewa lindungi lah aku' pikirku,
'Lily,kau harus berhati hati jika pergi kesana,karna para penyihir istana berada dimana mana dan bisa merasakan sebuah sihir' ucap Vel melalui telepati,
'benar benar kekuatan dewa ya..jadi,bagaimana saya menyembunyikan kekuatan sihir saya?' tanyaku pada Vel melalui telepati,
'Tenang saja,selama kalung itu ada padamu,kekuatan sihirmu tidak akan mencolok' ucap Vel,
'Begitukah? baiklah terimakasih' balasku pada Vel,
'Aku menantikan hal yang terjadi kedepannya'
.
.
Episode 16
Setelah masuk kamar,aku membaca Surat dari kaisar terlebih dahulu,
'Untuk Lily Everon,aku mengundangmu untuk membicarakan hal penting.Atas nama Kaisar Rubis Vendra de Raveldra'.Begitulah isi surat dari Baginda kaisar,
"Hal penting?hum,apa soal pertunangan ku dan Ian ya?" gumamku,
"Mungkin saja soal perang" ucap Vel,
"Perang??" tanyaku,
"Bukankah sebentar lagi akan terjadi peperangan? Kekaisaran Raveldra dengan Kerajaan Corvus dari selatan Benua" ucap Vel,
"Begitu ya,tapi bisa saja bukan itu,mana mungkin seorang wanita akan ikut perang?" ucapku menentang perkataan Vel,
"Benar juga ya,atau mungkin soal Putra Mahkota?" ujar Vel,
"Putra mahkota?apa hubungannya dengan saya?" tanyaku pada Vel,
"Kau belum tau?Putra mahkota jatuh sakit setelah Pesta Pertunangan mu dengan gagak itu" ucap Vel agak marah,
'Gagak?mungkin maksudnya Ian kan(?)' pikirku,
"Jatuh sakit?saya baru dengar soal itu" ucapku,
"Tentu saja,karna tidak dipublikasikan ke masyarakat" ucap Bel,
"Jadi,darimana kalian tau soal itu?" tanyaku datar pada mereka,
"Karna kami Dewa dan Dewi Benua ini,tentu saja tahu,HOHOHO!" ucap Vel dengan sangat bangga walau wujudnya kucing,
"Oh,gitu" ucapku singkat,
"APA APAAN REAKSI MU ITU!?" teriak Vel sambil marah marah,
"Seharusnya anda sadar kalau anda masih berwujud kucing" ucapku,
"Dia benar Vel" ucap Bel mendukung ku,
"Bel!kenapa kau juga mendukungnya!?" teriak Vel tambah marah,
"Harusnya kau sadar dalam wujud mu itu_-" ucap Bel,
"Cih,ini hanya untuk mencari informasi,aku juga bisa berubah menjadi manusia!" ucap Vel,
"manusia??"tanyaku,
"Benar sekali!akan ku tunjukan!" ucap Vel,lalu cahaya keluar dari tubuhnya dan membesar. Seorang Pria tinggi berambut Putih blonde,Mata Merah Ruby muncul dari cahaya itu,
"Bagaimana?" tanya Vel mengenai penampilannya.Aku benar benar terkejut dengan penampilannya sekarang,dia..Sangat tampan!
"B-benar benar bagus ya" ucapku sambil muka agak merah,
"Kau licik" ucap Bel masih dalam wujud kucing,
"Kenapa Lily?" tanya Vel,
"Hah?apa?T-tidak apa apa!" ucapku dengan muka merah,
"Heee" gumam Vel dengan tersenyum licik.Dia mendekatkan wajahnya ke wajahku,
"Apa aku menarik perhatian mu?" tanya Vel dengan licik,
"Vel, berhentilah menggoda nya,dia sudah ada tunangan,dan kembalilah ke wujud kucing,akan masalah jika pelayan tiba tiba masuk" ucap Bel datar dan malas,
"Iya iya" jawab Vel cemberut lalu kembali ke wujud kucing,
"Baiklah,waktunya membuka surat dari Istana Ratu" ucapku sambil mengambil surat dari Ratu,
Ratu Isabella Frenchia vi Raveldra,sekaligus ibu dari Putra Mahkota Felix adalah Ratu yang sangat bijaksana, tetapi semenjak kelahiran Putra Mahkota Felix,tubuh beliau lemah dan tidak pernah menunjukan diri ke masyarakat.Beliau juga tidak akan mengundang seseorang jika tidak penting.
"Sepertinya hal buruk akan terjadi" ucapku basa basi,
"Lady Lily Everon,jika kau berkenan,datanglah ke istanaku saat senggang.Aku harap kau bisa memenuhi permohonan ku ini.Atas nama Ratu Isabella Frenchia vi Raveldra."
"Akhir akhir ini banyak sekali hal penting ya." gumamku,
Setelah membaca surat surat itu,aku mengabiskan waktu di kebun dengan Vel dan Bel.Entah kenapa aku sudah merindukan Ian, tapi dia pasti sibuk karna urusan dengan para Penyihir.
Esoknya aku langsung bersiap menuju Ke Istana ditemani Rina,
"Nona,apakah anda tidak gugup?" tanya Rina dengan suara bergetar,
'Bukankah kau yang gugup?' batinku,
"Ya sedikit sih,aku sudah bertemu dengan Baginda Kaisar sebelumnya di kediaman dan pesta pertunangan"jawabku,
"Benarkah?!saya tidak melihat Baginda Kaisar saat berada di kediaman" ucap Rina,
"Mungkin karna kamu sedang berada di paviliun barat, beliau tidak lama berkunjung"
"Sayang sekali ya,setidaknya saya ingin bertemu beliau" ucap Rina murung,
"Kamu kan akan ikut dengan ku ke Istana,sebentar lagi kita sampai" ucapku,
"Saya hanya bisa menunggu di depan gerbang Nona" ucap Rina agak sedih dengan ekspresi yang sangat berharap,
"Begitu ya,maaf" ucapku,
"Hiks.. Baginda.." gumam Rina,
"Sudahlah,berhenti menangis seperti itu" ucapku,
Sepertinya Baginda Kaisar tetap terkenal dikalangan wanita walau sudah punya Ratu dan 4 Permaisuri,tidak ada yang bisa menyangkal kalau Baginda Kaisar itu awet muda.
Lalu dayang itu berhenti didepan pintu yang sangat besar, dan menyampaikan pada penjaga untuk memberitahu kaisar tentang kehadiran ku.Tak lama setelah itu,aku diizinkan masuk. Seorang Pria Berambut merah bermata kuning emas duduk di singgasana,tak salah lagi,dia adalah Baginda Kaisar.
"Selamat datang Lily,mendekatlah padaku"ucap Baginda Kaisar,
Aku pun mendekat sesuai yang beliau perintahkan,lalu memberi salam,
"Semoga Dewa memberkati Baginda dan Kekaisaran Raveldra" ucapku sambil membungkuk,
"Semoga Dewa memberkati mu juga,angkatlah kepalamu" balas Baginda,
"Jadi,ada apa anda memanggil saya kemari Baginda?" tanyaku,
"Sebenarnya,aku ingin minta tolong padamu untuk mencarikan pasangan bagi Putra Mahkota" ucap Baginda agak lesu,
"Ya?" gumamku,
"Dia sudah dewasa,dan cukup umur untuk menemukan pasangan,tapi dia tidak pernah tertarik dengan perempuan manapun,maka dari itu aku ingin meminta tolong padamu untuk mencarikan Felix seorang Putri Mahkota yang cocok untuknya dan Kekaisaran dimasa mendatang, kebetulan juga kau sudah mengambil gelar Bintang Pergaulan Kelas Atas,jadi akan banyak wanita bangsawan yang kau kenal." jelas Kaisar,
"Saya mengerti Baginda,akan saya usahakan yang terbaik" jawabku,
"Terimakasih Lily,kau sangat membantu ku" ucap Baginda Kaisar,
"Suatu kehormatan bagi saya" jawabku,
"Jadi,apa kau sibuk setelah ini? sepertinya kau agak terburu buru" tanya Baginda Kaisar,
"Emm,ituu,saya ada urusan di Istana Ratu" ucapku agak gugup,
"Istana ratu?hem,ada urusan apa kau kesana?tanya Kaisar agak tajam,
"Saya diundang Yang mulia Ratu ke istananya,tetapi beliau tidak memberi tahu alasannya Baginda" jawabku,
"Begitukah? baiklah,kau boleh pergi,terimakasih atas kerja sama mu Lily" ucap Baginda kembali lembut,
"Suatu kehormatan bagi saya,kalau begitu saya pamit undur diri Baginda,***-" ucapku lalu menutup mulut,
"***-?" tanya Baginda kebingungan,
"T-tidak ada apa apa Baginda,saya pamit undur diri" ucapku lalu keluar,
'Yang benar saja!hampir saja aku mengucapkan Assalamualaikum pada Baginda..aku ini kenapa!?' ucapku dalam batin,
Setelah itu,aku meminta tolong dayang mengantarku ke Istana Ratu bersama Rina,untung saja diizinkan.
"Apakah anda Nona Lily?Saya Ella,dayang Yang Mulia Ratu"ucap dayang yang menunggu di sebuah gerbang Istana Ratu,
"Benar,dimana Yang Mulia ratu?" tanyaku pada dayang bernama Ella itu,
"Yang Mulia Ratu berada di kebun mawar putih,silahkan ikuti saya" ucap dayang itu,
Aku pun mengikuti Ella bersama Rina,sedangkan dayang yang membawa ku kemari, kembali ke Istana Kaisar.
"Silahkan Nona,ratu sudah menunggu anda" ucap pelayan itu,
"Baiklah terimakasih" ucapku lalu pergi menemui Ratu,
Dari kejauhan,tampak seorang wanita berambut ungu gelap sedang duduk santai di kursi taman yang penuh mawar putih.Aku pun mendekati wanita itu dan membungkuk,
"Saya memberi salam pada Yang Mulia Ratu, semoga Dewa memberkati Anda" ucapku pada Yang Mulia Ratu,
"Ah, Lady Lily, semoga Dewa memberkati mu juga,duduklah disini" ucap Yang Mulia Ratu,
"Baik Yang Mulia" jawabku lalu duduk di kursi depan Yang Mulia Ratu,
"Maaf Yang Mulia Ratu,ada keperluan apa anda memanggil saya kemari?" tanyaku,
"Soal itu,aku ingin minta tolong padamu" ucap Yang Mulia Ratu,
"Minta tolong?" tanyaku pada Ratu,
'Apa Baginda Ratu ingin aku mencarikan Putra Mahkota Felix seorang tunangan ya?' pikirku,
"Itu..aku ingin kamu menikah dengan Felix" ucap Yang Mulia Ratu senang,
"Y-ya!?" ucapku terkejut,
"A-anu maaf Yang Mulia Ratu,bukankah anda tahu kalau saya adalah tunangan Tuan Muda Levian?" tanyaku gugup,
"Tentu saja aku tahu,tapi keponakan ku itu tidak cocok untukmu" ucap Yang Mulia Ratu gembira,
"Keponakan?" gumamku,
"Tentu,Grand Duchess Darvin adalah adik Kaisar dari permaisuri ke 2 sebelumnya" jelas Baginda Ratu sambil tersenyum lebar,
'Apa apaan situasi ini!?' teriakku dalam batin,
"Maaf Yang Mulia Ratu,tapi Baginda Kaisar meminta saya untuk mencarikan Putra Mahkota wanita bangsawan dari Pergaulan Kelas atas,dan bukan saya" ucapku pada Yang Mulia Ratu,
"Tapi kau kan salah satu wanita dari pergaulan kelas atas" ucap Yang Mulia Ratu dengan tampang polos,
"Tapi saya sudah ada Tuan Muda Levian" ucapku agak ragu,
"Batalkan saja pertunangan kalian dan bertunanganlah dengan Felix" ucap Yang Mulia Ratu gembira dengan tampang polos yang sangat natural,
"Sebenarnya,aku tidak mau memaksamu seperti ini..hanya saja aku takut dia bertemu wanita yang salah" lanjut Yang Mulia Ratu agak sedih,
"Sebaiknya anda membicarakan tentang hal ini dengan Baginda Kaisar,Yang Mulia Ratu. Saya tidak ingin ada perpecahan antara Keluarga Kaisar dan Grand Duke Darvin hanya karna saya" ucapku,
"Kau benar, tetapi ada satu hal yang perlu kamu ingat tentang Ian, Lily" ucap Yang Mulia Ratu serius,
"Ya?" gumamku,
"Dia adalah 'Iblis',aku harap kamu tidak melupakan sebutan turun temurun Keluarga Grand Duke Darvin" ucap Yang Mulia Ratu,
"Saya akan mengingatnya Yang Mulia Ratu, terimakasih" jawabku,
"Baiklah, keputusannya ada ditangan mu Lily,pilihlah baik baik.." ucap Yang Mulia Ratu memperingatkan ku,
"Baik, Yang Mulia Ratu" jawabku ragu,
"Kamu bisa kembali, terimakasih atas waktunya Lily" ucap Yang Mulia Ratu dengan senyum yang tulus,
"Suatu kehormatan bagi saya bisa mengisi waktu bersama Yang Mulia Ratu.Kalau begitu saya izin pamit" ucapku sambil membungkuk,dan Yang mulia ratu mengangguk,beliau meminta pelayan mengantarku sampai gerbang.Aku pulang bersama Rina dengan banyak pikiran yang menghantui kepalaku,
'Apa yang harus aku pilih?'
Bersambung....
Yo minna!⊂((・▽・))⊃makasii buat view nya!author bakal jarang up karna banyak urusan,dan makasii buat semuanya, support terus novel Vita Nova!dan setelah ini Novel baru dari author akan rilis!jadi ditunggu ya! sekian terima gaji 🗿✨