Vita Nova

Vita Nova
Episode 81 "Kakak Adik"



Flashback


"Dia akan kembali ke mansion bersamaku.Rombongan Zergan kembalilah ke kuil." jawab Lily.


"Baik,Yang Mulia Saintess." Pendeta itu segera memberitahu rombongannya dan kembali ke kuil suci terlebih dahulu.Hari sudah mulai sore dan langit mulai berubah jingga.


"Perasaan yang aneh.Hm?" tetesan hujan mulai turun dari langit.Padahal langit begitu cerah berwarna jingga kebiruan,tapi hujan lembut turun perlahan dari langit.Ditambah angin yang berhembus lembut.


"Indahnya.. Seperti permata.." gumam Lily takjub begitu melihat keluar.


Zergan terbangun dari tidurnya karna tetesan hujan yang masuk.Ia melihat Lily menghadap keluar jendela dengan wajah yang begitu senang.


'Dia tersenyum.'


.


.


Episode 81


Begitu Lily sampai di mansion dan turun dari kereta kuda,suara pintu utama di dobrak dengan sangat kuat membuat kaget seluruh orang.


"Astaga naga samber gledek!" teriak Zergan kaget dan terjatuh dari kereta kuda saat hendak turun.


"ADUH!!"


"Y-Yang Mulia Saint!" para pelayan pengikut Lily begitu panik dan segera menghampiri Zergan hendak membantunya bangun.


"Zergan kau tidak apa-apa?!" tanya Lily ikut panik.


"Aduh duh..kepalaku bisa pecah.." ucap Zergan.


"Nonaaa!!!Ada masalah besarr!!!" Rina berlari menghampiri Lily sambil menangis tersedu-sedu.


"Eh?Rina?Ada apa?" tanya Lily.


"Hiks!Nona..!Tuan Grand Duke dan Marquess menggeledah seluruh ruangan sambil berlari di lorong..mereka sampai membawa pedang dan menganyunkannya ke segala arah!.." jawab Rina.


"He?!Kakak-kakak?!"


Lily segera masuk ke dalam dan berlari mencari Lucas dan Ken.


"Tunggu Nona!!Jangan ikut berlari!!" teriak Rina yang berlari mengikuti Lily.


Seluruh ruangan benar-benar kacau seperti kata Rina.Begitu sampai di depan ruang kerja Lily benar-benar kaget karna dokumen yang ada ikut berantakan dan bahkan lusuh.


"Apa yang sebenarnya terjadi?!" tanya Lily.


"Saya tidak tahu!Tiba-tiba para Tuan Besar mengacaukan semua ruangan setelah berbincang dengan Tuan Vel." jawab Rina panik.


"Mereka benar-benar membuat kekacauan ya.." ucap Zergan yang mengikuti Lily dan melihat ruangan kerja begitu berantakan.


'Sialan!Apa yang sebenarnya mereka lakukan?!' pikir Lily menahan marah dan melayangkan pukulannya ke dinding.


Rina dan Zergan serta beberapa pelayan lain yang melihat dari kejauhan pun gemetar ketakutan melihat Lily.Bahkan tembok nya sampai berlubang.


"T-tunggu Cika..tahan amarah mu.." ucap Zergan gemetar mencoba menenangkan Lily.


"APA KAU PIKIR AKU BISA MANAHANNYA SEKARANG?!" tanya Lily kesal.


"S-sudah..tenangkan dirimu dulu..tarik nafas lalu keluarkan perlahan.." ucap Zergan sambil mengusap-usap punggung Lily dan menahan takutnya.


'Apapun ku lakukan agar nyawaku tidak ikut melayang.' pikir Zergan.


"Hufft...baiklah." ucap Lily mulai tenang.


Tak lama kemudian,suara barang pecah dan jatuh terdengar tak jauh dari sana.


"OI DASAR MAHLUK LICIK!KEMBALI KESINI!"


"JANGAN BERPIKIR KAU BISA SELAMAT!"


Suara teriakan Lucas dan Ken terdengar sangat jelas.Seekor kucing dengan bulu emas dan mata merah keluar dari suatu ruangan.Ia berlari menuju Lily dan bersembunyi dibelakangnya.


"Kucing??" ucap Zergan dan Rina heran.


Lily menatap kucing itu lekat-lekat.Ia merasa tidak asing dengan kucing itu.


"Kucing ini.."


BRAKK!!


Lucas dan Ken menabrak pintu sampai hancur.Mereka keluar untuk mengejar kucing itu lagi.


"KEMARILAH KA-!? L-Lily?.." Lucas diam membeku begitu melihat Lily sudah berdiri di lorong.


"Eh?Siap-akh! L-Lily?!Kapan kamu pulang?.." Ken juga kaget (hanya kaget) sama seperti Lucas ketika melihat Lily.


Suasana suram tiba-tiba muncul di sekeliling mereka.


"Uwah.. firasatku benar-benar buruk.." gumam Zergan lalu menutup kepala dan wajahnya dengan tudung.


"Sepertinya kalian harus menjelaskan sesuatu padaku." ucap Lily pada Lucas dan Ken.


"T-tentu saja!K-kita akan menjelaskan semuanya!" ucap Lucas gemetar ketakutan.


"Kenapa kau ketakutan begit-UGH!" Lucas memukul perut Ken sekuat tenaga tapi masih mempertahankan senyumannya.


"Diamlah atau kau bisa berada disisi Dewa setelah ini." ucap Lucas.


"MEOWWW!!GRRRR!" kucing itu tampak kesal dan tidak suka pada Lucas dan Ken.


'Dasar Vel sialan!' pikir Lucas dan Ken bersamaan.


"Nona,ini kalungnya." ucap Rina memberikan kalung tosca dari Vel pada Lily.


"Terimakasih."


Disebelah Lily sudah duduk Zergan dengan posisi sesuka hatinya seperti biasa.Kedua tangan di bahu sofa dan kaki ditumpuk.Sedangkan di depan Lily sudah duduk Lucas dan Ken yang masih gemetar ketakutan.


"Jadi, bisa dijelaskan Vel?" tanya Lily pada kucing yang ternyata adalah Vel.


'Tentu saja!' jawab Vel lewat pikirannya.


"Apakah kalung itu membantu berkomunikasi dengan hewan?Dia hanya mengeong." tanya Zergan penasaran.


"Iya mirip.Aku bisa mendengar suaranya lewat pikiran." jawab Lily.


"Hebat juga.Karna aku bosan,pinjamkan ponsel mu." ucap Zergan.


"Ini." Lily memberikan smartphonenya pada Zergan.Dan Zergan tenggelam dalam dunia fantasinya sendiri di dalam ponsel.


"Baiklah.Vel, ceritakan semuanya." ucap Lily pada Vel.


'Aku berbincang dengan mereka karna ada urusan tadi siang.Mereka bilang ingin tahu tentang masa depan putihmu ,bersama dengan Bel dan Kel.Tapi karna mereka berdua sedang pergi jajan ke pasar jadi hanya aku yang ada disini.Aku berkata tidak tahu tapi mereka tidak percaya,lalu aku asal berkata kalau kau akan memiliki 'umur yang panjang' dan tersiksa dalam kesendirian.Lalu mereka tampak marah dan mulai menyerang dengan pedang,mau tidak mau aku berubah menjadi kucing untuk menghemat energi ku yang belum pulih.Dan terjadilah hal tadi karena aku melarikan diri.' jawab Vel.


"Begitu ya, pantas saja banyak barang yang robek." ucap Lily menghela nafas panjang.


"Maaf Lily..ini salahku karena terlalu terbawa emosi yang berlebihan.." ucap Lucas meminta maaf.


"Ah..sudahlah.Lebih baik kalian bertanggung jawab atas dengan mengganti semua perabotan disini serta membantuku membereskan dokumen yang berantakan dan lusuh itu diganti dengan yang baru.Jangan lupa kalau kualitas perabotan ini adalah milik Baginda Kaisar,jadi jangan salah." ucap Lily begitu teliti.


"A-APA?!!BAGINDA KAISAR?!" teriak Lucas dan Ken kaget.


"Tentu saja.Beliau yang menghadiahkan mansion ini padaku.Dan aku harus menjaganya dengan baik.Tapi kalian menghancurkannya!Maka dari itu gantilah sesuai harganya." jawab Lily.


"Kalau baginda Kaisar..satu vas kecil yang kota pecahkan tadi sekitar..100.000 gold.." ucap Ken merinding.


Lucas pun sampai menelan ludah mendengar harga dari satu vas kecil berukuran 10 cm yang mereka pecahkan.


"Ayo pergi.. pekerjaan kita tambah banyak setelah kejadian ini.." ucap Lucas.


"Kami undur diri dulu untuk membereskan ini semua Lily.." ucap Ken mengikuti Lucas keluar.


"Semangat!" ujar Lily.


Begitu mereka berdua keluar.Lily menyenderkan kepalanya di bahu Zergan saking lelahnya.


"Meoww! (Jangan disitu !)" ucap Vel kesal.


"Biarkan aku berbaring,aku lelah." ucap Lily menatap datar Vel.


Seketika Vel berubah menjadi anak kecil berumur 5 tahun.Bajunya terlalu besar untuk badan kecilnya.Ekspresi yang kesal dengan mengerenyitkan keningnya dan menggembungkan kedua pipinya membuat Lily terkena serangan jantung.


"I-IMUTNYAAA~~!!" teriak Lily gemas pada Vel.


"Ha?" tanya Zergan heran.


Lily segera menggendong Vel dan memeluknya begitu erat.Ia mencium pipi,kening dan hidung Vel berkali-kali karna sangat gemas.


"Avv,dia sangat menggemaskan! Wajahnya begitu lucu saat memerah." ucap Lily tidak sadar kalau Vel sebenarnya sangat malu dan tidak mau menunjukkan wajahnya.


"Bodoh!" ucap Vel dengan suara anak kecil.Ia menyembunyikan wajahnya di dada Lily karena merasa sangat malu.


"Cika.Bubur." ucap Zergan dengan ekspresi lesu.


"Oh ya!Aku lupa! Tunggu sebentar,tolong jaga Vel."


"T-tunggu apa?!Dia bisa menjaga dirinya sendiri!"


"Aku akan segera kembali!"


Sekarang hanya tinggal Zergan dan Vel versi anak kecil disana.


"Dasar.Oi,jangan membuat ku kesal oke?" ucap Zergan sambil mengangkat Vel keatas.Tapi Vel tetap diam dengan ekspresi datar meremehkan Zergan.


'Sepertinya dia minta dibunuh..' pikir Zergan.


Zergan meletakkan Vel dipangkuannya.Vel tidak bisa kemana-mana karna dihimpit kedua tangan Zergan yang sedang bermain ponsel di depannya.Kepala Vel juga tertindih dagu Zergan.


Vel menatap layar itu agak lama.Zergan yang menyadari tatapan Vel itu merasa heran.


"Mau coba?" tanya Zergan.


"Aku tidak paham." jawab Vel polos.


"Aku akan mengajarimu." ucap Zergan.


Vel mendongak menatap Zergan.Lalu mengangguk.


"Letakan kedua tanganmu disini dan jarimu di titik-titik ini.Bentuk mereka berbeda sesuai jenis sihir yang mereka gunakan." jelas Zergan.


Tangan Vel yang kecil memegang benda dari dunia lain. Zergan menggenggam tangan Vel untuk membantunya belajar.


Perlahan-lahan Zergan mengajarkan semua yang ia tahu tentang smartphone sampai Vel benar-benar paham.Bagaimana cara menggunakannya dan apa saja yang bisa dia dapat dari alat itu.


Vel pun merasa takjub dengan smartphone Zergan.Dia sangat tertarik untuk mempelajari lebih banyak hal yang belum dia ketahui.


Mereka sangat akrab.Zergan tampak seperti seorang kakak,dan Vel seperti seorang adik.Tidak ada yang menyangka mereka akan sedekat itu dalam waktu yang sangat singkat.


Lily yang melihat mereka bermain bersama seperti kakak adik ikut merasa senang.Ia tertawa kecil melihat tingkat kedua orang dewasa itu.


'Dasar,ada-ada saja mereka ini.'


Bersambung...