
Flashback
"Kau banyak berubah ya,tinggi mu sedikit bertambah, kau benar benar seperti wanita bangsawan",
"Hehe,tentu saja bertambah!",
"Apa..kau..merasa..lebih..baik..",
Lily tidak bisa mendengar jelas perkataan Lucas, pengelihatannya kembali kabur,dan kepalanya sakit,
"Lily..kau baik baik saja..?",
'Aku tidak bisa mendengarkan mu kak..'
Lily terjatuh lemas,tapi dengan sigap Lucas menangkapnya.Lucas sangat terkejut begitu Lily jatuh dan tidak sadarkan diri,
"Lily?! Bangunlah!!LILY?!"
.
.
Episode 46
Cahaya matahari masuk melalui jendela kamar,tampak Lily yang masih terbaring di tempat tidurnya sejak pingsan setelah bertemu Lucas,
'Cahayanya silau..pukul berapa sekarang?'
Perlahan Lily membuka matanya,mendapati dirinya berada di kamarnya.Dia melihat sekitarnya kosong,tidak ada Rina atau orang lain di kamarnya,
"Apa yang terjadi?.. sepertinya aku baru saja bertemu Kak Lucas lalu..ah,aku pingsan ya?",
Seseorang tiba-tiba masuk ke kamar Lily tanpa mengetuk pintu,Rina yang datang dengan mambawa semangkuk air hangat dan handuk terkejut melihat Lily yang baru saja siuman,
"N-nona?! Akhirnya anda sadar!"
Rina menjatuhkan mangkuk berisi air tadi dan berlari menghampiri Lily sambil menangis,
"T-tunggu,Rina!kenapa kau sampai menangis seperti ini?..aku hanya pingsan sebentar kan..",
"Apanya yang sebentar?!Nona sudah 4 hari tidak sadarkan diri!saya..sangat mengkhawatirkan Nona..",
"Apa?!4 hari?!Aku pingsan selama itu?!",
"Benar..Nona sudah 4 hari tidak sadarkan diri,dan Tuan Lucas sangat mengkhawatirkan Nona sampai sekarang..",
"Dimana kakak sekarang?",
"Beliau ada di ruang tamu,selama 4 hari beliau tidak mau pulang ke mansion Everon",
"Apa?!"
"T-tunggu Nona!anda belum ganti baju!"
Lily langsung berlari keluar kamar menemui Lucas dengan baju tidurnya,
"KAKAK!!",
Lucas yang sedang minum teh langsung terkejut dan menyemburkan tehnya disaat Lily mendobrak pintu,
"L-lily?..KAU SUDAH SADAR!",
Lucas menghampiri Lily yang masih berdiri di ambang pintu,
"Syukurlah kau sudah sadar..andai kau tau kakak sangat mengkhawatirkan mu..",
"Maaf kak,aku tidak bermaksud membuat kakak cemas..",
"Tidak apa apa..ini lebih baik daripada kau tidka bangun sama sekali..",
"Jangan berkata seperti itu..kakak mau aku tidak bangun lagi?",
"Tentu saja ti-! agh..",
Lucas memalingkan pandangannya dari Lily dan menutup wajahnya dengan tangannya,Lily pun heran kenapa Lucas tiba tiba memalingkan wajahnya,
"Kakak??ada apa?",
"A-anu..Lily..bajumu..",
"Hum?..HWAAA!!MAAF!",
Lily langsung berlari kembali ke kamarnya dengan wajah memerah,betapa malunya dia menemui kakaknya dengan baju tidur dan penampilan berantakan seperti itu,
'Aku benar benar sudah gila!'
Beberapa saat setelah itu,Lily kembali menemui Lucas setelah mandi,dan ganti baju.Jujur Lily masih malu dengan kejadian tadi,
"Ekhem,Kak",
"Ya??",
"Kenapa aku bisa pingsan 4 hari??",
"Hmm,kata dokter yang melihat kondisimu,kau terlalu lelah,jadi kakak sarankan kau tidak bekerja dulu untuk sementara waktu",
"Tapi,2 hari lagi ada Pergaulan Kelas Atas,aku harus hadir",
"Kenapa kali ini?4 tahun yang lalu kau pergi kesana di kediaman Duke Wilen kan?dan setelah itu banyak undangan yang masuk untuk mengundangmu, tapi kau menolak semuanya",
"Aku sebagai Putri bungsu keluarga Everon sekaligus Marchioness Gradina setidaknya harus kembali bergaul setelah sekian lama kan?lagian aku juga menerima beberapa undangan minum teh dari beberapa bangsawan di Gradina",
"Tapi kali ini Pergaulan Kelas Atas akan digelar di kediaman Duke Wilen lagi",
Lily terdiam,dia mengingat kembali Arina Wilen,putri kedua Duke Wilen,entah Arina dendam pada Lily atau tidak setelah kejadian itu,
"Tidak apa apa, setidaknya aku harus menampakan diri lagi dihadapan mereka",
"Baiklah,kakak percaya padamu.Oh ya,ada beberapa hadiah kecil yang dikirim para bangsawan untuk kepulihanmu",
"Hum?hadiah??aku tidak melihatnya dikamar",
"Aku menyingkirkan semua ke gudang",
Lucas menunjukan ekspresi wajah yang sangat senang dan berseri-seri,Lily hanya bisa pasrah dengan kelakuan kakaknya satu itu,
"Hah,tidak apa apa,aku akan membukanya nanti.Oh ya kak,apa kakak akan terus berada di ibu kota??aku dengar dari Rudolph kalau kakak sudah setengah tahun menetap di Ibu kota",
"Hmm,aku akan berada disini lebih lama jika kondisi Baginda Kaisar tidak ada perkembangan,lagipula sudah jadi tugasku sebagai Kepala Pasukan dan tangan kanan Putra Mahkota untuk membantunya",
"Kakak berjasa besar di perang 4 tahun lalu,dan sekarang jadi tangan kanan Putra Mahkota,apa kakak tidak terlalu memaksakan diri??",
"Tentu tidak,kakak sudah dipercayai Baginda Kaisar dan Yang Mulia Ratu untuk membantu Putra Mahkota dalam urusan negara",
Lily tau kakaknya adalah pria yang hebat dan multitalenta,dia bisa dalam segala hal,tentu saja Lily bangga dengan itu tapi dia juga khawatir kakaknya bisa saja hanya akan diperalat seseorang suatu saat nanti,
"Tuan,sudah waktunya anda pergi ke istana",
"Oh begitu kah?cepat sekali ya",
"Ini sudah sangat lama,anda dipanggil Putra Mahkota 4 hari lalu dan berkata akan datang besok,setelah besok anda berkata besok lagi,dan besok lagi anda berkata hari ini,mala dari itu anda harus pergi sekarang,TIDAK ADA PENOLAKAN.",
"A-aku mengerti!Jangan menekanku seperti itu!",
Lucas tidak bisa berbuat apa apa lagi ketika Irvan memojoknya terus terusan,mau tidak mau dia harus pergi sekarang,
"Tidak perlu,kakak sibuk kan?kapan kapan aku yang akan menemui kakak",
"Terimakasih Lily",
Lucas mengusap kepala Lily sambil tersenyum,Lily mengantar Lucas sampai ke pintu depan dan Lucas pamit pergi ke istana,
"Nona, apakah anda sudah baik baik saja?",
"Tenang saja,aku sudah baik",
"Maksud saya..tentan Tuan Lucas",
Lily mengepalkan tangan dan menggigit bibirnya,Rina bahkan tau kalau dia tidak baik baik saja,
"Tidak apa..aku lega melihat Kak Lucas baik baik saja,ayo kita masuk",
"Nona..",
Lily membanting tubuhnya ke kasur dan menyembunyikan wajahnya di bantal,
'Hah.. perasaan ku kacau..aku rindu i-..ah tidak!!Cika bodoh!apa yang kau pikirkan sekarang?!'
/Skip sore
"Rina,aku akan pergi sebentar ke perpustakaan Istana",
"Eh?sekarang Nona??tapi hari sudah sore,lebih baik anda pergi besok",
"Tidak ada waktu,besok aku harus mempersiapkan diri untuk Pergaulan Kelas Atas di mansion Duke Wilen,Lady Arina juga mengundangku,tidak mungkin aku menolaknya setelah 4 tahun kan",
"Baiklah Nona,saya akan siap siap",
"Eh!tidak perlu,aku akan pergi sendiri",
"Tapi anda bisa dalam bahaya..",
"Aku ada sihir,tenang saja,aku pamit ya",
"Hati hati di jalan Nona"
/Di istana Putra Mahkota,
"Bagaimana dengan Pergaulan Kelas Atas 2 hari lagi??",
"Duke Wilen sudah mengurus semuanya,karna itu acara penting untuk para Nona bangsawan yang diadakan putrinya,sudah pasti beliau bertindak secepat mungkin",
"Begitu??",
"Omong-omong Putra Mahkota,ANDA HARUS MEMPERHATIKAN RAKYAT MISKIN DAN PAJAK PARA BANGSAWAN!KENAPA ANDA MALAH MEMBAHAS URUSAN PARA LADY?!"
"T-tapi urusan para lady juga merupakan urusan negara..haha.. bagaimana bisa aku melalaikannya?.."
"ITU TUGAS PARA LADY!!TUGAS ANDA SEKARANG ADALAH PAJAK PARA BANGSAWAN!!RAKYAT MISKIN!TANAH GERSANG DI WILAYAH BARAT!DAN UNDANG UNDANG BARU YANG HARUS ANDA TANGANI BULAN INI JUGA!!"
"Kenapa kau sangat emosi..?aku merinding karna mu..",
Lucas terus terusan memarahi Putra Mahkota yang menyepelekan tugas tugas penting di negara,dan Putra Mahkota terus terusan merinding dibuatnya,entah apa yang merasuki Lucas kali ini,
"K-kalau begitu bagaimana dengan para kesatria?..bukankah Panglima perang harus mengatur mereka?..",
"Putra Mahkota..itu tugas komandan pasukan.. sedangkan saya sebagai panglima sudah menyelesaikan semuanya secepat mungkin demi anda..",
"Bukankah kau kabur selama 4 hari?!kenapa kau pergi begitu saja?!"
"SAYA INGIN YANG MULIA MENGERJAKAN TUGAS TUGAS ITU TANPA SAYA!!APAKAH BAGINDA TAU BERAPA GUNUNG KERTAS YANG TERSUSUN DI RUANGAN SAYA KARENA ANDA MEMBERIKAN SEMUA PEKERJAAN ANDA PADA SAYA?!YANG PUTRA MAHKOTA ITU ANDA ATAU SAYA?!"
"Lucas..tenang lah..aku hanya bercanda..ahahaha..",
'Dia sangat menyeramkan..'
Putra Mahkota tidak bisa menatap mata Lucas kalau sedang marah,bahkan untuk bicara pun sangat susah,
"Bagaimana saya bisa tenang?!hiks..saya ingin menghabiskan waktu dengan Lily walau hanya sebentar setelah 4 tahun lamanya..tapi anda sangat tega melakukan hal ini pada saya.."
Putra Mahkota langsung membuka matanya lebar lebar,nama Lily langsung menarik perhatiannya,
"Maksudmu Marchioness Gradina??",
"Tentu saja,siapa lagi kalau bukan?"
"Apakah dia sudah kembali ke ibu kota??",
"Kenapa anda sangat penasaran?"
"JADI BENAR?!AKU HARUS SEGERA MENEMUI NYA!!",
"Yang mulia.. selesaikan pekerjaan anda..",
"T-tapi..",
"SEKARANG."
"B-baik..",
/Disisi Lily, Perpustakaan Istana
"Yang Mulia,buku apa yang anda cari?",
"Ah,saya mencari buku tentang sihir,apakah ada?",
"Tentu saja,buku itu ada di rak nomor 5 baris ke 30 di lantai 3,mau saya antar?",
"Tidak perlu, terimakasih,saya bisa sendiri",
"Baiklah Yang Mulia",
Lily menaiki tangga menuju lantai 3, lalu mencari rak buku nomor 5 baris ke 30,
"Ketemu!tapi..tinggi sekali..bagaimana aku bisa mengambilnya?..",
Lily mencari segala cara untuk mengambil buku yang berada di rak tinggi,tapi tidak ada barang apapun yang bisa dia gunakan,
"Sial..baiklah..aku harus melompat",
Lily melompat setinggi mungkin tapi tetap tidak dapat menggapai buku itu.Dia pun kesal dan sekuat tenaga mencoba meraih buku itu,
"Tinggal sedikit lagi! ayolah..kurang beberapa senti..",
Tak lama,tangan seorang pria mengambil buku itu dari belakang Lily,
"Lho??",
"Kapan kau akan tumbuh lebih tinggi?dasar cebol.Kau mau buku yang satu ini kan?",
Suara pria itu mengejutkan Lily.Suara yang merdu dengan nada datar dan membuat merinding orang yang pertama kali mendengar nya,perlahan Lily menengok ke belakang dan mendapati seorang pria dengan tubuh besar dan mata biru tua menatapnya dengan datar tapi terkesan hangat,matanya melebar melihat pria itu, tangannya sedikit gemetar,
"Lama tidak bertemu Lily,bagaimana kabarmu??sudah 4 tahun ya",
"Eh?Ian?"
Bersambung...