Vita Nova

Vita Nova
Episode 72 "Pembalasan Tuan Muda"



Flashback


Kekuatan Kel sekarang sangat tidak sebanding dengan Pangeran Arhen yang sepenuhnya dikuasai Raja iblis,jika dia melanjutkan pertarungan ini,itu hanya akan membuat staminanya berkurang drastis dan tidak bisa melawan.


'Posisiku sekarang sangat tidak mendukung..aku harus bagaimana?..'


"HEI HEI HEI!!APA YANG KAU LAKUKAN PADA ADIKKU?!",


"DASAR TIDAK ADIL!KAU HANYA BERANI MENYERANG KAKAKKU YANG SUDAH BABAK BELUR!", dua suara teriakan yang tidak asing muncul ditengah tengah perang.


"Sepertinya kau dapat bantuan ya,menarik"


'Kalian..'


.


.


Episode 72


"Apa ini?hawa kalian mirip,apa jangan-jangan kalian Dewa Dewi Kembar Beyola?.Menarik" ucap Pangeran Arhen menatap Vel dan Bel yang sudah ada tidak jauh dari posisinya sekarang.


"Sela,kau bantu memulihkan Veda,aku akan menahan Pangeran sementara." ujar Vel pada Bel.


Bel mengangguk lalu segera memapah Kel dan membawanya pergi.Pangeran Arhen hanya diam dengan ekspresi yang kurang menyenangkan.


"Tidak sopan sekali membawa makanan seseorang tanpa izin dan menghilang begitu saja.Walau kalian Dewa dan Dewi,ternyata tidak ada etika yang kalian kuasai" ucap Pangeran Arhen datar.


"Kita mempelajari nya,hanya saja..etika Dewa tidak sebanding dengan etika manusia rendahan seperti mu." balas Vel dengan tenang.Pangeran Arhen mulai merasa kesal begitu Vel mengeluarkan kata "rendahan" dari mulutnya.


"Rendahan katamu?!.."


"Tentu saja.Manusia pada dasarnya diciptakan sama,layaknya tumbuhan yang dirawat Dewa dan Dewi.Sayang sekali beberapa diantaranya menjadi faktor utama hama pada tumbuhan lain..kau contohnya"


"JAGA MULUTMU ITU!!",Pangeran Arhen meluncurkan serangan tepat pada kepala Vel.Hanya dengan sedikit gerakan kepala,Vel menghindari serangan itu.


"Kenapa?apakah aku benar? manusia secara spontan akan marah jika lawan bicaranya mengatakan hal buruk yang benar tentang dirinya." ucap Vel dengan wajah sok polosnya.


"Walau kau itu Dewa tapi aku adalah keluarga Kaisar!!Keluarga dari kekaisaran ini!!Aku adalah pangeran yang diberkati langsung oleh Dewa!" balas Pangeran Arhen masih mencoba menahan emosinya.


"Diberkati Dewa?Ah?Lucitus?.Entah aku benar atau tidak tapi..Lucitus..menolak memberkati dirimu" ucap Vel lembut.Amarah Pangeran Arhen makin meluap.Dia tidak bisa menahan hinaan dari Vel yang merupakan Dewa pelindung benua.


"OMONG KOSONG!!",Pangeran Arhen melemparkan serangannya berturut-turut pada Vel.Kekuatan yang sama yang mengakibatkan Kel kewalahan dan lengah.


"Berhentilah bersikap kekanak-kanakan!." Dengan satu kali serangan balik dari Vel,Pangeran Arhen terluka cukup parah.


"BERIKAN AKU TAHTA ATAU AKU AKAN MENGHANCURKAN SEMUA YANG ADA DIBAWAH SANA!!." teriak Pangeran Arhen mengancam Vel.Sikap Vel masih tenang,seolah itu bukan hal besar baginya.


"Lakukanlah."


"Apa?!"


"Lakukanlah jika kau ingin melakukannya. Hancurkan mereka.Jangan sisakan satupun."


Pangeran Arhen yang mendengar kata-kata itu merasa direndahkan dan diremehkan oleh Vel.Dia menyerang para pasukan yang sedang bertarung dibawah dengan serangannya.


"Kau akan menyesal!!"


DUARR!!


Serangan Pangeran Arhen melesat ke arah pasukan.Tapi serangannya hancur di udara,seolah sudah mengenai sesuatu yang kuat dan tidak terlihat.


"CIH!!INI PASTI ULAH MU!!APA YANG KAU LAKUKAN?!."


"Entahlah,melindungi mereka?hehe."


"KAU..!."


/disisi Lily dan Ian.


"Hati-hati,kau bisa jatuh."


"Kenapa kita harus lewat atap?!hancurkan saja ruangan sebelah kamar kaisar!"


"Apa kau gila?bisa-bisa aku lepas kendali dan malah membunuh Kaisar."


"Ugh..benar juga."


Lily dan Ian saat ini berada tepat di atap kamar Kaisar.Kamar beliau terkunci mulai dari pintu dan jendela dengan kutukan Raja iblis milik Pangeran Arhen.


"Bukankah bahaya jika kita menghancurkan atapnya dan malah menimbun Kaisar dibawa puing-puing?..", tanya Lily sedikit khawatir.


"Kita tinggal menghancurkan bagian yang tidak berada tepat di atas tempat tidurnya kan?",tanya Ian balik.


'Benar juga..aku bodoh ya?..', batin Lily.


Ian mulai mencari bagian yang sekiranya aman untuk dia hancurkan.Dengan mengira-ngira ukuran kamar Baginda Kaisar dengan langkah kakinya,Ian menemukan titik yang pas untuk dihancurkan.


"Disini.Aku yakin ini tempat yang aman untuk dihancurkan." ucap Ian.


"Baiklah,ayo hancur-"


BRAKK!!


"-kan..",belum selesai Lily menyelesaikan kata-katanya,Ian sudah menghancurkan atapnya duluan.


"Kenapa wajah mu seperti itu?",tanya Ian heran melihat wajah Lily yang tersenyum sangat lebar.


"Aku sedang menahan sesuatu saja~",jawab Lily dengan nada bahagia(?).


"Ah..baiklah,ayo turun."


"Aku merasakan hawa kutukan yang sangat kuat dari borgol itu..",ucap Lily.


"Aku juga merasakannya.Sepertinya borgol itu memiliki tingkat kutukan yang lebih kuat daripada pemblokir sihir yang menyegel pintu dan jendela,dia pintar juga." jelas Ian sambil melihat sekitar.


"Baginda tidak bergerak, sepertinya jiwanya terkurung karna borgol itu." ucap Lily memperhatikan tubuh Kaisar.


"Kita harus menghancurkan borgol itu bagaimana pun caranya tapi tidak melukai Kaisar.Kel tidak ada disini untuk melepaskan kutukan." ujar Ian berpikir keras.Setelah beberapa lama,dia mengingat sesuatu hal.


"Lily",


"Ya?",


"Kutukan Raja iblis bisa 'dinetralkan' dengan sihir."


Lily terdiam sebentar sambil menatap Ian, begitupun dengan Ian.Sihir yang dapat menetralkan kutukan Raja iblis adalah sihir tingkat tertinggi yang hanya penyihir wanita pertama yang bisa menggunakan sihir itu.


"Tidak mungkin." ujar Lily.Ian berpikir keras lagi,tidak mungkin ia memaksa Lily untuk meningkatkan sihirnya lagi.


"Kita bawa saja Kaisar ke tempat yang aman terlebih dahulu.Setelah itu-"


DUAR!!!


Ledakan yang sangat dahsyat terdengar dari luar,dan jaraknya sangat dekat dengan kamar Kaisar.Ian dan Lily bergegas pergi membawa Kaisar ke tempat yang lebih aman.


"Kemana kita akan mengamankan Kaisar?" tanya Lily.


"Kita bawa ke Istana Safir,itu istana kosong yang digunakan untuk putri." jawab Ian.


"Baiklah,ayo." Ian segera berteleportasi ke Istana Safir sebelum serangan antara Vel dan Pangeran Arhen sampai ke kamar Kaisar.


Disisi lain,Yusto dan Yesra masih di tempat pengungsian.Niat Yusto yang hendak membantu Yang Mulia Ratu dan bangsa Elf ia pendam demi menemani Yesra yang ketakutan setelah siuman dari pingsannya.


"Yesra,sekarang sudah tidak apa-apa,kau ada ditempat yang aman." Yusto mencoba menenangkan Yesra yang sejak tadi masih gemetar ketakutan.Tidak tega melihat kembarannya seperti itu,Yusto memeluk Yesra erat-erat dan mengusap lembut rambutnya.


"Yusto..ibu..",suara sedu ditambah tangisan dari Yesra dan kata 'ibu' yang keluar dari mulutnya membuat dada Yusto tercabik-cabik.


"Maaf Yesra..aku tidak bisa melindungi ibu..ini salahku..maafkan aku..",Yusto hanya bisa meminta maaf pada Yesra,ia merasa sangat bersalah karna tidak bisa melindungi ibu mereka.Terlebih saat itu hanya Yesra dan Ian yang melihat bagaimana ibu mereka mati,Yusto tau betapa sakit dan sesaknya hati Yesra sekarang.


"Ibu..kembalikan ibu..aku tidak bisa hidup tanpa ibu!..",ucap Yesra sambil menangis di pelukan Yusto.


"Maaf Yesra..maafkan aku..",


"Bawa ibu kembali!..!Aku hanya ingin ibu kembali Yusto!.."


Yusto tidak menjawab,Yesra terus-menerus menangis dalam kepedihannya.Beberapa warga yang ada ditempat pengungsian pun tidak tega melihat Yesra yang seperti itu,dengan dibawanya kabar bahwa Grand Duchess telah tiada menambah kesedihan diantara mereka.


"Yusto..ibu..ibu..hah..ibu..", tenaga Yesra terkuras habis karna menangis.Ia pun tertidur pulas dipelukan Yusto.Perlahan Yusto merebahkan Yesra di sampingnya.


Salah seorang wanita tua dari rakyat Grand Duke Darvin datang menghampiri Yusto dan Yesra.


"Tuan Muda,saya akan menjaga Nona disini.Anda bisa pergi membantu Yang Mulia Ratu." ucap wanita tua itu menawarkan diri.


"Tapi..bisa saja dia menangis seperti tadi..saya takut merepotkan anda..",balas Yusto tidak enak hati pada wanita tua itu.


Sesaat kemudian beberapa anak kecil datang menghampiri Yusto dan memeluknya.


"Tuan Muda,anda sudah berusaha melindungi kami dari serangan.Kami akan menjaga nona disini sampai Tuan Muda kembali!",ucap salah satu anak.


"Benar!Walau tidak seberapa..tapi kami harap nona baik-baik saja..dia adalah nona yang baik hati,kami ingin menjaganya demi Tuan Muda dan nona sendiri!",ucap anak yang lain.


Yusto yang mendengar kata dari anak kecil seperti mereka sangat tersentuh sekaligus sedih.Perasaannya tercampur aduk melihat anak-anak itu tersenyum lebar dan tampak sangat bersemangat walau kondisi saat ini sedang kacau balau.Ditambah pelukan anak-anak padanya yang terasa sangat hangat dan tulus.


"Kalian anak-anak yang baik..aku sangat berterimakasih pada kalian.Aku mohon bantuan kalian untuk menjaga Yesra." ucap Yusto sambil membalas pelukan anak-anak itu.


"Kami mengerti!Serahkan pada kami!",balas anak-anak dengan sangat semangat.


Yusto tersenyum tipis.Ia berdiri dari tempatnya dan memberikan sebuah gulungan kertas sihir pada sang wanita tua.


"Nyonya,jika terjadi sesuatu yang buruk tolong robek kertas ini.Dengan begitu saya akan segera datang dan menolong kalian." ucap Yusto pada wanita itu.


"Baiklah Tuan Muda.Saya berharap Tuan Muda dilindungi oleh Dewa demi melindungi rakyatnya." Yusto sontak berlutut dihadapan wanita tua itu.


"Terimakasih banyak atas berkat anda.Saya berjanji akan kembali hidup-hidup dan membawa kemenangan bagi kita." ucap Yusto dengan penuh keyakinan.


"Berdirilah Tuan Muda!Anda tidak pantas berlutut dihadapan wanita tua seperti saya!" ujar wanita tua itu yang tampak segan dengan tindakan Yusto.


Yusto berdiri dari tempatnya.Ia menatap Yesra sebentar dengan tatapan sedih,hatinya sangat lemah jika menyangkut Yesra.


"Saya pergi dulu,tolong jaga Yesra."


"Baik Tuan Muda."


"Hati-hati Tuan Muda!!percayakan nona pada kami!"


Yusto tersenyum tipis lalu menghilang dengan sihir teleportasi.


Saat ini di wilayah Grand Duke Darvin,sedang terjadi pertempuran yang sangat besar.Melibatkan bangsa iblis,pasukan istana,dan bangsa Elf.Yusto yang sudah tiba tepat di medan pertempuran melihat wilayahnya yang dulu sangat asri,penuh dengan canda tawa anak-anak,sekarang berubah menjadi lautan api.Banyak nyawa tak bersalah melayang akibat kejadian ini.Sebuah boneka beruang yang tergeletak ditanah menarik perhatian Yusto.


"Aku pasti akan mengembalikan wilayah ini seperti semula..Aku bersumpah atas nama Dewa,akan membuat mereka membayar semua ini." Yusto mengeluarkan pedangnya dan mengalirkan sihirnya pada pedangnya.


"Kali ini tidak cukup hanya satu..",Yusto mengeluarkan satu lagi pedangnya.Teknik dua pedang yang sangat jarang ia gunakan.


"Yusto,mau gunakan teknik itu?",tanya Yang Mulia Ratu yang sudah ada di seblahnya.


"Iya Yang Mulia.Saya..tidak akan membiarkan mereka mati dengan utuh."


Bersambung...