Vita Nova

Vita Nova
Episode 35 "Ujian Tengah"



Flashback


"Huh..dengarkan aku Lily,aku sudah melupakan Anna,dan hanya kau yang ada di sampingku sekarang,jadi kumohon jangan palingkan wajahmu dariku" ucap Ian terkesan lembut,Lily tidak bisa menolak lagi karena dia tahu kalau Ian tidak bersalah,


"Baiklah,tapi aku harap kau tidak melakukan hal yang macam macam" ucap Lily cemberut,


"Baiklah Tuan Putri" Ian mencium pipi Lily dan memeluknya,


"Dasar manja" gumam Lily sambil mengelus rambut Ian,


"Apakah aku harus bermain kasar?" tanya Ian dengan senyum liciknya,


"A-apa maksudmu,dasar!"


.


.


Episode 3**5**


Hari dimana Lily memulai penentuan sihirnya datang.Persiapan disiapkannya dengan matang,tak terkecuali penampilan nya,


"Lily,kau sudah siap?" Lucas mengetuk pintu kamar Lily dan mengecek apakah Lily sudah siap dengan penentuan hari ini,


"Iya!" Lily segera keluar setelah bersiap diri,


"?!" Gaun elegan berwarna putih dan mutiara yang menghiasi gaun itu,serta sebuah tiara dari perak berkualitas berhias kristal putih yang sangat cocok dengan rambut perak Lily membuat Lucas tercengang,dia tidak bisa berkata apa apa lagi dengan penampilan Lily,


"Kakak,ada apa?" Lily melihat Lucas kebingungan karna terdiam setelah dia keluar,


"Dasar kau ini, tidak perlu menunjukan kecantikan mu di hari seperti ini",


"Tapi hari ini akan berbeda dari sebelumnya,karna seluruh bangsawan di Ibu kota serta beberapa rakyat kecil akan melihat langsung bagaimana sihir ku bekerja",


"Begitu ya,tetapi ada satu hal yang kurang",


"Hum?" Lucas mengeluarkan sebuah kalung berwarna biru safir dari kantongnya dan mengalungkan nya ke leher Lily,


"Ini kalung peninggalan Ibu,aku harap kau menjaganya dengan baik" ucap Lucas sedikit sedih,


"Kakak.." Lily hampir menangis karna teringat dengan ibunya,


"Jangan menangis cantik,riasannya akan pudar nanti" Lucas mengusap air mata yang belum terjatuh dari mata Lily,


"Iya",Lily berusaha menahan air matanya walau sulit untuk melakukannya,


"Kalau begitu,ayo kita pergi" Lucas mengulurkan tangannya hendak mengantar Lily sampai ke Kuil Suci nanti.Lily pun tidak ragu lagi untuk membalas uluran tangan Kakaknya,


"Iya!"


Semua bangsawan dan rakyat kecil di Ibu Kota sudah berkerumun di aula Kuil Suci,semua orang menantikan keberadaan Saintess sekaligus Penyihir yang akan dikenal sebagai Mischess pertama sepanjang sejarah.


Baginda Kaisar dan Yang Mulia Ratu serta Putra Mahkota Felix duduk di kursi khusus di Aula Kuil Suci.


Tak lama kemudian Pendeta Agung datang dan menyampaikan pidatonya.Setelah selesai membacakan pidato dan berdoa kepada Dewa dan Dewi, Pendeta langsung memanggil Lily menuju Aula,


"Ya ampun bukankah dia Lady Lily?",


"Apakah dia yang pendeta maksud?",


"Lihatlah,dia sangat cantik!"


"Sangat anggun dan berkharisma",


"Semuanya tenanglah,Pendeta lanjutkan" Baginda Kaisar menenangkan para bangsawan yang heboh dan mengizinkan Pendeta Agung untuk melanjutkan,


"Lady Lily,apakah anda siap untuk penentuan hari ini?" tanya Pendeta Agung pada Lily,


"Tentu saja Pendeta" jawab Lily sambil menahan gugup,


"Baiklah saya akan menjelaskan urutan penentuan hari ini.Pertama,saya akan memberikan 3 ujian pada Lady,ujian pertama adalah ujian yang mudah,makin lama ujian akan makin sulit,tentu saja hari ini Penyihir Agung August Rush yang akan menentukan kemampuan Lady,beliau mengamati anda dari jauh jadi anda tidak bisa melihatnya kecuali ujian yang terakhir.Lalu yang kedua,setelah semua ujian selesai,Lady akan melakukan pemurnian menggunakan air suci,Baginda Kaisar dan Yang Mulia Ratu yang akan melaksanakan tugas yang seharusnya pendeta lakukan,hal ini mencatat sejarah kekaisaran lagi.Dan yang terakhir,jika Lady sudah menjalani ujian secara sempurna dan melakukan pemurnian,Lady akan langsung mendapat pemberkatan dari para petinggi dan 'hadiah' kecil dari Baginda.Penentuan ini akan berlangsung sampai ujian ketiga,Lady Lily akan tinggal di kuil malam ini karna pemurnian akan dilakukan besok pagi,apakah anda siap Lady?" Pendeta Agung menjelaskan secara rinci bagaimana Penentuan hari ini akan berlangsung,Pendeta menatap Lily dengan kepercayaan yang dalam,hal itu membuat Lily makin yakin kalau dia bisa melakukan ujian itu dengan baik,


"Wah wah wah,ramai sekali",Vel dan Bel duduk tenang di udara tanpa seorang pun bisa melihat mereka,


"Lily bisa melakukannya bukan?" Bel sedikit khawatir karna tidak melatih Lily dengan maksimal,


"Tidak apa apa, percayalah padanya,kita juga ada untuk mengawasi penentuan hari ini" Vel meyakinkan Bel dengan kekuatan Lily,dia tahu kalau Lily adalah 'utusan',


"Baiklah.Aku atas nama Kaisar pemimpin Kekaisaran ini menyatakan, Penentuan hari ini dimulai!"


UJIAN-1


"Lady,diseblah saya ada sebuah potongan kayu dari pohon Flonce, seperti yang anda tahu kayu pohon itu sekuat 20 lapis baja,hanya penyihir tingkat menengah sampai keatas yang bisa memotong kayu itu.Di ujian pertama ini,saya ingin Lady menembus kayu itu dengan satu kali serang,apakah anda siap?" Pendeta menunjukan sebuah balok kayu yang lumayan besar dan meminta Lily menembus kayu yang terkenal sangat keras,


'20 lapis baja 1 potong?hebat juga',


"Baiklah saya siap" Lily menerima ujian itu dengan lapang dada,tentunya para bangsawan tidak menyangka dengan jawaban Lily,


"Anda sangat gigih,silahkan ser-" sebelum Pendeta menyelesaikan perkataannya, potongan kayu disampingnya itu sudah hancur menjadi kepingan kecil dan halus,


"Dia terlalu bersemangat.." Vel menatap Lily sedikit cemberut,


"Pft!Hahaha!!" Bel tertawa terbahak bahak melihat reaksi Vel dan orang orang di Aula,


"Ah,aku terlalu berlebihan" Lily menatap serpihan kayu yang berceceran dengan tatapan polos,semua orang masih terdiam dan tak bisa berkata kata,


'Hal ini terjadi lagi..' pikir Lily,


"A-APA TADI ITU?!?!" seluruh ruangan heboh bukan main melihat potongan kayu yang sangat kuat itu hancur berkeping keping sekali serang,


'Mereka terlalu heboh..',


"L-lady!Kita akan melakukan 1x percobaan lagi!" Pendeta begitu panik begitu sadar dari lamunannya,


"Y-ya??baiklah.." Lily bingung begitu Pendeta mengatakan 1x percobaan,


Ditunjukanlah 10 potongan besar kayu seperti tadi diletakan berjejer panjang,


"S-sekarang coba serang sekali la-" sekali lagi Pendeta tidak menyelesaikan perkataannya,Lily menyerang duluan.Serpihan kayu yang sedikit lebih besar dari sebelumnya berserakan dimana-mana,


"Saya sudah mengurangi sedikit dari sebelumnya..hehe" ucap Lily ragu sambil melintir rambutnya sendiri,


"U-ujian pertama..LOLOS!" Pendeta Agung berteriak sekuat tenaga walau sudah terlihat dia sudah kelelahan karna melamun,


Suara bersorak meriah keluar dari para bangsawan,Baginda Kaisar tertawa lepas,Yang Mulia Ratu dan Putra Mahkota tertawa kecil melihat kehebohan Aula Kuil Suci.


Setelah itu,Pendeta langsung memulai Ujian yang kedua.


UJIAN-2


"Lady,ada beberapa penyakit di dunia ini yang tidak bisa disembuhkan dengan beberapa cara pengobatan medis,dan bahkan ada beberapa penyakit yang harus diobati dengan kekuatan dewa atau sihir,salah satunya adalah kelumpuhan,sampai sekarang belum ada cara untuk menyembuhkan penyakit itu dengan Kekuatan Dewa atau Sihir,karna ujian ini menyangkut penyakit yang tergolong susah atau bahkan sedikit kemungkinan untuk sembuh,jika Lady gagal itu tidak masalah.Apakah Lady akan menerimanya?" Pendeta Agung menjelaskan Ujian kedua,walau dia berkata tidak apa apa jika Lily gagal, tapi Lily akan berusaha untuk bisa menyembuhkan penyakit itu,


"Baiklah,saya akan mencobanya" jawab Lily mantap,dia tidak akan bisa mundur setelah menerima ujian ini,


"Baiklah Lady,kalau begitu saya akan meminta perwakilan dari Tuan Muda Yusto dan Lady Yesra untuk menuju ke aula",2 orang duduk di kursi roda menuju ke aula,


'Eh?!Yusto?Yesra? Kenapa mereka berdua?' Lily sedikit terkejut karna perwakilan nya adalah Yusto dan Yesra,dia tidak mengira kalau mereka berdua bersedia hadir di penentuan kali ini,


"Lady Lily,silahkan" Pendeta Agung mempersilahkan Lily untuk mencoba, pertama dia akan mencoba pada Yesra.Tatapan Yesra padanya sangat penuh dengan harapan,sudah pasti Yesra ingin sembuh dari kelumpuhan nya,


"Yesra,aku akan mencoba yang terbaik.." Lily menggenggam tangan Yesra erat,walau dia gagal,dia tidak akan menyerah dan akan mencari segala cara,


"Terimakasih Lily" Yesra tersenyum tipis setelah Lily meyakinkan nya,


"Tristan,apa Lily bisa menyembuhkan mereka berdua?" tanya Bel pada Vel,sedangkan Vel tersenyum lebar,


"Aku sudah bilang kan,sihir akan bergerak sesuai niat pemiliknya,dan Lily adalah penyihir Viridis terakhir yang akan terungkap tak akan lama lagi,sudah pasti dia bisa melakukan nya dengan baik" ucap Vel dengan percaya diri,


Lily menggenggam tangan Yesra dan menutup matanya,perlahan angin berhembus lembut dari lantai yang dipijak Lily,cahaya keluar dari tangan Lily yang menggenggam tangan Yesra, perlahan cahaya itu menyelimuti tubuh Lily dan Yesra.Semua orang yang melihat itu langsung membuka mata mereka lebar lebar,tidak percaya dengan apa yang mereka lihat sekarang,


Perlahan cahaya itu redup dan menghilang, Lily membuka matanya dan mengangkat tangan Yesra pelan,berdiri dari kursi rodanya.Lily melepas genggaman nya dari Yesra,keajaiban terjadi,Yesra bisa berdiri tegak dan menggerakkan kakinya secara bebas.Yesra sendiri sangat terkejut dan tidak percaya,dia bisa berdiri lagi setelah sekian lama,tangisan bahagia keluar dari mata Yesra,dia sangat sangat bahagia.


"Terimakasih banyak Lily! terimakasih!" Yesra memeluk Lily sangat erat sambil menangis di pundaknya,


"Syukurlah.." Lily ikut senang melihat Yesra bisa berdiri lagi setelah sekian lama,semua orang di aula bertepuk tangan dengan sangat meriah,Yusto senang melihat Yesra bisa tertawa dan tersenyum selebar itu setelah bertahun tahun terdiam,


"Sekarang giliran mu Yusto" Lily menggenggam tangan Yusto erat,dan melakukan hal seperti pada Yesra sebelumnya.Semburat merah tipis keluar dari pipi putih Yusto,tapi dia tidak sadar dengan hal itu,


"Berdirilah,aku akan membantu mu",


"Iya, terimakasih Lily" Yusto bangun dari kursi rodanya dibantu dengan Lily,tetapi dia masih belum bisa berdiri tegak,tubuhnya goyah dan hampir terjatuh,


"Yusto kau tidak apa apa?!.." Lily cemas melihat Yusto tidak bisa berdiri tegak,berpikir apa yang salah dengan sihirnya,


"Kenapa Yusto tidak bisa berdiri?" Bel pun ikut penasaran dengan hal itu,


"Itu karna ada sihir kegelapan pada dirinya,dan masih belum seutuhnya menerima sihir kuat seperti milik Lily,tapi sekitar 2 atau 3 hari dia bisa stabil lagi" jelas Vel,


"Begitukah",


"Tidak apa apa Lily,ini efek karna sihir kita bertabrakan,aku akan pulih sebentar lagi" ucao Yusto dengan senyum tipis pada wajahnya,


"Benar tidak apa apa?.." Lily masih khawatir dengan perkataan Yusto yang kurang membuatnya puas,


"Tentu saja,tanyalah pada kakak jika kau masih kurang yakin" Yusto kembali duduk di kursi roda nya dibantu Yesra,


"Baiklah kalau begitu,aku akan bertanya oada Ian nan-..!" Lily berhenti melanjutkan kata katanya dan terdiam,


"Lily ada ap-" Lily terjatuh lemas di aula,tak sadarkan diri di lantai,


"Lily!" Yusto dan semua orang di aula panik begitu Lily jatuh tak sadarkan diri,Lucas langsung berlari menghampiri Lily dan mencoba membangunkan nya,


"Vel..aku merasakan sihir yang sama seperti waktu itu..",


"Huh? apa?!"


Bersambung..