Vita Nova

Vita Nova
Episode 51 "Tunangan Grand Duke"



Flashback


Zergan yang berdiri di depan Bel menggenggam kedua tangan Bel erat dengan ekspresi yang serius,


"Jelaskan padaku semuanya!"


"B-baik..pada dasarnya hal ini hanya memiliki 0,01% peluang untuk terjadi,karna pemilik sihir suci atau Viridis seperti Lily tidak memfokuskan diri pada hasrat membunuh seperti sihir Nigreos melainkan hanya menyembuhkan dan menyerang target tanpa membunuhnya.Penyihir wanita pertama melawan bangsa iblis dengan sihir Viridis yang disalurkan pada senjata perang milik kekaisaran,dan hanya menggunakan sihirnya untuk penyembuhan,jadi sihir api yang dikeluarkan Lily tadi bisa membunuh Lady Arina jika tidak dikendalikan dengan baik",


"Jadi..aku hampir membunuh orang?.."


.


.


Episode 51


"Itu bisa jadi kemungkinan,tapi baguslah kau bisa meredam emosimu, jadi tidak ada masalah", jawab Bel,


Tubuh Lily gemetar membayangkan bagaimana jadinya jika dia membunuh Arina saat itu juga,


"Tidak apa-apa Lily,jika kau membunuh Lady Arina saat itu juga,kau tidak bersalah,karna dialah yang melanggar undang-undang bangsawan,jadi tenang lah" ucap Lucas mencoba menenangkan Lily,


"Baik.." walau Lucas sudah menenangkan nya,tapi Lily masih gemetar,


"Sebentar lagi makan siang, Lily lebih baik kau makan lalu istirahat,kakak dan Saint Zergan harus pergi menghadap Kaisar dan Putra Mahkota tentang hal ini",


"Iya kak..", Lucas tidak tega meninggalkan Lily,tapi mau tidak mau dia harus pergi ke Istana bersama Zergan,


"Kami pergi dulu,jaga dirimu baik baik" Lucas mencium kening Lily lalu pergi,


"Aku pergi dulu,kabari aku jika hal aneh terjadi lagi padamu" ucap Zergan sambil mengusap kepala Lily lalu pergi mengikuti Lucas,tinggal Vel dan Bel yang menemani Lily di kamar,


"Lily,apa hubungan mu dengan Zergan?" tanya Bel penasaran,


"Eh?Kami sahabat lama di kehidupanku sebelumnya,tapi dia meninggal 1 tahun sebelum kematian ku,dia bilang kalau dia terjatuh ke danau dan tersesat di dunia ini,karna tubuh dan jiwanya tidak terpisah makanya dia tetap terlihat seperti umur 18 tahun",jelas Lily


"Tapi dia sudah 54 tahun berada disini,itu artinya harusnya dia berumur 72 tahun kan?",


"Benar,tampangnya saja muda,tapi dia tetap lah kakek kakek" jawab Lily puas,


"Sela,kau...menyukai Zergan?" tanya Vel dengan ekspresi mencurigakan, sontak wajah Bel langsung memerah,


"T-tidak!aku hanya penasaran!apa salahnya?!" elak Bel dengan emosi,


"Ayah harus tau tentang ini" gumam Vel licik,


"Oh ya,aku tidak tau siapa yang kalian maksud ayah itu,siapa beliau?" tanya Lily penasaran,


"Ayah yang kita maksud adalah ayah dari para Dewa dan Dewi,Eudon.Beliau lah yang menciptakan para Dewa dan Dewi dari seluruh dunia dan menyebarnya untuk menjaga setiap wilayah mereka, tapi..Eudon menghilang kurang lebih 3000 tahun lalu sampai sekarang..kami berdua serta Veda yang merupakan anak langsung dari Eudon bahkan tidak tau keberadaannya..lalu rapat dengan para Dewa dan Dewi kami gelar sekitar 2 tahun lalu di Duplenax,kami membahas tentang Eudon dan masa depanmu yang berwarna putih waktu itu..tapi..tidak ada petunjuk sama sekali setelah meninjau dunia selama 1 tahun.." jelas Vel geram,


"Kenapa kalian bertiga adalah anak langsung?" tanya Lily,


"Karna Eudon menciptakan kami dengan sihir cahaya serta darahnya,secara langsung kami adalah anak dari Eudon dan menepati Dewa dan Dewi teratas dari para Dewa dan Dewi lainnya yang hanya terbuat dari sihir elemen " jawab Bel,


"Dari para Dewa dan Dewi yang pernah diceritakan,hanya kalian berdua yang memiliki wujud manusia",


"Benar,dan hanya kami yang memiliki organ reproduksi,maka dari itu kami bisa memiliki keturunan", jawab Bel dengan senyum lebarnya,


Fakta yang sangat mencengangkan bagi Lily,dia baru tau hanya Dewa Dewi Kembar Beyola yang bisa mempunyai keturunan,


"Sudahlah,ayo kita makan siang" ucap Vel lalu pergi ke ruang makan lebih dulu,


"Apa apaan dia? menjengkelkan sekali,lagian apa dia tau dimana ruang makannya?",


"Eh?Entah,kalian baru saja tersesat kan?"


"HWA?!TRISTAN KEMBALI KE SINI!!"


/Skip setelah makan siang,


"Dasar kau ini! Tidak bisakah kau menunggu Lily?!",


"Aku sudah lapar tau!"


"Setidaknya kau bisa menunggu Lily kan?dasar rakus"


Bel dan Vel terus terusan berdebat setelah makan siang hanya karna masalah sepele, Lily membiarkan mereka karna dia nyaman dengan perdebatan mereka berdua,


"Nyonya,Grand Duke Everon datang untuk menemui anda" Kepala pengurus mendatangi Lily dan menyampaikan pesan,


"Eh?Kakak?baru saja dia pergi, kenapa sudah kembali?" tanya Lily heran,


"Soal itu,Tuan Grand Duke membawa tunangannya,Lady Fei Chartina",


Lily terdiam,dia ingat kalau kakak nya sudah bertunangan,dan dia sebagai adik harus menghadapi calon kakak iparnya itu,


"Huh..baiklah,aku akan segera menyambut mereka", ucap Lily lalu pergi ke pintu depan,


Vel dan Bel terlihat curiga setelah mendengar nama tunangan Lucas,


"Tristan,aku punya firasat buruk",bisik Bel


"Iya aku juga,ada hal yang ganjil",jawab Vel.


Tanpa pikir panjang,mereka berdua langsung mengikuti Lily untuk menyambut kembali Lucas dan tunangannya,


Begitu Lily sampai di pintu depan,tampak Lucas yang sedang berbincang dengan seorang wanita,


"Selamat datang Grand Duke Everon dan Lady Chartina" Lily membungkuk memberi salam pada mereka berdua,Lucas yang merasa aneh dengan sikap Lily sedikit kesal,


"Jangan lakukan hal seperti itu,aku ini kakakmu sendiri,dan kenapa kau sangat cepat sampai kesini?tubuhmu masih lemah,kami bisa menunggu sedikit lama", ucap Lucas,


"Kakak,aku adalah pemilik mansion ini,sudah seharusnya aku tidak membiarkan tamuku menunggu terlalu lama" jawab Lily kesal,


'Rambut panjang berwarna merah muda,bola mata bulat berwarna hijau cerah yang sama dengan kakak,kulit putih yang halus dan senyum yang sangat manis,dia adalah tunangan kakak,mereka sangat cocok' pikir Lily sambil memandang takjub ke arah Fei,


"Anda sangat cantik seperti yang kakak ceritakan" puji Lily dengan senyum tipis,


"Anda terlalu memuji saya Marchioness,anda jauh lebih cantik dibandingkan dengan saya" jawab Fei,


"Ya ampun anda rendah hati sekali,silahkan masuk,saya akan menghidangkan teh dan camilan",


"Tunggu Lily, sebenarnya kami kesini hanya sebentar saja",


"Apa maksud kakak?",


"Alasan kakak membawa Lady Fei kesini adalah untuk menjagamu, setidaknya walau kakak tidak bisa menjagamu,ada Lady Fei yang bisa menggantikan kakak", jelas Lucas


"Apa?Itu akan merepotkan Lady Fei kak..", Lily merasa tidak enak pada Fei karna harus menjaganya,


"Tidak apa apa Marchioness,lagipula saya ingin menunjukkan niat baik saya pada anda yang akan menjadi adik saya,saya harap anda mau menerima permintaan Lucas",


Lily tidak bisa mengelak lagi,dia harus menerima permintaan Lucas kali ini karna permintaan langsung dari Fei,dia juga tidak mau membuat Fei kecewa,


"Baiklah,saya mohon bantuannya Lady Fei",


"Terimakasih banyak Marchioness!Saya akan berusaha sebaik mungkin supaya bisa menjaga anda",


"Saya juga",


Lucas lega karna Lily mengizinkan Fei untuk menjaganya selama Lucas sibuk,


"Fei,tolong jaga Lily ya",


"Tentu saja,aku akan melakukannya dengan baik",


"Aku percaya padamu,kalau begitu aku pamit",


"Baiklah,hati hati",


Lucas mencium pipi Fei lalu pergi,Vel dan Bel yang melihat semua kejadian dari tangga hanya terbengong,


'Apakah takdir kita hanya bisa melihat keromantisan orang lain?!' pikir mereka berdua,


"Lady Fei,saya akan mengantar anda ke kamar,mari ikut saya",


"Baik!"


Lily hendak mengantar Fei ke kamar yang akan ditempatinya, tapi Lily melihat Vel dan Bel yang mengintai mereka daritadi,


"Apa yang kalian lakukan?.."


"Tidak ada" jawab mereka serempak,


"Hah..dasar kalian ini..",


"Anuu Marchioness,siapa mereka?" tanya Fei penasaran,


"Ah,mereka sahabat saya.Namanya Vel dan Bel,mereka sangat hebat dalam sihir",


"Yo!/Halo!" sapa Vel dan Bel,


"Tunjukan Etika kalian!",


/Skip di kamar Fei,


Lily menunjukan sebuah kamar yang cukup luas dengan dekorasi ruangan berwarna biru muda dan putih,barang barang yang terlihat sangat mewah dan jendela kamar yang sangat besar,


"Ini kamar yang akan anda pakai,mungkin tidak terlalu mewah tapi nyaman untuk digunakan",


"T-tidak!Ini sangat mewah dan indah,tapi ini berlebihan untuk saya.."


"Tidak perlu sungkan,kamar ini tidak digunakan sama sekali,jadi anda bisa menggunakannya."


"Benarkah?syukurlah."


"Kalau begitu silahkan istirahat,saya akan meminta pelayan memindahkan barang barang anda.",


"Terimakasih banyak Marchioness,maaf saya membuat anda repot padahal anda sedang sakit",


"Tidak perlu minta maaf Lady,sudah kewajiban saya sebagai tuan rumah memberikan yang terbaik untuk tamunya kan?",


"Ah,baik!"


"Kalau begitu saya pergi dulu,sampai jumpa nanti",Lily hendak pergi setelah menutup pintu kamar Fei,


"Apa kau yakin?"


"HWAAA!Duh..Vel!jangan membuatku kaget!"


Lily dikejutkan dengan Vel yang sudah berdiri di belakangnya entah sejak kapan,tapi Vel menunjukan ekspresi serius pada Lily,


"Apa mau mu?"


"Fei,wanita itu baru saja bertemu denganmu,apa kau sudah percaya?"


"Dia itu calon kakak iparku,jangan mengusiknya"


Lily hendak pergi tapi Vel memojokkan Lily ke tembok,


"Apa kau,benar percaya?",


Bersambung...