Vita Nova

Vita Nova
Episode 67 "Perang Wilayah"



Flashback


"Kenapa tidak ada kabar sama sekali darinya?Heran" gumam Lily,


"Aku penasaran dengan kakakmu.Akhir-akhir ini dia sering pergi ke kuil suci.Aku selalu melihatnya saat sedang perjalanan ke istana". ucap Ian,


"Apakah,ada yang kakakmu sembunyikan??" lanjut Ian bertanya,


"Aku tidak tahu..hubungan ku dengan kakak sedang tidak baik-baik saja.Kami tidak pernah saling menyapa bahkan bertemu setelah malam itu" jawab Lily murung,


"Apakah kakakmu benar-benar mencintai Lady Fei?" tanya Ian serius,


"Apa maksudmu??tentu saja" jawab Lily heran,


"Menurutku tidak begitu" ucap Ian,


"Kamu tidak percaya?"


.


.


Episode 67


"Aku hanya kurang yakin" ucap Ian,


"Kakak serius dengan kak Fei!Dia bahkan sangat memperhatikan nya.." balas Lily sedikit kesal,


"Lily"


"Hum?"


Ian berdiri dari tempatnya dan berlutut tepat didepan Lily.Ia menggenggam tangan Lily yang ramping dengan lembut dan hati-hati,seolah tangan itu akan patah jika dia menggengam nya lebih kuat.


"Aku berjanji padamu,setelah semua masalah ini selesai,aku akan menikahi mu" ucap Ian yakin dengan ekspresinya yang datar.


Lily tersentak mendengar ucapan Ian yang begitu dalam.Pernikahan bukanlah sebuah hal untuk bercanda, melainkan upacara suci yang mengikat wanita dan pria dalam suatu hubungan suami istri.Ian berkata hal seperti itu dengan ekspresi datarnya.Lily sempat meragukan Ian karna kejadian 4 tahun lalu yang masih membekas.


"Jangan bercanda Ian.." ucap Lily ragu,


"Apakah aku pernah bercanda?"jawab Ian bertanya.


"Bolehkah..aku meminta satu hal?" tanya Lily sedikit ragu sambil memikirkan permintaannya,


"Tentu saja,apa itu?"


"Aku..ingin menikmati kehidupanku sebentar lagi.Soal pernikahan..umm,bagaimana kalau saat musim semi tahun depan?..karna sekarang adalah akhir musim panas..jadi.."


Ian tersenyum tipis melihat Lily yang malu-malu mengatakan permintaannya sambil tersipu malu.


"Aku mengerti.Aku akan menunggu sampai musim semi tahun depan" jawab Ian lalu mengecup punggung tangan Lily.


"Terimakasih Ian" ucap Lily.


Sesaat kemudian, pengawal Ian tergesa-gesa menemui Ian.


"TUAN GRAND DUKE!!"


Ian dan Lily terkejut lalu menatap pengawal Ian yang terengah-engah setelah berlari begitu cepat.


"Ada apa?" tanya Ian heran,


"Grand Duchy..GRAND DUCHY DISERANG BANGSA IBLIS!!"


Mata Ian membelalak kaget mendengar kabar itu, begitu juga Lily yang juga syok.


"Tidak mungkin..bangsa iblis?!" ucap Lily tidak percaya,


"SAYA BARU SAJA MENDAPAT KABAR DARI PENJAGA PERBATASAN!SEKARANG WILAYAH PEDESAAN DI PERBATASAN TEBING DAN WILAYAH HUTAN SEDANG DISERANG!!" jelas pengawal itu,


"Lily!Aku harus segera kembali!..ku mohon ikuti perkataan ku!Jangan keluar dari mansion apapun yang terjadi!" ucap Ian cemas pada Lily,


"Cepatlah!kemungkinan kastel diserang terlebih dahulu karna berdiri di tebing!" ucap Lily,


"Baiklah!Ayo pergi!!" Ian hendak pergi tapi Lily menahannya,


"Tunggu Ian!"


"Ada apa??"


"Bawalah ini!"


/Di Kuil Suci


"YANG MULIA!!"


"Astaga!Kau mengagetkan ku Damian!!Ada apa?"


"Grand Duchy Darvin diserang bangsa iblis!!Desa-desa yang ada diperbatasan sudah diserang!"


"APA!?!ITU TIDAK MUNGKIN!!"


"Itulah kebenarannya Yang Mulia! Sekarang Grand Duke Darvin sedang dalam perjalanan kesana!"


Zergan terbelalak kaget mendengar kabar itu.Bangsa iblis sudah disegel oleh Penyihir wanita pertama dalam legenda,tidak mungkin bangsa iblis tiba-tiba muncul tanpa tanda-tanda seperti ini.


"Kirim pesan pada Kuil Suci di sana untuk bersiap perang dan tetap waspada!Katakan pada mereka juga untuk mengimbau para rakyat jelata untuk pergi ke tempat aman!" ucap Zergan,


"B-baik!" Pendeta Agung pun melakukan apa yang dikatakan Zergan secepatnya.


"Kenapa semua jadi kacau begini..!Ini tidak bisa dibiarkan!" Zergan bergegas pergi ke ruangan bawah tanah untuk memeriksa Kristal Mana disana.


Begitu tiba di sana,Zergan terkejut mendengar suara yang sangat menganggu telinganya.Kristal Mana itu meredup dan perlahan berubah menjadi hitam.


"APA INI?!?"


Zergan mencoba mengalirkan sihir putih yang ada pada dirinya untuk mencegah kematian Kristal Mana.Perubahan Kristal Mana tampak melambat,tapi Zergan tidak bisa menghentikannya.


"Sial!Ini tidak bisa dibiarkan!"


Zergan segera keluar dari kuil suci menuju tempat Lily berada.


/Diposisi Ian, Grand Duchy Darvin


Pemandangan yang sebelumnya sangat asri dan indah.Rumah para penduduk yang bisa di lihat dari bukit tempat perbatasan..semuanya sirna.Pemandangan penuh api dengan awan hitam yang menyelimuti langit dan korban-korban yang berjatuhan serta bangsa iblis yang sedang mengamuk menjadi ganti pemandangan asri wilayah Darvin.


"Kerahkan seluruh pasukan!! Selamatkan para warga yang masih selamat!!"


"BAIK!!"


Dalam sekejap,wilayah itu sudah berubah menjadi lautan api.Ian segera pergi ke kastel untuk memeriksa kondisi disana.Dengan kudanya,Ian menuju kastel melewati jalan yang sudah dipenuhi mayat dan bangsa iblis tingkat menengah yang menutupi jalan.


"Kembalilah ke tempat kalian!"


Ian menebas satu persatu iblis dengan pedangnya.Dari kejauhan tampak kastel yang mulai diserang iblis dan beberapa Penyihir mencoba segala cara untuk menyingkirkan iblis-iblis itu.


"Yang Mulia?!"


"Dimana ibu dan adik-adikku!?"


"Mereka masih ada di dalam!"


"Cegah iblis itu masuk!Aku akan membawa mereka ke tempat yang aman! Arahkan para penduduk untuk segera mengungsi!!"


"T-tunggu!!Yang Mulia!!"


Ian segera berlari masuk ke dalam kastel dan mencari ibu serta Yusto dan Yesra.


"Kakak!!"


"!?!..Yesra!!"


Yesra berlari menghampiri Ian sambil menangis.Ian kaget melihat Yesra menangis di kondisi seperti ini.


"Ibu terkunci dikamar!!Aku tidak bisa membuka pintunya!Yusto sedang ada di desa untuk membantu!..semua orang di kastel sudah mengungsi,para kesatria sudah pergi melawan para iblis!..aku sudah memanggil ibu berkali-kali tapi tidak ada jawaban!" jawab Yesra menangis deras sampai kesulitan bernafas.


"Apa?!Kita harus kesana sekarang!!"


"I-iyaa!"


Ian dan Yesra berlari secepat mungkin ke kamar Grand Duchess.Ian mencoba membuka pintu tapi terkunci, seperti kata Yesra.Ian pun terpaksa menghancurkan pintu.


Ian dan Yesra masuk,tapi tidak ada ibu mereka disana.Kaca kamar pecah parah.Suara aneh terdengar dari kamar mandi.


"Ibu!!" Yesra langsung berlari ke kamar mandi begitu mendengar suara aneh itu,


"Tunggu Yesra!!Bahaya!!" Ian pun menyusul Yesra ke kamar mandi.


"Ib-!?!.."


Betapa syoknya Yesra begitu berada di kamar mandi.Ian yang juga berada di kamar mandi setelah Yesra pun kaget.Sebuah iblis sedang menyantap tubuh ibu mereka yang tinggal setengah bagian.


"T-tidak mungkin.." wajah Yesra dan Ian berubah pucat.Yesra sampai terduduk di lantai dengan keadaan syok parah.


'Sial!Andai aku datang lebih cepat!'


Ian secepat mungkin menebas iblis itu selagi masih lengah.Tubuh Grand Duchess tinggal tubuh atas bagian kanan dan setengah bagian kepalanya.Yesra masih syok, tubuhnya bergetar hebat,keringat dingin bercucuran dari wajahnya.Ian merasakan hal yang sama seperti saat di medan perang.Tubuh orang yang hancur didepannya,kembali ia rasakan setelah sekian lama.


"Yesra..ayo kita keluar,kamu harus mengungsi" ucap Ian pada Yesra,tapi Yesra tidak bergeming dan masih diam.


'Aku tidak bisa membiarkan Yesra seperti ini..'


Tiba-tiba Yesra pingsan dan dengan sigap Ian menggendong Yesra lalu keluar dari kastel.


"Aku harus segera menyelesaikan ini semua.." gumam Ian.Ekspresi dingin dan tajam,serta aura menekan yang seharusnya dirasakan saat di medan perang,sekarang muncul di wilayahnya sendiri.


Di lorong,Ian berpapasan dengan Yusto yang berlari terengah-engah.Melihat Ian yang mengeluarkan aura menekan dan terasa mematikan,Yusto pun sedikit ketakutan melihat sosok Ian dalam wujud 'iblis'


"Kakak!Apa yang terjadi pada Yesra?!" tanya Yusto,


"Dia pingsan karna syok berat." jawab Ian,


"Syok?..dimana ibu?!?" tanya Yusto lagi,


"...ibu..dimakan hidup-hidup"


Jantung Yusto seakan berhenti mendengar itu.Wajahnya berubah pucat.Tangannya yang memegang pedang pun gemetar.


"Jaga Yesra..tetap fokuslah pada situasi kali ini.Tidak ada waktu untuk bersedih." Ian memberikan Yesra pada Yusto dan pergi keluar dari kastel.


"Yang Mulia!Para iblis semakin banyak!Kita kehilangan banyak nyawa!" ucap salah satu pasukan,


"Aku akan menangani mereka.Kerahkan pasukan Elit dan pasukan 1 untuk menyerang.Sisanya bantu para penduduk untuk mengungsi" ucap Ian,


"B-baik!"


'Aura Yang Mulia sangat berbeda..entah kenapa itu mencekik ku'


Ian pun menunggangi kudanya dan pergi ke pusat desa.Pasukan elit dan pasukan 1 mengikuti Ian.Peperangan antara manusia dan bangsa iblis kembali terjadi.Perang yang berakhir setelah 400 tahun lebih karna Penyihir wanita pertama menyegel para bangsa iblis.Segel itu,kembali dibuka oleh seseorang.


"Yang Mulia!Jumlah mereka semakin banyak!"


"Kita kekurangan pasukan!"


"Cih..Kirim bala bantuan kesini!!"


Sesaat kemudian,Grand Duchy Darvin kedatangan pasukan kelas atas dari Istana yang akan membantu mereka melawan bangsa iblis.Mereka dipimpin seseorang dengan baju zirah berwarna putih,dan menunggangi kuda putih.Ia mendekati Ian dan turun dari kudanya.


"Ian!!"


Betapa terkejutnya Ian melihat orang itu adalah Yang Mulia Ratu Felicia.


"Y-yang mulia Ratu?!? Apa yang anda lakukan disini?!" tanya Ian kaget,


"Aku sudah baik-baik saja!Aku akan menceritakannya padamu nanti.Sekarang kita harus membasmi para hewan bre*ngsek ini" jawab Yang Mulia Ratu dengan tegas,


"Apakah Anda bisa mengayunkan pedang?.." tanya Ian ragu,


"APA MAKSUDMU?!?AKU INI SUDAH BELAJAR PEDANG SEJAK UMUR 7 TAHUN! JANGAN MEREMEHKANKU!" jawab Yang Mulia Ratu kesal,


"M-maaf Yang Mulia!" ucap Ian,


"Lagian aku sudah mengirim pesan pada 'mereka' ,pasti mereka segera datang sebentar lagi" ucap Yang Mulia Ratu,


"Mereka??" tanya Ian heran,


"Iya,mereka-"


"Maaf kami terlambat!"


Sekelompok orang dengan tubuh tinggi dan telinga runcing, tiba di tengah-tengah perang.Ian makin dikejutkan mengetahui orang-orang itu adalah bangsa Elf.


"Tidak apa-apa,kita tidak punya banyak waktu untuk bicara.Kita harus menyingkirkan iblis itu dulu." ucap Yang Mulia Ratu.


"Yang Mulia!Maksud anda adalah bangsa Elf?!Bagaimana mungkin?!" tanya Ian,


"Aku sudah bilang akan memberitahu mu nanti kan.Kita harus segera menutup pintu dunia iblis dan menyegelnya kembali." jawab Yang Mulia Ratu,


"Akhirnya kita kembali berperang dengan musuh kita!" ucap salah satu elf,


"Aku berdebar-debar!" ucap yang lain,


"Hmp.Semuanya!Ayo kita basmi para iblis!!" ucap Yang Mulia Ratu dengan tegas dan menunjuk pedang nya keatas.


"IYAAAA!!"


Ian benar-benar dikejutkan dengan situasi ini.Entah apa yang terjadi,tapi ia merasakan sesuatu yang meluap-luap didalam dirinya.


"Perasaan apa ini?.." gumamnya.


/Di ibu kota


"Vel,apa kau benar tidak apa-apa?.." tanya Bel cemas,


"Tidak apa-apa,ini hanya rasa lemas.." jawab Vel,


"Lagian, Zergan bagaimana dengan kekuatanmu?" lanjut Vel bertanya pada Zergan.


"Walau terkuras cukup banyak karna waktunya mepet,tapi aku baik-baik saja" jawab Zergan,


"Dimana Lily?" tanya Bel,


"Dia sedang mencari petunjuk yang dia temukan di ruang kerja" jawab Zergan,


'Ugh..firasatku tidak enak..' batin Zergan.


BRAK!!


"!?!"


"Tuan!Nona!!Yang Mulia!"


"J-jeremy?!ada apa?!" tanya Zergan panik,


"Nyonya dalam masalah!!" jawab Jeremy,


"Lily?!Apa yang terjadi padanya?!" tanya Vel,


"Nyonya di tangkap para prajurit istana atas perintah Pangeran!Sekarang Nyonya sedang dibawa ke Istana!",


"APA?!?"


Bersambung...