Vita Nova

Vita Nova
Episode 75 "Pesan"



Flashback


"Seperti julukannya,dia Dewa Kematian yang tidak kenal toleransi pada musuh." ucap Putra Mahkota.


"Melibatkan perasaan pada musuh adalah hal yang harus dijauhi.Entah musuh itu adalah teman,keluarga,atau bahkan kekasih.",balas Baginda Kaisar.


"Saya harap anak itu tidak menyalahkan dirinya sendiri setelah ini." ujar Yang Mulia Ratu.


"Tidak akan,aku jamin itu." balas Baginda Kaisar.


Tak lama kemudian hujan turun, membasahi tempat eksekusi yang bersimbah darah.Lucas masih disana.


'Sekarang benar-benar berakhir Fei...'


.


.


Episode 75


Setelah eksekusi selesai, para sukarelawan dan beberapa pasukan istana membersihkan alun-alun.Kepala para pemberontak rencananya akan di makamkan secara terpisah dengan tubuh mereka,entah dimana.


/Di mansion Grand Duke Everon


"Tuan,anda tidak apa-apa?".


"Tentu saja,apa maksudmu menanyakan hal itu??".


"Sejak eksekusi selesai Tuan terus-terusan melamun,apakah ada hal yang mengganjal pikiran anda?".


Lucas diam sejenak.Ia memikirkan jawaban atas pertanyaan yang Irvan lontarkan.


"Entahlah, apa ya..aku pun tak tau",jawab Lucas sambil menatap ke arah jendela.Hujan sedang turun cukup deras di luar.Taman di depan ruang kerja Lucas rata dibasahi air hujan.


"Hari ini cukup dingin ya.",gumam Lucas.


"Ya?Ah,mungkin karna sekarang pertengahan musim gugur.Sangat jarang juga hujan turun di musim ini.",balas Irvan.


'Apakah ada pelangi yang muncul nanti?aku ingin melihatnya.'


Sesaat kemudian seseorang mengetuk pintu ruang kerja Lucas.Irvan segera membukakan pintu.Ken dan Lily sudah berdiri di ambang pintu dengan raut wajah khawatir.


"Saya permisi dulu.",Irvan langsung keluar dan membiarkan mereka bertiga bicara.


"Ada apa kalian kesini??urusan laporan untuk para pember-",Lily segera mendekati Lucas di kursi kerjanya dan memeluknya erat.Lucas yang kaget tidak melanjutkan kata-katanya.


"Lily ada apa??", tanya Lucas heran.


"Kakak..apa benar yang aku lihat tadi adalah kak Fei?..."Lucas tertegun dengan pertanyaan Lily.Sudah jelas tadi adalah Fei, kenapa Lily bertanya lagi.


"Tentu saja,kau juga sudah melihatnya kan tadi", jawab Lucas lembut sambil mengusap air mata Lily.


"Sebenarnya,aku khawatir dengan keadaan mu setelah eksekusi itu.Baru pertama kali ini kau memenggal kepala seorang wanita,terlebih dia adalah mantan kekasihmu.",jelas Ken.


"Kau benar.Aku yang biasanya memenggal kepala musuh dan memotongnya menjadi beberapa bagian tidak akan membiarkan wanita terluka.",ujar Lucas.


"Tapi tadi,benar-benar perasaan yang aneh.Hasrat membunuh ku keluar begitu saja dan tanpa sadar aku sudah memenggal kepala mereka satu persatu,yang paling mengejutkan adalah Fei.Tanganku bahkan masih merasakan tekanan pedang ku saat memenggal kepalanya.Rasa yang sangat menggangguku..", lanjut Lucas mengepalkan tangannya erat.


Lily menggenggam lembut tangan Lucas,berusaha menenangkan perasaan Lucas yang saat ini pasti sedang sangat kacau.


"Kakak,aku akan selalu ada disini untuk kakak.Begitu juga dengan Kak Ken.Kita adalah keluarga.",ucap Lily.


"Itu benar." Ken berjalan mendekat ke arah Lucas dan menepuk pundak saudaranya itu.


"Walau kita sudah tidak satu atap,kita sudah memiliki status masing-masing,tapi kita tetap keluarga.Mau sampai kapanpun,hubungan darah tetap akan mengalir di dalam diri kita.Maka dari itu jangan segan untuk meminta tolong pada kami,jangan berlagak paling kuat.",lanjut Ken dengan senyum lebar.


Lily mengangguk setuju dan tersenyum lebar.Lucas merasakan kehangatan diantara mereka,ia pun ikut tersenyum dan mendekatkan kepala Ken dan Lily kepundaknya.


"Terimakasih.Aku berjanji akan menjaga hubungan kita sampai akhir hayat,dan bahkan kehidupan selanjutnya.",ucap Lucas dengan lembut dan penuh perasaan sambil tersenyum tipis.


'Benar,aku tidak perlu khawatir..ada orang-orang yang selalu mendukung ku dan selalu ada untukku.'


Disisi lain, tepatnya di wilayah kekuasaan Grand Duke Darvin masih di selimuti tentang kekhawatiran rakyat Duchy tentang kondisi Yesra.


Sudah 5 bulan berlalu tapi kondisi Yesra tidak kunjung membaik.Ian dan Yusto benar-benar sangat mengkhawatirkan kondisi Yesra yang saat ini sangatlah lemah.Banyak upaya dilakukan selama 5 bulan terakhir ini tapi hasilnya nihil.Mental Yesra benar-benar rusak dan akan butuh waktu yang sangat lama untuk memulihkan kondisi nya seperti sediakala.


Beberapa warga setempat sempat mengunjungi Yesra,tapi tetap saja tidak ada hal yang berubah.Saat ini, mereka hanya bisa menunggu keajaiban datang menolong kondisi Yesra.


"Kakak,apa tidak ada yang bisa kita lakukan lagi?Yesra bahkan tidak berbicara atau melihat kita sedikitpun." ucap Yusto pada Ian.


"Yusto,kita sudah melakukan segala cara untuk Yesra.Aku juga mencoba mencari cara lain tapi tidak ada yang berhasil.Kita hanya bisa membantu Yesra sesuai keadaannya sekarang dan menyesuaikan diri dengannya.Sebisa mungkin kita harus berinteraksi lebih banyak dengannya.",balas Ian.


'Padahal aku sudah berjanji akan melindunginya..'


Ian yang melihat Yusto sudah menduga bahwa dia sedang menyalahkan dirinya sendiri.Ian tahu kalau Yusto pasti sangat sakit hati melihat kondisi Yesra saat ini.Tapi,Yusto sama dengannya.Jauh didalam hati Ian,dia benar-benar menyesal tidak dapat melindungi keluarganya.


/Di wilayah Istana Permaisuri,Pavilliun.


"Lady, Yang Mulia Permaisuri dan Pangeran Arhen hendak menemui anda."


"Cepat izinkan beliau berdua masuk,jangan lupa siapkan camilan dan teh hangat untuk permaisuri dan Pangeran Arhen.Karna sedang hujan jadi bawa beliau ke ruang tamu"


"Baik."


Arina yang saat ini mengandung anak Pangeran Arhen tinggal di paviliun di istana Permaisuri atas permintaan permaisuri sendiri.Kali ini adalah pertama kalinya Pangeran Arhen menemuinya lagi setelah 5 bulan.


"Lady Arina selamat siang, bagaimana kondisimu?",tanya Permaisuri dengan sangat ramah dan lembut.


"Semoga dewa memberkati Ya-",Arina hendka membungkuk memberi salam tapi ditahan oleh Permaisuri.


"Jangan lakukan itu!Anda sedang hamil,takutnya terjadi sesuatu pada cucuku." ucapnya cemas.


"Ah,maafkan saya."balas Arina.


"Tidak apa-apa.Lagi pula sekarang ada putraku yang bisa menjagamu dari dekat.Kondisinya sudah pulih sepenuhnya.", Permaisuri menarik tangan Pangeran Arhen mendekat ke Arina.Pangeran Arhen memalingkan wajahnya dari Arina karna alasan tertentu,begitu juga Arina.


"Ya ampun,tidak baik kalian bertengkar seperti itu.Putraku,duduk lah disamping Arina." ucap Permaisuri memerintah Pangeran.


"Ah..baiklah..", Pangeran Arhen pun duduk disebelah Arina seperti kata Permaisuri.


"Seterusnya kalian akan tinggal di paviliun yang sama sampai anak kalian lahir.Sangat disayangkan kalian harus pergi setelah anak itu lahir..aku harap anak itu bisa melihat kedua orang tuanya sebelum kalian pergi." ujar Permaisuri sedih.


"Ibu..aku tahu ini berat.Tapi ini adalah kesalahanku,mau tidak mau aku harus melakukannya demi menebus dosaku." ucap Pangeran Arhen.


"Tapi..anak kalian akan tumbuh tanpa tau siapa ayah dan ibunya..dia akan hidup sebatang kara disini jika aku tiada." balas Permaisuri hampir menangis.


Arina dan Pangeran Arhen mencoba menenangkan Permaisuri.Tapi kenyataan itu tidak bisa dielak.Akan banyak musuh yang mengincar keturunan haram dari Pangeran Arhen.Jika hanya Permaisuri yang membantu,maka hal itu hanya bertahan sampai permaisuri wafat.


"Saya akan jadi walinya."


"Eh?"


Seseorang tiba disana.Rambut hitam legam dan mata hijau cerah yang tajam,tak lain adalah Lucas.


"Maaf saya lancang mendengar pembicaraan Permaisuri tapi..saya bersedia menjadi wali dari anak itu dan akan mendukungnya dengan kekuatan saya." ucap Lucas dengan tegas.


Permaisuri, Pangeran Arhen dan Arina benar-benar terkejut dibuatnya.Seorang Lucas yang memiliki harga diri tinggi dan status sosial yang bukan main-main dengan senang hati menawarkan diri dan berjanji untuk memberi sokongan untuk anak Arina dan Pangeran Arhen.


"T-tunggu Yang Mulia Grand Duke..apa maksud anda?.." tanya Arina cemas.


Lucas berjalan mendekat ke arah Arina dan menatap perut Arina yang sedang hamil.


"Entah dia anak haram atau bukan,keluarga kerajaan,bangsawan,ataupun budak, lelaki atau perempuan,anak itu tetaplah anak yang hadir atas karunia Dewa.Setiap anak berhak mendapat kasih sayang dan juga dukungan dari keluarga,teman,atau bahkan orang yang tidak dikenal.Dan juga..mungkin ini bisa dijadikan pengganti permintaan maaf ku karna sudah menyakiti perasaan Lady beberapa tahun lalu.Saya benar-benar minta maaf."ucap Lucas menjelaskan tujuannya.


Arina tertegun.Dadanya terasa sesak dan matanya terasa perih.Ia ingin menangis mendengar pernyataan langsung dari pria yang sudah lama dia cintai,tapi cintanya tidak pernah terbalas.Arina langsung menarik nafas panjang dan mengusap air matanya.


"Saya sangat berterimakasih pada anda Yang Mulia Grand Duke.Semoga Dewa selalu menyertai setiap detik kehidupan anda." balas Arina.


"Sudah menjadi tugas saya untuk membantu Lady." ucap Lucas.


"Grand Duke,aku tidak tahu mau berkata apa tapi..aku mohon bantuan anda untuk anakku kedepannya." ucap Pangeran Arhen sambil membungkuk hormat pada Lucas.


"Suatu kehormatan untuk saya Pangeran.Kalau begitu saya pamit Permaisuri,maafkan kelancangan saya." ucap Lucas sambil mencium punggung tangan Permaisuri.


"Grand Duke..anda benar-benar sosok inspirasi bagi setiap orang.Saya harap cucu saya nanti akan sama bijak, tegas dan adil seperti anda." ucap Permaisuri.


"Saya akan berusaha yang terbaik.Saya permisi."


Senyuman tipis terukir diwajahnya.Entah kenapa dia merasa tenang dan lega,tapi juga sedikit merasa sedih.


Di lorong istana utama,Lucas tidak sengaja berpapasan dengan Putra Mahkota.Wajahnya tampak tidak baik.


"Yang Mulia,apakah ada masalah?" tanya Lucas.


"Surat sihir dari Grand Duke Darvin baru saja tiba..keadaan Nona Yesra sangat tidak stabil! Marchioness dan Saint Zergan harus bertindak dan pergi kesana sekarang juga!"


"?!.."


Bersambung...