Vita Nova

Vita Nova
Episode 23 "Awal dari Malapetaka"



! !Mulai Bab 25 EPS 23 "Malapetaka",Author ambil alih Normal POV/Lily POV berubah jadi Normal POV/Author POV! !


......................


Flashback


Mataku sudah berkaca kaca melihat kelakuannya kali ini,dadaku terasa sesak dan sakit.


"Nona?!ada apa dengan anda!?" Rina menghampiriku yang sudah hampir terjatuh,


"Ada apa dengan anda?..apa anda sakit?kenapa anda sepucat ini?" tanya Rina khawatir sambil menahan tubuhku yang hampir jatuh,


"Rina..",Aku hanya bisa melihat Rina samar samar,


"Nona?!nona sadarlah!Nona!.."


Aku..tidak ingat apa apa lagi setelah itu.


.


.


Episode 23


Lily terbangun dan mendapati dirinya sedang terbaring di kamarnya.Tubuhnya lemas dan tidak bertenaga,


'Kenapa aku selemah ini?..bukankah aku sudah makan tadi?..apa yang terjadi?' Lily berpikir dengan tatapan kosong kearah langit langit kamarnya,


"Rina.." suaranya yang lirih mencoba memanggil Rina,tetapi tidak ada jawaban,suaranya terlalu kecil untuk memanggil Rina,


'Aku harus bangun..',Lily mencoba menggerakkan tubuhnya tapi dia tidak bisa merasakan apa apa,


'Lily!apa yang terjadi?!' Vel berlari dari luar kamar Lily bersama dengan Vel,


'Vel?Bel?.. untunglah kalian disini' Lily lega karna Vel dan Bel datang ke kamarnya dengan cepat,


Setelah itu,mereka berdua berubah wujud menjadi manusia pada umumnya,


"Bel,tutup pintunya,jangan biarkan seorang pun masuk" ucap Vel pada Bel,


"Baiklah",Bel pun menutup pintu dan menguncinya agar tak seorang pun bisa masuk,


"Lily,kau bisa mendengar ku kan?katakan sesuatu" Vel mencoba membuat Lily berbicara,


'Aku bisa mendengar mu..hanya saja aku tidak bisa berbicara..' Lily membalas perkataan Vel melalui telepati karna tidak bisa berkata apa apa dengan mulutnya,


"Sial!kenapa kau bisa begini?!" Vel terlihat sangat cemas dan khawatir terhadap Lily,ia langsung menggunakan sihirnya untuk memeriksa keadaan Lily,


"Bagaimana keadaannya Vel?" tanya Bel juga cemas,


"..." Vel hanya terdiam dengan raut wajah yang sangat kesal,


'Kenapa Vel seperti itu?..' Lily bertanya sambil melihat Vel yang sangat kesal,


"Nigreos..masuk kedalam tubuhnya.." ucap Vel menahan marah,


"Apa maksud mu?!itu tidak mungkin! sihir Viridis ada di dalam tubuhnya!" Bel menyangkal pernyataan Vel,


"Aku tidak mungkin salah!sihir itu memang ada ditubuhnya..Kedua sihir itu tidak mungkin ada di dalam satu wadah..jika kita tidak segera mengeluarkan nya..tubuh Lily akan hancur.." jelas Vel sangat serius dan menahan amarahnya,


"Bagaimana cara kita mengeluarkan nya?..akan sangat beresiko jika sihir itu sudah menguasai inti sihir Lily.." ucap Bel cemas,


"Sial!Siapa yang berani beraninya melakukan ini?!..",amarah Vel makin tidak tertahan,


'Kenapa kau semarah itu..?' Lily bertanya pada Vel yang belum bisa mengendalikan emosinya,


"Karna..",Vel tidak melanjutkan ucapannya,


'Karna..?' Lily bertanya kelanjutan perkataan Vel,


"Karna..kau itu sangat berharga bagiku!Sejak awal kita bertemu,aku..sudah menyukaimu.." Air mata mengalir membasahi pipi Vel yang putih,pertama kalinya Lily melihat Vel menangis seperti itu,


'Jangan menangis seperti itu..aku tidak apa apa..' Lily mencoba menghentikan tangisan Vel,


"JANGAN BERKATA SEPERTI ITU!TRISELA!BANTU AKU MENGELUARKAN SIHIR INI!",Vel melantangkan suaranya dengan penuh rasa marah,


"Baiklah!",Bel membantu Vel untuk menyelamatkan Lily yang sudah tambah pucat,


Kemarahan Vel bercampur dengan rasa cemasnya meluap,dia tidak bisa mengendalikan emosinya lagi,


Sekitar 2 jam lebih mereka berdua mencoba mencegah penyebaran sihir Nigreos ke seluruh tubuh Lily,


/3 jam kemudian/


"Sudah selesai..",Vel terlihat kelelahan setelah mengeluarkan Nigreos dari tubuh Lily,


"Apa intinya sudah tercampur?" tanya Bel,


"Untungnya kita masih sempat menghalangnya dan mengeluarkan sihir itu.." jawab Vel,


"Tapi,siapa yang tega melakukan ini pada Lily?..",Bel terlihat sangat cemas,


"Sudah pasti..Levian de Darvin." Vel makin mengepalkan tangannya,


"Tapi..dia tunangan Lily..tega sekali dia melakukan hal itu.." Bel terlihat terkejut dengan perkataan Vel,


"Kudengar mereka sempat bertengkar tadi..aku merasa kalau orang itu memang melakukannya..",


"Tristan..apa kita melakukan kesalahan?.." Bel bertanya pada Vel(Tristan) dengan ketakutan,


"Apa maksudmu?kita sudah menyelamatkan Lily..kita tidak melakukan kesalahan" jawab Vel,


"Tapi..Triveda.." Bel menahan perkataan nya,


"Kenapa kau membahas anak itu?.." Tanya Vel dingin,


"Dia menjadi murid Raja Iblis karna kita.." jawab Bel gemetar,


"Ingat ini Trisela!!anak itu menjadi murid Raja Iblis karna pilihannya!bukan karna kita!" Vel menggenggam lengan Bel erat,


"Kenapa kau menyebut Triveda anak itu?!dia tetap kembaran kita apapun yang terjadi!ini salah kita membiarkan dia pergi bersama Raja Iblis!Andai saja waktu itu kita mencegahnya.. sihir Nigreos juga tidak akan sekuat ini.." air mata jatuh dari mata Bel,suaranya terdengar lirih,


"Aku juga mencoba mencegahnya..tapi dia tidak mendengar kan ku.."Vel jatuh lemas, badannya yang kokoh terlihat sangat rapuh,


"Vel.." Lily yang sangat lemah mencoba memanggil Vel,


"Lily?!kau tidak apa apa?!" Vel langsung memangku badan Lily,


"Tubuhku lemas.." gumam Lily. Matanya sayu,bibirnya pucat dan kering,


"Minumlah dulu" Vel memberikan Lily minuman yang ada diatas meja,


"Terima kasih.." Lily meminum air itu dan mulai pulih,


"Aku sudah memberi air itu obat penawar,Lily akan segera pulih jika istirahat" ucap Bel,


"Terimakasih" Vel berterimakasih pada Bel yang sudah memberi obat penawar di minuman Lily,


"Iya.." Lily pun tertidur di dekapan Vel,


Vel yang marah pada Ian,tidak membiarkan siapa pun masuk ke kamar Lily sampai benar pulih,dia tidak peduli dengan wujudnya yang masih menjadi manusia, dia hanya peduli pada keselamatan Lily.


1 hari berlalu,Lily yang sudah mulai membaik bisa beraktivitas seperti biasanya.Hari ini adalah hari Festival Bintang Merah,semua orang di Ibu Kota sangat sibuk mempersiapkan properti untuk menghias Air Mancur. Tidak ada warna merah dan emas yang menghiasi kota.


Di siang hari,dimana orang orang masih sibuk menghias,Vel dan Lily berjalan jalan di pinggiran sungai yang sejuk,sementara itu,Bel sedang mencari tahu lebih lanjut soal


"Lily,apa kau mau makan sesuatu?kita masih punya banyak waktu sampai nanti malam" tanya Vel,


"Humm,aku ingin makan di pinggir jalan!" jawab Lily senang,


"Pinggir jalan?" Vel memastikan jawaban Lily yang sedikit membuat otaknya berhenti,


"Iya!ayo kesana!" Lily langsung menarik tangan Vel ke jalanan pusat Ibu Kota,


Mereka berdua menghabiskan waktu bersama sampai sore.Lily bahkan tidak teringat dengan Ian selama bersama dengan Vel seharian ini,bahkan sejak kemarin Lily tidak menanyakan tentang Ian pada Vel sama sekali.


Malam hari datang,Lily sudah mengganti gaunnya dengan gaun yang dibelinya kemarin dari Madam Sena.Dia pergi ke Festival itu bersama Vel, Bel dan Rina.Orang-orang disana kagum melihat Nona Bangsawan atas memakai gaun bangsawan desa yang sangat indah,mereka bertanya tanya darimana Lily mendapat gaun desa seindah itu,


"Ya ampun Lady Lily,apakah itu anda?" seorang gadis bangsawan dengan gaun yang sangat ramai akan renda dan permata mendatangi Lily,


"Oh,apakah anda Lady Iriana putri Count Pelvis?" Lily tau kalau Lady Iriana mencoba merendahkan nya,


"Mata anda sangat tajam,anda benar saya putri Count Pelvis" ucap Lady Iriana sangat sombong,


"Saya tidak tahu bagaimana Count Pelvis mengajari etika pada putrinya" ucap Lily sambil menatap tajam,


"A-apa maksud anda?!" Lady Iriana mulai gemetar melihat sorot mata yang ditunjukan Lily,


"Bagaimana bisa..seorang yang statusnya lebih rendah dariku memandangku dengan sorot mata seperti itu dan tidak mengucapkan salam sama sekali?" Lily menekan perkataannya,


"Apakah saya harus memberi salam pada gadis kampung seperti anda?" Lady Iriana yang tidak mau kalah mencoba memberanikan diri,


"Gadis kampung ya.." Lily tersenyum sinis melihat Lady Iriana yang mengatakan hal itu,


"Kau akan membayar perbuatanmu itu, Lady Iriana, Putri Count Pelvis,sang Pemberontak" Lily tertawa kecil dan menunjukan aura yang membuat siapapun bergidik,


Lady Iriana yang ketakutan jatuh ke tanah dan tidak bisa berdiri lagi,tak lama kemudian pengawal Istana datang ke tempat Lady Iriana dan membawa Lady Iriana ke Penjara atas tuduhan Pemberontakan yang dilakukan ayahnya.


"Bagaimana kau bisa tau hal itu?" tanya Vel terkejut dengan kejadian barusan,


"Seseorang memberitahu ku" jawab Lily dengan senyum,


"Ayolah,ini waktunya dansa Tradisional!Ayo ayo!" Lily menarik tangan Vel ke tempat dansa tradisional di sekitar air mancur.


"Tunggu,apa kau tahu cara berdansa tradisional?" tanya Vel meremehkan Lily,


"T-tidak" jawab Lily sambil memalingkan pandangannya,


"Ya ampun kau ini" Vel mengehela nafas dan tertawa kecil,


"Kemarilah",Vel menggenggam tangan Lily dan berdansa sesuai iringan lagu yang dibawakan,


"Wah,aku tidak tahu kau bisa berdansa tradisional" Lily kagum dengan kemampuan Vel berdansa tradisional,


"Kau pikir berapa lama aku hidup menjaga ratusan kekaisaran di dunia ini?" tanya Vel sangat sombong dengan muka bodohnya,


"Ntahlah,memangnya berapa lama?" tanya Lily,


"Lebih dari 2000 tahun" jawab Vel cepat,


"Usia Kekaisaran ini baru 400 tahun lebih sedikit,kenapa umurmu 600 tahun lebih tua?" tanya Lily,


"Aku sudah menjaga Kekaisaran yang jauh lebih tua dari Kekaisaran ini,jadi sudah jelas aku lebih tua" ucap Vel,


"Oh,begitu",disisi lain, Bel dan Rina juga berdansa dengan pria di Festival ini, semua orang sangat menikmati Festival akhir tahun ini,


"oh ya ngomong ngomong,aku minta maaf telah mendengar percakapan kalian kemarin,anuu..Triveda,dia siapa?" pertanyaan Lily membuat Vel membatu,


"Aku akan menjelaskannya nanti, sekarang waktunya berganti pasangan,jangan lupa gerakan yang aku ajari" Vel langsung bertukar pasangan,begitu pula dengan Lily,


'Dasar anak itu,setidaknya dia tidak kaku seperti tadi' pikir Lily kesal,


"Sepertinya anda mengkhawatirkan sesuatu" ucap seorang pemuda yang memakai jubah pendek berambut hitam dan mata hitam,berdansa dengan Lily sekarang,


"Iya,teman saya mengucapkan sesuatu yang membuat saya kesal" ucap Lily dengan senyum kesal,


'Orang ini..suaranya mirip dengan Vel,auranya saja sedikit berbeda' ,Lily merasa kenal dengan orang yang berdansa dengannya saat ini,


"Anu,kalau boleh tau,siapa nama anda?" tanya Lily,


"Anda bisa memanggil saya Kel" jawab pemuda itu,


"Baiklah Tuan Kel",


"Jangan memakai tuan,panggil saja Kel",


"Baiklah",


Pemuda itu melihat langit,lalu tersenyum tipis,


"Sudah saatnya saya pergi Nona" pemuda itu membungkuk pamit pada Lily dan melompat ke atap rumah,


'Bagaimana dia bisa melakukan itu?!' Lily terkejut dengan kelakuan pemuda itu yang tidak seperti manusia biasa,


Tak lama kemudian,pemuda itu menunjuk langit sambil mengucapkan sebuah kalimat.Langit cerah berubah menjadi sangat gelap.Semua orang panik dengan keadaan itu. Semua lampu penerangan jalan mati,ibu kota tampak sangat gelap,dan panik.


"Lily!" Vel berteriak memanggil Lily,dan menghampiri nya bersama Bel,


"Vel!apa yang terjadi?" tanya Lily,


"Aku juga tidak tahu,tapi kekuatan ini..!?" Vel melihat ke arah pemuda diatas atap tadi,dan matanya membelalak,


"Kenapa Vel?..huh?!" Bel juga melihat kearah Vel melihat pemuda itu,


Tak lama kemudian,pemuda itu mendekat ke arah Lily, Vel,dan Bel,


"Lama tidak bertemu" ucap pemuda itu dengan senyum,


"T-triveda..kenapa kau disini?.." Tanya Bel gemetar,


"Kenapa?aku hanya ingin bermain main dan bertemu dengan Kakak dan Adik perempuan ku yang lucu,tapi..sepertinya kau sudah dewasa,Trisela" Kel menatap Bel dengan tajam,


Bel hanya gemetar ketakutan dengan keringat dingin.Vel mengepalkan tangannya dan menatap Kel dengan sangat tajam,hawa membunuh dan kebencian terasa darinya


"Jangan dekati Trisela!!" Vel mencengkeram erat jubah yang dipakai Kel,


'Apa yang sebenarnya terjadi disini??..Kakak?Adik perempuan?..siapa sebenernya dia??..'


Bersambung..


Haloo Minna⊂((・▽・))⊃✨ makasih udah baca Vita Nova.Karna POV nya author ganti,jadi gampang buat alurnya,tehee:v sekian dulu,terima kasih⊂((・▽・))⊃✨