
Flashback
"Pangeran Shavad,saya ingin mengajukan 'latih tanding' dengan anda, apakah anda menerima nya?" tanya Felix dengan senyum.
"Anu..baginda,saya.."
"Bagaimana?"
"B-baik.."
Shavad merasakan hawa tidak enak tertuju hanya ke arahnya.Keringat dingin bermuncul entah apa penyebabnya.
'Ya ampun kak Felix..'
'SEMANGAT KAK SHAVAD!'
.
.
Episode 97
"Putri,bisa anda jelaskan apa ini?"
"B-baginda..saya benar-benar tidak tahu soal ini.."
Evelyn telah di tuduh sebagai pelaku dari kasus racun Demiera.Ia langsung di interogasi di istananya.
Dari hasil penyelidikan Lucas kemarin.Ia menemukan sebuah botol yang saat di cek sama persis dengan racun yang digunakan untuk meracuni Demiera.Para prajurit juga menemukan beberapa tanaman obat di kamar Evelyn.
"Putri,lebih baik anda jujur karna hal ini belum sampai ke khalayak luar." ucap Felix begitu serius.
"Saya berani bersumpah demi Dewa Beyola,Baginda. Saya memang membuat racun itu karna saya masih melakukan penelitian.. tapi, saya tidak meracuni Putri Demiera." balas Evelyn teguh dengan jawabannya.
"Huh..Grand Duke."
"Ya,baginda."
"Bagaimana kondisi istana putri yang lain?"
"Tidak ada kecurigaan dan tidak ada obat obatan ataupun racun baginda.Tapi..Istana putri Remina sedikit mencurigakan."
Felix mengangkat alisnya sedikit curiga.Ia berpikir sejenak.
"Apa maksudmu?" tanya Felix.
"Saya tidak tahu apa yang terjadi di pesta teh kemarin.Saya dengar dari pelayan bahwa tangan putri Remina terkena air panas ketika panik melihat putri Demiera berdarah.Tabib memang mengobatinya dan 'setidaknya' tangannya masih merah karna luka." jawab Lucas.
" Ha?..'setidaknya?'.."
Lucas mengangguk dan Felix mulai kembali berpikir.
"Putri,apakah ada orang yang datang ke kamar anda dari pihak luar?" tanya Felix.
"Tidak ada,baginda."
"Bagaimana dengan pelayan? Apakah tidak ada yang keluar masuk kamarmu dan tampak mencurigakan?"
"Tidak ada. Hanya pelayan pribadi saya Soni yang membantu saya berias. Dia alergi dengan tanaman obat mentah,maka dari itu dia tidak akan macam macam dengan penilitian saya."
"Baiklah. Istirahat lah. Maaf sudah membuatmu kelelahan,dan juga terimakasih, informasi mu sangat membantu." ucap Felix sambil tersenyum.
"Saya merasa bersyukur bisa membantu baginda."
"Kalau begitu aku pergi dulu. Jangan keluar dari istana dan jangan izinkan para pelayan keluar. Aku akan segera menyelesaikan kasus ini."
"Baik."
Felix segera keluar diikuti Lucas dan rombongan pasukan.
"Baginda,anda cukup tanggap soal hal rumit ini." ucap Lucas bangga.
"Aku teringat tentang kondisi Tuan Saint saat penyambutan. Lily bilang tiba-tiba kekuatan sihir Zergan sangat melemah saat memasangkan cincin terakhir."
"Saya juga sepemikiran dengan anda. Dia bermain kurang rapi."
Felix dan Lucas segera menuju istana putri Remina. Tentu saja ini tidak akan berakhir begitu saja.
Istana Topas
"Yang Mulia Pangeran! Yang Mulia Pangeran!"
"Ada apa?"
"Baginda Kaisar dan Grand Duke Everon beserta pasukannya datang!"
"Apa? Mendadak begini?"
Chaster segera menyambut kedatangan Felix dan Lucas. Melihat pasukan penyelidik,sepertinya ini 'saatnya'.
"Salam kepada matahari kekaisaran dan Grand Duke Everon."
"Terimakasih pangeran,dimana putri?" tanya Felix tanpa basa-basi.
"Dia sedang tidak enak badan,baginda." jawab Chaster.
"Pangeran,saya tahu kondisi anda. Apa anda akan berniat menutupi ini demi adik anda?"
Chaster terdiam.Ia memang menyembunyikan fakta demi Remina.
"Silahkan masuk dulu,baginda."
Mansion Lily.
"Ini dia! Tapi bagaimana cara menghubunginya?.."
Lily menatap kalung pemberian Vel beberaoa tahun lalu. Berpikir bagaimana caranya menghubungi nya.
"Apakah sihir? Coba saja.".
Lily fokus menyalurkan sihirnya untuk mencoba menghubungi Vel.Berharap sesuatu terjadi.
.
"Tristan! Ada panggilan dari Lily!"
"APA?! AYO PERGI!"
"T-TUNGGU!! KENAPA KAU TERBURU-BURU?!"
Bel dan Vel baru saja menyelesaikan urusan tentang sihir jahat yang beberapa tahun belakangan ini mulai menarik perhatian para Dewa dan Dewi. Terlebih 'Oxyrona' menunjukkan kehancuran kerajaan Clovarn dan juga kekaisaran Ravelda. Tidak diketahui kapan kedua hal itu terjadi tapi mereka berusaha mengubah takdir yang ditentukan Eudon.
"Oi,Tristan. Panggilan dari Lily sudah cukup lama. Pasti ada masalah." ujar Kel.
"Benar! Aku duluan!"
"T-tunggu,Tristan!"
Vel pun langsung menghilang dari hadapan Bel dan Kel. Tidak heran karna Vel sudah cukup lama tidak bertemu Lily dan Lily tidak menghubungi nya sama sekali.
"Dasar,anak itu.."
"Berhentilah menggerutu,Trisela. Bukankah kau juga rindu dengan Zer- ugh!"
"A-AKU TIDAK!! HMP!"
'Apa dia puber lagi??..Sensitif sekali..aduh..'
.
"Huft..apa tidak berhasil ya? Hah.."
'Aku tidak bisa tenang. Kak Lucas mengirim pesan bahwa terjadi sesuatu di jam minum teh Yesra dan Putri Demiera menjadi korban. Yesra memang tidak apa-apa tapi apa ini ada kaitannya dengan pelaku? Firasatku tidak enak.'
Lily menutup matanya sebentar. Sebuah cahaya terang tiba-tiba muncul di kamarnya.
"Apa itu?"
Seorang pria tinggi muncul dari cahaya itu.Lily bangun dari tidurnya dan mendekat ke arah cahaya itu berasal.
"Akhirnya sampai!"
Lily terdiam,menatap sosok pria yang sudah lama tidak ia lihat sekarang berdiri tepat di hadapannya.
"Vel?"
Vel langsung menatap Lily.Wanita cantik yang ia rindukan.
"Lily,aku pulang." Senyuman hangat dari Vel membuat Lily bergetar.Air mata menetes dari matanya.
"T-tunggu,Lily kenapa kau menangis?!" tanya Vel panik.
"Tidak..tidak apa-apa. Selamat datang kembali,Vel."
"Iya. Terimakasih,Lily."
Istana Topas
"Putri,bagaimana dengan luka anda?".
"Baik-baik saja,Baginda."
Remina keluar dari kamarnya begitu pelayan menyampaikan kedatangan Felix. Chaster juga tidak bisa apa-apa karna dia ingin 'semua ini' berakhir.
"Aneh sekali.Setidaknya itu akan meninggalkan bekas. Tapi sepertinya obat dari tabib sangat manjur ya."
Remina tampak khawatir.Wajahnya cemas dengan kedatangan Felix.
"Baginda,ada- "
"Ini tentang kasus keracunan Putri Demiera."
"Eh?"
"Bawa pelayan itu kemari."
BRAK!
Seorang pelayan yang melayani istana Evelyn dibawa menghadap ke depan Remina dan Chaster.
"Saya yakin sekali dia adalah pelayan dari istana putri Remina. Apakah saya salah?"
"S-saya tidak tahu,baginda."
"Ada laporan masuk ke kantorku tentang hilangnya salah satu pelayan di istana milik Putri Evelyn. Beberapa saksi juga mengatakan bahwa pelayan yang melayani Putri Remina berubah. Pelayan istana utama melapor tidak ada pelayan baru yang masuk, tapi pelayan baru di istana putri tanpa sepengetahuan ku dan ibu suri? Apa maksudnya? Anda mencoba mengambil alih kuasa atas hal itu? Tidak salah lagi dengan alasan 'perhatian' terhadap putri Evelyn,anda sampai mengirim pelayan pengganti sebagai mata-mata dan menjatuhkan putri Evelyn."
Putri Demiera masih terdiam.Dia belum membuka mulut lagi.
"Pelayan itu mengambil racun yang diteliti oleh putri Evelyn dan memberikannya padamu. Pelayan dari istana milik putri Evelyn tidak ada yang tahan dengan aroma tumbuhan herbal dan racun.Bahkan jika ada,mereka tidak akan diizinkan masuk ke ruangan penelitian putri Evelyn. Apakah ini cara licik anda untuk naik ke posisi permaisuri?"
"B-baginda.."
"JAWAB AKU! APAKAH ANDA BEGITU INGIN NAIK KE POSISI PERMAISURI DENGAN CARA TIDAK ADIL SEPERTI INI?! Permaisuri yang naik ke posisi permaisuri dengan cara seperti sangat menjijikan.."
Tak lama,seorang pengawal istana Remina datang terburu-buru menemui Felix.
"Baginda!"
"Ada apa?"
"Yang Mulia Miscess dan asisten beliau datang! Beliau sedang menuju kemari!"
"Eh?Lily?", Lucas segera keluar dari ruangan dan menyambut Lily yang sudah berjalan ke arah pintu istana.
"Kakak!"
"Lily? Kenapa kamu kemari?"
"Vel merasakan sihir asing di istana jadi kami segera kesini."
"Vel?Kau sudah kembali ternyata."
"Sudah lama tidak bertemu Lucas."
"Apa maksudmu Lily? Sihir asing?..Jangan-jangan!"
"Benar! Kita tidak punya banyak waktu karna sihir itu makin kuat ketika pemiliknya tertekan!"
"Cepat masuk lah dan katakan pada baginda."
"Iya."
Lily dan Vel pun masuk ke dalan istana. Felix sedikit kaget karna Vel kembali dan menggunakan tudung untuk menutupi wajahnya.
"Oi,ini pertama kalinya aku melihat asisten Yang Mulia Miscess."
"Dia tinggi sekali."
"Aku tidak bisa melihat wajahnya,tapi auranya begitu hangat dan tenang."
Para kesatria langsung ricuh karna kedatangan Lily dan Vel yang mendadak,ditambah ini pertama kalinya Vel menunjukan diri secara sembunyi-sembunyi.
"Salam kepada Matahari Kekaisaran." ucap Lily dan Vel bersamaan.
"Salam untuk Yang Mulia Miscess.Anda datang mendadak tanpa pemberitahuan." balas Felix sedikit bercanda.
"Maafkan saya baginda. Tapi ini hal mendadak."
"Tidak apa-apa,duduklah,yang lain keluar."
"BAIK!"
Begitu para kesatria keluar dari istana,menyisakan 6 orang saja disana.Para pelayan sudah diamankan para kesatria dan akan di sidang nanti.
"Yang Mulia Miscess,anda.."
"Saya paham kondisinya,Pangeran Chaster.."
"..."
Remina menatap dengan tatapan tak percaya ke arah kakakny a. Lily merasakan sihir milik Zergan samar-samar pada Remina.
"Putri, sepertinya anda melakukan kesalahan yang cukup fatal ya,mencuri bahkan membahayakan nyawa Saint kekaisaran ini." ucap Lily tegas.
"Yang Mulia, saya tidak tahu apa yang anda maksud.."
"Vel,tolong."
"Baiklah."
Vel mendekati Remina dan menarik paksa lengan wanita itu.Cincin berwarna putih dan hitam ia ambil.
"ANDA LANCANG SEKALI!" teriak Remina tidak terima dengan perlakuan Vel.
"Cincin ini sangat berbahaya,Tuan Putri.Anda nekat sekali ya." ucap Vel.
"Baginda,kedua cincin itu adalah cincin yang berisi sihir asing yang menyerang pelindung kekaisaran dan mengambil sihir Tuan Saint."
"!?"
Bersambung...