Vita Nova

Vita Nova
Episode 88 "Time Skip"



Angin musim semi bertiup lembut.Pepohonan yang sekarang ada di sekitar jalan perkotaan mulai menunjukkan bunganya.2 tahun 2 bulan berlalu sejak saat itu.Banyak perubahan besar di ibu kota karna Zergan dan Lily.Banyak hal-hal baru di Kekaisaran Raveldra akibat pengetahuan mereka berdua.Kekaisaran pun mendapat banyak keuntungan dan menjadi salah satu negara dengan tingkat kemakmuran tertinggi.


Tetapi,4 bulan yang lalu Kekaisaran dilanda kesedihan yang amat mendalam.Kaisar meninggal dunia karna sakit dan umurnya, dan Putra Mahkota naik ke tahta Kaisar sebelum menentukan calon Putri Mahkota uang seharusnya sekarang sudah menjadi Ratu.Yang Mulia Ratu menjadi Ibu suri,sedangkan Permaisuri keluar dari keluarga Kekaisaran dan tinggal bersama Lucas untuk merawat cucunya,Asher.


Asher sudah menginjak umur 2 tahun.Ia sudah lancar berjalan dan bahkan berlari, dan mulai mengucapkan beberapa kata.Karna tinggal lama bersama Lucas,ia menganggap Lucas ayahnya walau Lucas sudah mengingatkan Asher untuk memanggilnya paman.Untuk Yesra,orang-orang di kediaman Lucas selalu menganggapnya nyonya besar,walau sebenarnya tidak.Asher memanggil Yesra ibu,walau masih 2 tahun tapi Asher bisa dibilang jenius karna sudah bisa melafalkan beberapa kalimat dengan lancar.Seminggu sekali Lucas akan mengajak Asher ke tempat Yusto dan Ian,atau terkadang menemui Lily dan Zergan.


Yang menjadi masalah sekarang adalah posisi Ratu yang kosong.Banyak bangsawan yang sudah mendesak Felix,Kaisar sekarang untuk segera menikah,tapi Felix masih menolak.Sebagai gantinya,ibu suri masih menjalankan tugasnya sebagai Ratu demi Felix.


Untuk keadaan si kembar(Vel,Bel,dan Kel),mereka bilang akan kembali ke dunia Duplenax untuk sementara karna ada sedikit masalah.Di sisi lain, keluarga Duke Ricardo cukup tenang.Mungkin karna Zarex dan Senia,Thevan tidak pernah mengganggu Viona.Dan sepertinya,hubungan Thevan dan Viona mulai membaik seiring berjalannya waktu.Duke dan Duchess pun terlihat lebih dekat walau sebatas kesopanan antara suami dan istri.


.


.


/Wilayah Everon,kastil.


"Tuan Ash!! Jangan berlari!!"


"Anda bisa jatuh,Tuan!"


"Tidak mau!Ayah dan ibu sudah pulang!"


.


.


"Tuan dan nyonya besar,selamat datang kembali."


"Terimakasih kalian semua.Sudah lama aku tidak pulang juga.Ngomong-ngomong dimana Asher?"


"Tuan Muda ada di kamarnya,27 detik lagi beliau sampai kesini,Tuan."


Setelah beberapa 3 bulan di ibu kota,Lucas pulang ke wilayah Everon bersama dengan Yesra untuk menjemput Asher,sudah waktunya ia kembali lagi ke ibu kota karna pemilihan calon Ratu.


"Kak Lucas,apa tidak apa-apa membawa Asher sekarang?" tanya Yesra.


"Tidak apa-apa.Lagi pula sebentar lagi dia harus mengunjungi istana untuk pertama kalinya.Walau belum resmi,tapi Baginda Kaisar sudah mengizinkan,dan sangat menunggu kedatangan Asher." jawab Lucas.


"Baiklah kalau kak Felix yang-"


"AYAH!!IBU!!"


Anak kecil dengan rambut hitam dan mata emas berlari dengan sangat cepat kegirangan menghampiri Lucas dan Yesra yang masih ada di ambang pintu.Yesra berjongkok agar bisa memeluk Asher.


"Asher jangan berla-AGHH!!"


"Yesra!/Nyonya!!"


Asher memeluk Yesra dengan sangat kuat sampai-sampai Yesra terjatuh.Asher tampak sangat senang memeluk Yesra.


"Ibu!Selamat datang kembali!" ucap anak lelaki yang hanya berusia 2 tahun.


"Aku pulang,Asher." balas Yesra sambil mengusap lembut rambut hitam Asher.


"Apakah tidak ada pelukan untukku?" Lucas sudah siap dengan kedua tangannya sambil berjongkok di sebelah Yesra.


"Selamat datang,ayah!"


"Panggil aku paman.."


Asher bergantian memeluk Lucas.Walau sempat tidak nyaman karna dipanggil 'ayah' tapi Lucas tidak masalah,karna yang terpenting Asher bisa nyaman dengan itu.


"Selamat datang,Yang Mulia Grand Duke dan Putri Yesra."


"Kami pulang, permaisuri."


Permaisuri sekarang tampak lebih cerah sejak tinggal bersama Asher di kastil Grand Duke Everon.Beliau merasa sangat senang bisa merawat cucunya langsung tanpa bolak-balik ke istana.Betapa berterimakasih nya beliau pada Lucas karna mengizinkannya untuk merawat Asher di kastil.


/Makan siang.


"Asher,kamu mau persik?"


"Iya!"


"Kak Lucas,mau persik?"


"Hmm,boleh saja.Aku akan memakannya sebentar lagi."


Sebelumnya Asher merengek ingin makan siang bersama Lucas dan Yesra,tapi Lucas tidak bisa makan bersama mereka karna mengurus sesuatu.Akhirnya,Irvan mengusulkan agar makan siang mereka di ruang kerja milik Lucas.


"Ibu,ayah sedang apa?" tanya Asher.


"Ada pekerjaan yang menyangkut Baginda Kaisar,ini tentang pemilihan calon Ratu." jawab Yesra.


"Ratu?Apakah seperti nenek?" tanya Asher lagi.


"Mirip,tapi berbeda.Ratu memiliki posisi lebih tinggi.Biasanya wanita yang mendapat cinta Kaisar dan memiliki materi yang baik,bisa menjadi Ratu.Tapi terkadang tidak juga." jawab Yesra.


"Kalau begitu,apakah ibu bisa jadi Ratu?"


"Eh?!"


Lucas dan Yesra kaget begitu mendengar pertanyaan dari Asher.Lucas sampai tersedak makanannya sendiri.


"K-kenapa Ash bertanya seperti itu?.." tanya Yesra gugup.


"Soalnya ibu sangat pandai dalam segala hal.Irvan bilang kalau materi yang baik dari seorang perempuan adalah menjadi yang terbaik untuk dirinya sendiri.Ibu pernah bilang kalau ibu merasa sangat puas dengan kemampuan ibu sekarang." jawab Asher dengan polosnya.


'Anak 2 tahun bisa berkata sebanyak itu?!' pikir Lucas dan Yesra.


"A-anu Ash,ekhem..Itu tergantung siapa orangnya.Lagipula Baginda Kaisar adalah kakak sepupuku, bagaimana mungkin,ahahaa." ucap Yesra.


"Tidak.Ku pikir yang dikatakan Ash ada benarnya." ucap Lucas.


"Tunggu!Kak Lucas jangan berkata hal yang aneh!" balas Yesra makin gugup.


"Ayah..apakah Baginda Kaisar..mencintai ibu?.."


"Eh?Ap-?!"


Asher sudah menangis sejadi-jadinya.Lucas dan Yesra pun panik kenapa Asher tiba-tiba menangis.


"T-tunggu Ash!Kenapa kamu menangis?!" tanya Lucas yang langsung mendekati Asher.


"K-karna..jika Baginda Kaisar mencintai ibu..dan ibu akan menjadi Ratu..I-itu artinya ayah dan ibu akan bercerai dan berpisah.." jawab Asher dengan kepolosannya yang masih sangat polos.


'Kita bahkan tidak menikah..!!!!!' batin Lucas dan Yesra.


"Ash,siapa yang mengatakan hal itu padamu?" tanya Yesra.


"Irvan.." jawab Asher penuh kejujuran.


'PRIA SIALAN ITU!!APA YANG DIA AJARKAN PADA ANAK BERUMUR 2 TAHUN?!!'


"Ash..sebena-"


ngungg..ngungg..


Bola sihir bersuara.Ada panggilan masuk dari seseorang.


"Tunggu sebentar."


Lucas mengambil bola itu dan membawanya mendekat ke Asher dan Yesra.Saat dibuka,ternyata panggilan dari Felix.


"Salam untuk Baginda Kaisar,matahari kekaisaran." ucap mereka bertiga bersamaan.


"Semoga keselamatan selalu menyertai kalian.Eh?Asher?Apakah itu dia?"


"Benar,Baginda.Asher,ini Baginda Kaisar Felix." ucap Lucas memperkenalkan.


"Halo Asher.Sudah lama tidak bertemu,bagaimana kabarmu?" tanya Felix tampak bersemangat.


"Asher??Ada ap-?!T-tunggu!Kenapa kamu menangis?!" tanya Felix sangat panik melihat Asher menangis.


"Baginda..jangan ambil ibu saya..Kenapa anda sangat tega memisahkan ayah dan ibu?!..Saya rela melakukan apapun untuk anda tapi..jangan ambil ibu dari ayah dan saya..!" ucap Asher sudah sangat deras dengan air mata.


"A-apa?..Siapa yang mengajarinya hal itu?.." tanya Felix terheran-heran dan bingung.


"Salah seorang asisten yang sangat tidak becus melakukan peran sebagai pengasuh sementara." ucap Lucas cepat.


"Hah..kenapa dia tahu rencana ku?.." gumam Felix.


"APAAA?!!JADI ITU BENAR?!!" tanya Lucas syok mendengar itu.


"T-tunggu!Kak Felix?!..A-apa maksudnya?!" tanya Yesra ikut panik.


"A-aku ada urusan!Cepatlah kembali karna ini akan memakan banyak waktu!S-sampai jumpa!" Felix langsung mematikan komunikasi.Sekilas wajahnya tampak memerah tadi.


"Dia serius?..." gumam Lucas masih syok.


"J-jadi..ibu benar-benar akan berpisah dengan ayah?.." Asher menangis lebih deras.Dia makin salah paham dengan apa yang sebenarnya terjadi.


"T-tenanglah,Asher!Aku tidak akan meninggalkan mu!" ucap Yesra.


"T-tapi ibu akan meninggalkan ayah!.. HUAAAAA!!"


Lucas dan Yesra benar-benar panik karna Asher menangis makin keras.Lucas pun mengatakan kalau Baginda Kaisar sedang bercanda dan tidak akan merebut Yesra darinya.Karna masih 2 tahun,Asher pun dengan mudahnya percaya perkataan Lucas.Suasana pun tenang setelah Asher berhenti menangis.Karna kelelahan menangis,Asher pun tertidur dengan lelap.


"Kak, sepertinya ada sesuatu yang harus kau lakukan." ucap Yesra.


"Benar,dan ini sangat teramat penting." balas Lucas sambil tersenyum lebar.


"Tenang saja,aku akan segera kembali.." Lucas pun berjalan keluar dari ruangannya dan mencari orang dibalik kesalahpahaman Asher.


'Semoga nyawanya selamat..' pikir Yesra.


Ia terdiam sejenak.Pikirannya dipenuhi ucapan Felix tadi.


'Apa benar kak Felix hanya bercanda?'


/1 minggu kemudian.Ibu kota, perjalanan menuju mansion Everon.


"Ibu, apakah para paman dan bibi ada disini?"


"Tentu saja ada,tapi paman Yusto ada di wilayah."


"He? Kenapa?.."


"Karna paman Ian ada disini.Jika mereka sama-sama disini,siapa yang akan menjaga wilayah Darvin?Tidak mungkin selain mereka."


"Begitu ya."


Asher duduk di pangkuan Yesra sambil melihat ke arah luar jendela.Banyak sekali perubahan di ibu kota,mulai dari ditanamnya pohon-pohon dan bunga kecil di depan toko,tempat sampah yang sedang dikembangkan Zergan akhir-akhir ini,dan ada juga alat untuk menetralisir air dari campuran zat beracun 6 bulan terakhir ini.


"Ibu,ibu kota sangat cantik!" ucap Asher bersemangat.


"Benarkah?Ini berkat Tuan Saint dan bibimu.Mereka orang yang berbakat." ujar Yesra.


"Tapi,kenapa ayah dan paman Kenneth tidak seperti bibi?Mereka kan saudara."


Kata-kata Asher sangat menusuk Lucas yang duduk di depannya.Yesra hanya tertawa kecil mendengar pertanyaan anak berusia 2 tahun itu.


"Kak Lucas adalah Komandan Pasukan 1,Pasukan Grimred.Dan juga dia adalah asisten Baginda Kaisar sejak masih menjadi Putra Mahkota.Kamu tahu kan julukannya di medan perang?"


"Irvan bilang Dewa Kematian.Betapa berbahayanya ayah ketika sudah memegang pedang."


Lucas merasa bangga dengan ucapan Yesra dan Asher.Baru kali ini ia mendengar sesuatu yang benar dari informasi Irvan tentang nya selama ini.


"Benar sekali.Anak pintar." puji Yesra.


"Aku akan menjadi seperti ayah nanti!" ucap Asher sangat semangat.


"Berusahalah sekuat tenanga,Ash.Ini tidak akan mudah." ucap Lucas.


"Aku pasti bisa!" ujar Ash tampak kesal.


'Imutnya!!' batin Yesra dan Lucas.


Tak lama kemudian,mereka sampai di mansion Everon.Para pelayan disana sudah bersiap menyambut kedatangan Lucas,Yesra dan Asher di depan pintu.


"Oh!Ada Lily,kakak dan kak Ken!" ucap Yesra begitu melihat ketiga orang itu menunggu di depan pintu.


Kereta berhenti.Lucas turun terlebih dahulu.


"Asher,kemarilah nak." Lucas mengulurkan kedua tangannya hendak menggendong Asher.


"Iya,ayah!" Asher dengan senang hati menerima uluran tangan Lucas.


Setelah menggendong Asher,Lucas mengulurkan tangannya lagi untuk membantu Yesra turun dari dalan kereta.


"Hati-hati, pijakannya cukup licin."


"Terimakasih,kak Lucas."


Setelah Yesra turun,mereka berjalan mendekati pintu.Para pelayan langsung membungkuk hormat dan memberi salam pada mereka bertiga,tak terkecuali Lily,Ian dan Ken yang sudah berdiri disana sejak tadi.


"Selamat datang kembali,Tuan Besar,Tuan Putri dan Tuan Muda."


"Kami pulang.Terimakasih."


"ASHERRR!!!"


Lily dan Ken sangat kegirangan begitu melihat Asher.Wajah mereka berseri-seri melihat anak itu dengan sangat lucunya di gendong Lucas.


"Dia sangat kecil!Aaa!!Imut sekali!!" ucap Lily.


"Dia benar-benar seperti anak kalian berdua." ucap Ken tanpa rasa bersalah.


"Jaga ucapanmu!" balas Lucas kesal.


Ian mendekati Yesra dan memeluknya.Sudah cukup lama mereka tidak bertemu karna Yesra tinggal bersama Lucas.Hanya beberapa kali mereka bertemu jika ada urusan berkaitan dengan Asher.


"Bagaimana kabarmu, Yesra?" tanya Ian.


"Sangat baik,kak.Bagimana dengan kakak dan yang lain?Yusto?"


"Mereka baik-baik saja.Sekitar lusa besok Yusto akan kesini untuk menjenguk Asher dan yang lain."


"Benarkah?!Aku merindukannya."


"Yesra,selamat datang kembali." ucap Lily.


"Lily!Aku merindukan mu!"


Yesra berganti memeluk Lily.Cukup lama mereka tidak bertemu karna Lily kembali ke wilayahnya untuk beberapa lama.


"Lily,rambutmu makin panjang,apakah tidak ada niatan untuk memotongnya?" tanya Yesra.


"Dari dulu aku ingin punya rambut panjang seperti ini,tidak apa-apa." jawab Lily.


"Kakak pasti makin jatuh cinta padamu." ucap Yesra menggoda Ian.


"Sejak awal aku sudah mencintainya." balas Ian sambil memeluk Lily dari belakang.


"Oi!Jangan memeluk adikku!!" teriak Lucas dan Ken bersamaan.Beberapa saat lalu mereka sempat bertengkar entah karna apa.


Suasana diantara mereka sangatlah damai.Walau beberapa kali rasa rindu muncul karna dipisahkan urusan pribadi mereka masing-masing,tapi hubungan mereka tetap terjalin erat dan makin erat.


Bersambung...