
Flashback
"Kau..membenci Lily kan?.." tanya orang itu,
"A-apa maksud mu?!" tanya Fei tidak mengerti apa yang dikatakan orang itu,
"Aku akan membantu mu.." ucap orang itu sambil tersenyum,
"Jangan mendekat!!aku tidak paham apa yang kau bicarakan!",
"Vel..kau menyukai pria itu kan?..tapi sayangnya rasa sukamu bertepuk sebelah tangan..semua itu karna dia menyukai Lily.."
Fei tertegun mendengar ucapan itu,bagaimana orang itu bisa tau?,apa dia bisa dipercaya?
"A-apa yang harus ku lakukan?",
.
.
Episode 57
"Selamat datang Marchioness Gradina",
"Terimakasih telah menyambut ku pemilik menara sihir",
"Itu sudah menjadi kewajiban saya.Perkenalkan,nama saya August Rush,pemilik menara sihir ke-76",
"Salam kenal,August",
"Mari masuk,akan saya tunjukan tempat Kristal Mana milik menara sihir",
Lily masuk ke menara sihir untuk pertama kalinya.Hawa dan suasana nya tidak jauh berbeda dengan kuil suci.
August menunjukan ruangan rahasia dibalik tembok di lantai paling atas.Begitu tembok itu terbuka,pintu raksasa berpola sama seperti di kuil suci terlihat,lalu August membukanya dengan sihir gelap.Setelah pintu itu terbuka, tampak Kristal Mana berwarna biru tua yang hanya tinggal setengah bagian,
"Lho?kenapa hanya setengah bagian?" tanya Lily heran,
"Karna setengah bagian lagi ada di menara sihir milik Grand Duke Darvin,mereka juga memerlukan Kristal Mana sendiri karna sihir mereka berbeda" jawab August,
"Kalau begitu setelah ini aku harus ke Grand Duchy Darvin" gumam Lily,
"Silahkan di pastikan Yang Mulia",August mempersilahkan Lily memeriksa Kristal Mana lebih dekat,
Lily menyentuh lembut Kristal Mana itu,dia mendengar suara jiwa mana yang kesakitan,sama seperti Kristal Mana di Kuil Suci, cahayanya pun juga meredup,
"August,apa akhir-akhir ini suara jiwa mana memang seperti ini?" tanya Lily,
"Benar yang mulia, sepertinya sejak 2 minggu lalu,lebih tepatnya 2 hari sebelum Yang Mulia datang ke ibu kota,suara ini mulai terdengar" jawab August,
"Cahaya mereka meredup..aku juga merasakan rasa sakit yang dialami kristal ini.." gumam Lily,
August paham apa yang Lily rasakan,karna Kristal Mana juga merupakan bagian dari para penyihir.
Setelah selesai melakukan pemeriksaan,Lily hendak langsung pergi ke Grand Duchy Darvin tanpa sepengetahuan Lucas atau Ian,tapi ia mengurungkan niatnya karna merasakan firasat aneh,
'Firasatku berkata aku harus ke Kuil Suci lebih dulu..' batin Lily khawatir,
Disisi lain tepatnya di Kuil Suci,Yusto dan Yesra sudah selesai membantu Pendeta Agung dan Zergan,
"Melelahkan.." gumam Yusto dan Yesra yang sangat lelah setelah membereskan perpustakaan yang sangat berantakan,
"Terimakasih Tuan Muda Yusto dan Nona Yesra,saya sangat berhutang budi pada kalian berdua.." ucap Pendeta Agung yang..makin tampak kurus seperti mayat hidup,
"Sepertinya anda harus makan dan istirahat Pendeta.." ucap Yusto tidak tega melihat Pendeta Agung,begitu juga Yesra yang mengangguk setuju,
"Pekerjaan saya sudah selesai,sekarang saya bisa be-","DAMIAN!!PERIKSA BERKAS-BERKAS INI!KITA HARUS MEMBUAT 1000 ARCA PENYEMBUH DALAM 1 MINGGU! CEPAT LAKUKAN!",Waktu istirahat bebas Pendeta Agung langsung sirna,dia benar-benar bisa mati sekarang,dan dia hanya tersenyum layaknya orang mati yang sudah pergi ke surga,
"P-pendeta Agung!Anda harus bertahan!" teriak Yesra panik,
"Sadarlah Pendeta!!Jangan mati dulu!" ucap Yusto yang ikut panik,
Tiba-tiba seseorang mendobrak pintu perpustakaan dengan sangat keras,membuat Yusto dan Yesra terkejut,
"Yusto!Yesra!Apa yang terjadi?!"
"Lho?Kakak?" gumam Yusto dan Yesra bersamaan,
"Aku mendengar kalian berteriak,jadi aku langsung kesini,aku khawatir terjadi sesuatu pada kalian" ucap Ian datar,
'Tapi ekspresi dan nada bicara mu tampak tidak khawatir sama sekali..' batin Yusto dan Yesra,
"Emm,itu.. sebenarnya Pendeta Agung terlihat..emm" Yesra tidak melanjutkan kata-katanya,dia tidak tau bagaimana merinci kondisi Pendeta Agung yang masih membatu,
"Dia seperti mayat" ucap Ian datar,
"Kakak itu terlalu berlebihan!" jawab Yusto,
Tak lama kemudian,Lily datang ke perpustakaan dan melihat Ian,Yusto dan Yesra sedang sedikit berdebat,
"Lho?Ada Ian juga,kapan kau datang?" tanya Lily sambil berjalan masuk,
"Lily,kau darimana saja?aku khawatir karna kau tidak ada di mansion",tanya Ian cemas,
"Aku ada di Kuil Suci selama 4 hari karna membantu Zergan masalah Kristal Mana,maaf",jawab Lily,
"Tidak apa-apa Lily,jika kau baik-baik saja itu sudah cukup bagiku" Ian langsung memeluk Lily tanpa aba-aba,Lily yang sudah terbiasa tersenyum tipis dan membalas pelukan Ian,
"Oi,jangan bermesraan disini!" ucap Yesra kesal,
"Cepatlah cari pasangan agar kau bisa bermesraan" jawab Ian datar tanpa rasa bersalah,
"AKU TAU ITU KAK!"
"Omong-omong,kenapa Kakak kesini?Lily juga kenapa kau datang lagi?bukankah kau di menara sihir?",tanya Yusto,
"Aku hendak mencari Lily karna sudah menunggu terlalu lama" jawab Ian,
"Aku mendapat firasat buruk,makanya aku datang kesini setelah pergi ke menara sihir" jawab Lily,
"Iya,aku merasakan firasat kalau aku harus segera kesini,dan tenyata... Pendeta Agung harus diselamatkan secepat mungkin.." jawab Lily menatap Pendeta Agung yang membatu,
"Ah!Benar juga!Gara-gara Kakak kami jadi lupa kalau Pendeta Agung sedang sekarat!" ucap Yesra,
"Kenapa aku yang disalahkan?" tanya Ian,
"Kakak mengganggu konsentrasi kami!" balas Yesra kesal,
Lily langsung bertindak mengobati Pendeta Agung yang lemah dengan sihirnya.Tak berlangsung lama,Pendeta Agung mulai tampak membaik,wajah pucatnya kembali normal,matanya yang gelap perlahan mulai memudar,
"Woah!Benar-benar kekuatan Lily!" ucap Yesra terkagum-kagum,
"Hebat juga" ucap Yusto ikut terpungkau,
"Sekarang sudah selesai, Pendeta Agung harus banyak istirahat dan makan yang cukup,jika tidak dia bisa ambruk lagi" jelas Lily,
'Zergan sudah kelewatan lho..bagaimana bisa dia setega ini..' batin Lily sambil menghela nafas,
Tak lama kemudian,suara langkah kaki yang berlari terdengar dari lorong depan perpustakaan,dan tiba-tiba seseorang mendobrak pintu(lagi),
"DAMIAN!DIMANA- lho?Kenapa kalian ada disini?"
"Zergan?",
Zergan datang dengan tampang polosnya,seolah dia sama sekali tidak berbuat apa-apa.Lily yang sudah kembali dari rasa terkejutnya,langsung tersenyum lebar menghadap Zergan,
"Zergan..",
"Eh?Y-ya?",
Zergan merasakan aura mencengkam dari Lily,padahal Lily sedang tersenyum,
'Tamatlah riwayatnya..' batin Ian, Yusto dan Yesra,
"Apa yang kau lakukan pada Pendeta Agung?..bagaimana bisa beliau jadi mayat hidup?.." tanya Lily dengan nada menekan,Zergan kembali melihat Lily di kehidupan sebelumnya,sama saja menakutkan.
"A-anu!Cika!S-soal itu..emm e-etoo..aaa.." Zergan tidak tau harus menjawab bagaimana,dia bahkan tidak berani menatap Lily yang berjalan perlahan kearahnya,
"Zergan..beri tau aku.." Zergan makin dibuat ketakutan karna Lily,rasanya ia ingin menangis,
"MAAFKAN SAYA YANG MULIA!" Zergan langsung sujud di depan Lily,berkali kali saking takutnya,
"APA YANG KAU LAKUKAN DASAR BODOH!BERDIRI!",
"CIKA!!MAAFKAN AKU!!HUAAAA!!"
"ZERGAN!TUTUP MULUTMU!JANGAN MINTA MAAF PADAKU!"
"TIDAKKK!!"
"BERHENTILAH BERSIKAP SEPERTI ANAK KECIL!!",
Ian,Yusto dan Yesra menatap mereka berdua datar dan hampa,benar-benar tidak bisa dipercaya hubungan antara Lily dan Zergan sangat misterius,
'Kita diabaikan..' batin mereka bertiga,
/skip setelah debat,
"Zergan,jangan memaksa Pendeta Agung terlalu berlebihan atau aku akan memukul mu lagi!"
"Baik..",
Wajah Zergan sudah babak belur karna Lily,baru pertama kali dalam sejarah kekaisaran seorang wanita bangsawan yang anggun bisa memukul seorang pria sampai seperti itu,
"Kak,calon istri mu benar benar menakutkan..kau harus hati-hati" bisik Yesra pada Ian,
"Tentu saja..jika Saint bahkan sampai seperti itu,maka aku bisa hancur berkeping-keping.." balas Ian memalingkan wajahnya, dia tidak bisa melihat wajah Zergan lebih lama,
"Lily benar-benar kuat.. bagaimana bisa dia sekuat itu secara fisik?.." ucap Yusto keheranan,
"Entahlah.. padahal rumornya dulu dia sangat lemah dan rapuh..sepertinya itu kebohongan terbesar yang aku tau.." jawab Yesra,
"Huh..Ian,Yusto,Yesra,aku akan pergi ke Grand Duchy Darvin untuk memastikan Kristal Mana di menara sihir pribadi keluarga kalian,ini harus dilakukan untuk menstabilkan koneksi antar Kristal Mana", ucap Lily pada mereka bertiga,
"Kebetulan sekali,aku berencana kembali ke Grand Duchy karna ayah jatuh sakit,tentunya Yusto dan Yesra akan ikut" jawab Ian,
"Eh?! Grand Duke Darvin jatuh sakit?!sejak kapan?" tanya Lily terkejut dan cemas,
"Ibu bilang sejak 3 hari lalu,tapi karna waktu itu masih dalam suasana hasil rapat,aku tidak bisa kesana" jawab Ian,
"Lily, sekalian saja ikut dengan kami,lagian 1 kereta kuda cukup untuk kita berempat" ucap Yesra menawarkan Lily,
"Begitu ya,baiklah,tapi aku akan tetap menggunakan kereta kuda ku sendiri" jawab Lily senang,
"Eh?Kenapa?" tanya Yusto,
"Karna banyak camilan tentunya!" jawab Lily sangat senang,
'Ah..ternyata itu..' batin mereka bertiga,
Setelah berbincang sebentar,Lily pamit pada Zergan dan Pendeta Agung yang sudah sadar,dan Lily menitipkan pesan pada Zergan untuk memberitahu Lucas dan Fei kalau dia akan pergi ke Grand Duchy Darvin,
"Lily,bawalah jepit rambut ini" Zergan memasangkan sebuah jepit rambut dari permata kecil pada rambut Lily,
"Apa ini?" tanya Lily heran,
"Ini bisa membantu kalian melewati portal wilayah-ibu kota,tapi ini hanya bisa digunakan 4 kali,karna sihir ku juga mulai bermasalah,maka dari itu berhati-hatilah" jawab Zergan,
"Terimakasih Zergan,aku akan menggunakannya sebaik mungkin" jawab Lily sambil tersenyum,
Lalu mereka berempat langsung pergi ke Grand Duchy Darvin menggunakan portal.Zergan meminta Pendeta Agung untuk menulis surat ke Lucas yang akan dikirim ke mansion Lily,lalu memintanya istirahat.
'Lucas..tunangannya adalah Lady Fei..dia adalah keturunan dari wanita ter-kejam dulu..aku harap sifat psikopat leluhurnya tidak menurun padanya..'
Bersambung...