
Flashback
"Terimakasih Lily.. terimakasih banyak.." ucap Grand Duchess sambil mengelus rambutku,
"Tidak,anda tidak perlu seperti ini.Ini kewajiban saya" ucapku,
Hari itu,Grand Duchess menangis puas sambil memelukku. Ian senang melihat Ibu nya yang sudah kembali sehat,dia merawatku sampai pulih setelah siuman dari pingsan. Aku sudah mengirimkan surat ke Kak Lucas dan Kak Ken kalau aku akan menginap sekitar 3 hari di Mansion Ian,dan mereka mengizinkanku,tentu saja Ian tidak tahu aku mengirim surat pada mereka karna dia juga sibuk dengan urusannya.Pada akhirnya,aku memang bisa menjalani hidup ini lagi.
.
.
Episode 21
"Lily,kapan kau akan merencanakan pernikahan dengan Ian?",Grand Duchess bertanya padaku di balkon kamar beliau sambil minum teh dan makan camilan,
"Emm, i-itu..",aku menjawab Grand Duchess agak gugup sekaligus malu dengan muka yang merah,
"Tidak perlu terburu buru,kau masih perlu banyak persiapan dan mental yang matang untuk menikah" ucap Grand Duchess,
"Saya tidak tahu apa yang Ian pikirkan tentang pernikahan kami",aku menahan perasaan ku yang meluap pada Ian,
"Anak muda memang seperti itu.Aku juga mengalaminya dulu" ucap Grand Duchess mencoba menghiburku,
"Saya dengar anda bertemu dengan Grand Duke saat tersesat di pegunungan,dan anda diselamatkan oleh Grand Duke di sebuah Gua??" tanyaku menanyakan,
"Ya ampun, Darimana kau tahu itu?" tanya Grand Duchess sambil tersenyum tipis,
"Saya dengar dari Ian" jawabku,lalu Grand Duchess tertawa kecil,
"Anak itu benar benar polos" ucap beliau,
'Dia tidak se polos yang anda pikirkan!',"Sepertinya begitu" jawabku,
"Oh ya Lily,apa kau mau ikut ke Festival?ajak lah kakak mu juga" ajak Grand Duchess,
"Festival?" tanyaku,
"Ya ampun,Apa kau tidak tahu Festival Bintang Merah?" tanya Grand Duchess agak terkejut,
"Saya tidak tahu sama sekali" ucapku kebingungan,
"Festival Bintang Merah adalah Festival saat Tahun Baru,sebentar lagi sudah berganti tahun" jelas Grand Duchess,
'Ya ampun!bisa bisanya aku juga lupa ini tanggal dan tahun berapa?!'
"Anu..maaf Grand Duchess,ada hal yang ingin saya tanyakan" ucapku agak ragu,
"Apa hal itu?" tanya beliau,
"Sekarang tanggal berapa?" tanyaku ragu,
"Dasar Lily,kau seperti orang tua yang sudah pikun" ucap Grand Duchess sambil tertawa kecil,
"Maafkan saya" ucapku malu,
"Tidak apa apa. Sekarang Tanggal 28 bulan 12 tahun 427 kalender Kekaisaran" ucap Beliau,
'Kapan aku kesini ya?bisa bisanya aku lupa tentang tanggal dunia ini'
"Oh begitu, terimakasih Grand Duchess" ucapku,
"Sama sama" jawab beliau,
'Aku benar benar lupa akan banyak hal,bagaimana bisa aku lupa seperti ini,ada yang aneh'
Menjelang malam,surat dari Kak Lucas datang,
'Lily,aku dan Ken akan menjemput mu.Sebelum kami sampai,jangan pergi kemana mana.Kak Lucas' begitulah isi suratnya,
"Kak Ken juga ikut..lalu siapa yang menjaga mansion dasar Kakak bodoh" gumamku dengan ekspresi sangat meremehkan mereka berdua.
/Skip besoknya/
"Benar benar kalian ini!!apa yang kalian pikirkan sampai sampai membiarkan mansion tanpa salah satu dari kalian menjaganya?! Kenapa kalian ini sangat ceroboh?!kalian juga tidak perlu menjemput ku!bla bla..",aku mengomeli Kak Lucas dan Kak Ken yang sudah duduk manis di lantai teras,mereka duduk di depanku dengan wajah tanpa rasa bersalah,
"Ya ampun kalian ini..benar benar" ucapku sambil mengelus dada,
"Oh benar juga,semua pelayan sedang diliburkan,dan para kesatria sedang latihan di pegunungan,jadi tidak ada siapapun dirumah" ucap Kak Lucas melihat Kak Ken,
"Tapi kita bilang pada kepala pelayan akan menjaga mansion tapi kita menjemput Lily kesini dengan perjalanan lebih dari 4 jam" ucap Kak Ken menghadap Kak Lucas,
....
"DASAR KALIAN INI!!AYO CEPAT KITA KEMBALI!!",aku menarik kerah mereka berdua dan menyeretnya ke Kereta kuda sambil Emosi,dan tidak memperdulikan muka mereka yang sudah membiru karna tercekik baju mereka sendiri,
"PAK KUSIR!!CEPAT KEMBALI KE MANSION DALAM 1 JAM ATAU KAU AKAN KU PECAT!"teriakku emosi pada kusir,
"B-baik Nona!!" jawabnya ketakutan lalu segera kembali ke mansion,
/Di dalam kereta kuda/
"BANGUN DASAR KAKAK-KAKAK TIDAK BERGUNA!",aku berteriak di telinga mereka sambil menampar pipi mereka kuat kuat,
"S-SAKIT!!",mereka berdua berteriak bersamaan,
"Ini salah kalian berdua!!seharusnya kalian tidak meninggalkan mansion tanpa seorang pun disana!" omel ku pada mereka,
"Maaf" ucap mereka lesu,
"Huh..mau bagaimana lagi,kita harus cepat sampai,aku juga sampai lupa pamit pada Ian dan yang lain.." gumamku,
"Kirim saja surat pada mereka nanti" ucap Kak Ken gugup,
"Benar juga.Oh ya Grand Duchess bilang kalau sebentar lagi ada festival di Ibu kota!aku mau kesana!" ucapku girang,
"Festival?biasanya kau tidak tertarik hal seperti itu" ucap Kak Lucas,
"Aku penasaran!aku ingin lihat!" rengek ku,
"Baiklah,kalau begitu kita akan tinggal di Ibu kota sampai 12 Januari, bagiamana?aku juga ikut pastinya" ucap Kak Ken bangga,
"Tapi aku juga ingin pergi!" ucap mereka bersamaan,
"Lalu siapa yang akan menjaga mansion?" tanyaku sambil menatap mereka tajam,
"E-emm itu..OH YA!ada Irvan!" ucap mereka senang,
"Dia itu kuat,pandai berpedang,pintar,dan sangat tampan" ucap mereka sangat mengagumi Irvan,
"Yang benar saja kalian ini.." gumamku lelah dengan tingkah mereka,
"Lagipula Festival itu akan dimulai besok,dan para pelayan serta kesatria sudah pulang,jadi aman!" ucap Kak Lucas senang,
"Mereka juga harus merayakan Festival itu.." gumamku,
"Ah,aku baru ingat. Katanya setiap wilayah kekuasaan para bangsawan akan dilindungi sihir Sphere dari para Penyihir Istana" ucap Kak Ken,
'Sphere adalah tingkat sihir tinggi dengan menggunakan mana yang sedikit,tapi mereka akan rugi menggunakan hal itu untuk seluruh bangsawan' ucap Vel,
'Kalau begitu bagaimana?' tanyaku,
'Kami akan melindungi seluruh benua dengan sihir kami,walau akan menguras banyak energi,tapi kami akan cepat pulih' ucap Bel,
'Baiklah,terimakasih Vel,Bel',
/Skip di mansion/
"Benar benar sepi" ucapku sambil berjalan ke arah pintu bersama Kak Lucas dan Kak Ken,
"Selamat datang Tuan tuan Dan Nona" ucap Irvan yang menunggu di depan pintu,
"Irvan?bukankah kau sedang cuti?" tanyaku kaget,
"Saya tidak cuti Nona" jawabnya datar dan tegas,
"o-oh gitu" ucapku terkejut dengan sikapnya,
"Lebih baik Tuan Tuan mandi dulu karna kalian belum mandi saat hendak pergi menjemput Nona" ucap Irvan,
"Pantas saja kereta kuda tadi bau kencur" ucapku lalu beranjak pergi ke kamar,
"APA MAKSUDMU ITU LILY?!KEMBALI KESINI!" teriak mereka memanggil ku sambil marah marah,
/di kamar Lily/
"Huh lelahnya",aku menjatuhkan tubuhku ke kasur saking lelahnya saat perjalanan kesini,
"Aku ingin bertemu Lily" gumamku,
"Nona,lebih baik anda ganti gaun yang lebih nyaman" ucap Rina yang masuk ke kamarku sambil membawa camilan,
"Baiklah,tolong siapkan ya" jawabku,
"Baik nona" ,Rina segera menyiapkan gaun yang lebih nyaman untuk ku pakai dirumah,
/skip setelah ganti pakaian dan makan camilan/
Akhir akhir ini aku sering merasa lelah dan mengantuk,tubuhku juga terasa berat,aku tidak tahu apa yang terjadi padaku,
"Aku lelah..",aku pun tertidur lelap walau masih Pagi,
.
.
"Cika" seseorang memanggil namaku dan membuatku terbangun,
"Lho, Lily?" gumamku sambil pelan pelan membuka mata,
"Ada apa denganmu?kau terlihat lelah" tanya Lily padaku,
"Ntahlah,aku sudah tidur yang cukup dan makan yang seimbang,tapi tubuhku sangat lelah" ucapku lesu,
"Aneh juga, biasanya aku merasakan aura positif dari dirimu,tapi.." ucapannya berhenti dan menunjukan ekspresi yang aneh,
"Tapi?" tanyaku,
"Aku merasakan aura yang sedikit negatif dari dirimu,apa kau melakukan sesuatu yang aneh?" lanjutnya dan bertanya,
"Aku tidak melakukan hal aneh,aku juga tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya" ucapku lesu,
"Lebih baik kau memeriksakan dirimu ke dokter atau penyihir legal" ucap Lily,
"Aku akan memberitahu Kakak Kakak mu dulu,akan bahaya jika mereka tidak tahu apa yang ku lakukan" jawabku,
"Baiklah" ucapnya,
"Lily,apa kau tahu soal Festival Bintang Merah?" tanyaku sambil menatap langit,
"Festival Bintang Merah?aku tahu itu tapi tidak pernah ikut,kenapa?" tanya Lily,
"Sebentar lagi Festival itu akan dimulai, tapi aku tidak tahu bagaimana menghadapi nya. Dikehidupan sebelumnya,aku hanya pergi festival bersama Ibu kandungku,hanya saja semenjak beliau sakit sampai aku mendapat Ibu tiri,aku tidak pernah lagi pergi ke Festival" ucapku agak sedih,
"Tenang saja,saat ini kehidupan mu sudah berubah,habiskan lah waktumu bersama orang orang yang kau sayangi" ucap Lily sambil menggenggam tangan ku,
"Baiklah, terimakasih Lily" jawabku,
"Tentu.Oh ya,di Festival Bintang Merah,akan lebih baik jika kau menggunakan gaun yang tidak mencolok dan berwarna selain merah atau kuning" ucap Lily,
"Kenapa?padahal nama Festival itu adalah Bintang Merah,bukankah sudah jelas dianjurkan memakai gaun merah?" tanyaku,
"Festival itu adalah Festival untuk memperingati Tahun ke-189 dimana kaisar saat itu yang dikenal kejam dan tidak tahu belas kasian sama sekali,ditemukan mati di air mancur Pusat Ibu kota saat tahun baru dimana Bintang bersinar sangat terang. Air yang berada di air mancur itu berubah menjadi merah darah,dan cahaya yang dihasilkan oleh beberapa bintang terpancar di air darah itu,maka dari itu Festival ini disebut Festival Bintang Merah. Orang orang percaya,jika seseorang memakai pakaian mewah berwarna merah dan perhiasan yang berkilauan,maka akan dianggap sudah ternodai oleh darah Kaisar yang kejam itu dan harus melakukan penyucian diri selama 2 bulan di Kuil Suci" jelas Lily,
"Oh begitu,baiklah,akan ku ingat perkataanmu",
'Aku harus berhati hati'
bersambung...
Hallo semua⊂((・▽・))⊃maaf ya author telat up lagi:( kerjaan banyak,ctah! lain kali bakal sering sering up kok(・_・;)sabar yak semua:v.Sekian dulu,terima gaji 🗿✨