Vita Nova

Vita Nova
Episode 39 "Pertemuan Sahabat"



Flashback


'Pertama kalinya..ada yang menghargai usahaku..' Lily terharu karna usahanya tidak sia-sia,dia melakukan semuanya dengan baik.


"SELAMAT LADY!ANDA MEMANG PANTAS MENGGANTIKAN SAYA SEPERTI INI!" seseorang berteriak dari arah pintu balkon dengan sangat senang, sontak seluruh orang di balkon melihat kearahnya.Seorang pria tinggi,berambut hitam,mata coklat, menggunakan jubah putih panjang dengan merpati di bahunya mengagetkan semua orang,


"T-tuan Saint?.." Baginda Kaisar sangat terkejut melihat pria aneh itu,


"Eh?apa aku salah?..etoo..emm" pria itu berdiri dengan tampang bodoh di ambang pintu,dia bahkan tidak sadar apa yang dia lakukan sebenarnya.


"Huh?..Zergan?.."


.


.


Episode 39


"Pria itu.. saint yang menghilang 50 tahun lalu" Vel mengenali pria yang dipanggilnya dengan sebutan Saint itu,walau melihat mencurigakan,tapi Vel sangat yakin aura yang aneh tadi adalah milik orang itu,


"Tapi kita bahkan tidak menemukan nya di benua ini kan?mana mungkin dia masih hidup" Bel tidak percaya perkataan Vel karna sudah lama mereka mengamati benua dimana kekaisaran Raveldra berdiri,


"Kalau begitu..mungkin saja di pergi ke benua lain" Kel angkat bicara,menebak nebak keberadaan Saint selama ini,


"humm, menurutmu benua mana?" tanya Vel,


"Bisa saja Tanah Malterra,walau disana banyak bangsa Elf,Dwarf dan beberapa bangsa Naga yang masih tersisa,untuk seorang Saint sepertinya sudah pasti mudah baginya untuk beradaptasi" Kel mengungkapkan pendapatnya tentang keberadaan Saint Zergan selama ini,


"Begitu ya..akan susah memastikannya selama Dewa pelindung Benua itu masih tersegel..kita harus bertindak..",


Disamping itu,semua orang masih membatu melihat kedatangan mendadak Saint yang menghilang selama 50 tahun lamanya,


"Lho?Lady mengetahui namaku?WAH!ANDA HEBAT SEKALI!PADAHAL SAYA BELUM MEMPERKENALKAN DIRI SELAMA 50 TAHUN LAMANYA!!" orang yang dikenal sebagai Saint itu sangat girang dan bersemangat walau hanya dipanggil namanya,


"S-saint Zergan?!B-bagaimana anda bisa disini?!" Pendeta Agung sangat terkejut dan gemetar melihat Saint yang menghilang, berdiri tepat di depan matanya,


"Oh?WAH!PENDETA AGUNG!SUDAH LAMA TIDAK BERTEMU!ANDA TIDAK BERTAMBAH TUA SAMA SEKALI YA!"Saint langsung berlari ke arah Pendeta Agung dan memeluknya,


"T-tunggu Tuan Saint!Anda harus menjelaskan apa yang terjadi!Kemana anda selama ini?!" Pendeta Agung bertanya dengan raut wajah yang masih terkejut,


"Maaf,saya pergi begitu saja..saya hanya ingin tahu seperti apa Benua Mati Maltera,maka dari itu saya pergi kesana.." Saint merasa bersalah karna tindakannya yang tidak bertanggung jawab,


"Anda pergi kesana?!apakah anda tau seberapa bahayanya Benua itu?!",


"Benua itu tidak seperti yang ada dalam buku..tanah gersang,langit hitam,tidak ada kehidupan..semuanya sangat terbalik,tanah disana sangat subur dan banyak macam tumbuhan langka tumbuh disana,langit disana juga sangat cerah dan udaranya sejuk,banyak bangsa elf,dwarf,dan naga disana walau ada beberapa wilayah yang memang gersang dan gelap karna faktor musim yang tidak merata akibat sihir" Saint menjelaskan yang sebenarnya ada di Benua Maltera selama dia tinggal disana,dan hampir semuanya sangat berbalik dengan apa yang ada di buku dan omongan,


"Omong-omong,hari ini adalah pelantikan seorang Miscess kan?saat yang tepat aku juga kembali kesini" Saint mendekati Lily perlahan dengan muka berseri seri seperti anak kecil yang menghampiri sebuah permen,


"Lady, sepertinya anda sangat berbakat menggunakan barang saya ya?bagaimana anda tau caranya??anda juga menguasai sihir kan?hebatnya!Lho??lady?anda tidak apa apa??",Lily masih terbengong melihat Saint didepannya,pikirannya penuh dengan asumsinya,


'Zergan??..tidak mungkin..dia sudah meninggal 1 tahun sebelum aku datang kesini..' air mata jatuh dari mata biru Lily,semua orang tambah dikejutkan karna Lily menangis begitu melihat Saint,


"L-lho?!lady?!anda tidak apa apa?!A-apa ada yang salah?Saya minta maaf! Jangan menangis lagi.." Saint panik karna Lily menangis setelah dia menghampiri nya,dan mengusap air mata Lily pelan,


Aura gelap dan menekan sangat terasa dari belakang,tentu saja aura Ian yang melihat Saint mengusap air mata Lily. Tepat di tempat itu semua orang diam tidak bisa berkata kata lagi dan pasrah dengan apa yang terjadi kedepannya,


'Firasatku tidak enak..' pikir Saint yang sudah menebak dia akan mati jika bergerak sedikit saja,


"Apakah anda.. Alexander..Zergan Desta?.." Lily menatap Saint Zergan dengan penuh harapan,


"E-eh?darimana Lady tau nama lengkap saya?saya tidak pernah memberitahukan nama lengkap saya pada siapa pun.." Saint Zergan ikut terkejut karna Lily tahu nama lengkapnya yang tidak pernah dia beri tahu pada siapa pun sejak dia datang ke dunia itu.Lily memeluk Saint yang jauh lebih tinggi darinya dan membisikan sesuatu sambil menangis,


"Dasar bodoh..ku pikir aku akan kehilanganmu..Zergan bodoh.." Saint Zergan yang sangat mengenal nada bicara Lily,sontak ikut terkejut,


"Kau..Cika?..",


"Cih..BODOH!!" Lily langsung memukul Saint Zergan sampai terjatuh,


"Aduh!!Kenapa kau memukulku dasar cewe gila!!",


"Yang gila itu kau!Kenapa kau baru muncul sekarang?!Sejak kepergian mu aku tidak bisa tidur dengan nyenyak bodoh!",


"Bagaimana aku bisa tahu?!Jika saja Erik tidak mendorongku ke danau aku juga tidak akan sampai ke dunia ini!",


"Jangan banyak alasan cowo buaya!"


"Kenapa kau tidak percaya cewe gila!"


"Siapa yang bisa mempercayai perkataan seorang buaya!?",


"Kau..!!IKUT AKU!"


"T-Tunggu! LEPASKAN AKU DASAR BUAYA DARAT!!AKU BILANG LEPAS!IAN TOLONG AKU!!HWAAA!!",


Saint Zergan menarik tangan Lily masuk ke dalam gedung dan meninggalkan acara sesuka hatinya,


"Pria itu..aku akan membunuhnya.." Ian sudah siap menebas apa pun dengan padang yang digenggam nya,


"Cih",


"Aneh juga..kenapa Saint tidak bertambah tua sama sekali?",


"Mungkin karna beliau bukan dari dunia ini(?)",


"Yang paling aneh adalah,kenapa Lady Lily bisa sedekat itu dengan beliau?" Putra Mahkota sangat penasaran dengan apa yang terjadi pada Saint dan bagaimana mereka bisa saling kenal,


"Levian,apa kau tau sesuatu??"Baginda Kaisar bertanya pada Ian yang masih memunculkan aura dingin,


"Tidak sama sekali,Lily tidak pernah bercerita tentang teman temannya" jawab Ian datar,


"Begitu..Pendeta Agung,saya minta penobatan hari ini cukup sampai disini,dan Festival Miscess tetap berlangsung, biarkan semua rakyat menikmati",


"Baik Baginda" setelah itu Baginda Kaisar,Yang Mulia Ratu,dan Putra Mahkota pergi meninggalkan tempat,


Disisi Lily dan Saint Zergan,mereka berdua berada di teman belakang Magaefici,


"Kenapa kau menarikku sejauh ini?..hah..kau membuang tenaga ku",


"Kau benar Cika?",


"..."


"Jawab aku,kau Cika Amanda kan?.. sahabat ku..satu satunya.." Saint menggenggam tangan Lily erat dengan ekspresi sedih,


"Benar.. aku Cika.." jawab Lily memalingkan pandangannya dari Saint Zergan (panggil Zergan aja lah),


"Kenapa kau bisa disini?" tanya Zergan sekali lagi,


"Aku..mati karna dibunuh Ibu Tiri ku sendiri.." Lily terlihat ketakutan mengingat ibu tirinya di kehidupan sebelumnya yang tega membunuhnya,


"Kau?..mati?..",


"Benar..aku mati dan jiwaku masuk ke tubuh Lily,dia Putri satu satunya Duke Everon sebelumnya,pangkat Duke telah berubah menjadi Grand Duke setelah Kakak Lily pulang membawa kemenangan yang sangat menakjubkan di medan perang.Jiwa Lily yang asli telah mati karna racun,dan dia hidup sebagai arwah di dalam mimpiku setiap malam, walau akhir akhir dia tidak terlihat di mimpi",


"Duke Everon..hmm,50 tahun lalu ku dengar mereka tidak bisa menghasilkan anak perempuan selama 50 tahun terakhir,dan sudah 50 tahun berlalu,apakah itu artinya Lily adalah anak perempuan Duke Everon setelah 100 tahun lamanya??",


"Benar, sebenarnya aku dengar dia gadis yang sangat sombong dan angkuh, tapi setelah masuk ke tubuhnya dan menjalani kehidupan sehari hari,dia adalah gadis yang baik dan sangat disayangi oleh keluarganya..aku merasa bersalah telah mengambil kehidupannya..",


"Aku senang..",


"Huh?",


"..aku tidak sendirian di dunia ini.." Zergan sangat bersyukur dia bisa mengenali seseorang di dunia yang asing baginya,


"Terimakasih, Cika" Senyum lebar dan sangat manis terpancar dari wajah menawan nan rupawan milik Zergan,


'Cahayanya silau sekali bun..' Lily menghalau cahaya yang keluar dari wajah Zergan dengan salah satu tangannya,


"Huh,sama sama Zergan" Lily membalas dengan senyum khas nya dan mereka tertawa bersama.


Mereka berdua membahas banyak hal,dan Lily bercerita tentang kehidupan sejak masuk ke tubuh Lili yang asli,bertunangan dengan Ian karna kontrak,bertemu dengan calon mertua dan adik ipar,sampai sekarang menjadi seorang Miscess.


"Jadi pria tinggi berambut hitam dan mata biru tua itu adalah tunanganmu?dia keren sekali ya,untungnya aku tidak mati muda tadi..",


"pft,hahaha!Apa mungkin untukmu bertambah tua?",


"Tidak,karna aku masuk ke dunia ini bersamaan dengan tubuh ku, jika hanya jiwa ku yang masuk,sudah pasti aku menjadi kakek kakek sekarang.. ketampanan ku akan menghilang..hiks..",


"Tampan?siapa?kau?yang benar saja,lebih mirip dengan monyet",


"Dasar gadis gorila..",


"SIAPA YANG KAU SEBUT GORILA?!",


"M-MAAF!!AKU HANYA BERCANDA!",


"Hum??Hahaha!!Kau sama sekali tidak berubah,aku sangat beruntung bisa bertemu denganmu lagi disini",


"Kau juga,aku tidak menyangka kau bisa bertunangan dengan seorang pria mapan!",


"APA MAKSUD MU ITU?!",


"maaf maaf,bercanda Nona,eh bukan karna kau sudah dinobatkan menjadi Marchioness Gradina,maka aku akan memanggil mu Marchioness",


"Aku bahkan tidak menyangka akan mendapat gelar itu..Pendeta Agung bilang itu hanya hadiah kecil..",


"Tentu saja hadiah kecil dari seorang Kaisar",


"Hahaha!" mereka tertawa bersama lagi setelah sekian lama,senyuman selalu terlihat di wajah mereka berdua,mereka tidak menyadari 3 orang memperhatikan mereka dari atas sambil tersenyum,Vel Bel dan Kel.


Bersambung...