
Flashback
"Aku ingin menikmati waktu bersama mu, bagaimana kalau kita jalan jalan besok?pasti akan menyenangkan" ajak Lily dengan mata berbinar binar,
"Eh?Kenapa tiba tiba Nona?saya tidak punya baju yang bagus untuk pergi" Rina merasa tidak enak ketika Lily mengajaknya karna dia berjata tidak ada pakaian yang cocok untuk pergi bersama Lily,
"Tidak apa apa! kita akan belanja sepuasnya!!" Lily terlalu bersemangat untuk jalan jalan besok pagi bersama Rina,
"Baiklah jika itu keinginan Nona,saya akan menurutinya" jawab Rina dengan senyum manis,
"Terimakasih banyak Rina!" Lily memeluk Rina erat karna senang Rina bisa pergi bersamanya setelah sekian lama,
"Sama sama Nona" Rina membalas pelukan Lily bagaikan adiknya sendiri,
'Aku tidak sabar esok!'
.
.
Episode 32
"Nona,jam pasir anda ingin dibawa?",
"Hum...bawa tidak ya?tidak perlu,ada bagian yang pecah disana karna aku tidak sengaja menjatuhkan nya",
"Kalau begitu sekalian saja kita bawa untuk diperbaiki",
"Ya sudah,tolong bawakan ya",
"Baik nona"
"Rina,kau sudah siap?",
"Siap Nona!",
"Baiklah!ayo kita pergi!"
Lily dan Rina langsung menuju kereta kuda dan berangkat ke pusat ibu kota.Selama perjalanan, Lily dan Rina membahas hal apa saja yang alan mereka beli,mulai dari pakaian,makanan,dan beberapa aksesoris yang sedang tren di Kekaisaran.
"Nona,kita sudah sampai"kusir membuka kan pintu kereta dan membantu Lily keluar dari kereta kuda,
"Terimakasih pak kusir" balas Lily sambil tersenyum ramah pada kusir yang mengantarnya,
"Nona,kemana tujuan pertama kita?" tanya Rina sambil menengok nengok sekitar,
"Kita akan memperbaiki jam ku dulu,tokonya ada diseblah sana,ayo!" Lily mengajak Rina ke toko yang dulu pernah dia datangi,
"Selamat datang,Oh!Lady!sudah lama kita tidak bertemu!" Pria tua yang dikenal Lily memberi salam pada Lily dengan sangat gembira,
"Halo Pak,lama tidak bertemu, bagaimana kabar anda?" tanya Lily ramah,
"Sangat baik,saya lihat anda juga terlihat baik.Hari ini apa ada yang bisa saya bantu?" tanya Pria tua itu,
"Saya ingin memperbaiki jam pasir ini karna pecah,apakah bisa diperbaiki?" Lily menunjukan jam pasir nya yang pecah,
"Humm,tentu saja bisa Nona.Tapi mungkin akan selesai sedikit lama,karena kaca untuk jam ini sangat sulit ditemukan" ucap Pria tua itu agak lesu,
"Tidak apa apa asal bisa diperbaiki,kalau begitu saya pamit dulu Pak,saya akan datang kesini minggu depan.Terimakasih banyak" Lily membungkuk dan tersenyum pada Pria tua itu,
"Sama sama Nona,suatu kehormatan bagi saya" Pria itu juga membungkuk,dan Lily pun keluar bersama Rina,
"Sekarang kita akan kemana Nona?" tanya Rina,
"Humm,ayo mampir ke toko pakaian!aku akan mencarikan baju yang bagus untukmu!" Lily langsung menarik tangan Rina ke toko baju terdekat,
Begitu Lily dan Rina masuk ke sebuah toko baju,pemilik toko tersebut langsung menyambut mereka dengan suka cita,
"Selamat Datang di toko kami,ada yang bisa saya bantu Lady?" tanya pemilik toko itu,
"Bisa tolong carikan gaun yang cocok untuk anak ini?aku ingin melihat gaun gaun yang pantas dipakai olehnya" pinta Lily sambil menunjuk ke arah Rina,
"Ah tentu saja Lady,nona mari ikut saya" Pemilik toko dan Rina pergi mencari gaun dan mencobanya,
"Mata pemilik toko jeli juga,aku tidak sabar menunggu Rina!" gumam Lily sambil menunggu Rina dengan girang,
Tak lama kemudian Rina keluar dari ruang ganti dengan dress simple berwarna kuning cerah dan putih, ditambah hiasan batu manik berpita berwarna kuning di kerahnya,rambut biru tosca yang diikat 2 sisi terkesan cocok dengannya,
"Bagaimana Nona?" tanya Rina agak gugup,
"Wahh!Cocok sekali,tapi tidak cocok dengan mata merahmu,humm ganti yang lain" Pemilik toko langsung mengganti gaun Rina dengan gaun lain.Tak berlangsung lama,Rina keluar dengan gaun putih panjang,berenda warna merah dan pita di pinggang.
"Kalau begini bagaimana lady?" tanya Pemilik toko yang antusias memakaikan gaun gaun nya pada Rina,
"Sangat Cocok!aku ambil itu khusus untuk Rina!dan Rina, ambilah gaun manapun yang kau suka" ucap Lily girang,
"Jika kau tidak mau memilih,aku akan membeli seluruh gaun di toko ini untukmu" Lily mengancam Rina dengan mata berbinar binar,
"Tuan Besar tidak akan mengizinkan Nona,lho" Rina menjawab Lily dengan senyum polosnya,dan merasa bisa melawan perkataan Lily untuk kali ini saja,
"Kak Lucas selalu menuruti kemauan ku,4 tahun lalu dia membelikan ku 2 buah restoran terkenal di ibu kota dan 2 butik mahal,jadi bagaimana?" Lily makin menunjukan senyum yang begitu menyilaukan,seolah dia akan menang bagaimana pun caranya,
"T-tidak boleh Nona!!baiklah saya akan memilih.." jawab Rina agak lesu, tapi mau tidak mau dia menuruti perkataan Lily,
"Iya iya!minimal 20 baju ya!" ucap Lily sambil menunjukan senyum tanpa dosa,
"A-Apa?!"
Setelah selesai membeli baju dan membayar semuanya,Lily mengajak Rina untuk makan siang di restoran terkenal,dan Rina tidak bisa menolak lagi,
"Rina,kau mau makan apa?" tanya Lily sambil berjalan menuju kereta kuda bersama Rina,
"Apa saja boleh asal tidak berlebihan Nona.." jawab Rina kelelahan,
"Hehe,baiklah" begitu Lily dan Rina naik ke kereta kuda,Lily meminta kusir mengantarnya ke restoran yang sedang trend saat ini,
"Pak kusir,tolong antar saya ke restoran Flance di jalan Houberton" ucap Lily pada kusir,
"Baik Nona" jawab kusir itu dan mulai mengarah kan kuda,
'Suaranya berbeda,mungkin perasaan ku saja ya(?)' pikir Lily,
"Nona,anda tidak apa apa?" tanya Rina setelah melihat Lily melamun,
"Tidak apa apa, hanya saja aku sudah lapar" jawab Lily santai,
"Saya bawa beberapa cookies,nona bisa makan ini selama kita menuju kesana" Rina mengeluarkan sebuah kantong berisi 4 cookies keju kesukaan Lily,
"Wah! Terimakasih Rina!" Lily menerima cookies keju itu dengan senang hati dan memakannya dengan lahap,
Sementara itu,Rina merasa ada yang ganjil dengan perjalanannya dengan Lily ke restoran Flance,entah kenapa dia merasa kalau perjalanan mereka sangat jauh dan lama,
"Nona,kenapa kita belum sampai?" tanya Rina,
"Hum?benar juga, seharusnya kita sudah sampai daritadi" Lily juga mulai merasa aneh karna mereka terlalu lama sampai ke restoran.Lalu Lily melihat keluar jendela,pemandangan asing yang tidak dia kenali,gang sempit dan banyak pria pemabuk disekitar sana,betapa terkejutnya Lily begitu sadar kalau mereka salah arah,
"Rina!ini bukan jalan yang seharusnya,kita tidak berada di pusat ibu kota"tak lama, kereta kuda mereka berhenti di depan sebuah gudang tua yang sangat kumuh dan tidak terurus.Kusir turun dari tempat duduknya dan menghampiri Lily dan Rina,
"Pak Kusir,kita sal-tunggu..siapa an-!" Kusir itu langsung melempar sebuah bola yang mengeluarkan gas tidur ke arah Lily dan Rina,membuat mereka berdua terjatuh tak sadarkan diri.
/Sementara itu di mansion Grand Duke Darvin
Lucas mondar mandir di ruang kerjanya, memikirkan Lily yang belum pulang daritadi,
"Irvan,apa kau sudah melihat Lily pulang? kenapa dia sangat lama?" tanya Lucas pada Irvan yang duduk di sofa ruang kerja sambil minum teh,
"Tidak,Nona belum pulang semenjak tadi Tuan" jawab Irvan datar,
"Hah..dimana dia berada" gumam Lucas cemas,dia tidak menyentuh pekerjaannya sama sekali karna terlalu khawatir pada Lily,
"Argh!!kenapa aku sangat cemas seperti ini?!" Lucas tidak bisa mengontrol emosinya, tidak biasanya dia seperti ini,entah kenapa firasat dia buruk,
"Irvan,siapkan kereta kuda,kita akan ke pusat kota!",
"Eh?!Tuan,masih banyak pekerjaan yang menumpuk!" Irvan mencoba menghentikan Lucas,tapi Lucas sama sekali tidak bergeming dan keluar dari ruangan.
Ketika Lucas di luar,tak disangka Ken juga ada disana,menatap Lucas yang masih diambang pintu dengan serius,
"Ken?kenapa kau kesini?aku tidak ada waktu untuk meladeni mu" Lucas segera menghampiri Ken dan memintanya pergi,
"Ada yang harus ku bicarakan! ikut aku!" Ken menarik lengan Lucas, membawanya masuk ke kereta kuda miliknya dan meminta kusir pergi secepat mungkin ke Pusat Ibu kota,
"Apa yang terjadi?!aku sudah bil-!","Ini tentang Lily!Dia tertimpa masalah besar!" Ken memotong kalimat Lucas dengan lantang, ekspresi nya sangat serius dan bukan lagi bercanda,
"Lily?Kau tau dimana dia?!katakan padaku sekarang!" Lucas mencengkram pundak Ken,emosinya makin tidak stabil,Ken mencoba melepaskan cengkraman Lucas dari pundaknya,
"Akan aku jelaskan dengarkan aku baik baik!Tadi aku sempat ke pusat ibu kota dan melihat Lily sedang berada di butik dan melihat kusir yang mengantar Lily sedang beristirahat di tempatnya,karna aku ingin mengejutkan Lily,aku pergi ke toko untuk membeli dessert manis kesukaan Lily,saat hendak kembali ke kereta kuda,aku melihat sebuah kaki pria di gang sempit sebelah toko itu,karna penasaran aku langsung mendekat untuk mengecek apa yang terjadi,saat aku perhatikan baik baik pria itu adalah kusir yang mengantar Lily berpergian,aku juga melihat kalau kereta kuda milik Lily sudah tidak ada,sudah pasti seseorang hendak mencelakainya,aku sudah berkeliling ke sekitar ibu kota yang mungkin di jangkau,tapi tidak ada sama sekali,sekarang Ibu kota sedang heboh tentang kasus pembunuhan dan penculikan itu!Dan saat ini juga para Petugas sedang melakukan penyelidikan,dan kita harus segera menemukan Lily bagaimana pun caranya sebelum terlambat!" jelas Ken pada Lucas.Lucas yang mendengar penjelasan Ken sontak melotot,amarahnya meluap,aura yang dikeluarkan nya sangat gelap,
"Tidak ada waktu lagi.." Lucas mengeluarkan sebuah alat komunikasi dari sakunya dan menghubungkannya dengan alat komunikasi milik Irvan,
"Irvan..",
"Tuan Besar!Apa yang and-" "Kerahkan seluruh pasukan elite untuk segera pergi ke pusat kota!Temukan Lily sampai ke pelosok negeri bagaimana pun caranya!Temukan pelaku dan kelompoknya dan bawa kepadaku hidup ataupun mati!"
'Lily..kami akan menemukanmu..tolong bertahanlah sedikit lagi..jangan sampai sesuatu terjadi.."
Bersambung...