Vita Nova

Vita Nova
Episode 66 "Rencana Pemberontakan Pangeran"



Flashback


"Sudah kembali ya.." gumam Lily,


"Benar nyonya,apakah anda mau menulis surat untuk beliau??", tanya Jeremy,


"Tidak perlu,kakak pasti juga sibuk" jawab Lily,


"Baiklah,kalau begitu saya permisi Nyonya"


Jeremy pun pergi undur diri setelah menyampaikan pesan Lucas.


"Kakak..apa yang kakak rencanakan sekarang?.."


.


.


Episode 66


3 hari setelah itu,kabar gembira datang dari permaisuri yang mulai membaik.Tapi,ada kabar buruk juga yang datang dari Yang Mulia Ratu yang kondisinya memburuk.


"Rencana ku hampir sempurna..sebentar lagi kita akan meluncurkan pasukan bawah untuk memeriksa keadaan istana dan mulai pemberontakan"


"Pangeran,anda harus lebih cepat melakukannya.Kondisi Ratu makin memburuk,Putra Mahkota pasti akan lengah",


"Kau benar juga Arina,tapi kita tunggu sampai keadaan di Grand Duchy Darvin berantakan.Dengan begitu, Levi pasti akan meninggalkan ibu kota dan kembali ke Grand Duchy"


"Memangnya apa yang Pangeran lakukan disana?"


"Aku memanggil iblis tingkat menengah untuk mengacaukan keadaan"


"Ya ampun anda kejam sekali..Tapi itu bagus juga",


"Tentu saja,rencana ku akan sukses sebentar lagi..dan Kekaisaran ini akan jatuh di tanganku..Kaisar Tiran sebentar lagi.."


Pangeran Arhen dan Arina berbincang tentang rencana pemberontakan mereka yang sebentar lagi tercapai.Taktik licik Pangeran untuk mengusir Ian dari Ibu kota kembali ke Grand Duchy,benar-benar sangat mengerikan.Iblis yang seharusnya tidak bisa dipanggil tanpa tuannya,akan menyerang Grand Duchy habis-habisan.


"Apakah kutukan anda baik-baik saja??"


"Aku masih perlu memulihkan kutukan ini,akan gawat jika aku lemah saat memberontak"


Arina yang peka dengan keadaan Pangeran Arhen, memanggil pelayan pribadinya yang masih setia dan bahkan mengikuti rencana Pangeran Arhen dengan sukarela.


"Juve,siapkan jantung" ucapnya,


"Maaf nona,tapi persediaan jantung untuk Pangeran sudah habis" jawab pelayan Arina,


"Apa maksudmu?kamu bisa menggunakan jantungmu kan?" Dengan pertanyaan yang terkesan menekan, Arina meminta pelayannya untuk menyerahkan jantungnya pada Pangeran Arhen,


"S-saya..khk-!?!"


Arina menusuk jantung pelayannya dengan pisau yang ada dimeja.Pangeran Arhen sedikit kaget dengan Arina yang melakukan perbuatan keji dengan santainya.


"Tinggal berikan saja apa susahnya"


Arina membedah paksa tubuh pelayannya dan mengambil jantung yang berdetak lemah dan bercucuran darah segar yang sangat banyak.


"Silahkan Pangeran" Arina memberikan jantung itu langsung ke Pangeran Arhen dengan tangannya sendiri,


"Kau sangat berani ya" Pangeran Arhen tersenyum lebar dan mengambil jantung itu lalu memakannya mentah-mentah.


"Hah..kekuatanku mulai pulih..begitu juga dengan nafsuku.." Pangeran Arhen tersenyum lebar dengan darah dari jantung yang masih terisa di mulutnya,


"Anda mau??" tanya Arina,


"Kau tau apa yang aku mau Arina" jawab Pangeran Arhen mulai 'menyerang' Arina.


/Di mansion Lily, Paviliun Vel dan Bel


tok!tok!


"Bel,apakah kau didalam?"


"Hum??Lily ya?Masuklah"


Dengan anggun,Lily masuk ke kamar Bel di paviliun membawa beberapa lembar kertas.


'Apakah dia bidadari?!?' batin Bel kagum.


"Ada apa Lily??" tanyanya,


"Ini ada berkas penting tentang paviliun di mansion ini.Aku ingin memberikannya padamu" Lily memberikan berkas yang tadi dibawanya pada Bel,


"Apa maksudnya??" tanya Bel,


"Sebenarnya ada 5 paviliun disini.Tapi,aku merasa hampa karna tidak ada namanya.Aku hendak memikirkannya sebelum pergi ke ibu kota,tapi urusanku sangat banyak.Maka dari itu,aku ingin minta tolong padamu untuk memberikan nama pada setiap paviliun" jawab Lily menjelaskan,


'Apakah gelar Marchioness itu bukan hanya sekedar gelar?!Bisa-bisanya paviliun disini menandingi Istana Kaisar!' batin Bel syok berat,


"Baiklah,aku akan melakukannya.Oh ya! Omong-omong Lily, kenapa kau berdandan sangat cantik??"


"Siapa yang berdandan??aku tidak pakai make up sama sekali dan ini gaun termurah yang kupakai.Karna Ian melarang ku untuk keluar,makanya aku diam saja dirumah sambil berdiskusi dengan Zergan lewat bola sihir"


'Apakah ini yang dinamakan positive vibes?!Dia luar biasa cantik!!'


/skip


"Cika"


"Hm??


"Apa yang kau pikirkan sampai melamun seperti itu??"


"Aku penasaran dengan perkataan mendiang Grand Duke sebelumnya,kenapa beliau meminta maaf?"


"Mungkin ada kesalahan yang dia lakukan padamu,tapi kau tidak menyadarinya"


"Begitu ya,aku jadi merasa asing"


"Sudahlah jangan terlalu dipikirkan.Lady Arina belum ditemukan, Lady Chartina juga sedang masa pemulihan di mansionnya,Pangeran Arhen yang berubah, firasatku aneh"


"Apa yang kau lihat?" tanya Zergan dengan wajah datarnya,


"Tidak.Aku ingat dulu ketika kau masuk ke ruang kelas,wajahmu yang kebingungan karna kelas sudah masuk dan dosen selalu menghela nafas panjang, benar-benar menggelikan,pft" jawab Lily menahan tawa mengingat kenangan lamanya,


"Tentu saja aku bingung!Seharusnya kelas mulai pukul 2,tapi kenapa saat aku sampai di kelas pukul 1.30 sudah ada dosen?!?" ucap Zergan kesal mengingat itu,


"Kau kan tau sendiri dosen-dosen kita akan selalu datang lebih awal" balas Lily,


"Jika sekarang aku bisa kembali ke sana,aku akan melemparkan tinjuku pada dosen di kampus!!" Perkataan Zergan membuat Lily terdiam.Benar, Zergan masuk ke dunia ini bersama dengan raganya,bisa saja dia kembali ke dunia mereka,tapi..Lily hanya membawa jiwa.


"Tapi..aku lebih suka berada disini"


"Eh kenapa?"


"Aku mewujudkan mimpi masa kecilku.Kau tau kan?"


"Mimpi?Ah,maksudmu bertarung melawan naga dan menjadi kesatria pemberani itu?"


"Emm..iya..itu memalukan.Tapi walau aku bukanlah kesatria seperti yang ada dalam mimpiku waktu kecil,aku suka menjadi diriku sendiri walau ada di dunia yang berbeda..aku adalah aku,jika dunia berganti,aku juga tetaplah aku.Tubuhku hancur pun maka,aku tetap aku,karna sifat benda cair tetap sama walau wadahnya berbeda"


Perkataan Zergan kembali membuat Lily terdiam.Zergan benar,sekarang dia adalah 'Lily' sesuai dengan dirinya sendiri,bukan orang lain.


"Terimakasih Zergan,aku bisa tenang setelah mendengar kata-katamu" ucap Lily sambil tersenyum lebar,


"Itu sudah hak ku sebagai sahabatmu!Ingat itu!Aku adalah sahabat mu sampai kapan pun!" ucap Zergan jahil dengan tampangnya yang licik,


"Iya iya" balas Lily,


Sesaat kemudian, Jeremy datang menemui Lily dan menyampaikan bahwa Ian sudah menunggu Lily didepan.Lily mengangguk mengerti dan segera menemui Ian.


"Ian!"


Lily segera menuruni tangga dengan girang diikuti Rina dan beberapa pelayan lain yang kewalahan mengejar Lily.


"Nona jangan berlari!!" teriak Rina mengingatkan Lily,


Ian yang melihat Lily berlari sangat cepat merasakan firasat yang tidak enak.


"Jangan berlari seperti itu..kamu bisa jatuh" ucap Ian sedikit mundur begitu Lily mendekat,


Plak!


Tamparan keras melayang ke wajah Ian,dan dilakukan berulang-ulang oleh Lily.Ekspresi yang berseri-seri sangat berbeda dengan apa yang dilakukan.


Jeremy,Rina,dan beberapa pelayan tadi syok berat melihat Lily menampar Ian berkali-kali dengan ekspresi seperti itu.


"Ian,kenapa kau mengurung ku dirumah seperti ini?" tanya Lily lembut tapi masih menampar Ian,


"Berhentilah menamparku terlebih dahulu" ucap Ian,


Plak!Plak!


Tamparan terakhir dari Lily jauh lebih keras daripada sebelumnya.Pipi Ian sudah merah,benar-benar merah karna tamparan itu.


"Kalian kembali saja bekerja.Oh ya Rina,tolong siapkan teh di gazebo ya jangan lupa bawakan kompres" pinta Lily dengan senyum tanpa dosa,


"B-baik Nona!" jawab mereka serempak dan segera kembali ke tempat masing-masing.


Setelah mereka pergi,Lily menggandeng lengan Ian dan tersenyum lebar.Baru pertama kali ini Ian merinding dengan senyuman seseorang dan merasa ragu untuk tidak menjawab.


"Ayo kita ke gazebo,kebetulan cuacanya sedang bagus kan?hehe" ajak Lily,


"Tidak perlu kita bicara di-"


"Ayo ke Gazebo"


"...baiklah"


Ian benar-benar tidak bisa melawan Lily kali ini.Mereka pun pergi ke gazebo bersama.


/Di gazebo


"Jadi?Apa alasanmu meminta ku menetap dirumah?",


"Aku merasakan firasat buruk akhir-akhir ini.Aku mencemaskan mu",


"Aku selalu baik-baik saja."


"Benarkah hm??"


Ian memiringkan kepalanya dan menatap Lily lekat-lekat sambil tersenyum.Lily tersipu malu dan menundukkan kepalanya.


'Kenapa dia sangat tampan?!? Ayolah!Jangan buat jantungku olahraga!' batin Lily,


"ekhem,tentu saja.Aku bisa menjaga diriku sendiri" jawab Lily,


"Baiklah, sepertinya aku terlalu mengkhawatirkan itu.Bagaimana dengan kondisi Vel?" tanya Ian,


"Dia masih lemah,kutukan itu perlahan menguasai tubuhnya.Kaki Vel juga mulai berubah..sedangkan belum ada kabar sama sekali dari Kel" jawab Lily sedikit murung,


"Begitu ya.Seharusnya aku bisa menghubungi Kel karna dia partnerku,tapi jaraknya terlaku jauh" ucap Ian,


"Kenapa tidak ada kabar sama sekali darinya?Heran" gumam Lily,


"Aku penasaran dengan kakakmu.Akhir-akhir ini dia sering pergi ke kuil suci.Aku selalu melihatnya saat sedang perjalanan ke istana". ucap Ian,


"Apakah,ada yang kakakmu sembunyikan??" lanjut Ian bertanya,


"Aku tidak tahu..hubungan ku dengan kakak sedang tidak baik-baik saja.Kami tidak pernah saling menyapa bahkan bertemu setelah malam itu" jawab Lily murung,


"Apakah kakakmu benar-benar mencintai Lady Fei?" tanya Ian serius,


"Apa maksudmu??tentu saja" jawab Lily heran,


"Menurutku tidak begitu" ucap Ian,


"Kamu tidak percaya?"


Bersambung...