Vita Nova

Vita Nova
Episode 29 "Sebelum Penentuan"



Flashback


"Bisa jadi dia adalah Miscess" ucap Pendeta kuil serius,


"Miscess?" Baginda Kaisar bertanya pada Pendeta,


"Artinya campuran Baginda,dan jika Lady adalah Miscess, itu artinya dia punya kekuatan campuran antara Sihir dan Kekuatan Suci yang kuat,bahkan mungkin untuk mengahapus sebuah benua dalam hitungan jam" jelas Pendeta agak merinding,


"Kalau begitu,mari kita tes 3 hari lagi, persiapkan lah dirimu Lady Lily" ucap Baginda Kaisar sambil menatap Lily penuh dengan kepercayaan,


"Saya usahakan yang terbaik Baginda" jawab Lily,


'Gawat..apa aku bisa mengendalikan sihir ku dan melakukannya bersamaan dengan menggunakan itu?'


.


.


Episode 29


2 hari sebelum Penentuan


Lily bersiap siap untuk ujian Saintess dan Penyihir 2 hari lagi.Vel,Bel,dan Kel mengajari Lily tentang penggunaan sihirnya yang terlalu besar, mulai dari sihir tingkat rendah sampai tingkat tinggi yang wajar,


"Lily,apa kau benar benar akan melakukan itu?" tanya Vel pada Lily yang sedang sibuk pada smartphone nya,


"Tentu saja,walau aku perlu lebih banyak latihan,tapi aku terlalu malas untuk melakukan hal itu" jawab Lily lesu,


"Tidak boleh!kau harus latihan menggunakan sihir pemulihan" tentang Bel dengan mata berbinar binar,


"Kenapa kau malah kegirangan?" Vel menatap Bel tidak percaya,


"Ini kesempatan Lily untuk mendekati kuil suci.Beberapa waktu lalu saat aku,Vel dan Kel pergi jalan jalan ke Kuil Suci untuk memastikan *kolam air dewa,dan sekilas aku merasakan hal ganjil dari tempat itu" jelas Bel,


note:Kolam air Dewa adalah kolam yang berisi air suci untuk pemujaan terhadap dewa pelindung kekaisaran.


"Hal ganjil?" Lily kebingungan,tak terkecuali Vel dan Kel,


"Tapi,aku tidak merasakan apa apa waktu itu" ucap Vel,


"Iya aku juga" lanjut Kel,


"Hal ganjil apa yang kau rasakan Bel?" tanya Lily,


"Energi yang tidak seharusnya berada di tempat itu" ucap Bel,


"Itu artinya energi yang bertolak belakang dengan Kuil Suci" Lucas mendatangi Lily dan yang lainnya setelah tidak sengaja mendengar pembicaraan mereka,


"Apa maksud kakak?" Lily tambah bingung dengan perkataan kakak nya itu,


"mana yang dimiliki kuil suci adalah mana yang menghasilkan Aura sihir pemulihan dan perlindungan,jika apa yang dikatakan Bel itu benar,itu artinya ada mana lain yang bertolak belakang dengan Kuil Suci,tidak salah lagi mana itu adalah mana yang menghasilkan Aura sihir kehancuran." Jelas Lucas,


"Benar!dan aku merasa familiar dengan aura itu, seperti pernah merasakannya sebelumnya,tapi aku lupa dimana" Bel menjelaskan dengan nada agak kecewa,


"Kau bisa membantu ku kan Lily?ini juga untuk kita berdua" Bel memohon pada Lily dengan sangat berharap padanya,


"Umm,baiklah,tapi aku tidak yakin akan menemukan sesuatu" jawab Lily ragu,


"Tidak apa apa!Kita bisa mencarinya lagi lain kali" Bel mencoba meyakinkan Lily supaya tidak terlalu memikirkan hal itu jika tidak membuahkan hasil yang memuaskan,


"Baiklah!aku akan berusaha dengan keras!" Lily jadi bersemangat karna ucapan Bel,


"Baiklah Lily,mari kita latihan!!" Bel langsung menarik Lily ke Paviliun Barat tempat Bel dan kedua kakaknya tinggal,


"T-Tidak!!aku benci latihan!!" Rengek Lily sambil menangis dan pasrah dengan Bel yang terlalu bersemangat,


"Apa mereka akan baik baik saja?" tanya Lucas agak khawatir dengan Bel yang terlalu bersemangat,


"Tidak apa apa,kami akan mengawasi mereka,ya kan Kel?" ucap Vel sambil tersenyum tanpa dosa kearah Kel.Kel yang terasa terancam dengan senyuman Vel itu terpaksa mengangguk dengan senyum terpaksa,


"O-oh baiklah,aku akan serahkan mereka pada kalian berdua" ucap Lucas agak tegang dengan keadaan,


"Lucas,kita berangkat sekarang" Ken datang dengan pakaian yang kurang rapi (jas dengan kancing atas terbuka) dan tatapan malas,


"Apa kau serius akan berangkat seperti itu?" tanya Lucas kurang yakin dengan penampilan Ken yang agak berantakan,


"Lho?kalian mau kemana?" tanya Kel pada mereka berdua,


"Ah,kami akan pergi ke kediaman Duke Ricardo,tolong sampaikan pada Lily kami akan pulang sebelum hari penentuannya" jawab Lucas lalu pamit pergi,


/Di kereta kuda/


"Siapa nama 'wanita itu'?" tanya Ken pada Lucas,


"Siapa yang kau maksud?" tanya Lucas balik,


"Pelayan pribadi Lily,aku tidak melihatnya seharian ini" jawab Ken serius,


"Namanya Rina" jawab Lucas agak bingung,


"Marganya?" tanya Ken lagi,


"Viscount Margaret?kudengar dia mati bunuh diri karna perselisihan dengan Duke Ricardo yang menikah dengan seorang wanita bangsawan yang dicintai Viscount,tapi tidak ada data jelas tentang Duchess Ricardo" ucap Ken,


"Kenapa kau membahas itu?" tanya Lucas,


"Aku penasaran dengan Duchess Ricardo,kenapa dia tidak pernah mempublikasikan dirinya?untuk jabatan tinggi seorang wanita seperti Duchess,dan tidak pernah menunjukan diri,hal itu membuat banyak kontravensi antara Duke dengan para pengikutnya" jawab Ken,


"Kita akan cepat mengetahui hal itu setelah sampai disana" ucap Lucas,


.


Disamping itu,Lily sedang berlatih mengendalikan sihirnya bersama Bel di paviliun,


"Sudah cukup!aku tidak mau berlatih lagi!" Lily emosi karna pelatihan sihir yang Bel berikan terlalu berat,


"Ah...tubuhku rasanya hampir pecah" gumam Lily sambil membaringkan tubuhnya di rerumputan,


"Ayolah Lily,kau harus membuktikan kalau kau itu seorang Mischess" ucap Bel lesu,


"Aku tidak peduli gelar apa yang akan ku dapatkan asal aku bisa hidup tenang tanpa kendala yang membuatku repot" jawab Lily cemberut,


"Lily,aku bawakan smoothies untukmu" Vel datang bersama Kel sambil membawa 4 minuman dingin,


"Wah! Terimakasih Vel!" Lily sangat kegirangan melihat Vel membawa minuman yang sangat cocok untuk diminum setelah latihan,


"Aku juga membawakan cookies yang kau sukai" ucap Kel tidak mau kalah dengan Vel,


"Benarkah?! Terimakasih banyak Kel" senyuman khas Lily terpancar dari wajahnya,


"Aku juga mau!!" Bel juga tidak mau kehilangan kesempatan emas seperti ini,


"Tentu!Kita nikmati saja bersama" ucap Lily,


Mereka berempat menikmati waktu bersama dengan sangat menyenangkan sebelum hari penentuan untuk Lily tiba.Canda dan tawa memenuhi suasana diantara mereka berempat.Bahkan tidak sadar,bahwa 2 pria sedang menatap gadis berambut perak yang tertawa manis dengan sangat dalam.


1 Hari sebelum Penentuan


Hari ini Lily berlatih dengan sungguh sungguh untuk mengontrol sihirnya yang sudah berkembang pesat.Bel bahkan terkejut Lily sudah bisa mengontrol sihirnya yang terlalu kuat dengan sangat baik dalam jangka waktu yang singkat.


"Hebat sekali Lily,kau sudah masuk tingkat sihir menengah dalam waktu yang singkat untuk pengguna sihir kuat seperti mu" puji Bel yang kagum pada Lily,


"Benarkah? terimakasih banyak Bel,ini semua karna dirimu yang membantuku" ucap Lily,


"Baiklah bagaimana kalau aku mengetes mu?" tanya Vel terdengar menantang Lily,


"Umm,baiklah,walau aku belum yakin" jawab Lily agak ragu dengan kemampuannya,


"Baiklah.Pertama,sembuhkan kelinci ini,tadi aku melihatnya terluka karna ular dihutan" Vel menunjukan Kelinci berwarna putih yang berdarah parah di perutnya


"Ya ampun!Kelinci yang malang" Lily bergegas mengambil Kelinci itu lalu memeluknya,


"Sembuhkan dia gunakan sihirmu" ucap Vel,


"Baiklah.Huft,Pulihkanlah dengan dasar namamu..Luxcan" Lily mengucapkan kalimat yang diajarkan Bel untuk menyembuhkan,perlahan muncul cahaya berwarna hijau dari tangan Lily dan sedikit demi sedikit menyembuhkan luka kelinci itu tanpa berbekas sedikit pun,


"Wah! Syukurlah!" Lily sangat senang melihat kelinci itu sembuh dan mulai aktif bergerak,


"Pada dasarnya kau tidak perlu mengucapkan mantra secara lisan,semua itu tergantung tujuan dan kepercayaan mu Lily" jelas Vel dengan senyum tipis,


"Benarkah?jadi aku tidak perlu menghafal nama nama roh yang menguasai teknik tertentu?" tanya Lily,


"Benar,kau hanya perlu mengumpulkan mana yang berkaitan dengan dasar roh itu,seperti Air,kau perlu berada disekitar sumber air dan menyerap mana nya,dan yang lain pun sama" jelas Vel,


"Begitu kah? baiklah aku akan mencoba dengan roh air terlebih dahulu!" Lily mulai dengan segelas air yang ada dimeja halaman paviliun,


'Baiklah seberapa banyak mana yang bisa kuserap dari air itu?' Lily memfokuskan dirinya untuk menyerap mana pada air itu,lalu memikirkan hal apa yang harus dia perbuat,


Tak selang lama,air itu keluar dari wadahnya dan bergerak halus menuju Lily,


"Lily,apa yang kau pikirkan?" Vel melihat pergerakan air itu dengan tatapan kosong,


"Lihat saja" Lily tersenyum licik sambil melirik pada Vel yang masih menatap kosong air itu,


Tiba tiba,air itu berhenti di depan Vel dan bergerak cepat membuat pusaran air yang lumayan besar,Vel yang tadinya membagong(?) seketika terkejut bukan main,matanya membelalak tak percaya dengan apa yang dia lihat didepannya saat ini,


Lalu Lily berhenti membuat pusaran air itu dan mengembalikan air pada wadahnya,


"Bagaimana?" tanya Lily dengan sangat bangga dan percaya diri,


'Bagaimana dia membuat pusaran sebesar itu?..sementara air yang dia gunakan hanya segelas..apakah ini yang dikatakan ayah?' Vel terdiam sambil berpikir keras,


"Vel?apa kau baik baik saja?" tanya Lily yang sudah berdiri tepat didepan Vel,


"Eh?ah tidak apa apa,tadi itu sangat hebat,aku tidak percaya kau bisa melakukan itu" jawab Vel agak gagap karna masih terkejut,


'Sihirnya bukan main main lagi..'


Bersambung...