Vita Nova

Vita Nova
Episode 49 "Wanita Pilihan"



Flashback


"Indah sekali kisah cinta kalian berdua,saya harap beliau menemukan pasangan yang cocok", Arina mulai menyindir Lily dan secara tidak langsung berkata kalau Lily bukan pasangan yang sesuai dengan Ian,


"Begitu ya.. sepertinya saya bukanlah pasangan yang cocok untuknya..hiks.." Lily mulai merendahkan nada bicaranya dan pura-pura nangis,para bangsawan mulai membicarakan Arina yang tidak sopan berkata seperti itu langsung didepan Lily,


'Kau pikir aku akan menyerah'


.


.


Episode 49


"Apa yang terjadi disini?"


Ian datang menghampiri Lily dan Arina yang masih berdebat halus,Arina terlihat sangat senang dan Lily melanjutkan dramanya,


"Tuan Muda Levian an-"


"Kau tidak apa apa Lily?",


Ian mengabaikan Arina dan menghampiri Lily yang sedikit menangis, Lily pun memanfaatkan hal itu untuk memojokkan Arina,


"Aku tidak apa apa Ian,hanya saja mataku sedikit perih.."jawab Lily dengan sangat natural,


'mampus lu!' pikirnya,


"Apa perlu aku panggilkan dokter?"


"Tidak perlu,aku baik baik saja"


Arina mulai kesal dengan Lily yang berhasil membuatnya iri dan cemburu,tapi dia tidak menyerah untuk menjatuhkan Lily,


"Ya ampun Marchioness,tunangan anda sangat perhatian ya,saya jadi iri melihat kalian berdua,sayang sekali hari ini saya tidak ada pasangan",


"Memangnya siapa yang peduli anda punya pasangan atau tidak,lagian bagaimana bisa Tuan Rumah yang mengadakan acara malah tidak membawa pasangan?a.neh.se.ka.li",


Perkataan Lily langsung menusuk Arina dan membuat beberapa bangsawan lagi tertawa kecil,


"Bagaimana anda bisa berkata seperti itu padahal anda sendiri merebut pria orang lain?.."


"Apa maksud anda?",


"Ya ampun,apakah anda tidak sadar?Bukankah anda yang merampas Tuan Muda Levian dari Lady Iris dan...Lady Anna?"


Tubuh Lily bergetar begitu mendengar kata Anna, ingatannya tentang Ian yang masih mencari tau penyebab kematian Anna kembali terlintas dipikirannya,


'Jangan termakan ucapannya Lily..kau tidak boleh kalah..'


"Kenapa anda menuduh saya seperti itu?..saya hanya bertunangan dengan orang yang mencintai saya..padahal anda juga tau jika Lady Anna bertunangan dengan pangeran Arhen..saya hanya menerima lamaran Tuan Muda Levian..bagaimana bisa anda sekejam itu..?" Lily bertindak pura-pura menangis,tetapi sebenarnya dia benar benar menangis,


'Sial..bagaimana bisa aku benar benar menangis?..' pikir Lily,


"Lady Arina,anda sudah kelewatan batas..",


"Benar,anda terlalu menghina Marchioness,apakah anda lupa jika beliau Miscess pertama di kekaisaran..anda harus menghormati nya,",


Hujatan demi hujatan mulai menghujani Arina,tapi dia tidak peduli dan terus terusan mencoba cara untuk menghina Lily,


"Yusto,lakukan sesuatu!dia sudah menghina Lily berlebihan!"


"Kakak sudah bertindak,Yesra.Wanita itu..akan mendapat konsekuensi nya."


Ian menghela nafas dan mendekati Arina,pikir Arina,Ian akan meninggalkan Lily demi dirinya,tapi pikiran itu hilang begitu Ian mengarahkan pedangnya ke mata Arina sambil menatap tajam dan dingin,


"Anda sudah kelewat batas Lady,apakah anda tidak tau akibat perkataan anda itu?",


"T-tuan Muda Levian..s-saya.."


"Sekali lagi anda berkata buruk tentang tunangan saya,tidak ada sepeser koin perunggu untuk anda."


"Apa salah saya?!Kenapa anda tidak pernah melirik saya sedikit pun?!Apa saya kurang cantik?!Saya sangat mencintai anda!!KENAPA ANDA MALAH MEMILIH WANITA MURAHAN SEPERTI DIA?!DIA HANYA WANITA J*ALANG YANG BISA MEREBUT ANDA DARI SAYA!"


Ruangan itu langsung ditutupi sihir hitam,lalu keluar api berwarna ungu dari setiap sisi ruangan,


"SIAPA YANG WANITA J*LANG?"


*deg


Arina merinding ketakutan,tubuhnya gemetar hebat,pupil matanya menciut dan bergetar,keringat dingin mulai bercucuran.Tatapan Ian dan Lily terasa menusuk nya sampai ke jantung,dia tidak bisa bernafas,


"ANDA SUDAH SANGAT MELEWATI BATAS LADY ARINA.BAGAIMANA BISA ANDA YANG HANYA PUTRI KEDUA DARI DUKE WILEN BERKATA DENGAN SANGAT PENUH PERCAYA DIRI SEPERTI ITU DENGAN MENGHINA SAYA DIHADAPAN SELURUH BANGSAWAN YANG HADIR?"


"S-s-saya.."


Lily berkata dengan sangat dingin dan menusuk,Arina terjatuh saking takutnya pada aura kedua orang itu,


"Sebagai salah satu utusan Dewa Kembar Beyola,saya menyatakan..BERKAT YANG SELAMA INI DIBERIKAN PADA KELUARGA DUKE WILEN AKAN DIHAPUS,DAN TIDAK ADA SEORANG PUN DI KELUARGA INI YANG AKAN MENGHASILKAN KETURUNAN"


"T-tidak..TIDAK!!"


Arina tidak percaya dengan yang dikatakan Lily dan berteriak layaknya orang gila,ruangan kembali menjadi semula,semua orang langsung menghujat Arina habis habisan,


"Sebagai wakil dari Putra Mahkota,aku..Levian De Darvin,mengadakan rapat pencabutan gelar Duke dari keluarga Wilen"


Semua orang diruangan langsung bersorak mendukung rapat yang dinyatakan langsung oleh Ian diruangan itu,para pemuda yang hadir bahkan sangat antusias mengikuti rapat yang diakan Ian,


"Aku akan mengadakan rapat besok lusa,dan Lady Arina..terimalah keputusan apapun yang alan dihasilkan rapat ini",


Ian langsung pergi dengan Lily yang masih menatap tajam ke Arina,dia tidak akan melupakan apa yang terjadi hari ini,dan akan mendokumentasikannya ke istana,


"Yusto,kakak menggunakan sihirnya setelah beberapa lama",


"Benar,aku juga terkejut dengan kejadian Ruangan Hampa yang kakak lakukan..tapi..kenapa api yang keluar berwarna ungu?",


"Itu sihir Lily,tapi aneh juga..rata rata pengguna sihir api berwarna merah,tapi Lily mengeluarkan warna ungu",


"Hm,kita harus menyelidikinya nanti,sekarang kita kembali dan laporkan ini pada Putra Mahkota dan Grand Duke Everon,kakak pasti tau kita akan melakukannya",


Yusto dan Yesra keluar dari ruangan itu sambil tersenyum tipis,menunggu hasil yang menegangkan nantinya.


Disisi Ian dan Lily di kereta kuda,Ian yang duduk di seblah Lily mencemaskan Lily yang berdiam diri dari tadi sambil menatap luar jendela,Ian berpikir apa Lily akan marah seperti dulu lagi,


"Emm,Lily?kau kenapa?",


Tidak ada respon,hanya suara langkah kaki kuda dan kereta yang bergerak,Ian makin dibuat cemas karna Lily,


"Lily,kau kenapa?apa kau marah"


Sekali lagi Ian bertanya,tapi masih tidak ada respon,lalu dia memberanikan diri untuk menyentuh Lily,


"Lily,kau-!?" Lily tepar,tubuhnya sangat panas,nafasnya tidak beraturan,wajahnya sangat pucat dan tubuhnya sangat lemas,


"Lily?!" Ian langsung memeluk tubuh Lily yang lemas,dia dapat merasakan nafas Lily yang hangat dan tidak beraturan,


"Sial..tau begini aku tidak akan membiarkan wanita itu hanya dengan rapat.."


/Skip di mansion Lily,


"Bagaimana keadaannya dok?",


"Hah.. Marchioness sudah lebih baik sekarang,sebelumnya sangat parah,tubuhnya melemah dan imunnya turun drastis karna belum pulih sepenuhnya dan menggunakan mana sihir yang banyak,untuk lebih lanjutnya lebih baik Tuan Muda memanggil Saint Zergan",


"Begitu ya.. terimakasih dokter,anda bisa kembali",


"Baik,saya permisi Tuan Muda",


Setelah dokter pergi,Ian meminta Rina untuk segera mendatangi Kuil Suci dan membawa Zergan kesini,dan Rina langsung bergegas pergi begitu diberi perintah,


Ian duduk di samping Lily sambil menggenggam tangan Lily yang kecil dan terlihat rapuh dengan lembut,dia takut akan merusak wanita yang sangat berharga baginya


"Hah..Lily..aku harap aku bisa menggunakan kesempatan 4 tahun lalu dengan baik,tapi.. aku kembali membuatmu terguncang.."


Tidak ada respon,Lily masih terbaring lemah di tempat tidur,membiarkan Ian berbicara sendiri di kamar itu,


"Aku teringat pertemuan pertama kita..kau terlihat sangat tegas,anggun,berwibawa,sangat cantik,dan kecil..aku berpikir jika aku menyentuh mu terlalu kuat,kau akan rusak begitu saja.."


Ian kembali mengingat pertemuan nya dengan Lily hanya sebatas kontrak, tidak ada rasa diantara mereka.Ian diuntungkan karna tidak menikahi Iris,dan Lily diuntungkan karna bisa mendapat posisi teratas di Pergaulan Kelas Atas sekali lagi setelah tidak sadar selama 3 bulan,hal itu mereka lakukan demi mendapat keuntungan masing masing,tidak ada maksud membawa perasaan pribadi.Tapi itu semua perlahan berubah,mereka menjadi lebih akrab, dekat dan lama lama menyimpan perasaan mereka dalam dalam,lalu mengungkapkan semuanya,disaat yang sama dan perasaan yang sama, sampai sekarang.


"Tuan Muda,Saint Zergan sudah-" "MANA CI-ah maksudku..ekhem,mana Lily?!"


Zergan langsung terburu buru masuk ke kamar Lily sebelum izin ke Ian,


"Saint Zergan,anda tidak sopan sekali.."


"Maafkan Lady Viona,saya terlalu khawatir.."


"Tidak masalah,Tuan Muda Levian sudah menjaga Nona daritadi disana",


Rina menunjukkan Zergan ke arah Ian duduk diseblah Lily,lalu Zergan berterimakasih dan mendekati Ian,


"Bagaimana bisa Lily tepar seperti ini?",


"Seperti yang anda lihat,keadaannya belum pulih sepenuhnya setelah pingsan 4 hari,dan dia sudah kembali beraktivitas seperti biasa walau tubuhnya masih lemah,dan juga tadi saat acara di mansion Duke Wilen, Lily menggunakan mana untuk sihir api dan membuat inti mananya terguncang karna tubuhnya yang belum puluh seutuhnya",


Mendengar penjelasan Ian, Zergan sedikit heran karna mana yang ada dalam diri Lily itu banyak,dan mengeluarkan sihir api tidak memerlukan mana yang begitu banyak,


"Sihir apa yang dia gunakan?biasanya pengguna sihir api bisa menyeimbangkan mana dengan baik karna tidak terlalu banyak",


"Hah..itulah yang membuat saya heran,karna..api nya tidak biasa",


Zergan tambah penasaran dengan kata kata Ian yang serius,


"Apa maksudmu?"


"Api yang digunakan Lily bukan berwarna merah..melainkan ungu",


Zergan langsung tercengang begitu mendengar maksud dari Ian,


"T-tunggu,api ungu?apa itu mungkin?!"


"Saya juga terkejut awalnya,tapi semuanya benar",


"Ini sangat aneh..aku harus menghubungi Lucas secepatnya.."


Zergan mengeluarkan bola kristal komunikasi dari balik jubahnya dan mencoba menghubungi Lucas,


'Halo?Oh!Saint Zergan,kenapa anda menghubungi saya?apakah atap Kuil Suci runtuh lagi gara gara ulah anda?'


"JANGAN MENGINGATKANKU! LAGIAN ITU BUKAN SALAHKU!"


'Anda terlalu emosi,saya hanya bercanda,jadi ada apa?'


"Ini darurat..Sihir Lily tidak stabil.."


'APA MAKSUD ANDA?! KENAPA DENGAN LILY!?",


"Tuan Muda Levian menceritakan semua yang terjadi di acara Pergaulan Kelas Atas para bangsawan di mansion Duke Wilen..Lily menggunakan mana untuk sihir api..tetapi..bukan api merah..melainkan api ungu.."


'A-APA?!API UNGU?!APAKAH ITU MUNGKIN?!SAINT..SAYA MOHON JANGAN BERKATA SEPERTI ITU!'


"Ini benar benar serius!Segeralah datang kesini dan bawa si kembar kemari!"


'SAYA AKAN SEGERA KESANA!!'


Lucas menutup komunikasi dengan Zergan begitu mendapat perintah,


"Saint,maksud anda si kembar adalah kembar 3 yang biasanya mengikuti Lily?"


"Benar, tapi sekarang hanya ada 2 karna yang 1 pergi dengan Marquess Ruvenda ke luar negeri,jadi hanya Vel dan Bel yang akan kemari",


'Vel..Bel...aura mereka bukan manusia..'


Bersambung...