
Flashback
"Hum??" gumam Dewa,
"Ada apa?apakah ada yang salah??" tanyaku,
"Jiwa mu berbeda" ucapnya,
"Apa maksudnya??" tanyaku lagi,
"Kau bukan dari dunia ini,siapa kau sebenarnya?" tanya Dewa Lucitus keheranan,
'Apa yang harus ku katakan?..'
.
.
Episode 12
"Saya ada rahasia yang tidak saya katakan pada siapa pun sampai sekarang" jawabku,
"Coba ceritakan" Ucapnya,
Aku pun menceritakan kehidupanku dari awal,yang sebelumnya sebagai Cika Amanda seorang Mahasiswi hingga menjadi Lily dari keluarga Duke Everon,Tunangan Tuan Muda Levian de Darvin.
"Jadi begitu, Lily yang asli sudah meninggal dan kau masuk ke tubuhnya" ucapnya setelah mendengar ceritaku,
"Maafkan kelancangan saya" ucapku karna merasa bersalah telah mengambil tubuh Lily,
"Tidak apa apa,aku juga seharusnya paham tentang kondisi Duke Everon sekarang setelah 100 tahun lamanya" jawabnya,
"Jadi 'jiwa yang berbeda' lah yang membuat masa depanmu berwarna putih" ucap Dewa Lucitus agak bingung,
"Untuk sementara,Lisera akan mengawasi mu sampai benar benar terungkap warna putih itu" lanjut Dewa lalu memberikan kalung berwarna biru kehijauan yang bersinar,
"Kalung ini mirip dengan Mahkota Dewi di kediaman Duke Everon" ucapku sambil melihat kalung pemberian Dewa Lucitus,
"Didalamnya berisi kekuatan sihir Lisera,dia bisa memantau mu lewat kalung itu.Kau harus tetap berjaga jaga,karna tidak ada yang tahu makna warna putih itu" jelas Dewa,
"Baiklah,akan saya lakukan" jawabku,
"Oh ya,Dewa Lucitus,bisakah saya bertanya 1 hal?"lanjutku bertanya pada Dewa,
"Silahkan saja" jawabnya,
"Apakah anda tahu soal sihir Viridis??"tanyaku serius,
"Itu sihir yang hanya dimiliki oleh 3 Penyihir agung kekaisaran, tidak ada orang lain selain mereka.Itu sihir yang sudah ratusan tahun lalu lenyap,sekitar tahun ke-32 kekaisaran Raveldra.2 Penyihir agung meninggal karna wabah penyakit yang terjadi saat itu,dan 1 Penyihir agung lainya tidak diketahui keberadaannya,bahkan para Dewa dan Dewi Kekaisaran Raveldra tidak tau keberadaannya" jawab Dewa Lucitus tenang,
"Apakah anda tau keberadaan sihir itu sedang dirasakan di wilayah Grand Duchy Darvin?" tanyaku,
"Aku tahu itu,bahkan aku terkejut dengan kekuatan yang sudah lama hilang itu kembali lagi tanpa perantara" jawabnya,
"Perantara??" tanyaku bergumam,
"Sihir butuh sebuah perantara untuk mendapatkan wadahnya,dan perantara itu adalah mantra sihir sedangkan wadah itu adalah seorang penyihir. Grand Duke Darvin adalah keluarga penyihir Nigreos,yaitu roh Kegelapan dari seorang Dewa Iblis,roh terkuat kedua setelah Viridis,roh angin,air dan cahaya yang menyatu."jelas Dewa Lucitus,
"Sangat mengejutkan,bagaimana bisa menyatu seperti itu??" tanyaku penasaran,
"Dahulu saat kekaisaran baru terbentuk,ada seorang wanita cantik yang merupakan titisan Dewa dan Dewi Beyola dan merupakan penyihir pertama dalam sejarah,dia menyebarkan ajaran sihir ke kekaisaran Raveldra,dan itu terjadi selama bertahun tahun lamanya.Setelah itu,munculah Raja Iblis yang mencoba merebut kekuatan sihir Penyihir wanita itu.Hal itu menyebabkan perang besar antara bangsa Iblis dan Para penyihir selama 3 tahun lamanya,dan dimenangkan oleh Para penyihir.Lalu Dewa Iblis memberikan Sihir Nigreos pada Grand Duke Darvin ke-2 untuk membantu menjaga Kekaisaran dari marabahaya menggunakan kemampuan membunuh mereka yang hebat. Dan sihir itu turun-temurun diberikan hanya pada Kepala Keluarga,sementara itu penyihir wanita mencoba melakukan percobaan dengan mencampur sihir sihir,beberapa kali gagal sampai dia jatuh sakit.Lalu percobaan terakhir dia lakukan tepat sebelum meninggal,dan Sihir Viridis pun sempurna.Karna dibuku yang ditulis oleh wanita itu hanya penyihir dengan kemampuan hebat yang bisa menjadi wadah,hanya 3 orang yang mewarisi sihir itu,yaitu ketiga penyihir agung sekaligus murid Penyihir pertama.Para Penyihir Agung mulai mencari cara agar bisa mewariskan Sihir itu,tapi suatu wabah penyakit yang mengerikan melanda,2 orang Penyihir Agung tewas karna wabah itu dan tersisa 1.Setelah wabah itu selesai,Penyihir Agung terakhir dikabarkan menghilang,tidak ada yang tau kemana dia pergi dan apa tujuannya.Seluruh penjuru kekaisaran tidak pernah melihat Penyihir Agung terakhir lagi selama ratusan tahun sampai sekarang.Sihir Viridis yang kurasakan sekarang lebih kuat dari yang dulu.Aku berpikir jika Penyihir Agung terakhir itu 'berada di kediaman Grand Duchy Darvin"Jelas Dewa Lucitus,
"Itu tidak mungkin,umur kekaisaran ini sudah 400 tahun lebih,apakah mungkin jika Penyihir Agung masih hidup?" ucapku agak penasaran maksud Dewa Lucitus,
"Ada sebuah sihir yang mampu membuat seseorang bertahan sampai umur 500 tahun,bisa jadi Penyihir Agung terakhir menggunakan sihir itu,tapi kemungkinan besar dia akan mati karena menampung Sihir yang terlalu kuat" jelas Dewa Lucitus,
"Begitu ya" gumamku,
Kemudian aku melihat Dewa Lucitus menatapku lekat lekat dengan sedikit ragu,
"Ada apa Dewa?" tanyaku penasaran,
"A-ah tidak apa apa" jawabnya gagap,
"Seharusnya kau langsung memberi tau nya" ucap seorang pria dengan wujud manusia berambut putih blonde menawan dan disebelahnya ada seorang wanita cantik yang mirip dengannya,
"Salam Dewa dan Dewi Beyola" ucap Dewa Lucitus menunduk pada mereka berdua,
"Lama tidak bertemu Lucitus,sudah 500 tahun berlalu sejak perang Naga dan Makhluk Astral" ucap Pria yang disebut Dewa Beyola,
"Benar.Sudah lama sebelum Kekaisaran Raveldra terbentuk" jawab Dewa Lucitus,
"Oh ya,aku lupa memperkenalkan gadis ini pada kalian. Dewa dan Dewi Beyola,ini adalah Lily,Putri dari Duke Everon setelah 100 tahun lamanya. Lily,mereka adalah Dewa dan Dewi Beyola,Pelindung seluruh benua didunia ini dan juga Dewa Dewi yang menurunkan Penyihir Pertama sebagai titisannya." ucap Dewa Lucitus memperkenalkan Dewa Dewi Beyola,
"Salam kenal,saya Lily Everon" ucapku sambil membungkuk dihadapan mereka berdua,
"Salam kenal juga Lily" ucap Dewa Beyola,
"ya ampun!gadis yang sangat cantik dan menggemaskan!" ucap Dewi Beyola berseri seri,
"Trisela,berhentilah gemas dengan seorang manusia" ucap Dewa Beyola mengingatkan,
"Kakak tidak tau apa apa soal manusia!hmp" balas Dewi Beyola dengan kesal,
"Terserah lah.Oh ya Lucitus,kenapa kau tidak memberi tahu kan anak itu yang sebenarnya?"tanya Dewa Beyola pada Dewa Lucitus,
"anu,soal itu saya masih terkejut" jawab Lucitus gagap,
"Kalau begitu aku saja yang memberi tahunya" ucap Dewa Beyola dengan senang hati,
"Baik,tapi perihal apa??" tanyaku padanya,
"Sihir Viridis berada di dalam dirimu,kau adalah penerus terakhir dari pemilik sihir Viridis" ucapnya serius,
"Apa?tapi itu tidak mungkin" ucapku menyangkal,
"Kami sebagai Dewa Pelindung Benua, bisa merasakan hal itu,bahkan Raja Iblis pun bisa" ucap Dewi Beyola menjelaskan,
"Raja Iblis??itu artinya Raja iblis yang menentang Grand Duke Darvin dan Penyihir pertama??" tanyaku memastikan,
"Benar sekali,karna dia adalah Raja Iblis,pasti dia ingin mendapatkan kekuatan itu.Tidak mungkin dia melewatkan kesempatan berharga ini" jawab Dewa Beyola,
"Dan bisa jadi kau hanya dimanfaatkan olehnya. Kebetulan dia calon kepala keluarga Grand Duke Darvin,jadi akan lebih mudah mengambilnya darimu jika
bisa menikah dengan mu" lanjut Dewi Beyola,
"Tapi Ian tidak tau apa apa soal hal ini.." ucapku mencoba mengelak hal itu,
"Dia bisa saja bersandiwara,jadi untuk mewaspadai mereka,kau harus hati hati" ucap Dewa Lucitus dengan Tegas,
"Baik.." jawabku lesu,aku tidak akan mengira hal sebesar ini akan ku ketahui setelah bertunangan dengan Ian.Cukup sulit menerima hal ini karna aku percaya padanya.
"Aku memantau pergerakan Raja Iblis beberapa tahun belakangan ini, sepertinya dia mencoba menyerang lagi" ucap Dewi Beyola,
"Dia memang Iblis,tidak ada yang membuatnya puas" ucap Dewa Beyola ngomel,
"Akan sulit mencekal serangannya jika kita tidak mendekati wadah sihirnya" ucap Dewi Beyola,
"Benar juga,kalau begitu apakah kita harus menyamar??" tanya Dewa Beyola pada adiknya,
"Humm,kita akan menyamar menjadi pelayan,jadi kita bisa tau hal hal yang sulit kita selidiki" ujar Dewi Beyola,
"Tapi,jika kita menyamar sebagai pelayan,akan sulit memasuki tempat kerja mereka" ucap Dewa Beyola,
"Bagaimana kalau kucing??" tanyaku menawarkan,
"Kucing??" tanya mereka berdua bersamaan,
"Mereka akan berpikir jika kucing masuk ke sebuah ruangan itu adalah hal wajar" ucapku,
"Benar juga,kalau begitu sudah ditetapkan kita akan menyamar menjadi kucing!" Ucap Dewa Beyola bersemangat,
"Kau terlalu bersemangat untuk berperang" ucap Dewi Beyola mengejek,
"Aku bukan anak kecil yang tertarik pada peperangan!" balas Dewa Beyola,
"Iya iya,kalau begitu Lily,kami akan melakukan kontak denganmu melalui telepati,kalung pemberian Lucitus yang kau gunakan bisa membantumu melakukan telepati dengan Kami" jelas Dewi Beyola,
"Baiklah" jawabku,
"Waktu kalian tidak banyak sebelum pernikahan Lily dan Tuan muda itu" ucap Lucitus pada kami bertiga,
"Kami tau,kalau begitu kita akhiri sampai disini,sampai jumpa lain kali Lucitus" ucap Dewa Beyola lalu memetik jari nya dan mengirim ku kembali,
Saat membuka mata,aku sudah menatap langit langit kamar mewah,yang sudah pasti siapa pemiliknya,
"Kau sudah bangun?" tanya seorang pria diseblahku sekaligus tunanganku,
"Ian, sepertinya aku kesiangan ya?" tanyaku,
"Tidak,ini masih terlalu pagi,matahari bahkan belum keluar" ucapnya,
Aku melihat Ian samar samar karna baru bangun tidur,lalu mengusap mataku dan melihat pria telanjang dada yang bisa memungkau setiap wanita,
"Ian!!apa yang-" ucapku terpotong karna merasakan sakit punggung yang luar biasa,
"Apa yang kau lakukan dasar bodoh!?" tanyaku sambil menahan rasa sakit,
"Aku tidak melakukan apapun"jawabnya dengan muka polos sambil memalingkan wajahnya,
"Jangan bohong!" ucapku kesal,
"Kau jatuh dari kasur,tapi tidak bangun,kupikir kau pingsan,lalu aku mengangkat mu ke kasur lagi dan menunggu sampai kau terbangun,itu artinya sampai sekarang" jawabnya
"Oh begitu" balasku dengan muka memerah,
"memangnya apa yang kau pikirkan?" tanya Ian dengan senyum licik,
"tidak ada!aku tidak memikirkan apa apa!" balasku,
"Hum,aku baru pertama kali melihat kalung itu,apa kau baru saja membelinya?" tanya Ian sambil melihat kalung pemberian Lucitus,
"Ini hadiah dari temanku" jawabku ragu, 'Kupikir itu hanya mimpi' pikirku,
"Hadiah?dari siapa??" tanya Ian agak kesal,
"Dari Luke,teman pria ku dulu,dia bilang ini hadiah pertunangan kita" ucapku berbohong karna tidak tahu harus mengatakan apa,
"Oh" Jawab Ian singkat dan nada kesal,
'Apa apaan pria ini,aku ingin membunuhnya' pikirku kesal,
Bersambung...
Yoo Minna>w<✨Author disini •w•👋🏻makasii buat pada readers yang udah baca dari awal,author harap readers gak bosen baca ini'^' hehe,sekian dulu terima gaji🗿✨