Vita Nova

Vita Nova
Episode 28 "Penyihir/Saintess?"



Flashback


"1000 gold!" Lily langsung berteriak,


"E-EHHH?!!??"Semua orang di ruangan lelang itu terkejut sampai mata mereka hampir keluar.Bahkan Ian sangat terkejut dan menatap Lily seakan tak percaya bahwa Lily menawar barang itu dengan harga tinggi,


"Kenapa kau melelang barang itu dengan sangat tinggi?" Ian bertanya gugup pada Lily,


"Karna..barang itu sangat istimewa" Lily sangat serius dengan ucapannya,bahkan matanya berbinar binar saking senangnya,


'Barang itu tidak salah lagi adalah... Smartphone!!'


.


.


Episode 28


"Terima kasih banyak Nona!",Lily dan Ian pulang setelah mendapat barang yang diinginkan Lily,


/Di mansion Everon/


"Apa kau paham cara kerja benda itu?" Ian bertanya pada Lily yang sibuk dengan barang itu,


"Tentu saja,ini sangat mudah" Lily menekan sebuah tombol di sisi kanan barang yang disebut smartphone itu,dan barang itu menyala,


"Apa itu?!" Ian sangat terkejut sekaligus kagum begitu sebuah cahaya keluar dari sebuah kaca yang sebelumnya hitam,


"Jangan terkejut,ini hanya sedang dalam proses" ucap Lily sambil menatap Ian datar,


"Ah,baiklah" Ian mulai mencoba tenang dan fokus pada benda itu(?),


"Lho?kenapa tidak ada baterai nya??aneh sekali.Jam nya juga tidak ada,apakah ada diary disini??" Lily bergumam terus terusan sambil kebingungan,


'Baterai??Diary??..apa itu?benda sihir?atau sebuah kekuatan suci??' Ian berpikir keras tapi bengong menatap Lily yang sibuk,


"Ada!eh? Alexander..Zergan Desta??..",


'Tidak mungkin..Saint ini..Zergan..teman kuliahku..yang sudah meninggal 1 tahun sebelum kematianku..' Lily berkeringat dingin sambil memikirkan hal yang sebenarnya terjadi dan apa yang membuat semuanya kacau seperti ini,


"Lily?kau baik baik saja?kau tampak pucat,apa kau sakit?" Ian melihat wajah Lily yang pucat dan berkeringat dingin dengan khawatir,


"T-tidak apa apa,aku baik baik saja.." ucap Lily gagap,


'Tidak.. Saint itu menghilang 50 tahun lalu..tapi berapa lama Saintess itu berada disini??'


"Ian,berapa lama Saint yang menghilang itu berada di kekaisaran?" tanya Lily,


"Menurut sejarah,dia hanya berada di sini selama 3 bulan lalu menghilang" jawab Ian,


'Hanya 3 bulan?..tunggu itu artinya 1 tahun di duniaku sama dengan 50 tahun di dunia ini? sudah jelas saat itu Zergan sudah dimakamkan..apa terjadi sesuatu dengannya sama denganku?..mana mungkin dia menghilang begitu saja..apa dia meninggalkan wasiat sebelum pergi??' Lily berpikir terlalu keras sampai kepalanya pusing dan terasa berat,


"Ugh..",


"Lily,lebih baik kau istirahat dulu,jangan pikirkan hal yang tidak perlu",


"Baiklah..",


"Pelayan,bawakan teh hitam dan sebuah dessert untuk Lily",


"Baik Tuan",pelayan langsung pergi ke dapur untuk membawakan teh dan dessert sesuai permintaan Ian,


"Lily,jika kau tahu sesuatu langsung katakan pada ku,aku akan membantumu",ucap Ian meyakinkan Lily,


"Terimakasih Ian", Lily sedikit merona karna tingkah laku Ian,


"Sama sama Lily" balas Ian,


Tak lama kemudian pelayan tadi datang membawa dessert dan teh sesuai perintah Ian,lalu Ian menyuruhnya pergi meninggalkan dia dan Lily berdua,


"Lily,minum lah dan makan dessert itu dulu" ucap Ian,


"Sebentar lagi,aku akan mengecek hp ini sebentar" balas Lily sambil fokus ke smartphone yang dia cek daritadi,


"Baiklah kalau kau memaksa" Ian menyodorkan tangannya yang memegang sendok berisi dessert tadi berniat menyuapi Lily,


"A-Apa yang kau lakukan?!" Lily terkejut dan sedikit menghindar, sekaligus merona makin merah dari sebelum nya,


"Tentu saja menyuapi mu karna kau tidak mau makan sendiri" ucap Ian polos,


"A-aku akan makan sendiri!" Lily langsung mengambil sendok yang dipegang Ian lalu memakan Dessertnya,


"kau sangat imut ketika makan" ucap Ian sambil melihat Lily hangat,


"D-diamlah!",


Setelah selesai makan dessert sambil berdebat ria(?),Lily menjelaskan tentang smartphone itu pada Ian dengan rinci dan mudah tapi Ian tetap tidak mengerti,


"Jadi,benda ini bisa membantu kita menyelesaikan beberapa masalah?",


"Benar!apa kau mau mencari tahu soal sesuatu?aku akan menemukannya dengan hp ini",


"Baiklah..dress pengantin wan- TUNGGU APA?!",


"Kenapa kau terkejut seperti itu?",


"K-kenapa kau mencari hal itu?",


"Tentu saja untuk calon istriku yang cantik ini harus mendapat gaun terbaik yang akan jadi sejarah",


"Ian!jangan membuatku malu!",


Seharian mereka menghabiskan waktu untuk mencari tahu lebih dalam tentang smartphone tersebut dan hubungannya dengan Saintess yang menghilang,sampai malam pun tiba dan terpaksa Ian pamit pulang karna masih ada pekerjaan lain,


"Kakak,apakah kakak tahu tentang Tanah Malterra di Benua misterius itu?",Lily bertanya pada Lucas tentang Tanah Malterra yang pernah dibahas dengan Vel dan Bel,


"Tentu saja,dan aku pernah kesana",jawab Lucas dengan serius dan terkesan bingung,


"Apa?!terus bagaimana keadaan disana?!", Lily sangat terkejut karna sebelumnya tidak ada yang bisa pergi ke sana,


"Tanahnya tandus dan gelap,hanya langit hitam yang terlihat sejauh mata memandang", Lucas makin serius dengan ucapannya,


"Bagaimana kakak bisa kesana?", Lily sangat menunggu nunggu jawaban dari kakaknya,


"Tentu saja..Dari mimpi tehe~",Lucas menjawab nya dengan muka tanpa dosa dan tidak tahu malu,


"Kakak breng*sek!",


Sebuah burung merpati menyaksikan Lily dan Lucas yang sibuk dengan smartphone itu dengan seksama,lalu pergi ke suatu menara yang sangat jauh dari kekaisaran,dan menara itu menjulang tinggi ditanah yang gersang dan terbengkalai.Seseorang memakai jubah putih yang panjang menutup muka sampai kakinya,berdiri di puncak menara sambil menunggu merpati-nya,


"Siapa sebenarnya gadis itu? bagaimana dia bisa tau cara kerja alat itu ?" orang itu berbicara dengan merpati yang hinggap di tangannya,


"pft,menarik sekali,apakah dia penyihir?atau Saintess?aku akan mengawasi nya lebih lama lagi",lalu merpati lainnya pergi menunju Kekaisaran Raveldra untuk mengawasi Lily,


Selama sekitar 1 minggu, Kekaisaran dihebohkan tentang gosip kalau Lily adalah seorang Saintess,bahkan sampai pelosok Kekaisaran mendengar gosip itu,


"Lily!!apa yang sebenarnya terjadi?!" Ken mendobrak pintu depan mansion milik Keluarga Everon hanya untuk bertemu Lily,


"Kak Ken?apa yang terjadi?" Lily sangat panik sekaligus terkejut begitu Ken masuk tanpa memberinya kabar terlebih dahulu,


"Gosip yang ada di Kekaisaran saat ini!Apakah kau betulan Saintess?" tanya Ken terburu buru,


"Apa maksud kakak? tentu saja bukan" jawab Lily bingung,


"Para Pendeta dari Kuil Suci dan Kaisar akan datang sebentar lagi! Persiapan dirimu sekarang" ucap Ken menyuruh Lily segera bersiap,


"B-baiklah" Lily langsung pergi ke kamarnya dan berganti gaun Lolita,


"K-kenapa kau berdandan terlalu cantik?!" Lucas yang baru saja keluar dari ruangnya tercengang melihat Lily dan semburat merah terlihat di pipinya,


"Kak Ken bilang aku harus bersiap untuk bertemu Pendeta kuil suci dan kaisar,tentu saja aku harus berdandan lebih bagus!" jelas Lily lalu pergi meninggalkan Lucas,


"T-tunggu Lily!" Lucas menyusul Lily yang pergi ke pintu depan,


"Ah! itu pasti Lady Lily" Para Pendeta dan bahkan Baginda Kaisar sudah datang tepat didepan pintu mansion,


"Saya memberi salam pada Kaisar, Semoga Dewa memberkati" Lucas,Ken,dan Lily langsung membungkuk memberi salam pada Kaisar yang sudah datang,


"Angkatlah kepala kalian" ucap Beliau santai,


"Ya Dewa, Nona Lily kau sangat cantik,aku ingin menjadikan mu menantuku,hahaha!" Baginda Kaisar bercanda tapi terkesan sebuah perintah,


"Saya masih kurang pantas Baginda" jawab Lily ragu,


"Tidak apa apa,aku hanya bercanda. Aku dengar kau adalah pengganti Saintess yang menghilang 50 tahun lalu,aku kemari untuk mengecek nya secara langsung" ucap Baginda Kaisar serius,


"Saya bukanlah Saintess Baginda,saya hanya menggunakan barang dari Saintess yang dilelang" jelas Lily,


"Sebenarnya,melelang barang peninggalan Saintess adalah tindak ilegal, tapi karna Lady sudah menemukan cara menggunakan benda itu,aku akan memaafkan kejadian itu dan hendak menobatkan mu sebagai Saintess,aku sudah berbicara dengan para pendeta di Kuil Suci dan mereka sepakat,ini sebuah kehormatan besar untukmu" ucap Baginda Kaisar tanpa ragu,


"Maafkan saya Baginda,tapi Lily adalah penyihir Keluarga Everon setelah 100 tahun lamanya,jika dia adalah Penyihir,apakah bisa dia menjadi Saintess?" Lucas tidak akan membiarkan Lily yang seorang penyihir Keluarga menjadi Saintess begitu saja,


"Ah,benar juga aku melupakan hal itu.Jadi, bagaimana menurut mu pendeta?" Baginda Kaisar bertanya pada Pendeta kuil yang ada disampingnya,


"Hal itu harus dipastikan dulu Baginda,jika kekuatan sihirnya kurang membantu maka dia akan diangkat menjadi Saintess,tapi jika kekuatan sihirnya lebih besar dan jauh lebih membantu,maka dia bisa dianggap penyihir" jelas Pendeta,


"Bagaimana jika keduanya seimbang?" Ken mulai angkat bicara membantu Lucas,


"Bisa jadi dia adalah Miscess" ucap Pendeta kuil serius,


"Miscess?" Baginda Kaisar bertanya pada Pendeta,


"Artinya campuran Baginda,dan jika Lady adalah Miscess, itu artinya dia punya kekuatan campuran antara Sihir dan Kekuatan Suci yang kuat,bahkan mungkin untuk menghapus sebuah benua dalam hitungan jam" jelas Pendeta agak merinding,


"Kalau begitu,mari kita tes 3 hari lagi, persiapkan lah dirimu Lady Lily" ucap Baginda Kaisar sambil menatap Lily penuh dengan kepercayaan,


"Saya usahakan yang terbaik Baginda" jawab Lily,


'Gawat..apa aku bisa mengendalikan sihir ku dan melakukannya bersamaan dengan menggunakan itu?'


Bersambung...