Vita Nova

Vita Nova
Episode 93 "Pelindung"



Flashback


"Yesra,kau adik yang paling ku sayangi.Aku harap kau bahagia." ucap Yusto.Yesra yang mendengar itu dari Yusto langsung merasakan kesedihan dibalik suara lembut itu.


"Jangan membuatku menangis.."


"Maaf maaf.Aku tidak bermaksud membuatmu menangis."


"Dasar jahat.."


Sesaat setelah itu,seseorang mengetuk pintu kamar Yesra.


"Tuan Putri,Pangeran,Baginda Kaisar datang."


"Eh?Kak Felix?"


.


.


Episode 94


"Yusto,Yesra,bagaimana keadaan kalian?"


"Aku tidak apa-apa kak,tapi Yesra sedikit kurang enak badan setelah sarapan."


"Benarkah,Yesra?"


"Emm,hehe."


Felix meminta para pelayan untuk keluar.Sekarang tinggal mereka bertiga di kamar.


Felix mendekati Yesra dan duduk di sampingnya.Tangannya menyentuh kening Yesra.Tidak ada tanda-tanda demam.


"Aku tidak apa-apa,kak." ucap Yesra.


"Kak Felix darimana?" tanya Yusto.


"Baru saja mengunjungi para putri.Kalian yang terakhir.Aku memang sengaja." jawab Felix.


Yusto tersenyum tipis.Dia menatap Yesra sebentar lalu beranjak pergi dari tempatnya.


"Kau mau kemana, Yusto?" tanya Yesra.


"Mengecek kondisi Asher.Dia pasti kesepian berada di mansion sendirian.Aku akan kembali nanti sore." jawab Yusto.


"Tunggu,apa?!"


"Babayy."


Yusto pun pergi,sekarang tinggal Yesra dan Felix disana.


"Kak Felix."


"Iya?"


"Apakah kakak menyayangi ku?"


Felix tersentak.Raut wajahnya berubah masam.


"Apa maksudmu berkata seperti itu?Tentu saja,kamu adalah adikku dan salah satu calon is-..is..i-is.."


"Kak Felix?"


Felix gugup ketika akan menyebut kata 'istri'.Wajahnya cukup merah dan dia berkeringat.


'Lucunya! Seperti anak anjing.' pikir Yesra gemas.


"Istri kakak?" tanya Yesra.


"Y-y-ya..i-itu.." jawab Felix malu-malu.


"Kenapa kakak segugup itu?" tanya Yesra sambil menyisir rambut Felix kebelakang dengan tangannya.


"A-a-aku..AGH!!"


"AAA!"


Felix tidak bisa lagi menahannya.Dia menindih tubuh Yesra tiba-tiba saking malunya.


"Eh?Kak Felix?" Yesra keheranan dengan sikap Felix yang tiba-tiba aneh.Hanya wajah Felix yang memerah yang ada di depan mata Yesra.


'Kenapa dia memerah seperti udang rebus begitu?Dia malu?Eh?Kenapa?' pikir Yesra kebingungan.


"Hah..Aku mohon menanglah.Aku tidak bisa bertahan.." ucap Felix.


'Apa maksudnya tidak bisa bertahan?' pikir Yesra.


"Baiklah.Aku akan berusaha." jawab Yesra sambil tersenyum lebar.


"Terimakasih.Cepatlah sebelum aku memangsamu sebelum waktunya." ucap Felix lega.


"Kak Felix mau memakanku?!Kalau begitu aku mengundurkan diri!"


"Bukan itu maksudku,Yesra!"


/Di perbatasan tempat peninjauan.


"Kalian awasi sekitar sini dengan jarak radius 1 kilometer.Bawa setidaknya 10 penyihir,dan setengahnya akan berjaga disini."


"Baik!"


"Kalian bisa pergi sekarang."


"Siap! Laksanakan!"


Ken dan Zarex baru saja mengatur pasukan untuk berjaga dan beberapa untuk mengamankan penduduk disekitar sana.Ian dan Lily sedang mengetes ketahanan pelindung dengan sihir mereka.Sesuai perkataan pemilik menara sihir,ketahanan pelindung mulai berkurang seiring berjalannya waktu.


"Bagaimana,Lily?Apakah sudah cukup parah dalam waktu 2 hari ini?" tanya Ken.


"Bisa dikatakan tidak terlalu parah,tapi karna makin lama akan bertambah parah bisa juga sekarang ini hampir masuk ke tahap cukup parah." jawab Lily.


"Yang Mulia,apakah saya harus menghubungi menara?" tanya Zarex.


"Iya,Tuan Zarex.Kita perlu merlihat perkembangan persentase pada kerusakannya." jawab Lily.


"Baik!Segera saya lakukan!" Zarex langsung mengambil alat komunikasi dan menghubungi menara.


"Tersambung.Yang Mulia,sudah siap!"


"Baik!Ian,tolong terus rasakan perkembangan penghalang dengan sihirmu ya."


"Baiklah."


Lily segera menghampiri Zarex.Dia melihat pemilik menara sihir menunjukkan raut wajah yang khawatir.


"Halo,pemilik menara."


"Panggil saya August."


"Baiklah,Tuan August.Bagaimana perkembangan persentase nya?"


"Itu..."


Lily memiringkan kepalanya heran.


"Ada apa?" tanyanya penasaran.


"Persentase nya turun tiba-tiba menjadi 0%,Yang Mulia.." jawab pemilik menara.


"Apa?! Bagaimana bisa?!"


"Saya juga tidak tahu..Bagaimana dengan pengecekan ketahanan anda disana?"


"Masih dalam proses.Jika ada perubahan tolong hubungi lagi."


"Baik,Yang Mulia.Saya pamit undur."


"Terimakasih,Tuan August."


Komunikasi terputus dan Lily kembali pada Ian.Disana Ian sudah berhenti memeriksa kondisi pelindung dengan sihirnya.


"Tuan August benar.Ketahanannya berhenti,tidak ada kenaikan kerusakan." ucap Ian juga terlihat keheranan.


"Kenapa tiba-tiba?..Apa yang sebenarnya terjadi?.." Lily tampak begitu cemas.Dia bingung sebenarnya kenapa tiba-tiba kerusakan menurun menjadi 0 persen?


"Ian,bagaimana pembuatan penghalang ini dulu dibuat?" tanya Lily.


"Setahuku dengan kekuatan sihir putih yang ditemukan di ruang bawah tanah milik Saint Zergan yang lama.Rumah itu roboh karna angin topan yang menerjang saat itu." jawab Ian.


"Sihir putih ya.."


'Pengguna sihir putih di kekaisaran hanya Zergan..Sekarang pun sihirnya sangat lemah..bagaimana aku bisa menahan kerusakannya jika terjadi lagi?..' Lily benar-benar berpikir keras.


Ian cemas melihat Lily yang berpikir terlalu keras.Tangannya gemetaran,wajahnya masam.


"Lily."


"Eh!Ya ampun bikin kaget saja.."


"...jangan berpikir terlalu keras,kamu bisa sakit lagi." ujar Ian cemas.


"Terimakasih,Ian.Tapi aku tidak bisa tenang.. Pengguna sihir putih hanya Zergan dan sekarang sihirnya sedang sangat lemah..Apa yang bisa kulakukan..?"


"Kita harus menutup kerusakan itu dengan sihir lain sementara.Walau tidak benar-benar memperbaikinya,tapi kita mencoba mencegah kerusakan yang lebih parah." ucap Ian.


"Bagaimana dengan sihirku?" tanya Ken.


"Eh?Kakak bisa menggunakan sihir?" tanya Lily.


"Apa maksudmu?Kamu tidak pernah melihat ku menggunakan sihir?"


"Tidak." jawab Lily cepat,Ian juga mengangguk.


"Hah..Akan ku tunjukan."


Ken memfokuskan dirinya mengeluarkan sihir.Perlahan cahaya berwarna hijau dan putih mulai keluar dari tangannya.


"Ini." ucap Ken.


"Woah!Warnanya cantik!" ucap Lily kagum.


"Itu sihir pemurnian dan pertahanan.Jarang sekali ada orang yang bisa menggunakan 2 sihir sekaligus." ucap Ian.Dia tampaknya juga kagum tapi tidak terlihat.


"Benar.Dan yang menggunakan 2 sihir seperti ini adalah aku dan Lucas,bedanya dia menggunakan sihir pertahanan dan penyerangan.Mungkin karna kami kembar, kemampuan kami juga sedikit mirip." ujar Ken.


"Kakak-kakakku mengagumkan." gumam Lily.


"Woah!Ken yang terbaik!" ucap Zarex bersemangat.


"Tentu saja!" balas Ken.


Lily mengamati sihir itu cukup lama.Tidak asing dengan sihir pemurnian.


"Kakak,apakah sihir pemurnian memiliki tingkatan?" tanya Lily.


"Eh?Iya.Sihir pemurnian adalah tahap ke 2 dari sihir cahaya.Kamu pasti tahu kalau sihir cahaya memiliki 4 tingkatan.Tingkat pertama yaitu sihir cahaya untuk berdoa dan pemberian berkat.Tingkat kedua yaitu sihir pemurnian untuk menetralisir sihir jahat atau kutukan tingkat rendah sampai menengah,bisa juga untuk mengobati racun mematikan.Tingkat ketiga adalah sihir putih,bisa memulihkan segala macam penyakit dan membentuk sesuatu yang kuat untuk pertahanan, seperti pelindung ini.Itu artinya kemampuan sihir putih milik Tuan Saint Zergan sangatlah tinggi tapi tidak bisa mencapai tingkat keempat.Tingkat terakhir adalah sihir abadi,itu adalah sihir yang hanya dimiliki oleh Dewa Dewi Kembar Beyola,tapi mereka juga bisa menggunakan sihir yang lain karna mereka adalah raja dari para Dewa." jelas Ken panjang lebar.


'Mereka adalah raja.Eudon adalah Dewa Agung.Catatan mengenai Dewa Agung tidak ada sama sekali di kekaisaran ini.' pikir Lily.


"Itu artinya,kakak bisa memulihkan pelindung ini?" tanya Lily.


"Kalau itu..entahlah..mungkin hanya bagian luarnya untuk melindungi lapisan dalam.Bagaimana kalau kita coba?" jawab Ken.


"Baiklah!"


Ken pun mencoba memperbaiki lapisan luar penghalang yang rusak dengan sihirnya.Perlahan sihir itu menutupi lapisan luar yang menipis.Makin lama lapisan yang tidak terlihat oleh mata orang biasa,bisa mereka lihat mulai menebal perlahan.


"Itu berhasil..Luar biasa.Tapi pasti kakak sangat kelelahan.." ucap Lily.Dia melihat Ken yang masih berusaha mengeluarkan sihirnya lebih banyak lagi.


ngungg!


Zarex mendapat panggilan dari menara sihir.Dia segera memberitahukannya pada Lily.


"Yang Mulia, panggilan dari menara."


"Oh!Halo,Tuan August.Apakah ada perubahan?" tanya Lily melalui alat itu.


"Pelindungnya berangsur-angsur pulih,Yang Mulia.Apakah ada yang terjadi disana?"


"Marquess Ruveda memperbaiki sedikit demi sedikit pelindungnya."


"Tolong jangan paksakan diri,Marquess.Anda akan berada dalam bahaya..!" ucap pemilik menara cemas.


"Aku tidak apa-apa.. sebentar lagi..ekh!"


"Kakak!Sudah cukup sampai disitu!Kita hanya mencobanya!" ucap Lily memperingkatkan Ken.


"Aku masih bisa bertahan.." balas Ken.Dia cukup keras kepala dengan tubuhnya yang mulai melemah itu.


"Dasar! Ian pegang ini." Lily memberikan alat komunikasi pada Ian lalu segera menghampiri Ken.


"Kakak cukup!Kakak sudah kelewatan!" ucap Lily sambil menghentikan sihir Ken.


"Aku tidak..akh!uhuk!" Ken mengeluarkan darah.Dia terlalu memaksakan diri menggunakan sihir pemurniannya berlebihan.


"Kakak!!/Marquess!!"


Bersambung...-