
Flashback
"Apa?! Kenapa dia?!Aku kakak-"
"Baiklah aku bersedia dengan senang hati."
Ian pun segera mengikuti Lily ke kereta.
"Woi! Bagaimana dengan-"
"Kau ikut bersamaku mengurus istana para putri.Kau sebagai kakak Lily harus membantu tugasnya juga." ucap Felix lalu menarik kerah belakang Lucas, menyeretnya masuk ke dalam istana.
"Tidak!!Lily!!" teriak Lucas menangis tersedu-sedu.
'Dia seperti bocah 5 tahun..Dia lupa umurnya sudah 30?!..' pikir Felix dengan senyum keputusasaannya.
.
.
Episode 93
/Di kuil.
Zergan tidur dengan sangat pulas di ranjang.Wajahnya masih pucat walau rasa sakitnya sudah di redakan Lily.Pendeta agung dan para pendeta yang lain sangat cemas dengan Zergan yang mendadak drop.
"Yang Mulia Miscess,kenapa Yang Mulia Saint menjadi seperti ini?" tanya Pendeta Agung cemas dan panik.
"Aku juga tidak tahu.Tiba-tiba saja dia sudah merasa sesak dan memintaku menolongnya tadi..Sihirnya sekarang sangat lemah.." jawab Lily.
Kuil sekarang sangat cemas dengan kesehatan Zergan.Kondisinya ini tidak boleh sampai ke masyarakat luar.
"Ian,bisakah kamu memberitahu kakak dan baginda agar tidak membuka mulut soal ini?Dan juga, katakan bahwa Zergan sedang dalam kondisi lemah dan belum diketahui alasannya." pinta Lily.
"Baiklah,aku akan memberitahu mereka setelah ini.Sekarang kamu juga istirahat,aku akan segera kembali."
"Iya."
Ian beranjak pergi,kembali ke istana untuk menyampaikan pesan pada Felix dan Lucas.
Selang beberapa saat,alat komunikasi milik Zergan di samping tempat tidurnya berbunyi.Ada panggilan masuk.Pendeta Agung segera menerima panggilan itu.
"Pendeta Agung,ini saya August Rush,pemilik menara sihir istana."
"Oh!Tuan August,jarang sekali anda menghubungi saya seperti ini.Ada apa?"
"Pendeta,apakah ada sesuatu yang terjadi di istana?"
Pendeta Agung sedikit kaget pemilik menara sihir mengetahui hal itu.Ia dan Lily saling bertukar pandang.
"Ee, memangnya ada apa Tuan August?" tanya Pendeta Agung.
"Sejak masuknya para putri dan pangeran ke istana tepatnya saat melewati perbatasan,saya merasakan hal yang aneh.Bukan sihir Nigreos atau Kutukan Raja Iblis melainkan sihir lain.Ini juga bukan Aura jahat milik dark elf.Penghalang sihir yang sudah dibuat 15 tahun lalu tiba-tiba melemah sejak masuknya para putri dan pangeran sekitar 5%." jawab pemilik menara.
"APA?!5%?!" teriak Lily.
"Ya ampun,ternyata Yang Mulia Miscess juga ada.Benar,Yang Mulia.Itu jumlah yang lumayan besar dan sihirnya cukup kuat untuk menghancurkan penghalang jika dilakukan secara berkala." ucapnya.
"Apakah sekarang ada penurunan?" tanya Lily.
"Sebenarnya ada..sekitar sepersekian persen..kira-kira 0,025-0,1% tiap jamnya.Sepertinya saat memasuki gerbang, dampaknya lebih besar karna percobaan pertama." jawab pemilik menara.
"Masih ada waktu untuk memperbaikinya.Kita tidak bisa tenang jika jumlahnya terus bertambah seiring berjalannya waktu.." gumam Lily.
"Pemilik menara,tolong pantau terus perkembangan penghalang dan tolong usahakan untuk meneliti darimana dan apa sebenarnya kekuatan tidak dikenal itu, mengerti?"
"Sesuai perintah anda,Yang Mulia.Akan saya laksanakan secepat mungkin."
"Terimakasih banyak.Pendeta Agung,tolong jaga Zergan.Aku akan memberikan resep makanan kesukaannya,jadi aku titip Zergan padamu."
"Baik,Yang Mulia.Apakah anda akan pergi?"
"Aku akan ke istana menemui Ian.Jangan kemana-mana karna mungkin saja kekuatan ini mengincar sihir Zergan.Sementara akan ku tutup kuil dengan sihirku."
"Terimakasih banyak,Yang Mulia..Mohon berhati-hati."
"Terimakasih,pendeta."
Setelah memberikan resep dan mengobati Zergan sedikit,Lily beranjak keluar dari kuil dan membuat pelindung disekitarnya.Hanya orang-orang tertentu yang bisa keluar masuk kuil.
"Nyonya,anda terlihat kelelahan."
"Tidak apa-apa,Sir Jed.Ayo kita ke istana,tolong cepat ya,ada urusan penting."
"Baik,nyonya."
/Di istana,ruang kerja Felix.
"Kalau begitu-"
"??"
Terdengar suara berisik di luar ruang kerja Felix.
"Yang Mulia,baginda sedang rapat,anda tidak bisa masuk sembarang."
"Lepaskan!!Ini mendesak!"
"Tunggu,Yang Mul-!"
BRAKKK!!
"Ian,kakak,Baginda!!"
"Eh,Lily??Kenapa kamu terburu-buru seperti itu?" tanya Ian kaget.
Lily datang dengan membuat keributan.Dilihat dari ekspresinya yang serius,ini pasti suatu permasalahan yang tidak biasa.
"Kalian keluarlah,biarkan Marchioness tetap disini." ucap Felix.Para pelayan dan penjaga pun keluar, meninggalkan 4 orang didalam.
"Penghalang sihir yang dibuat 15 tahun lalu mengalami penurunan 5% setelah masuknya para putri dan pangeran ke wilayah kekaisaran."
"APA?! Bagaimana bisa?!" tanya Felix kaget.
"Pemilik menara sihir menghubungi kuil suci,kekuatan asing masuk ke dalam kekaisaran dan sudah merusak 5% dari kekuatan penuh pelindung.Perlahan kekuatan itu akan merusak seluruh pelindungnya dari waktu ke waktu jika tidak segera diatasi." jawab Lily.
"Ini berbeda.Bukan sihir,kutukan,atau aura jahat milik dark elf.Kekuatan yang baru dan asing.Sepertinya penggunaannya cukup kuat karna bisa menghancurkan 5% dari penghalang sihir itu." jawab Lily.
"Ini gawat.Padahal sedang pemilihan putri mahkota.Kenapa masalah terus menerus muncul.." gumam Ian.
"Baginda, izinkan saya dan Lily meninjau wilayah perbatasan itu.Kita tidak bisa mengulur waktu lebih banyak,bisa-bisa penghalang akan hancur saat penobatan putri mahkota nantinya." lanjut Ian.
"Kalau begitu aku akan ik-"
"Anda tidak boleh ikut,baginda!Maafkan kelancangan saya ini,tapi saat ini keselamatan baginda juga penting.Apakah baginda akan meninggalkan para putri seperti ini?Opini negatif dari publik tentang anda bisa naik drastis.." ucap Lily memotong perkataan Felix.
"Lily benar,baginda.Saya tidak bisa mengurus bagian internal di istana jika anda ikut meninjau." ujar Lucas.
"Hah..baiklah.Sebagai gantinya,utus Marquess Ruvenda dan putra pertama Duke Ricardo.Bawa mereka sebagai jaga-jaga.Kalian boleh pergi besok,sekarang sudah larut jadi persiapkan diri kalian." ucap Felix.
"Baik!"
/Paginya.
"Kakak."
"Ya?"
"Kenapa pengawalnya sebanyak ini?..Kita hanya akan meninjau sebentar.."
Puluhan kesatria yang dibawa Ken membuat Lily tercengang,belum lagi Ian yang membawa 70 kesatria.
"Tentu saja untuk menjagamu.Benarkan,Ian?"
"Itu benar.Akan berbahaya jika kamu terluka."
"TAPI INI TERLALU BANYAK!!10 ORANG JUGA CUKUP!!"
Mereka masih menunggu 1 orang lagi.Tentu saja itu adalah Zarex.Setahun yang lalu dia menjadi penyihir unggul karna bantuan dari Lily dan Ian juga.Dia sangat mengagumi Lily yang menjadi panutannya.
"YANG MULIA!!!"
"Oh?Tuan Zarex."
Seorang pemuda tampan dengan kacamata berlari kegirangan menghampiri Lily.Dibelakangnya ada beberapa orang dengan baju dan jubah putih,tidak lain adalah para penyihir.
Zarex mengulurkan tangannya pada Lily.Ken dan Ian sontak menatap tajam ke arah Zarex.
"Izinkan saya."
"Ah,baiklah."
Lily memberikan tangannya.Zarex mencium punggung tangan Lily dengan lembut.Tatapan tidak mengenakan sudah Zarex rasakan sejak tadi.
'MENJAUHLAH DARINYA!!DASAR KUMAN!' batin Ken dan Ian.
"Bagaimana kabar anda?Sudah cukup lama kita tidak bertemu."
"Saya sangat baik,Yang Mulia.Bagaimana dengan anda?"
"Saya juga baik.Terimakasih."
Ian pun menarik Lily ke dekapannya.Menatap tajam Zarex seolah menyuruhnya menjauh sejauh mungkin.
"Ayo kita berangkat." ucap Ken.
Mereka berempat masuk ke dalam kereta.Rombongan segera pergi menuju portal.
Sementara itu,di Istana Yesra.
"Egh..aku merasa pusing.."
"Kau sakit?Mungkin kau kelelahan."
Yesra berbaring di kasur sejak tadi.Usai sarapan dia merasa tidak enak badan.Walau sudah minum obat tapi tetap merasa tidak enak.
"Yusto."
"Hm?"
Yesra mengulurkan kedua tangannya yang lemah.Mata sayunya tampak dia mengantuk.
"Dasar kau ini."
Yusto duduk disamping Yesra.Dia memeluk Yesra dengan lembut.Walau sudah dewasa,Yusto tetap menganggap Yesra adiknya yang kecil.
'Apa sejak awal tubuhnya se kecil ini?Dia terasa ringan seolah aku bisa melemparnya seperti kapas.' pikir Yusto.
"Yusto,menurutmu kenapa kak Felix dan Baginda Kaisar sebelumnya memilihku?" tanya Yesra.
"Sepertinya karna tidak mau orang lain menepati posisi ratu dan menyalah gunakan kekuasaan itu.Kau tahu sendiri kak Felix tidak mudah percaya pada orang baru.Pemilihan seperti ini juga karna tradisi sejak dulu,mau tidak mau kak Felix mengikuti tradisi ini." jawab Yusto.
"Itu artinya jika aku tidak terpilih maka kak Felix tidak akan bahagia?" tanya Yesra.
"Kau ini polos sekali.Lihatlah mataku,percaya padaku kalau kau akan memenangkan pemilihan ini dan naik ke posisi ratu.Walau kak Felix sepupu kita, pernikahan antar sepupu boleh dilaksanakan." jawab Yusto.
"Dengan begitu?"
Yusto tersenyum.Dia mencubit hidung Yesra lalu mengusap kepalanya.
"Kak Felix akan bahagia.Karna dia kak Felix maka dia akan mencintaimu sebagai istri nantinya tapi juga sebagai adiknya.Ingatlah bahwa kak Felix menyayangi mu lebih dari dia menyayangi dirinya sendiri." ucap Yusto.
Yesra menatap Yusto dan mengangguk paham.Yusto menatap adiknya itu tampak sedih.Waktu berjalan sangat cepat,sekarang mereka sudah 23 tahun.Waktu yang mereka habiskan sangat berharga.
"Yesra,kau adik yang paling ku sayangi.Aku harap kau bahagia." ucap Yusto.Yesra yang mendengar itu dari Yusto langsung merasakan kesedihan dibalik suara lembut itu.
"Jangan membuatku menangis.."
"Maaf maaf.Aku tidak bermaksud membuatmu menangis."
"Dasar jahat.."
Sesaat setelah itu,seseorang mengetuk pintu kamar Yesra.
"Tuan Putri,Pangeran,Baginda Kaisar datang."
"Eh?Kak Felix?"
Bersambung...