
Flashback
"Tentu saja,tanyalah pada kakak jika kau masih kurang yakin" Yusto kembali duduk di kursi roda nya dibantu Yesra,
"Baiklah kalau begitu,aku akan bertanya oada Ian nan-..!" Lily berhenti melanjutkan kata katanya dan terdiam,
"Lily ada ap-" Lily terjatuh lemas di aula,tak sadarkan diri di lantai,
"Lily!" Yusto dan semua orang di aula panik begitu Lily jatuh tak sadarkan diri,Lucas langsung berlari menghampiri Lily dan mencoba membangunkan nya,
"Vel..aku merasakan sihir yang sama seperti waktu itu..",
"Huh? apa?!"
.
.
Episode 36
"Lily sadarlah!Apa yang terjadi..Cepat panggilkan dokter!!" Lucas membawa Lily ke kamar tamu di Kuil Suci secepatnya,dan meninggalkan aula.
Seluruh bangsawan dan rakyat yang menyaksikan di aula secara langsung,ikut tegang dan mengkhawatirkan kondisi Lily,
"Ratu,apa kau merasakannya?",
"Iya Baginda,walau samar tapi saya bisa merasakannya",
"Apa 'anak itu' pelakunya?",
"Saya mengenal nya dengan baik,tapi sihir ini bukan miliknya",
"Kenapa Ratu bisa berpikir seperti itu?",
"Karna,sihir yang mengenai Lady Lily terasa berat dibandingkan sihirnya yang lebih lembut dan ringan",
"Tapi ini kejadian tidak terduga,aku harus menyelediki hal ini lagi", Baginda Kaisar dan Yang Mulia Ratu juga tidak menyangka hal seperti ini akan menimpa Lily di hari penting,pasti akan banyak rumor yang tersebar di kekaisaran sebentar lagi,
"Baginda,izinkan saya akan memastikan kondisi Lady Lily,ini tidak bisa dibiarkan" Putra Mahkota berdiri dari tempat duduknya dan meminta izin pada Kaisar untuk melihat Lily,
"Hm,pergilah dan laporkan padaku apa yang terjadi pada gadis itu,Putra Mahkota",
"Baik,Baginda",Putra Mahkota langsung meninggalkan tempatnya setelah mendapat izin,
"Anakku..ada yang aneh dengannya",gumam Yang Mulia Ratu pelan,
"Ada apa Ratu?" tanya Baginda Kaisar,
"Tidak apa apa Baginda" jawab Ratu tenang,
Sementara itu,di kamar tamu yang ada di Kuil Suci dimana Lily dibawa,sedang didatangi beberapa pendeta,penyihir,dan dokter ahli untuk memeriksa Lily.
"Bagaimana kondisinya?!cepat katakan padaku!",Lucas mengamuk karna para pendeta,penyihir dan dokter ahli tidak mengetahui apa yang menimpa Lily,
"Lucas,jangan mengamuk,tidak semua dokter tahu apa yang terjadi padanya" Vel datang menghampiri Lucas dan Lily bersama Bel,
"Lalu apa yang harus aku lakukan?!adikku terjatuh lemas secara tiba tiba dan tidak sadarkan diri!" Lucas makin emosi dan tidak mengontrol dirinya,
"Bel,lakukan",
"Umm,baiklah", Bel menghampiri Lily yang terbaring lemas di tempat tidur dan membisikan sesuatu di telinga Lily,
"Sudahkah?",tanya Vel
"Tentu!",tak selang lama,Lily perlahan membuka matanya,semua orang terkejut sekaligus senang tak terkecuali Lucas yang hampir menangis,
"Lho?kenapa aku disini?bukankah tadi aku sedang di aula",Lily bingung dengan apa yang terjadi saat ini,kenapa semua orang berkumpul di satu tempat,
"Lily!!" Lucas langsung memeluk Lily dengan erat sambil menangis,
"Eh kakak? kenapa kakak menangis?apa yang terjadi?" Lily makin dibuat bingung dengan Lucas yang tiba tiba memeluknya,
"T-tadi..k-kau pingsan..l-lalu.." Lucas menatap Lily dengan wajah tampannya(?)sambil menangis terisak isak hingga membuatnya tidak lancar berbicara,
'Untung dia tampan..' pikir Lily,
"Tenang dulu kak,aku baik baik saja,berhentilah menangis.." Lily menghela nafas dan mengelus pundak Lucas pelan,
"T-tapi..a-aku..","Shtt!diamlah,atau aku akan pingsan lagi!" Lucas langsung terdiam dan berhenti menangis,kembali ke wujud aslinya (?) yang berkharisma,
'Perubahan yang mengesankan...' semua orang diruangan itu menatap Lucas datar,
Tak lama kemudian,seorang pria masuk ke ruangan itu,tentu saja dia adalah Putra Mahkota,
"Lady,apa anda baik baik saja?tadi anda pingsan di aula dan terjatuh,untungnya kakak anda sigap dan langsung membawa anda kesini" Putra Mahkota terlihat khawatir sekaligus lega dengan melihat Lily,
"Terimakasih atas perhatian anda Putra Mahkota,saya baik baik saja.Oh ya,kenapa saya bisa pingsan?" Lily bertanya pada Putra Mahkota,tapi ruangan hening dan tidak ada yang menjawab,
"Hadeh.. sebenarnya ada sihir kegelapan yang masuk pada dirimu secara tiba tiba,hal itu membuat efek kejut pada inti mana mu, dan membuatmu lemas dan pingsan" jelas Vel sambil melirik ke sekitar ruangan,
"Benar,dan seharusnya yang memiliki sihir ini adalah penerus lelaki dari Grand Duke Darvin", jawab Vel sedikit bimbang,
"Tapi..lelaki itu sedang tidak ada disini" jelas jelas lelaki yang Vel maksud adalah Ian,karna Ian sedang pergi ke wilayah perbatasan untuk peninjauan,terpaksa dia melewatkan hari ini.
"Kalau begitu,bisa saja adiknya bukan?" Lucas mulai mencurigai Yusto karna dia juga pewaris sihir Nigreos itu,
"Tapi,Yusto belum masuk usia dewasa,dan hanya sihir level rendah yang bisa dia gunakan untuk sementara ini,sedangkan sihir yang merasuki inti mana Lily adalah sihir tingkat menengah" jelas Vel dengan tenang,tetapi matanya sangat waswas pada sekitarnya,
"Aku akan mencari tahu penyebab hal ini,sementara itu Lady Lily harus beristirahat sejenak sebelum ujian ketiga dimulai nanti,aku undur diri dahulu,semoga kita bertemu lagi, Lady" Putra Mahkota beranjak pergi dari ruangan itu dengan alasan mencari tahu penyebab kejadian ini,
"Lelaki itu..berani beraninya dia menggoda adikku yang polos ini.." Lucas menatap pintu yang kosong dengan mata tajam sambil bergumam kesal,
"Hahaha..",
'Bagaimana keadaan Yusto dan Yesra ya?.. sepertinya tadi aku melihat ekspresi Yusto yang panik,aku ingin bertemu mereka..' Lily sedikit muram memikirkan Yusto dan Yesra,dan juga sedih karna Yusto masih butuh waktu untuk penyesuaian sihir dan mulai bisa berjalan lagi,
Setelah Putra Mahkota pergi,para pendeta, penyihir,dan dokter pun ikut undur diri dan meninggalkan Lily dengan Lucas,Vel,dan Bel.Waktu dihabiskan Lily untuk mengisi ulang tenaga dan mana sebanyak mungkin,ujian ketiga ini tidaklah mudah dan membutuhkan mana yang banyak kata Pendeta Agung,
UJIAN-3
Ujian ke-3 kali ini sangat tidak biasa,Baginda Kaisar,Yang Mulia Ratu,Putra Mahkota,dan Para Pendeta termasuk Pendeta Agung mengadakan ujian ke tiga di salah satu wilayah kering,gersang,dan sangat panas sekitar 57° Celcius (terlihat di smartphone Lily).Ada juga perwakilan para bangsawan (termasuk Lucas) dan rakyat kecil di sana,berteduh dibawah tenda yang sudah disiapkan,
'Panasnya..lebih baik aku pakai sunscreen' pikir Lily sambil menyejukan dirinya menggunakan sihir,
"Nah Lady,jika saya membawa anda ketempat ini,anda pasti paham dengan ujian nya bukan?" tanya Pendeta Agung memastikan,
"Hah?ah iya benar,anda meminta saya untuk menyuburkan wilayah ini?" Lily kembali bertanya agar lebih pasti,
"Tidak perlu wilayah,sekitar 500 meter sudah cukup untuk ujian kali ini" ucap Pendeta Agung santai dengan senyum tipis,
"Oh Begitukah?! kalau begitu..Kakak!!" Lily berteriak memanggil Lucas yang duduk manis di tenda,
"Aku datang!" Lucas berlari menuju Lily secepat mungkin,
"Tunggu sebentar..hah..hah.."tetapi makin lama dia makin pelan karna panas matahari yang membuatnya tidak sanggup bertahan dan terjatuh di tanah,
"ARGH!!PANAS!" sontak Lucas meloncat dan berlari kesana kemari,tangan Lucas mengeluarkan asap setelah menyentuh tanah kering dan tandus itu,
"Hadeh.." Lily menepuk jidat melihat kelakuan Lucas yang ceroboh,
/skip
"Bawakan tusuk gigi dan perahu",
"Ah tentu tusuk gigi dan..apa?",
"Perahu"
"Perahu?",
"Iya,cepat,jangan lupa segelas air!",
"BAIK!" Lucas langsung meminta pengawalnya membawa tusuk gigi(?) dan perahu beserta segelas air yang diminta Lily,
'Aku akan jadi jelmaan Baru Klinting di dunia ini' pikir Lily bangga,
"Lady yang unik" gumam Kaisar sambil tersenyum tipis,begitu juga Yang Mulia Ratu yang tertawa kecil,
Tak lama kemudian barang yang diminta Lily pada Kakaknya datang,
"Terimakasih Kak!",
"O-oghey" Lucas kembali ke tenda dengan tubuh sempoyongan,
"Emm, Lady?kenapa anda memerlukan benda benda itu?" tanya Pendeta Agung polos,
"Ya?Oh ini,saya hanya meniru sinetron yang sering saya lihat di TV saat tengah malam,supaya kesannya lebih ulalala dan uwaw" jawab Lily polos sambil memandang 1 buah tusuk gigi yang dipegangnya(buat apa dipandang?),
'sinetron?..TV?..apa itu?.. Lady bilang dia meniru dan melihatnya..apakah itu manusia?' pikir Pendeta Agung sambil bengong ikut menatap tusuk gigi yang dibawa Lily(ini juga Pendeta kenapa ikutan?!)
"SAYA MULAI!" Lily mengangkat tangan yang membawa tusuk gigi itu dan menancapkan nya ke tanah,
*tuk!,tusuk gigi itu patah,
"Lho?ah,ulang ulang" Lily mengambil tusuk gigi lagi dan memulainya seperti tadi, tusuk gigi itu sempat tertancap di tanah,
"Yey! tertan-" dan tusuk gigi itu terjatuh,
"Aku terjatuh dan tak bisa bangkit lagi.." gumam Lily sambil menatap hampa ke arah tusuk gigi itu,
"L-lady anda tidak apa apa?.." Pendeta Agung mulai dibuat ngeri dengan aura yang dipancarkan Lily setelah tusuk gigi itu jatuh,
"Saya tidak apa apa..saat ini..saya harus berdoa untuk Tuan Tusuk Gigi..selamat tinggal..Tuan Tusuk Gigi.." Lily mengambil Tuan Tusuk Gigi (?) dengan lembut dan menguburnya(?)
'Waw.. primitif..' pikir semua orang di tempat itu,
Bersambung...