
Flashback
'A-APA?!API UNGU?!APAKAH ITU MUNGKIN?!SAINT..SAYA MOHON JANGAN BERKATA SEPERTI ITU!'
"Ini benar benar serius!Segeralah datang kesini dan bawa si kembar kemari!"
'SAYA AKAN SEGERA KESANA!!'
Lucas menutup komunikasi dengan Zergan begitu mendapat perintah,
"Saint,maksud anda si kembar adalah kembar 3 yang biasanya mengikuti Lily?"
"Benar, tapi sekarang hanya ada 2 karna yang 1 pergi dengan Marquess Ruvenda ke luar negeri,jadi hanya Vel dan Bel yang akan kemari",
'Vel..Bel...aura mereka bukan manusia..'
.
.
Episode 50
Selang beberapa lama, Lily terbangun dan melihat Zergan dan Ian yang berada disampingnya,
"Lho?..kenapa Zergan disini?..apa yang terjadi?" suara Lily sangat pelan,nafasnya masih tidak beraturan,
"Aku datang karna mu, bagaimana bisa kau melakukan hal yang ceroboh begitu?!", Zergan meletakkan tangannya di atas kepala Lily dan memberikan sihir putih supaya demam Lily sedikit menurun,
'Kepalaku jadi lebih ringan..'
"Lily,jangan beranjak dari tempat tidur, tubuhmu masih lemah karna belum pulih sepenuhnya dan kau menggunakan sihir dengan banyak mana yang menguras tenaga mu", Ian menggenggam tangan Lily erat dengan raut wajah cemas,
"Aku mengerti..maafkan aku sudah membuatmu khawatir",
"Tidak apa apa,aku hanya berharap kau bisa segera pulih",
"Baiklah.."
Selang beberapa saat,Irvan memberi tau Ian untuk segera datang ke istana menghadap Putra Mahkota,mau tidak mau Ian harus pergi dan meninggalkan Lily yang masih lemah,
"Lily,aku pergi dulu,sampai jumpa besok"
"Tunggu Ian!.."
Lily menarik tangan Ian sebelum pergi,
"Ada apa?"
"...soal Lady Anna-"
"Tidak perlu memikirkan nya.Aku sudah melupakan semuanya dari dirinya,tidak ada lagi perasaan ku untuknya,tidak perlu khawatir.Lady Arina akan mendapat balasan yang setimpal atas semua perbuatannya",
Ian meyakinkan Lily dengan niatnya,walau Ian bersalah karna masih menyelidiki kematian Anna 4 tahun lalu,tapi Lily memberinya kesempatan sekali lagi untuknya,
"..baiklah,aku percaya padamu", jawab Lily dengan senyum tipis,
"Kalau begitu aku pergi dulu,jaga dirimu baik baik", Ian pamit begitu mencium punggung tangan Lily,
"Aku mengerti", jawabnya
Begitu Ian pergi,Zergan sedikit bergumam kesal sambil melihat ke arah kereta kuda Ian yang sudah pergi lewat jendela,
"Kenapa kau kesal seperti itu?", tanya Lily sambil memperhatikan Zergan yang terus terusan menatap keluar jendela,
"Bagaimana bisa aku tidak kesal?!Dia tidak menjaga mu dengan baik!Apa yang kau pikirkan saat bertunangan dengannya?akan lebih baik jika kau bertunangan dengan Vel",
"Oi,dia itu Dewa", jawab Lily dengan tampang datar,
"Aku tau itu!Bukankah Dewa bisa memiliki keturunan juga?cih, sepertinya dia datang terlambat", Zergan duduk di jendela sambil mengoceh dan memakan sate,
'Darimana dia mendapat makanan itu?' pikir Lily,
"Oh!Itu kereta kuda Lucas!" ucap Zergan begitu melihat kereta kuda Lucas yang sudah sampai di pintu depan mansion,
"Anak itu cepat jug-APA?!" Zergan terkejut bukan main begitu Lucas berlari secepat kilat dari kereta kuda dan sampai di kamar Lily di lantai 3 dalam waktu kurang dari 4 detik,
"LILY?!APA YANG TERJADI?!" teriak Lucas begitu mendobrak pintu kamar.Lily dan Zergan langsung kembali dikejutkan Lucas,
"DASAR BODOH!!JANGAN SEENAKNYA MENDOBRAK KAMAR ORANG SAKIT!" Zergan melayangkan kakinya tepat diwajah Lucas sampai terpental saking kesalnya,
"Kakak!?Kakak baik baik saja?!" teriak Lily khawatir,
"Aduh duh...maaf..",
"Dasar anak ini!Mana si kembar?",
"Setidaknya bantu saya berdiri baru tanyakan tentang mereka!",
"Ah iya juga, aku lupa"
Zergan lalu membantu Lucas berdiri dan masuk kamar Lily,
"Jadi,mana si kembar?"
"Soal itu..aduh duh..mereka sudah sampai daritadi",
"Daritadi?mereka tidak ada disini,jangan berbohong!" Zergan memukul Lucas lagi karna marah,
"Lho?Vel dan Bel akan kesini??"tanya Lily,
"Benar,aku meminta Lucas untuk datang bersama mereka, tapi bisa bisanya Lucas menunjukan dirinya duluan
"Zergan diamlah, biar kakak yang menjelaskan!",
"Jadi kak,mana mereka?",
"Ntah,mereka bilang sudah tiba disini daritadi",
"Aneh,apa mungkin mereka tersesat?",
Sembari Lily berpikir, Lucas menatapnya dengan raut wajah yang sedih,dan Lily menyadari itu,
"Kenapa kakak menatapku seperti itu??", tanya Lily,
"Lily,jangan memaksakan dirimu,kau tau sendiri tubuhmu sudah lemah sejak kecil,tapi kau bisa menahannya dengan mana mu yang kuat serta restu Dewi yang memberkatimu,tapi..aku makin khawatir karna kejadian kali ini..",
Lily tau Lucas sangat menyayanginya,tentu saja Lucas akan khawatir begitu dia jatuh sakit,
"Maaf kak,aku tidak bermaksud membuat kakak khawatir..",
"Tidak apa apa,tidak akan ada yang tau apa yang akan menimpa kita dimasa mendatang",
"Baik..",
"Jadi,ceritakan lah apa yang terjadi di acara mu tadi",
Lily pun menceritakan semua yang terjadi mulai dari pagi hari ketika dia berangkat bersama Ian sampai dia terbangun dan mendapati Ian dan Zergan ada di kamarnya sebelum Ian pergi.Lucas yang mendengar cerita Lily amat sangat marah dengan Arina karna menghina Lily melampaui batas,begitu juga dengan Zergan yang sangat kesal,
"Ian akan mengadakan rapat tentang masalah ini besok lusa kan?timing yang sangat tepat", gumam Zergan
"Eh?kenapa?",tanya Lily
"Besok lusa adalah hari ulang tahun Duke Wilen,hadiah yang sangat bagus bukan?dia pasti akan sangat senang dengan hadiah ini" jawab Lucas dengan senyum jahatnya,
aura jahat dapat Lily rasakan dari Lucas dan Zergan yang tersenyum jahat dan licik,
"Akhirnya ketemu juga! Kenapa rumah ini sangat besar?!"
"Aku kan sudah bilang lebih baik tanya pada pelayan!"
"Mereka langsung pingsan begitu melihatku!"
Zergan,Lucas dan Lily langsung menatap kearah pintu,tampak sosok pemuda tinggi dan seorang gadis berdiri di belakang pemuda itu,
"Vel..Bel..", sontak Vel dan Bel langsung menatap ke arah Lily,mata mereka berdua membelalak,
"Lily?..kau,benar benar Lily?.." tanya Bel yang masih terkejut,
"Lama tidak bertemu Bel..Vel" jawab Lily dengan senyuman yang sangat tulus,
Bel langsung berlari mendekati Lily dan memeluknya erat sambil menangis,
"Lily!aku benar benar merindukanmu..maafkan aku tidak bisa datang ke Gradina..aku terlalu fokus membantu Saint Zergan dan..dan..hwaaa..!",
"Bel,tenang lah..aku paham perasaan mu,aku juga merindukanmu..syukurlah kita bisa bertemu lagi setelah sekian lama..", Lily mencoba menenangkan Bel dengan membalas pelukannya,
"H-hiks..Lily..!",tangisan Bel makin menjadi-jadi dan membuat Lily tidak tau bagaimana cara menenangkan nya,
"Lily..lama tidak bertemu",
"Vel!Lama tidak bertemu,bagaimana kabarmu??"
Untuk sesaat, Vel terdiam,dadanya sesak,rasa rindunya pada Lily meluap,dia ingin menangis begitu melihat Lily,tapi dia tahu dia harus menahan itu semua dan membalas dengan senyuman,
"Aku baik baik saja, terimakasih" jawaban Vel sambil tersenyum menerangi seluruh ruangan bagai matahari berada di kamar itu,
'Dia Dewa!' pikir semua orang diruangan itu,
/Skip
"Api Ungu!?", Vel dan Bel mendengar semua penjelasan Lily dan Zergan,bahkan mereka tidak percaya dengan api ungu akan keluar dari sihir Lily
"Itu tidak mungkin,ya kan Vel?",
"Bel benar,tapi ini juga sangat mencurigakan"
"Tapi itu benar,aku tidak berbohong,aku bahkan tidak tau bagaimana sihir itu keluar atas kehendak ku..",
Lily sedikit kecewa karna Vel dan Bel tidak mempercayai nya,
"Ian menggelar rapat besok lusa untuk membahas perilaku Lady Arina yang menghina Lily hanya karna tergila gila dengan Ian,wanita itu sudah gila,dia bahkan tidak memikirkan dampak ucapannya", ucap Zergan sedikit kesal,
"Ku dengar Lady Arina menolak semua pria yang melamarnya dan bersikeras untuk bertunangan dengan Ian,sepertinya iblis itu memikat banyak wanita",
"Tapi Kak,apakah dia tidak bisa berpikir jernih hanya karna Ian?dia itu tunanganku.."
"Lily,kau sudah memaafkan nya?"
Lily diam,dia tidak tau harus menjawab apa,dia mencintai Ian,tapi disisi lain dia belum memaafkan Ian sepenuhnya,
"Grand Duke,jangan memaksanya,Lily masih lemah",ujar Vel
"Tapi bagaimana aku bisa tenang jika ini bersangkutan dengan Ian yang bahkan masih memikat banyak perempuan ha?",jawab Lucas menahan emosinya,
"Ah!aku ingat!Ayah pernah berkata soal sihir ini sebelumnya.Api berwarna hitam atau ungu adalah api yang tercampur sihir kegelapan.Igne tenebris magicae,atau sihir api kegelapan,ayah berkata kalau sihir itu adalah gabungan dari sihir api suci dengan kegelapan karna hasrat membunuh yang tinggi dari pemilik api suci" penjelasan Bel membuat Zergan tertarik.
Zergan yang berdiri di depan Bel menggenggam kedua tangan Bel erat dengan ekspresi yang serius,
"Jelaskan padaku semuanya!"
"B-baik..pada dasarnya hal ini hanya memiliki 0,01% peluang untuk terjadi,karna pemilik sihir suci atau Viridis seperti Lily tidak memfokuskan diri pada hasrat membunuh seperti sihir Nigreos melainkan hanya menyembuhkan dan menyerang target tanpa membunuhnya.Penyihir wanita pertama melawan bangsa iblis dengan sihir Viridis yang disalurkan pada senjata perang milik kekaisaran,dan hanya menggunakan sihirnya untuk penyembuhan,jadi sihir api yang dikeluarkan Lily tadi bisa membunuh Lady Arina jika tidak dikendalikan dengan baik",
"Jadi..aku hampir membunuh orang?.."
Bersambung...