Vita Nova

Vita Nova
Episode 71 "Keajaiban di Tengah Pertempuran"



Flashback


"Lho??Anak itu adalah saudara kandung dari Dewa dan Dewi Beyola.Kekuatannya juga bukan main-main"


Pangeran Arhen merasa tertantang dan tergila-gila dengan niat membunuh Kel.


Didunia nyata sekarang,pangeran Arhen sedang dalam kondisi menerima setiap kutukan yang terus bertambah dari raja iblis.Kel yang melihatnya mengrenyitkan keningnya kesal.


"Kau terlalu percaya pada raja iblis" ucap Kel.


"Bunuh..bunuh semua!..Bunuh!!"


Pertarungan kembali dimulai bahkan lebih sengit dari sebelumnya.


'Kutukan itu menguasai dirinya!'


.


.


Episode 71


"Aku harus segera membunuhmu dan menjadi kaisar!!"


"Kau bermimpi terlalu tinggi pangeran!"


Kekuatan serangan pangeran Arhen jauh lebih kuat dari sebelumnya.Matanya berubah menjadi gelap sepenuhnya,tanduk muncul di kepalanya dan sayap kelelawar raksasa muncul di punggungnya.Aura kegelapan yang sangat kuat terasa sampai ke tulang.


'Cih!Kalau begini aku harus membunuhnya!'


Kel mencoba menyerang Pangeran Arhen dengan sihirnya dengan mana yang lebih banyak.Saat hampir mengenai jantung pangeran Arhen,sihir itu terpental seolah ada perisai yang melindungi tubuhnya.


"Bagaimana?inilah kutukan raja iblis yang sebenarnya!makhluk rendahan seperti mu tidak akan menang melawan ini!",ucap pangeran Arhen dengan suara tawa menghinanya terhadap Kel.


DUAR!!


Kel yang terpancing emosi dengan kaya kata Pangeran Arhen pun langsung meluncurkan serangannya sampai melempar Pangeran Arhen menembus puluhan lorong dinding istana.


Para pasukan dan orang orang di halaman istana begitu terkejut mendengar suara ledakan dari dalam.


"Tarik kembali ucapanmu.." suara Kel memberat dan terkesan menekan.Pangeran Arhen yang tertarik dengan emosi Kel itu makin mengusiknya.


"Kenapa?apa aku benar?HAHAHA!"


"AKU BILANG TARIK KEMBALI UCAPANMU!"


"Ahh,begitu.."


DUAR !


Lagi-lagi suara ledakan yang sangat besar terdengar.Kel mencekik leher Pangeran Arhen sangat kuat sampai membawanya terbang keluar dan meninggalkan lubang raksasa di dinding istana.


Lily dan Ian melihat Kel dari bawah.Sosok Kel benar-benar menakutkan,ditambah posisinya sekarang yang sedang mencekik leher Pangeran Arhen.


"Itu Kel??",gumam Ian terkejut keheranan melihat Kel.Begitu juga Lily yang memusatkan perhatiannya ke arah Kel dan Pangeran Arhen.


"Entah kenapa dia terlihat sangat marah.." ucap Lily sedikit cemas.


GROARR!!


Teriakan monster yang menyerang para prajurit makin besar.Kekuatan mereka bertambah seiring berjalannya waktu.Putra Mahkota dan Lucas juga sudah kewalahan menghadapi mereka.Walau 10 diantara sudah mati tapi jumlah mereka tetap banyak.


"Aku harus menggunakan sihir ke tingkat yang lebih tinggi,segini saja masih belum cukup" Lily mencoba meningkatkan level sihirnya ke tingkat yang lebih tinggi dari sebelumnya.


Para monster yang menyerang para pasukan mengalihkan perhatiannya ke arah Lily.Cahaya dari sihir Lily di tengah tengah pertempuran sangat mencolok,membuat para monster itu tidak memperdulikan pasukan yang menyerangnya.


Lucas segera menggerakkan pasukan begitu melihat perubahan penyerangan para monster.


"Lindungi Marchioness!JANGAN SAMPAI MEREKA MENYENTUH SEHELAI RAMBUT PUN!" teriaknya sambil menahan musuh yang menggandakan beban pasukan mereka.


'Sedikit lagi..kumohon..' Lily sekuat tenaga mencoba dan terus mencoba,hingga akhirnya salah satu raksasa yang tampak berbeda dengan raksasa lain muncul.Badan yang lebih besar,membawa kapak besi dan bertanduk.


"A-apa makhluk itu?!.."


"Pangeran Arhen benar-benar membuat kekacauan"


"Kita sudah berbeda level dengan yang satu ini!"


Para pasukan mulai merasa ketakutan begitu makhluk ini muncul.Putra Mahkota melotot melihat makhluk raksasa itu muncul dengan sangat mengerikan.


"Apa yang sebenarnya Arhen lakukan?.." Putra Mahkota tampak sangat kesal dan geram terhadap semua kekacauan yang dibuat adiknya itu.


Monster itu tidak bersuara dan hanya mengembuskan nafas panasnya.Ia tampak melihat-lihat sekitar sampai akhirnya melihat Lily yang sedang berusaha meningkatkan level sihirnya.


Grrrr..


Dalam sekejap mata, raksasa itu sudah tepat berada di depan Lily dan siap menghancurkannya dengan kapak raksasa itu.Lily yang masih fokus pun sangat kaget dan membelalakkan matanya,tak terkecuali para pasukan,Putra Mahkota bahkan Lucas.


"eh?"


"LILYYY!!!"


DUAR!!!


Batu raksasa tempat Lily berada tadi hancur berkeping-keping.Sesaat suasana menjadi hening.Kel dan Pangeran Arhen yang masih berseteru di udara terkejut dan melihat ke arah suara itu berasal.


"Lily?.." Kel melotot tak percaya dengan apa yang dilihatnya.Dengan sangat jelas ia melihat gaun putih yang tertindih serpihan batu walau jaraknya cukup jauh dengan darah yang mengalir.


Lucas dan Putra Mahkota juga melihat gaun putih dan darah yang sangat deras mengalir dari serpihan batu.Keheningan diantara kerumunan itu pecah ketika suara teriakan Lucas terdengar begitu keras.


"T-tidak..TIDAK!!!"


Lucas berlari ke arah monster itu dan mencabik-cabik,memotong,dan memenggal kepala monster itu secara ganas dan mengerikan.Sorot mata hijau gelap dan dingin,kecepatan menyerang yang sangat cepat dan 'sihir'.Sosok yang hanya dikenal beberapa pasukan elite dan musuh kekaisaran di Medan perang,"Dieu de la mort,Dewa Kematian".


"Lebih baik kau mati dengan siksaan seperti itu.." Lucas menatap tubuh monster itu dengan tajam,dan perlahan tubuh itu terbakar api hitam entah darimana.


Pangeran Arhen tertawa terbahak-bahak melihat kejadian dibawah itu.Kel makin geram dan mencengkeram erat leher Pangeran Arhen makin kuat.


"Wanita itu mendapat bayarannya,seharusnya dia tinggal menerima ku dan semua ini tidak akan terjadi,kasian sekali" ucap Pangeran Arhen dengan senyum jahatnya.


"Jaga omongan mu..mau dia akan menerima mu atau tidak,kau akan tetap melakukan hal ini demi tahta" ucap Kel dingin dan penuh emosi.


"AHAHAHA,memang luar biasa Sang Dewa" balas Pangeran Arhen.


Kel dan Pangeran Arhen kembali menyerang satu sama lain.Gedung-gedung istana dan rumah warga di sekitar daerah Kaisar pun ikut hancur akibat ledakan dahsyat antara mereka berdua.


"Dimana Grand Duke Darvin?!" tanya Putra Mahkota disela-sela pertarungannya.


"Dia menghilang,tidak seorang pun melihatnya setelah serangan monster raksasa itu..sial!" jawab Lucas masih dengan tatapan tajam dan suara nya yang menekan.


"Kau..menggunakan 'itu'?" tanya Putra Mahkota memastikan.Lucas terdiam sebentar.


"Aku masih tidak menyangka kejadian itu..apakah ini benar benar nyata?" gumam Putra Mahkota dengan raut wajah muram,seolah penuh penyesalan.


"Lihat itu!!"


"?!"


Sosok wanita yang sangat tidak asing muncul di udara dengan cahaya yang menyelimuti tubuhnya.Dibelakangnya ada seorang pria yang tampak melindungi wanita itu dengan berlumuran darah.Tak lain dan tak bukan adalah Lily dan Ian.


Seluruh pasukan dibuat ricuh dengan mereka berdua.Lucas yang sedang membasmi musuh pun melirik ke arah yang dituju mata pasukannya.Sontak ia ternganga melihat Lily dan Ian berada di udara.Terlebih kondisi Ian yang bersimbah darah.


"Terimalah ini" Lily meniup sebuah serbuk cahaya ditangannya dan serbuk serbuk itu mengobati luka para pasukan dipihak Lucas dan Putra Mahkota.Serbuk itu meningkatkan mana di senjata pasukan sehingga lebih kuat dari sebelumnya.


"Kita turun dulu..akan bahaya jika Kel dan Pangeran Arhen menyadari kita..akh!"


"Baiklah!"


Lily dan Ian segera turun ke tanah sebelum Kel dan Pangeran Arhen menyadari keberadaan mereka.Lengan kiri Ian patah karna menolong Lily dari serangan monster raksasa tadi.


"Lucas! Pergilah ke tempat Marchioness untuk memastikan keadaannya!aku akan mengurus bagian ini!" ucap Putra Mahkota dengan lantang.


"Baik Yang Mulia!" Lucas segera berlari menuju Lily dan Ian sesuai perintah Putra Mahkota.


"Ian,bertahanlah.."


"Aku tidak apa-apa..ini hanya luka kecil"


"Kau bodoh ya?!Ini bukan luka kecil!"


Lily mencoba mengobati pendarahan pada lengan Ian dengan sihirnya, tapi pemulihan itu berjalan lambat.


"Lily!"


"Kakak?.."


Lucas sangat bersyukur melihat Lily dalam keadaan baik-baik saja.Tapi kondisi Ian sangat terbalik.


"Kenapa Ian terluka?!" tanya Lucas terkejut melihat darah Ian yang sangat banyak dari lengannya.


"Ian menyelamatkan ku ketika monster raksasa itu menyerang..dia menggunakan jam pasir dan kalung milikku yang hilang 4 tahun lalu.." jawab Lily sedih.


"Maaf,aku mengambilnya di toko pak tua karna itu berbahaya..aku tidak bisa membiarkan mu memilikinya.." balas Ian.


"Lily aku akan membantumu,kemarilah" ucap Lucas mengulurkan tangannya pada Lily.Lily yang heran menerima uluran tangan kakaknya.Perlahan sihir yang asing mengalir ke tubuh Lily,dan mengantarkannya ke lengan Ian.


"Lho..kakak?"


"Maaf,aku tidak pernah memberitahu mu tentang sihir 'satu ini'."


Tangan Ian perlahan kembali tumbuh, seperti sebuah keajaiban tapi itu nyata.


"Aku akan fokus mengalirkan kekuatan ini,ceritakan semuanya" ucap Lucas tenang.Tidak ada basa-basi,Ian langsung menceritakan semuanya.


"Tepat saat monster itu menyerang Lily,aku berusaha menggunakan sihirku untuk teleportasi ketempatnya,tapi aku terlambat.Tubuh Lily benar benar hancur saat itu juga,dia seharusnya sudah mati".


Lucas tertegun tak percaya mendengar cerita yang keluar dari mulut Ian.Tapi ia masih penasaran alasan Lily masih hidup dan lengan Ian yang patah.


"Aku benar benar membatu melihat itu.Tubuhku tidak bisa bergerak..sekujur tubuhku gemetar hebat.Lalu aku teringat jam pasir yang aku ambil dari toko pak tua,aku selalu membawanya karna takut seseorang menggunakan jam 'tidak sempurna'.Aku memutar jam pasir itu kekiri,sangat mengejutkan aku kembali ke waktu sebelumnya, walau hanya 2 menit tepat saat monster itu berdiri didepan Lily.Tempatku masih sama,lalu aku mengeluarkan jam kalung juga,aku menekannya dan waktu berhenti selama 10 detik.Aku segera teleportasi ke tempat Lily berpijak dan menggunakan sihir melayang,karna aku baru pertama kali memakai sihir itu, butuh waktu cukup lama untuk berpindah ke udara,dan saat waktu kembali seperti semua sihir itu bekerja, tapi lengan kiri ku menyentuh kapak,dan patah.Kain potongan baju dibawah bebatuan itu juga karna kapak itu mengenai bagian gaun yang dipakai Lily." jelas Ian.Lucas benar benar tidak percaya kalau Ian menyelamatkan Lily dengan mengorbankan lengannya.


"Padahal aku berat,dan kau hanya menggendongku dengan satu tangan" ucap Lily sedikit kesal,Ian menghela nafas "Kau tidak seberat beban hidupku" ucapnya.


"APA?!"


"Terimakasih.." Lucas berkata dengan lembut dan nada rendah, matanya dengan tulus mengucapkan kata kata terimakasih pada Ian.


"Itu tugasku sebagai tunangan Lily,aku harus melindunginya" balas Ian memalingkan wajahnya.


"Sepertinya aku tidak perlu khawatir lagi dengan pernikahan kalian ke depannya,aku percayakan Lily padamu" ucap Lucas.Sesaat kemudian tangan Ian benar benar kembali utuh.Yang mengejutkannya lagi,otot otot kekar dan uratnya tetap terlihat seperti dulu.


'Luar biasa! Inilah keindahan sejati!' teriak Lily dalam hati.


"Ini seperti keajaiban..aku sangat berterimakasih padamu" ucap Ian kagum pada Lucas.


"Aku hanya bisa menggunakannya sekali..dan itu untukmu sebagai balas budiku" Lucas berdiri dari tempatnya dan kembali ke tengah medan perang.


"Lily,Kel dalam bahaya"


"Eh?apa maksudmu?"


"Pangeran Arhen dikuasai oleh Raja iblis sepenuhnya.Kel yang sekarang tidak bisa melawannya sendirian,dia butuh tambahan kekuatan",ucap Ian.


"Tapi tidak seorang pun yang pernah menjalin kontrak denan Raja iblis selain dia..apa yang bisa membantu?.." tanya Lily cemas.


"Sihirmu,tapi akan cukup sulit karna membutuhkan tingkat yang lebih tinggi..saat ini Pangeran Arhen bukan utusan,melainkan raja iblis itu sendiri." jawab Ian.


"Tapi..bagaimana?" Lily benar benar bingung.Disisi lain Kel sudah kelihatan kewalahan menghadapi serangan beruntun dari Pangeran Arhen.


"Istana hancur..Ah! Paduka Kaisar masih terkurung di dalam!Kita harus menyelamatkannya!" ucap Ian.


"Tapi ruangan Baginda terkunci dengan segel kutukan..bagaimana cara kita menghancurkannya?"


"Apakah menyelamatkan seseorang harus melalui pintu atau jendela?"


"Eh?apa maksud..TUNGGU! JANGAN BILANG!"


"Kalau kau tau kita harus segera bertindak,ayo!"


Lily dan Ian berteleportasi ke istana Kaisar.Pangeran Arhen sempat melihat keberadaan mereka dari atas.


"Ya ampun,ternyata wanita itu masih hidup, mengejutkan sekali, AHAHAA!" ucap Pangeran Arhen dengan santainya.


"Sial!Kau mempermainkan ku?!"


"Ada apa Tuan Dewa?Apa kau lelah?mau menyerah?katakanlah.Lihatlah betapa babak belurnya dirimu sekarang"


Kekuatan Kel sekarang sangat tidak sebanding dengan Pangeran Arhen yang sepenuhnya dikuasai Raja iblis,jika dia melanjutkan pertarungan ini,itu hanya akan membuat staminanya berkurang drastis dan tidak bisa melawan.


'Posisiku sekarang sangat tidak mendukung..aku harus bagaimana?..'


"HEI HEI HEI!!APA YANG KAU LAKUKAN PADA ADIKKU?!",


"DASAR TIDAK ADIL!KAU HANYA BERANI MENYERANG KAKAKKU YANG SUDAH BABAK BELUR!", dua suara teriakan yang tidak asing muncul ditengah tengah perang.


"Sepertinya kau dapat bantuan ya,menarik"


'Kalian..'


Bersambung...