
Flashback
"Menurut para dayang,sebelum Permaisuri mengamuk,beliau tampak sangat senang,lalu perlahan beliau mengamuk di meja makan dengan mata yang merah,mungkin tidak terlalu terlihat karna warna mata permaisuri merah muda.Setelah beliau mengamuk, beliau pingsan dan terbaring lemas di tempat tidur",
"Benar..para pelayan juga mengatakan hal yang sama..mungkin saja..mereka dikendalikan oleh sesuatu"
"Dikendalikan??Ah..Fei..mungkin saja"
"Kita harus meminta bantuan Putra Mahkota dan Grand Duke Darvin kali ini",
/Disisi Lily dan Ian
"Ian,apa maksudmu aura elf di kristal mana??"
"Itu adalah kemampuan yang dimiliki bangsa elf selama ratusan tahun,aura bertindak sesuai keinginan pemiliknya,tapi aku tidak pernah tau bagaimana menyalurkan sebuah aura ke Kristal,itu pun tidak pernah ada di dalam sejarah kekaisaran ini",
"Tanah Malterra..mungkin jika kesana kita bisa menemukan petunjuk!" ucap Lily semangat,
"Jangan nekat"
"Hiks.."
.
.
Episode 64
/Istana Kaisar
"Ayah,bagaimana dengan kondisi anda?"
"Tubuhku membaik setelah meminum resep teh yang diberikan Marchioness Gradina kemarin,walau dia menitipkannya pada Yang Mulia Saint Zergan karna sibuk"
"Teh??"
"Yaa,teh dicampur lemon dan madu,aku tidak membayangkan rasanya akan seenak itu dan mengurangi rasa lelahku"
"Syukurlah jika ayah senang"
Kaisar menatap ke arah Putra Mahkota sambil tersenyum tipis.Putra Mahkota yang menyadari tatapan ayahnya itu, langsung memiringkan kepalanya.
"Ada apa ayah?" tanyanya,
"Kamu tumbuh dengan sangat baik Felix,aku bangga padamu.Melihatmu yang sekarang bekerja menggantikan ayahmu yang sakit-sakitan ini,aku tidak ragu lagi untuk menyerahkan tahta padamu", jawab Kaisar dengan lembut,
"Ah..Ayah,saya mohon jangan berkata seperti itu.Ayah pasti akan sembuh" ucap Putra Mahkota cemas,
"Felix,semua manusia pasti akan mati dan kembali ke dalam tanah,jika waktunya sudah tiba" ucap Kaisar lembut dengan senyuman beliau yang menusuk dada Putra Mahkota,
"Saya akan melakukan yang terbaik ayah.." ucap Putra Mahkota menahan tangisannya,
"Anak baik..aku harap,kamu menemukan pasangan yang benar-benar pantas berada di posisi Ratu dan juga..cintai dia setulus hatimu.." Kaisar mengusap rambut Putra Mahkota dengan lembut dan penuh kasih sayang.
Tangan yang sangat Putra Mahkota sukai saat mengusap rambutnya.Rasa yang sangat hangat dan nyaman,kembali dia rasakan setelah sekian lama.
"Saya akan melakukan apa yang ayah katakan..saya janji tidak akan mengecewakan ayah.."
"Terimakasih Felix,aku percaya padamu"
Usai menjenguk Kaisar,Putra Mahkota hendak pergi menemui Ratu Felicia.Saat perjalanan ke Istana Ratu,Putra Mahkota bertemu dengan Pangeran Arhen di taman.
"Salam pada Putra Mahkota, semoga Dewa menyertai anda" ucap Pangeran Arhen memberi salam pada Putra Mahkota,
"..semoga Dewa menyertai kamu juga" balas Putra Mahkota agak ragu,
'Tekanannya sedikit berbeda..' batin Putra Mahkota,
"Sudah 5 bulan kita tidak bertemu kak,bagaimana kabar kakak?" Pangeran Arhen mengulurkan tangannya pada Putra Mahkota sambil tersenyum.Dengan agak ragu, Putra Mahkota menjabat uluran tangan Pangeran Arhen,
"Ah,aku baik-baik saja..bagaimana denganmu?" tanya Putra Mahkota,
"Saya baik-baik saja, seperti biasanya" jawab Pangeran Arhen,
"Baguslah kalau begitu.Sepertinya kamu baru saja bertemu dengan ibu,apa aku salah?" tanya Putra Mahkota,
"Anda benar kak,saya menjenguk Yang Mulia Ratu lebih dulu karna berpapasan tadi" jawab Pangeran Arhen,
"Begitukah,kalau begitu aku duluan Arhen",
"Baiklah kak"
Putra Mahkota berjalan pergi ke Istana Ratu,dengan firasat yang kurang enak.Sesekali ia melirik ke belakang,melihat Pangeran Arhen yang masih tersenyum sambil menatapnya.
/Di istana Ratu
"Yang Mulia,Putra Mahkota datang untuk menemui anda", ucap salah satu dayang,
"Suruh saja dia masuk" balas Yang Mulia Ratu dengan sangat senang,
Sesaat kemudian,Putra Mahkota masuk keruangan Ratu Felicia dan memberi salam padanya.
"Salam ibu,semoga Dewa menyertai anda",
"Tidak perlu canggung begitu putraku!Kemarilah,duduk didepan ibu"
Putra Mahkota sedikit merasa aneh dengan sikap ibunya yang tampak sangat senang.
"Baik.."
Putra Mahkota duduk didepan Yang Mulia Ratu yang sedang membaca sebuah buku.
"Buku apa itu??" tanya Putra Mahkota,
"Ini?Ini buku harian ibu. Sudah 30 tahun lebih ibu menulis keseharian ibu dibuku ini.Walau ada buku lainnya juga karna tidak akan muat dalam 1 buku" jawab Yang Mulia Ratu sambil tersenyum,
"Buku harian??Sejak kapan ibu suka menulis buku harian??" tanya Putra Mahkota penasaran,
"Sepertinya sejak umur 15 tahun.itu sudah sangat lama" jawab Yang Mulia Ratu,
"Maukah ibu menceritakan ringkasannya padaku?aku sangat penasaran",
"Ya ampun,putraku juga penasaran ya?huhu,baiklah",
'Tidak biasanya ibu sebahagia ini,ada apa??' batin Putra Mahkota heran,
"Saat umur 15 tahun,ibu dijodohkan dengan ayahmu yang berumur 20 tahun.Aku sangat menentang keras perjodohan itu,tapi karna kondisi keluarga sedang sulit,aku terpaksa. Saat upacara kedewasaan di umur 16 tahun, pertama kalinya aku bertemu dengan ayahmu yang masih pangeran dari permaisuri dan belum diangkat menjadi Putra Mahkota. Dia memang sangat tampan,tapi dulu aku sangat membencinya"
'Ibu membenci ayah??Tapi.. sepertinya mustahil..' batin Putra Mahkota dengan tatapan datarnya,
"Lho?Kenapa di wilayah Count??" tanya Putra Mahkota heran,
"Tentu saja karna keluarga Count Devnia adalah keluarga dari permaisuri terdahulu,nenekmu" jawab Yang Mulia Ratu,
"Tapi tidak ada catatan itu di istana" ucap Putra Mahkota heran,
"Nenekmu meminta agar keluarganya tidak ikut dalam faksi kaisar,karna keluarga Count Devnia selalu netral" balas Ratu,
"Aku heran kenapa Lucia ada di sana, ternyata mendiang Grand Duke Darvin dirawat sendiri oleh Lucia.Aku mulai dekat dengan pangeran karna Lucia ada disana.Dan ternyata beliau adalah orang yang hangat,lama kelamaan rasa benci ibu berubah menjadi rasa suka padanya.Setelah 2 tahun,Pangeran diangkat menjadi Putra Mahkota lalu menjadi Kaisar diumur 25 tahun.Kami menikah,dan kamu lahir,ibu sangat bahagia waktu itu." lanjut Ratu sangat senang,
"Begitu ya, sepertinya ibu tidak menyesal telah melahirkan ku" ucap Putra Mahkota lega,
"Tentu saja tidak,malahan ibu sangat bangga denganmu yang sekarang.Tapi.." raut wajah Ratu berubah menjadi muram,Putra Mahkota merasakan ada yang aneh dengan Ratu.
"Wanita itu..datang ke istana sebagai dayangku..dan menarik perhatian Kaisar.. Menikahinya dan mengangkatnya menjadi permaisuri..sampai melahirkan anak laki-laki.." lanjut Ratu dengan nada bicara yang sangat menekan,
"Ibu?!"
"DASAR WANITA JALA*G!!"
Ratu Felicia mendobrak meja dan menjatuhkannya,sampai cangkir teh dimeja pecah dan berserakan.
"Ibu!!Tenang kan lah diri anda!!" ucap Putra Mahkota sambil mencoba menahan amarah Yang Mulia Ratu,
"ANDAI SAJA DIA TIDAK ADA!!TIDAK!!"
"Yang Mulia!!"
"Ibu!!"
Seluruh istana Ratu dibuat kacau dengan amarah Ratu Felicia.Sampai kamar beliau porak poranda dibuatnya.
/Disisi pangeran Arhen
"Sepertinya ikan ku telah memakan umpannya.Aku harus menyelesaikan rencana terakhirku.."
Berjalan dengan tenang, menuju kamar Baginda Kaisar.
Disisi Lily dan Ian,mereka berada di Menara sihir untuk memastikan Kristal Mana yang ada disana.
"Bagaimana Ian??"
"Hm,aku merasakan kutukannya juga ada,tapi masih samar-sama",
"Itu artinya,kutukan Raja Iblis memang menjalar ke Kristal Mana yang lain kan?Apa tujuannya??"
"Kemungkinan untuk menjatuhkan posisi Putra Mahkota"
"Apa?!"
Ian mengangguk sambil menatap Lily lekat-lekat.Lily paham apa yang dimaksud Ian dengan tatapannya itu.
"Pangeran Arhen.." gumam Lily sedikit syok,
"Benar.Portal sihir saat ini adalah alat usulan Putra Mahkota,dan dirancang oleh Putra Mahkota sendiri,dibantu oleh ku dalam memasukan sihir Nigreos kedalam kristal mana yang berumur ratusan tahun itu.Walau pada awalnya Kristal Mana memang digunakan untuk teleportasi,tapi untuk menggunakannya harus melewati banyak prosedur dan membayar mahal,maka dari itu banyak orang yang lebih memilih menempuh waktu berhari-hari daripada menggunakan kristal mana." ucap Ian,
"Tapi,kenapa Pangeran Arhen ingin menjatuhkan Putra Mahkota?" tanya Lily,
"Tentu saja karna perang perebutan tahta antara mereka.Kamu tau kalau di Kekaisaran ini hanya ada 2 pangeran dengan posisi wanita terhormat dipegang oleh Ratu Felicia,ibu dari Putra Mahkota.Pangeran Arhen adalah putra dari permaisuri, penyokongnya juga tidak sebanding dengan Putra Mahkota yang disokong banyak bangsawan serta rakyat rakyat kecil." jawab Ian,
Sesaat kemudian,pengawal Lily masuk ke ruangan Kristal Mana dimana Lily dan Ian berada.
"NYONYA!!"
"Eh?Ada apa?Aku sudah bilang jangan mas-"
"KONDISI YANG MULIA RATU SEDANG PARAH!YANG MULIA SAINT ZERGAN MEMINTA ANDA UNTUK MEMBANTUNYA SEGERA!!"
"APA?!?"
/Di Istana Ratu
"..."
Putra Mahkota menatap sedu kearah Ratu Felicia yang terbaring lemah di tempat tidur,dan sedang diobati oleh Lily dan Zergan.Ian berdiri di samping Putra Mahkota sambil melihat kamar Ratu yang berantakan dan sangat parah.
"Beliau sudah pulih, kemungkinan mental Ratu masih lemah,jadi harus rutin di beri bantuan sihir putih untuk meredakan rasa nyerinya" ucap Lily,
"Omong-omong,kondisi ini sama persis ketika aku tiba di Istana Permaisuri,kamar berantakan dengan kondisi Permaisuri yang terbaring lemah di tempat tidur" ucap Zergan,
"Itu artinya kondisi mereka disebabkan oleh faktor yang sama" lanjutnya,
"Aku merasakan jejak kutukan raja iblis disini,sama persis dengan yang ada di Kristal Mana di Darvin" ucap Ian,
"Apa?!!Kutukan?!Jangan Bercanda!!" Putra Mahkota berteriak tidak percaya dengan ucapan Ian,tapi Ian tetap tenang,
"Aku tidak bercanda,bahkan Vel sendiri yang menyerap kutukan raja iblis dari Kristal Mana itu" ucap Ian,
"Vel??siapa itu?" tanya Putra Mahkota,
"Dia tangan kanan saya Yang Mulia. Dialah yang membantu saya dan Ian serta Saint Zergan dalam mengatasi masalah di Kristal Mana" jelas Lily,
"Pria kah?" tanya Putra Mahkota sedikit kesal,
"Benar" jawab Ian cepat dan tampak sedikit kesal,
Lily merasakan firasat yang tidak enak dari mereka berdua jika melanjutkan membahas Vel.
"Pokoknya, kondisi mental ini hanya bisa diredakan,dan tidak bisa distabilkan seutuhnya dengan sihir putih,itu terlalu bertolak belakang" ucap Lily,
"Aku harus memanggil Kel lebih cepat,makin lama situasinya makin membahayakan" ucap Ian,
"Zergan, sepertinya kau juga harus melihat kondisi Kak Fei..dia perlu pengobatan..", ucap Lily pada Zergan,
"Ah..tidak bisa" jawab Zergan,
"Eh?Kenapa??" tanya Lily,
"Aku sudah berjanji pada seseorang,dan rencananya akan berjalan lancar jika aku mengikutinya" jawab Zergan santai,
"Memangnya siapa orang itu?.." tanya Lily murung
"Lucas"
"..bohong"
Bersambung...