Vita Nova

Vita Nova
Episode 55 "Kejahatan Lady Arina"



Flashback


"APA YANG KAU BICARAKAN DASAR WANITA TIDAK TAU DIRI!KAULAH YANG MEREBUT TUAN MUDA LEVIAN DARIKU!" ucapan Arina langsung membuat para hadirin dari pihak Ian dan Lucas serta para saksi berbisik bisik,


"LADY ARINA!ANDA SUDAH KELEWAT BATAS!JIKA ANDA BERBUAT ULAH SEKALI LAGI SAYA TIDAK AKAN MENOLERANSI APAPUN DAN LANGSUNG MENJATUHI HUKUMAN 10 TAHUN PENJARA SERTA PENURUNAN KASTA MENJADI RAKYAT BIASA!" Putra Mahkota langsung mendobrak mejanya begitu Arina menghina Lily sekali lagi,


"Arina!",


"..." Arina langsung duduk kembali begitu Putra Mahkota marah dengan sikapnya,


"Sepertinya dia terobsesi denganmu" ucap Lucas pada Ian yang duduk disebelahnya


"Hah..Ini menakutkan.."


.


.


Episode 55


Suasana canggung dan menekan menyelimuti ruang rapat,Putra Mahkota masih terdiam setelah membentak Lady Arina,


'Dasar,andai bukan untuk Lily,aku pasti akan mengabaikan hal ini' pikir Putra Mahkota,


"Hah..baiklah.Aku akan bertanya dari para saksi.Yang pertama, Lady Veronica,anda adalah salah satu dari tamu yang diundang Lady Arina ke acara tersebut bukan?Kau datang bersama Viscount Cedrik,tunanganmu",


Lady Veronika tampak gugup,tapi dia bisa menyembunyikan rasa gugupnya dengan baik,dan menjawab pertanyaan Putra Mahkota,


"Benar Yang Mulia,saya melihat sendiri bagaimana Lady Arina menghina Marchioness,begitu juga dengan Tuan Viscount,bahkan beliau sampai tidak tega melihat Marchioness yang dihina Lady Arina secara terang-terangan" jelas Lady Veronika,


"Begitu kah?Lady Arina,apakah anda mengakui hal itu?" tanya Putra Mahkota pada Arina,


"I-itu.." Arina tidak menjawab Putra Mahkota dan terus menundukkan kepalanya,


"Hah,Lady Hasley silahkan jelaskan kesaksian mu", ucap Putra Mahkota pada Lady Hasley,dia adalah salah satu saksi yang di suap Duke Wilen sebelum rapat,


"I-itu tidak benar Yang Mulia! Marchioness lah yang menghina dan merendahkan Lady Arina,dan apa yang dikatakan Lady Veronika adalah bohong!", jelas Lady Hasley dengan suara gemetar,


"Apa yang anda katakan Lady Hasley?!Bukankah anda sendiri juga bilang kalau Lady Arina sama sekali tidak punya sopan santun terhadap Marchioness?Kenapa anda sekarang berpihak pada Lady Arina?!" Lady Veronika melawan,dia tidak terima Lily terus terusan di rendahkan,


Disaat yang sama,Lucas menatap kedua Lady itu dengan cermat,sebelumnya dia juga sudah menyelidiki 9 saksi yang akan hadir dalam rapat,


'Lady Hasley,dia putri seorang Baron di wilayah selatan.Kabarnya Baron berhutang sangat banyak pada kasino,lalu Duke Wilen membantunya demi tujuannya sendiri,sudah pasti jika Lady Hasley berkhianat,maka keluarganya akan hancur' pikir Lucas serius,


Pandangannya beralih ke Yusto dan Yesra yang tampak tenang-tenang saja.Lucas yang heran dengan mereka berdua melirik Ian diseblahnya,


"Apa?" tanya Ian datar,


"pemuda dan nona yang duduk berseblahan di seblah kiri,adalah adik-adikmu kan?" tanya Lucas memastikan,


"Hm?" Ian melihat pemuda dan nona yang dimaksud Lucas,


"Benar,mereka Yusto dan Yesra yang 4 tahun lalu jadi uji coba ujian kedua penyihir di Kuil Suci,kenapa?" tanya Ian balik,


"Mereka sudah besar ya,berapa umur mereka?" tanya Lucas lagi,


"21 tahun,mereka kembar tapi tidak mirip sama sekali" jawab Ian,


"Begitu ya",


Perdebatan antara Lady Veronika dan Lady Hasley masih berlanjut,Putra Mahkota mendobrak meja tanpa sepatah kata pun keluar dari mulutnya.Ruangan kembali diam dan tenang,


"Tidak baik memperpanjang rapat,seluruh rakyat melihat kita dari layar sihir." ucap Putra Mahkota dengan nada dingin,


Seorang pengawal mendekati Putra Mahkota dan membisikan sesuatu,


"Yang Mulia,Saint Zergan izin masuk ke ruangan" ucap pengawal itu,


"Izinkan beliau masuk" jawab Putra Mahkota,


"YANG MULIA SAINT ZERGAN MEMASUKI RUANGAN!!"


Seluruh hadirin langsung ribut karena kedatangan Zergan yang tiba tiba,mereka saling berbisik satu sama lain,


"Kenapa Tuan Saint ada disini?!.."


"Tidak ada pemberitahuan apapun soal ini! kan?!"


Zergan masuk kedalam ruangan sambil membawa beberapa lembar kertas dan mendekati Putra Mahkota.Putra Mahkota berdiri dan memberi salam pada Zergan,begitu juga para hadirin,


"Saint,ada keperluan apa anda kemari?" tanya Putra Mahkota,


"Aku membawakan sebuah 'rahasia besar' untuk mu" ucap Zergan sambil memberikan beberapa lembar kertas yang ia bawa,


"Apa ini?" Putra Mahkota mulai membaca kertas kertas itu,betapa terkejutnya dia dengan apa yang dibacanya,


"Lady Arina! Berani-beraninya kau-!" Putra Mahkota tampak sangat kesal begitu membaca kertas itu,


"Apa yang anda maksud Yang Mulia?.." tanya Lucas,


"Baca ini dengan keras!agar semua tau kebusukannya!" Putra Mahkota memberikan kertas kertas itu pada Lucas dan memintanya membacanya,


"Eh?..baik!..Dengan ini,Pendeta Arbora dari Kuil Suci,bersekutu dengan Lady Arina Wilen,Putri kedua Duke Wilen.Semua biaya dan kebutuhan ditanggung langsung oleh Lady Arina Wilen.Catatan: Lady Arina dan Pendeta Arbora telah menyetujui penggunaan Tanaman Dieffenbachia,sebagai racun untuk digunakan pada Lady Lily Everon..Putri Bungsu Duke Everon!? APA-APAAN INI LADY ARINA!?" seluruh ruangan langsung dikejutkan dengan informasi yang disampaikan Lucas itu,tak terkecuali Ian,Lily,dan bahkan Yusto,Yesra.


"S-saya tidak melakukan itu!! Marchioness pasti sudah merencanakan hal itu!S-saya tidak bersalah!" elak Arina gugup,


"Tidak bersalah?..kalau begitu.. PANGGILKAN PENDETA ITU SEKARANG JUGA!" Zergan langsung meminta pengawal membawa Pendeta Arbora masuk ke ruangan.Tampak wajah pucat dan ketakutan dari pendeta itu,


"S-saya menghadap Yang Mulia Putra Mahkota.." ucapnya,


"KAU!" Arina berdiri dari tempatnya dan menghampiri pendeta Arbora dengan ekspresi kesal,


"L-lady!M-maafkan sa-akh!!"Arina menamparnya sampai tersungkur ke lantai,


"Penjaga!Tahan Arina!" perintah Zergan,


"LEPASKAN!!AKU HARUS MEMBERI PELAJARAN PENDETA SIALAN INI!" ujar Arina penuh emosi,


"Lady..apakah anda manusia?Bagaimana bisa anda sama sekali merasa tidak bersalah?" tanya Ian dingin,


"Tuan Muda!S-saya adalah iblis!Saya sama dengan anda!Itu artinya kita memang jodoh yang ditentukan Dewa!" Arina mulai menggila karna Ian, sedangkan Ian sangat terganggu dengan Arina,


"Iblis bertemu iblis..menarik.." gumam Ian tersenyum tipis,


"Benar!Kita adalah jodoh Tuan-!"


"Tapi..iblis yang kuat selalu memakan iblis yang lebih lemah..Lady" jawab Ian dengan nada dingin,menekan,dan sangat mengerikan ditambah dengan senyum tipis nya,


"!?!s-saya.." Arina begitu ketakutan begitu melihat tatapan Ian,


"Lady Arina dan Pendeta Arbora,kalian harus dihukum berat karna percobaan pembunuhan!" ucap Putra Mahkota,


"Kenapa saya harus ikut dihukum?!Saya hanya melakukan itu semua atas perintah Lady Arina!Beliau berjanji akan mengobati ibu saya yang sakit di kampung!T-tapi..dia membunuh ibu saya..!" ucap Pendeta Arbora sambil menangis tersedu-sedu,


"A-apa?!Membunuh ibu dari seorang pendeta?!Lady Arina!Anda benar-benar sudah sangat keterlaluan!" ucap salah satu pengikut Ian,


"Jadi,alasan Lily terbaring selama 3 bulan..Karna kau?.." Lucas menatap tajam Arina,hawa membunuh keluar darinya,


"G-grand Duke!Saya tidak bersalah!!saya ini selalu benar!" jawab Arina dengan berani,dia bahkan tidak merasa bersalah sama sekali,


*Plak!


Tamparan keras melayang ke wajah Arina,Lucas tidak tahan lagi dengan kelakuan Arina yang sangat keterlaluan dan melewati batas,


"Kau ini sudah sinting!?Kenapa kau meracuni adikku?!Apa kau tau betapa khawatir nya diriku di perang begitu mendengar kabar itu!?", teriak Lucas dengan penuh emosi,


"K-kakak..!"Lily menghampiri Lucas mencoba menghentikannya.Pertama kalinya Lily melihat Lucas sangat marah seperti itu,bahkan tubuhnya bergetar ketakutan melihat Lucas seperti itu,


"Jangan menghentikan ku Lily!Wanita ini harus mendapat balasannya!",


"Kakak!Ini bukan waktu yang tepat untuk marah-marah!Tolong berhentilah!"


Lucas mencoba menahan amarah karna Lily,dia takut Lily akan terlalu memikirkannya, sedangkan kondisi Lily masih belum pulih total,


"Baiklah.."


"Duduklah kak"


Lucas kembali ke tempatnya,dan Lily menghadap langsung ke Arina,


"Sudah puas?" tanya Lily tenang,


"Semua ini karna mu.." gumam Arina,


"Kenapa?kau iri?" tanya Lily sekali lagi,


"Ya..aku sangat iri..saat aku menyukai Grand Duke dulunya,tapi dia terlalu menyayangi mu dan tidak menyadari keberadaan ku sedikit pun..lalu ketika aku sudah jatuh cinta pada Tuan Muda Levian..kau..MEREBUT NYA LAGI DARIKU!AKU SANGAT SANGAT MEMBENCI MU!",


"Lalu?kau mencoba membunuhku?bodoh sekali,bagaimana kau menggunakan otakmu itu?"


"Apa kau bilang?!Dasar wanita ja-!",


"Aku bisa membunuhmu kapan pun ku mau, sekarang pun akan ku lakukan, bagaimana?ingin merasakan apa yang pernah ku rasakan?rasa sakit yang sangat enak begitu kematian hendak menjemput mu",


"A-apa maksudmu..?"


Angin lembut lewat tepat di depan Arina,tiba tiba keningnya berdarah sangat banyak,luka goresan mengenai keningnya entah kapan,


"AKHHH!!" Arina tampak sangat kesakitan dengan goresan itu,


"Ya ampun.. ternyata Ian benar ya,iblis yang lemah..akan dimakan oleh iblis yang lebih kuat.." ucap Lily sambil tersenyum lebar,


"Marchioness!!anda kelewatan!bagaimana bisa anda melukai orang yang tidak bersalah?!" teriak salah satu pengikut Duke Wilen,


"Tidak bersalah? Percobaan pembunuhan,pembunuhan wali seorang pendeta, penggunaan tanaman terlarang, penyuapan terhadap pendeta,dan penghinaan terhadap orang suci utusan Dewa,apakah anda tau seberapa tinggi konsekuensi yang akan Lady Arina dapatkan?"


"Cih..!"


"Dia tidak terbukti atas penghinaan terhadap orang suci!Tidak ada saksi yang jujur!" ucap Duke Wilen,


"Ada lho"


Yusto dan Yesra berdiri dari tempatnya dan berjalan menghadap Putra Mahkota,


"Yusto?Yesra?" Lily heran kenapa mereka berdua maju ke hadapan Putra Mahkota,


"Tenanglah Lily,semua akan jelas begitu melihat ini" Yusto mengeluarkan sebuah alat dari sakunya dan menunjukkannya pada semua orang yang hadir,


"Itu!Perekam!" teriak salah satu pengikut Duke Wilen,


"Aku akan memperlihatkan kejadian sebenarnya,simak rekaman ini" Suatu gambar melayang di udara,lagi lagi Lily terkejut dengan sihir di dunia ini,


'Virtual!'


Layar itu menunjukan gambar saat Lily dan Arina mulai berbincang,suara mereka bahkan terdengar jelas.Orang orang yang memperhatikan rekaman itu secara seksama tidak percaya dengan kata kata Arina pada Lily,


"Sekarang semuanya sudah terbukti..aku tetapkan Lady Arina telah bersalah!" Putra Mahkota membuat keputusan sesuai dengan semua bukti yang ada,


"Grand Duke,ringkas dan bacakan"


"Baik.Sesuai dengan seluruh undang-undang Kekaisaran Raveldra, Lady Arina telah terbukti melakukan kejahatan berupa percobaan pembunuhan, pembunuhan terhadap orang tua pendeta, penggunaan tanaman terlarang, penyuapan,dan penghinaan terhadap orang suci utusan Dewa,maka akan dihukum mati berupa pancung!"


"T-tidak..TIDAK!!" Arina kabur melarikan diri,


"Lady Arina!"


Bersambung...