
.
.
Seorang gadis, berambut putih perak panjang,sedang duduk santai di meja taman dengan anggun sembari membaca sebuah surat.Tak lama kemudian seorang pria tua datang padanya,
"Nyonya,barang yang akan di ekspor ke Kekaisaran Luanvier sudah disiapkan,saya akan segera meminta para pekerja untuk mengangkutnya ke kapal",
"Ya ampun Rudolph,saya sudah bilang jangan panggil aku nyonya,masih terlalu cepat",
"Anda juga berbincang dengan saya menggunakan bahasa formal,sudah berapa kali saya katakan jangan gunakan bahasa formal pada saya",
"Karna anda jauh lebih tua dari saya,jadi saya ingin menghormati anda",
"Huh anda ini benar-benar..sudah 4 tahun berlalu sifat nyonya tidak berubah sama sekali ya,tapi..nyonya bertambah jauh lebih cantik dibandingkan pertama kali datang kesini",
"Benarkah?terimakasih banyak",
Sudah 4 tahun sejak Lily datang ke Gradina.Pertama kali datang ke sana,Lily sudah disambut dengan sangat baik oleh para penduduk dan mendapat banyak dukungan.Kinerja Lily dalam mengurus pelabuhan selama 4 tahun terakhir sangat baik,tapi dia juga tidak lupa tugasnya sebagai Miscess yang harus melakukan peninjauan ke desa desa kecil yang susah dijangkau di wilayah Gradina dan wilayah lainnya untuk diberi bantuan dan mengirim laporan ke Istana.Lily juga bertukar kabar dengan kakak kakaknya dan kembar tiga, tidak lupa juga dengan Zergan,walau dia sering terlambat membalas surat karna sibuk,
"Hah..sudah 4 tahun berlalu,aku tidak menyangka sudah selama ini aku meninggalkan mereka",
Lily memandang langit biru yang cerah sembari memikirkan kerabat nya di ibu kota atau di wilayah mereka.
"Nona!" seorang gadis berlari dengan kegirangan mendekati Lily,
"Rina?kenapa?kau terlihat sangat senang",
Rina menjadi pelayan pribadi Lily lagi setelah Lucas mengirimnya ke vila pribadi dengan Duchess Ricardo untuk mendapat perawatan diam diam dari Lucas.Rina sangat berterima kasih pada Lucas yang berjanji tutup mulut dan membantu pengobatan Duchess Ricardo.
"Saya baru saja kembali dari pasar dan melihat seorang pria tampan di sana!",
"Lagi??sudah berapa kali kau melihat pria tampan hari ini??",
"Sepertinya baru 20 kali",
"Jangan katakan baru jika sudah lebih dari 5, Rina..lebih baik kau mencari pasangan",
"Nona,jika saya bertunangan atau menikah maka melihat pria tampan sudah sangat dibatasi!mata saya akan cepat keriput nantinya",
'Apa lebih baik aku mencarikan foto pria tampan untuknya dari smartphone ya??'
Rina yang menginjak umur 23 tahun sudah waktunya untuk mencari pasangan dan hidup bahagia bersama pasangannya,tetapi setiap Lily menyarankan Rina untuk menikah,dia akan menolak dan memilih mengamati para lelaki tampan(cuci mata terus),
"Rina,bisakah aku minta tolong diambilkan beberapa cookies dan teh assam??",
"Baik Nona!saya akan segera kembali!",
"Baiklah,sambil menunggu aku akan membaca surat surat ini dulu",
Satu persatu surat yang menumpuk dibaca Lily dengan teliti,sampai sebuah surat dengan cap biru dan lambang merpati membuatnya tersenyum,surat dari Lucas.
'Lily, bagaimana kabarmu??maaf kakak belum bisa mengirim surat beberapa waktu belakangan ini karna Kaisar yang jatuh sakit, dan kakak harus membantu Putra Mahkota untuk menyelesaikan tugas tugas kaisar dengan bijak,aku harap kamu mengerti kondisi Istana yang cukup kacau kali ini,dan aku harap kau tidak membenci ku karena tidak berhasil membatalkan pertunangan dengan Ian beberapa tahun lalu.Omong omong sudah lama sejak kakak bertunangan dengan putri seorang Count atas saran mu,walau sebenarnya kakak ingin mengawasimu sampai kau menikah duluan.Setelah ku pikir pikir,aku memutuskan untuk menikah ketika keadaan Kaisar sudah membaik,aku harap kita bisa bertemu lagi saat kakak menikah nanti..aku merindukanmu adikku -Lucas'
Tanpa Lily sadari,air matanya mengalir,dadanya sakit mengetahui kakaknya akan segera menikah,dia tau ini egois untuk tidak membiarkan kakaknya pergi dari sisinya,tetapi kakaknya juga harus mendapatkan kebahagiaan nya dengan seorang wanita yang dicintainya,
"Ya ampun Nona! Kenapa anda menangis?!",
Rina yang baru datang langsung terkejut melihat air mata keluar dari mata Lily dengan lumayan deras,
"Rina..?",
"Kenapa Nona seperti ini?!apakah ada yang salah?..wajah cantik Nona jadi berantakan..",
Perlahan Rina mengusap air mata yang membasahi pipi Lily dengan sapu tangannya.
"Kenapa Nona menangis?katakan pada saya..",
"Aku tidak apa apa..hanya saja,aku egois..kak Lucas akan menikah, seharusnya aku senang tetapi..disisi lain aku juga sedih..",
"Nona..saya tau Nona sedih Tuan Lucas akan menikah dan meninggalkan anda..tetapi nona harus belajar menerima keputusan Tuan,akan ada saatnya juga semua orang yang Nona sayangi pergi..",
"Iyaa..",
Rina menenangkan Lily yang masih sedikit menangis, wajar bila Lily menangis ketika kakaknya akan menikah,karna Lucas adalah kakak yang sangat berharga baginya.
Malam pun tiba,langit malam sangat cerah dan sinar bulan tampak begitu terang,angin dingin berhembus lembut dari barat daya.Lily berdiri di balkon kamarnya sambil menatap bulan,
'Suasana ini..sama seperti waktu itu..',
Lily teringat ketika malam sebelum pemurnian dan pelantikannya sebagai Miscess,dimana Ian tiba tiba datang entah darimana,dan sudah duduk tepat di pagar balkon di depannya.Suasana yang sama selalu terjadi dan membuat Lily selalu teringat dengan Ian ketika menutup matanya.
Lily membuka matanya dan mendapati seekor burung merpati hinggap di pagar balkon nya,di kaki nya terdapat secarik kertas yang digulung dan diikat dengan pita emas,
"Oh,surat ini dari Zergan,kenapa dia menggunakan merpati??",
Lily membawa merpati masuk ke kamarnya lalu mengambil secarik kertas itu,
'Cika,aku memintamu untuk datang ke Kuil Suci di Ibu kota,ada hal penting yang harus aku tunjukan padamu,aku harap kau datang sebelum Pergaulan Kelas Atas 1 minggu lagi,aku menunggumu -Zergan'
"Kenapa tiba tiba begini? sepertinya ada yang tidak beres..",
/Esoknya
"Nona, kenapa anda bangun sangat pagi begini??",
"Rina,tolong siapkan barang barang ku secepatnya,kita akan ke Ibu kota pagi ini",
"Ya?!B-baik!",
Rina dan beberapa pelayan lain langsung segera menyiapkan barang barang yang akan dibawa Lily ke Ibu kota nanti,beberapa kesatria sedang menyiapkan portal ke Ibu kota agar tidak memakan waktu 5 hari untuk sampai kesana,
"Nyonya, apakah anda akan tinggal di mansion Grand Duke Everon??",
"Tidak,saya sudah membangun mansion di Ibu kota 3 tahun lalu,apakah saya belum memberi tahu anda Rudolph?",
"Anda sama sekali tidak memberi tahu saya,dan nyonya..tolong pakai bahasa informal pada saya..",
"Oh begitu ya..baiklah..",
Setelah semua persiapan selesai,Lily pamit pada Rudolph yang merupakan Kepala Pelayan sekaligus pengurus rumah di wilayah dan para pelayan lalu pergi menggunakan portal,
"Nona,kenapa anda tiba tiba memutuskan pergi ke Ibu kota??",
"Zergan memanggilku,dia bilang ada hal penting yang harus ku lakukan di Ibu kota sebelum Pergaulan Kelas Atas dimulai",
"Tuan Saint??apa yang-!?!"
"Guncangan..?!"
Kereta kuda yang dinaiki Lily sedikit berguncang di dalam portal, setelah itu mereka segera keluar dari portal dan guncangan berhenti,
"Apa yang barusan terjadi..?",
"Nona,kita harus keluar",
Lily melihat keluar jendela untuk memastikan keadaan,dan ternyata mereka sudah sampai di Ibu Kota.Lily dan Rina langsung keluar dari kereta kuda,para pengawal langsung menghampiri Lily dan meminta maaf.Lily tau kalau itu bukan kesalahan mereka dan memaafkan mereka,
"Kita harus segera ke Kuil Suci",
"Baik!",
Lily kembali masuk ke kereta kuda dan pergi ke Kuil Suci secepatnya.Sesampainya di Kuil Suci,Lily langsung pergi hendak menemui Zergan bersama Rina,
"Saint Zergan!"
"Hum?Kenapa Pendeta Agung??",
"Marchioness Gradina sudah tiba,dan sedang menunggu di ruang berdoa",
"BENARKAH?!"
Zergan langsung pergi menemui Lily yang sudah menunggunya.Lily duduk di depan patung Dewa Dewi Kembar Beyola di ruang berdoa,sedang menunggu Zergan dengan sabar.Tak lama kemudian Zergan mendobrak pintu ruang ibadah dan membuat Lily terkejut,
"Cika!!",
"Ya ampun kaget...Zergan??",
Lily membalik badannya dan melihat Zergan masih berdiri di ambang pintu dan terengah-engah.Pertemuan pertama Lily dengan Zergan setelah 4 tahun lamanya membuat rasa rindu yang dipendam mereka berdua meluap,
"Cika..itu benar benar kau?..",
"Tentu!" balas Lily dengan senyum manisnya,
Zergan menatap Lily tidak percaya,gadis yang dulu dilihatnya sebagai sosok anak kecil dengan rambut panjang sepinggang,sekarang sudah terlihat sebagai wanita dewasa yang sangat anggun dan cantik.Satu satunya sahabatnya.
"Bagaimana kabarmu??"
"Aku baik,sudah lama ya Zergan!"
Bersambung...