Vita Nova

Vita Nova
Episode 61 "Rencana Licik"



Flashback


"Mungkinkah Kaisar memberi sihir ke dalamnya?" lanjut Bel,


"Luar biasa!Kaisar memang tidak main-main!" balas Fei,


Tak lama kemudian,sebuah cahaya yang sangat terang muncul didepan mereka bertiga,dan sosok Vel mulai terlihat.


"Aku pulang.." ucap Vel lemah,


"Vel?!Ada apa denganmu?!" tanya Lily khawatir dan menghampiri Vel,


"Ah..Lily ya?.." suara Vel yang lemah benar-benar membuat Lily cemas,


"Kau sangat pucat.." ujarnya,


"Aku..akh-!" Vel langsung ambruk tepat di depan Lily,


"VEL?!?"


.


.


Episode 61


"Tristan!!Ada apa denganmu?!sadarlah!!" Bel segera menghampiri Vel dengan sangat panik,


'Aku tidak dapat mendengar suara kalian..'


"Kak Fei!Tolong segera hubungi Saint Zergan dan panggilkan dokter!!" ucap Lily pada Fei,


"Baik!!" Fei langsung pergi begitu Lily memintanya,tapi.. tatapannya tidak bisa beralih dari Vel.


"Bel! Kita harus membawanya ke paviliun sekarang!" ujar Lily,


"Tentu!"


/skip


Setelah Zergan dan dokter memeriksa kondisi tubuh Vel yang sangat lemah,dokter memberikan obat tidur agar Vel tenang,dan Zergan berbicara dua mata dengan dokter.


Bel menggenggam tangan kanan Vel erat dengan tangannya yang gemetar ketakutan.Air mata menetes dari mata merah nya.Lily ikut merasakan apa yang Bel rasakan,baru pertama kali Vel jatuh sakit separah ini.


"Lily..bagaimana ini?.." Bel benar-benar sangat ketakutan.Lily tidak tega melihat Bel seperti itu lalu memeluknya,


"Vel pasti akan baik-baik saja..dia kakakmu kan?kau harus percaya padanya.." ucap Lily mencoba menenangkan Bel,


"Iya.." balas Bel diantara isak tangisnya.


Sesaat setelah itu, Zergan masuk ke kamar Vel sendirian karna dokter sudah pergi lebih dulu.


"Tangan kirinya terkena kutukan.." ucap Zergan tiba-tiba,


"APA MAKSUDNYA?!?" tanya Bel langsung berdiri dari tempatnya,


"Kejadian ini pernah terjadi 54 tahun lalu,salah seorang pria yang tinggal di tengah hutan bersama istri dan kedua anaknya berubah menjadi setengah iblis dengan jeritan rasa sakitnya tiap malam.Aku pernah menanganinya sebelum kabur ke Tanah Malterra" jawab Zergan,


"Zergan,apa yang terjadi pada orang itu?.." tanya Lily gugup,


"Dia berubah menjadi iblis seutuhnya...Menurut istri dan ketiga anaknya,pria itu mendapat kutukan dari Raja Iblis setelah menjalin kontrak dengannya.Semua itu terjadi karna mereka hidup miskin,dan pria itu tidak tahan lagi lalu pergi ke Kuil Raja Iblis yang sangat tersembunyi di suatu tempat.Istri dan anak nya sudah memperingatkan nya,tapi pria itu membawa 2 dari 3 anaknya untuk dijadikan tumbal Raja Iblis.Setelah itu,istri dan anaknya kabur dari rumah dan meninggalkan suaminya yang buta dengan harta dari Raja Iblis" jelas Zergan.Lily dan Bel sangat terkejut dengan penjelasan Zergan, sangat tidak disangka.


"Ya ampun!..sulit dipercaya.." ucap Lily,


"Lalu apa yang terjadi pada pria itu?..." tanya Bel ketakutan,


"Grand Duke Darvin terdahulu,lebih tepatnya kakek dari Ian membunuhnya" jawab Zergan,


"Aku tidak bisa melakukan apa-apa karna sihir ku belum bangkit..maka dari itu aku kabur diam-diam dari Kekaisaran dan pergi ke Tanah Malterra selama 50 tahun,lalu kembali kesini setelah merpati ku membawa kabar tentang Lily 4 tahun lalu" lanjut Zergan menyesal,


"Bagaimana dengan sekarang?.." tanya Bel,


"Eh?"


Bel berjalan mendekati Zergan dan mencengkram dada Zergan sambil berlinang air mata,


"!?" Betapa terkejutnya Zergan melihat Bel yang menatapnya dengan penuh harapan,


"Kakakku bisa selamat kan?..lakukan apapun untuknya!!..AKU TIDAK MAU KEHILANGAN SIAPA-SIAPA LAGI!!", Bel menangis deras di dada Zergan dengan emosi yang tidak bisa kendalikan.


"Aku akan mencoba sekeras mungkin.." ucap Zergan memeluk Bel, mencoba menenangkan nya,


'Zergan..kau benar-benar penuh perhatian ya..' batin Lily sedikit lega bisa melihat Zergan yang begitu memperhatikan kondisi Bel sekarang.


Selama beberapa menit,Bel menangis tanpa henti,sampai akhirnya lelah menangis dan tertidur.Zergan membawa Bel ke kamar sebelah untuk membaringkan Bel,lalu kembali ke kamar Vel.


"Zergan..apa ada cara untuk mengangkat kutukan ini?.." tanya Lily,


"Ada 1 cara.. Raja Elf di tanah Malterra berkata padaku..jika ingin melepaskan kutukan Raja Iblis pada seseorang,maka diperlukan penyihir yang pernah menjalin kontrak dengannya,karna kutukan Raja Iblis bukanlah sembarang kutukan.." jawab Zergan,


"Kel..",


"Apa?",


"Kel!Dia bisa membantu kita karna dia pernah menjalin kontrak dengan Raja Iblis!" ucap Lily mulai senang,


"Ah, maksudmu adik dari Vel dan kakak kedua dari Bel kan?" tanya Zergan memastikan,


"Benar!Tapi..saat ini dia sedang pergi dengan kak Ken ke luar negeri.." jawab Lily kembali muram,


"Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk berubah menjadi iblis seutuhnya?.." tanya Lily,


"Hm,dari ingatanku..kutukan itu akan menjadi tahap sempurna setelah 6 hari,tapi karna pria itu bukan penyihir, kutukannya lebih cepat berkembang,sedangkan Vel sudah berbeda,dia bisa disebut Penyihir jenius,mungkin akan butuh waktu setidaknya 3 minggu untuk kutukan Raja Iblis menyatu sempurna dengan tubuhnya" jawab Zergan,


"Benarkah?!kalau begitu aku masih ada waktu untuk memberi kabar pada Kel!" ucap Lily senang,


"Tapi jika mengirim pesan sekarang..butuh waktu 1 minggu sampai ke sana..lalu butuh waktu 1 minggu 4 hari untuk Kel kembali kesini..itu terlalu lama" ujar Zergan ragu,


"Benar juga..bagaimana ini..",Lily kembali murung begitu tau waktu yang akan dipakai untuk Kel akan sangat lama,dan kemungkinan akan terlambat,


"Sepertinya kau harus memberikan Kel sebuah smartphone agar lebih mudah" gumam Zergan sambil berpikir,


"Ah!Benar juga! Tapi.. didunia ini hanya ada smartphone milikmu yang ku genggam sekarang.." ucap Lily kembali lesu,


"Ah iya.." balas Zergan ikut murung.


Jam menunjukkan pukul setengah 4 sore.Lily hendak berjalan-jalan di halaman depan bersama dengan Fei.


"Kak Fei",


"Ya??"


"Apakah kakak tulus mencintai kak Lucas?"


Pertanyaan Lily membuat Fei terdiam,dia bingung harus menjawab bagaimana.


"Tentu saja,kenapa kau bertanya seperti itu??" tanya Fei santai dengan senyum lebarnya,


"Ah tidak,hanya saja aku takut Kak Lucas akan dikhianati.. tapi tidak mungkin kan?Soalnya itu kak Fei" jawab Lily sambil tersenyum lebar,


"Emm,iyaa"


Tiba-tiba sebuah ingatan muncul di kepala Fei,ingatan yang sama sekali tidak ingin dia ingat.


'*Nenek..bertahanlah!..'


'Fei..dengarkan kata-kata nenek..'


'Huh?'


'Suatu saat akan ada orang lain yang ingin mengambil sesuatu yang harusnya menjadi milikmu..'


'Siapa?!..'


'Tidak tau..tapi akan ada saatnya..Dan juga..itulah saatnya kamu harus melakukan segala cara demi mendapat keinginan mu itu..'


'Baik! nenek*!'


Kepala Fei sangat sakit,dunia serasa diputar balikkan.Lily yang sadar Fei bertingkah aneh langsung memapah Fei yang hampir jatuh,


"Kak Fei?!ada apa?.." tanya Lily cemas,


"Kepalaku..sangat pusing.." jawab Fei lemas,


Tak lama kemudian,kereta kuda milik Lucas sampai di gerbang.Lucas yang melihat Fei terhuyung lemas bersama Lily,segera turun dari kereta dan berlari menghampiri Fei.


"Fei?!Ada apa?!",Lucas mengangkat Fei yang sudah lemas di tempat,


"Kak Fei bilang kepalanya sangat pusing kak..lebih baik cepat bawa masuk!" ucap Lily,


"Baiklah..!"


Lucas dan Lily segera membawa masuk Fei dan merebahkannya di kamar.Dokter dengan sigap segera memeriksa kondisi Fei.


"Lady Fei hanya kelelahan saja,dengan istirahat yang cukup kondisinya akan membaik" ucap Dokter,


"Baiklah, terimakasih dokter", balas Lucas lega,


"Sama-sama Yang Mulia,kalau begitu saya permisi dulu" ucap Dokter lalu keluar.


"Maaf,aku malah merepotkan kalian" ucap Fei meminta maaf pada Lucas dan Lily,


"Ini bukan salah mu Fei,sejak awal kau memang mudah lelah,jadi aku akan menjagamu" jawab Lucas meyakinkan Fei,


"Benar kak,aku juga akan menjaga kak Fei" ucap Lily,


"Terimakasih" balas Fei,


'Kenapa ingatan itu muncul?..aku tidak mau mengikuti jalan nenek..tapi..'


Fei menatap iba ke arah Lily yang berbicara dengan Lucas,rasa bersalah nya menumpuk.


'..aku ingin mendapat Vel.'


flashback


"A-apa yang harus ku lakukan?.."


"Bunuh dia." jawab orang itu,


"Tidak mungkin! Lily berharga bagiku!aku hanya ingin mendapat Vel..", balas Fei ,


"Semua ini demi Vel,kau menyukainya kan?kau ingin memilikinya..aku sudah tau semua yang terjadi diantara keluarga kalian..bahkan nenekmu mengajarkanmu untuk melakukan segala cara demi apa yang kau mau kan?.."


"B-benar begitu tapi!..tetap saja.."


'Siapa sebenarnya orang ini?..suaranya sangat lembut..apakah dia perempuan?..bagaimana dia tau semuanya..?' batin Fei,


"Aku ada sebuah cairan sihir.." ucap orang itu sambil mengeluarkan sebuah botol kecil berisi cairan berkilau,


"Apa ini?.." tanya Fei ragu,


"Cairan ini bisa membuat orang lain jatuh cinta padamu bahkan terobsesi..ambillah" jawab orang itu memberikan botol itu pada Fei,


"Benarkah?!Tapi..bagaimana aku bisa percaya padamu?.." tanya Fei,


"Hehe..jika kau ingin menemui ku,datanglah ke gubuk kecil di hutan Drimson,akan ada pita hitam yang membawamu kesana.."jawab orang itu,


/back


"Kak Fei?kenapa kakak melamun?" tanya Lily,


"Eh?Ah tidak..aku hanya kepikiran sesuatu" jawab Fei ragu,


"Fei,aku akan selalu ada disisimu,jadi jangan sembunyikan apapun dariku, mengerti?",


"Iyaa, terimakasih Lucas",


Lucas memeluk Fei erat dan Fei membalasnya.Lily hanya bisa tersenyum pahit dengan tatapan datar dari pojok ruangan.


'Daritadi aku hanya menyaksikan keromantisan orang lain..Ian!kau dimana!?' batin Lily menangis iri.


/skip malam


Bel duduk di samping Vel sambil menggenggam tangannya erat,dan terus berharap Vel cepat sadar dan sembuh.Tak lama kemudian,Zergan masuk bersama Fei yang membawa 3 cangkir teh ke kamar Vel.


"Bel,aku membawakan teh,minumlah dulu" ucap Fei meletakan nampan di meja,


"Terimakasih.." balas Bel lesu,


Sesaat setelah itu,Vel terbangun karna rasa sakit yang menyerangnya tiba-tiba.


"AKH!-"


"Vel!Bertahanlah!aku akan mencoba mengobatimu!" Zergan menggunakan sihir putihnya untuk meredakan rasa sakit yang Vel rasakan,


"Tristan..bertahanlah.." ucap Bel menggenggam erat tangan Vel yang mencengkram nya karna kesakitan.


'Ini kesempatan ku..mereka berdua masih fokus pada Vel..aku harus segera memasukan cairan ini'


Fei diam-diam memasukan cairan yang diberikan orang asing sebelumnya ke dalam minuman Vel.


'Berhasil!' batin Fei lega,


"S-sakit!.." ucap Vel merasakan sakitnya,


"Sebentar lagi..!Tahan lah"Untungnya sihir Zergan berhasil dan Vel kembali tenang.


"Terimakasih..Zergan.." balas Vel,


"Ini sudah tugasku..hah.." jawab Zergan lelah,


"Bel..ini" Fei memberikan cangkir tadi pada Bel,


"Terimakasih Fei.Tristan minumlah.." ucap Bel memberikan teh itu pada Vel dan Vel meminumnya,


'Akhirnya!'


Bersambung...